Tampilkan postingan dengan label pluralisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pluralisme. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2009

Umat dan Perbedaan

Oleh: A. Mustofa Bisri
www.Gusmus.net

Mula-mula adalah dua sejoli ”imigran” dari sorga, Adam dan Hawa, yang diserahi Tuhan mengelola bumi ini. Kemudian, mereka menurunkan keturunan yang disebut manusia. Manusia berkembang semakin lama semakin banyak meramaikan planet ini. Ketentuan-ketentuan Tuhan yang dibawa dan diajarkan Adam a.s. sebagai panduan untuk mengelola bumi dan wasilah untuk kembali ke sorga, menuju kepada-Nya, semula dipatuhi dan ditaati oleh semua anak-cucunya. Namun dengan perjalanan waktu, kian lama ketentuan-ketentuan itu dilupakan dan diabaikan oleh cicit-cicit Adam yang datang belakangan.



Atas kemurahan dan kasih sayang-Nya, Allah pun mengutus Nuh a.s. untuk mengingatkan manusia kembali kepada ketentuan-ketentuan-Nya itu. Bertahun-tahun, Nabi Nuh a.s mengajak manusia untuk kembali kepada jalan Allah, ketentuan-ketentuan Allah itu, hingga akhirnya Nabi Nuh a.s kehabisan cara untuk menyadarkan mereka. Hanya beberapa puluh orang yang mengikutinya; yaitu mereka--yang ketika banjir azab menyapu manusia— ikut bersamanya dalam bahtera.