Allah Taala Berfirman:
أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدۡرَهُ ۥ لِلۡإِسۡلَـٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ۬ مِّن رَّبِّهِۦۚ فَوَيۡلٌ۬ لِّلۡقَـٰسِيَةِ قُلُوبُہُم مِّن ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ فِى ضَلَـٰلٍ۬ مُّبِينٍ
Terjemahan ayat ini adalah sebagai berikut, ‘Apakah orang yang Allah telah bukakan dadanya untuk menerima Islam, maka ia mendapat nur cahaya dari Tuhannya, sama dengan orang-orang keras hatinya ? Maka, celakalah mereka yang hatinya keras dari mengingat Allah! Mereka itulah yang berada di dalam kesesatan yang nyata.’ (Q.Surah 39 / Al Zumar ayat 23)
Tak diragukan lagi, Allah Swt-lah yang mampu membimbing manusia ke arah dan mengaruniai petunjuk hidayah-Nya, sebagaimana dinyatakan di dalam Al Qur’an Karim,
إِنَّكَ لَا تَہۡدِى مَنۡ أَحۡبَبۡتَ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَہۡدِى مَن يَشَآءُۚ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ
‘Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada siapa yang engkau cintai; tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki; dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang akan mendapat petunjuk.’ (Surah 28 / Al Qashash : 57).
Dan adalah dambaan Rasulullah Saw agar dunia mau menerima nur (cahaya) yang beliau bawa, yakni nur petunjuk Ilahi sebagaimana yang beliau perlihatkan. Sehingga, setelah dunia mampu menyerap dan menyinari qalbu mereka dengan nur Ilahi ini, mereka pun memperoleh qurb, kedekatan dengan-Nya. Ini dikarenakan beliau sangat memahami, konsekwensi penolakan terhadap nur Allah Taala ini, ialah sama dengan mengundang kemurkaan-Nya. Sedangkan qalbu beliau dipenuhi dengan cinta kasih terhadap sesama. Tak sanggup melihat seorang pun manusia yang mangkat dari dunia yang fana ini tanpa menerima sesuatu nur hidayah Ilahi. Oleh karena itulah beliau pun senantiasa bangun di tengah malam untuk beribadat dan memohon kepada Allah Taala dengan hati yang pilu. Kondisi keprihatinan beliau terhadap nasib umat manusia itulah yang disitir oleh ayat Quran ini,
لَعَلَّكَ بَـٰخِعٌ۬ نَّفۡسَكَ أَلَّا يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ
yang artinya, ‘Boleh jadi engkau akan membinasakan dirimu disebabkan mereka tidak mau beriman.’ (Q.Surah 26 / Asy Syuara : 4).
Kumpulan informasi terkini mengenai sabda khalifah islam masa kini. literatur islam yang sesungguhnya dan sebenarnya bagi para pencari kebenaran.
Tampilkan postingan dengan label SifatAllah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SifatAllah. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 Maret 2010
Sifat Al Nur Allah Swt (bagian 2)
Lebih lanjut berkenaan dengan beberapa ayat Quran yang saya rujuk pada Jumah lalu namun belum sempat diterangkan, keterangannya adalah sebagai berikut.
Nur adalah cahaya yang memancar; dan ada dua jenis; yakni, cahaya duniawi dan cahaya Akhirati.
Tetapi, nur cahaya duniawi pun juga ada dua macam; yang Pertama adalah yang dapat diyakini keberadaannya melalui kedalaman pandangan rohani, atau disebut juga Makul (menyangkut penggunaan akal); dan yang Kedua, adalah cahaya yang dapat diperoleh melalui hikmah; yakni sinar petunjuk yang terdapat di dalam tafsir, yakni, nur Al Qur’an.
Jenis cahaya lainnya ialah yang dapat dilihat pada benda-benda alam, yang disebut Mahsus (yakni, yang terkait dengan panca indera). Sinar cahaya ini terdapat di dalam matahari, bulan dan bintang-bintang.
Suatu contoh cahaya yang dapat dilihat dengan mata jasmani ialah seperti yang difirmankan Allah di dalam Surah Yunus ayat 6:
هُوَ الَّذِىْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَآءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا
‘Dia Yang menjadikan matahari mempunyai cahaya, dan bulan bersinar…’ (10:6).
Nur adalah cahaya yang memancar; dan ada dua jenis; yakni, cahaya duniawi dan cahaya Akhirati.
Tetapi, nur cahaya duniawi pun juga ada dua macam; yang Pertama adalah yang dapat diyakini keberadaannya melalui kedalaman pandangan rohani, atau disebut juga Makul (menyangkut penggunaan akal); dan yang Kedua, adalah cahaya yang dapat diperoleh melalui hikmah; yakni sinar petunjuk yang terdapat di dalam tafsir, yakni, nur Al Qur’an.
Jenis cahaya lainnya ialah yang dapat dilihat pada benda-benda alam, yang disebut Mahsus (yakni, yang terkait dengan panca indera). Sinar cahaya ini terdapat di dalam matahari, bulan dan bintang-bintang.
Suatu contoh cahaya yang dapat dilihat dengan mata jasmani ialah seperti yang difirmankan Allah di dalam Surah Yunus ayat 6:
هُوَ الَّذِىْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَآءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا
‘Dia Yang menjadikan matahari mempunyai cahaya, dan bulan bersinar…’ (10:6).
Langganan:
Postingan (Atom)