<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691</id><updated>2012-02-16T00:59:09.107-08:00</updated><category term='Perbandingan Agama'/><category term='ummah'/><category term='Islam'/><category term='Pernyataan'/><category term='Gempa Bumi'/><category term='Hakikat'/><category term='Teori Konspirasi'/><category term='Khutbah'/><category term='Ahmadiyah'/><category term='Mesjid'/><category term='Azab ilahi'/><category term='SifatAllah'/><category term='Ekonomi Islam'/><category term='kenabian'/><category term='Palestina'/><category term='Doa'/><category term='Insiden Monas'/><category term='Nasihat'/><category term='Berita pilihan'/><category term='Khutbah Jumat'/><category term='TahunBaru'/><category term='pluralisme'/><category term='Lebaran'/><category term='Bencana'/><category term='Hikmah'/><category term='korupsi'/><category term='hukuman'/><category term='Sifat Allah'/><category term='rasulullah'/><category term='ciri-ciri azab'/><category term='alquran'/><title type='text'>ISLAMIC FOUNTAIN</title><subtitle type='html'>The place of islamic true teachings and literatures and articles for whoever seeks the truth. 
--
Kumpulan literatur islam yang sesungguhnya dan sebenarnya bagi para pencari kebenaran.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://islamasli.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-2221909368411649672</id><published>2010-03-02T23:12:00.001-08:00</published><updated>2010-03-02T23:12:56.497-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TahunBaru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Hikmah Tahun Baru</title><content type='html'>Huzur menilawatkan ayat 29  Surah Al Hadid berikut ini sebagai mukadimah Khutbah Jumah beliau:&lt;br /&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic;"&gt;يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَءَامِنُواْ بِرَسُولِهِۦ يُؤۡتِكُمۡ كِفۡلَيۡنِ مِن رَّحۡمَتِهِۦ وَيَجۡعَل لَّڪُمۡ نُورً۬ا تَمۡشُونَ بِهِۦ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ‌ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ۬&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;yang terjemahannya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;	‘Hai orang-orang yang beriman !  Bertaqwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya; maka Dia akan menganugerahkan kepadamu dua bagian dari rahmat-Nya, akan menyediakan bagimu nur, yang dengannya kamu akan berjalan, dan Dia akan mengampuni kamu — dan Allah itu Maha Pengampun, Maha Penyayang —‘ (57:29). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;	Huzur bersabda, dengan karunia Allah Taala, hari ini adalah Hari     Pertama di tahun 2010 yang mana Allah Taala berkenan memasukkan kita ke dalam awal Tahun Baru 2010 ini dengan Hari Jumat yang berberkat. Oleh karena itu, semoga tahun ini dan juga setiap tahun yang akan kita jelang membawa berbagai keberkatan bagi setiap orang Ahmadi. Amin !&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Orang saling mengucapkan selamat sehubungan dengan Tahun Baru ini, namun bagi orang Mukmin, setiap tahun dan setiap hari di dalamnya diberkati apabila taubat mereka diterima dan maqom rohaninya meningkat. Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, Hari Id yang hakiki adalah hari ketika kita dikaruniai maghfirah-Nya dan juga hari-hari selanjutnya yang dipenuhi oleh ilmu kerohanian.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Hari-hari yang berberkat adalah hari-hari yang dapat membawa kepada peningkatan maqom rohani; yang dapat menarik perhatian kepada pemenuhan kewajiban haququllah dan haququl ibad; yang dapat mencurahkan segala kemampuan untuk mencari keridhaan Allah Taala; yang dipenuhi dengan berbagai ikhtiar untuk mencapai qurb Ilahi. Pendek kata, tahun-tahun kita yang berberkat adalah apabila kita berusaha untuk mencapai semua tujuan itu dengan keikhlasan yang sempurna.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Hari ini adalah Hari Jumat yang merupakan hari yang paling berberkat sebagaimana telah disabdakan Rasulullah Saw beberapa kali. Namun hendaknya pun diingat, hanya orang Mukmin hakiki-lah yang mampu memperoleh berbagai macam faedahnya, sedangkan mereka yang tidak mukmin tentunya tidak mendapatkan keberkatan tersebut.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Orang mukmin hakiki akan berusaha keras agar pada hari Jumat yang berberkat ini menjadi hari najat, keselamatannya, yakni, disebabkan ia senantiasa ingat akan sabda Rasulullah Saw, bahwa ada suatu saat tertentu pada waktu salat Jumat, orang Muslim yang memohon sesuatu kepada Allah, akan dikabulkan.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Huzur bersabda, hari pertama Tahun Baru yang jatuh pada hari Jumat ini menjadi semakin bermakna bagi orang mukmin hakiki, yakni, ia akan mengisinya dengan banyak-banyak berdoa, mempererat hubungannya dengan Allah Taala. &lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Kita menyambut malam Tahun Baru dengan menyemarakkannya dengan banyak-banyak berdoa, Sedangkan mereka yang ghair-Mukmin atau mereka yang tidak menyadari makna keberkatan hari Jumat, menghabiskan waktu mereka di berbagai tempat hiburan yang mubazir, mendatangi dukun peramal, ataupun meminum-minuman beralkohol.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Kita beruntung karena kita berasal dari umat Rasulullah Saw yang merupakan wujud nur Ilahi yang telah menunjukkan berbagai macam cara untuk memperoleh ridha Ilahi. Demikian cintanya beliau kepada Allah, sehingga Allah pun menyatakan akan mencintai mereka yang mengikuti beliau dengan sepenuh ikhlas.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, siapa lagi yang lebih berhak mengumpamakan 'nur' kepada diri beliau Saw – selain dari Allah Swt – sebagaimana firman-Nya di dalam Al Qur’an, &lt;br /&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic;"&gt;قَدۡ جَآءَڪُم مِّنَ ٱللَّهِ نُورٌ۬ وَڪِتَـٰبٌ۬ مُّبِينٌ۬&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;‘…Sesungguhnya telah datang kepadamu Nur dari Allah…’ (Q. Surah 5 / Al Maidah : 16).&lt;br /&gt;	Dan Rasulullah Saw telah mengajari kita kiat terbaik untuk mengambil berkat karunia nur Ilahi ini yang terkait dengan hari Jumat, sebagaimana sabda beliau, ‘Di antara hari-hari yang terafdhol bagi engkau adalah hari Jumat. Oleh karena itu perbanyaklah Shalawat kepadaku karena shalawat-shalawat engkau yang disampaikan pada hari Jumat akan diterima Allah Taala dengan penuh kesukacitaan'.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Shalawat yang disampaikan dengan penuh ikhlas dan cinta itulah yang benar-benar akan sampai kepada Allah, karena telah memperoleh syafaat dari Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;	Adalah berkat cinta sejati nan mulia Rasulullah Saw dan penyampaian shalawat yang tak terbilang Hadhrat Masih Mau'ud a.s. kepada beliau Saw yang membuat diri beliau memperoleh derajat sebagai Al Masih Al Madi dan bentangan-bentangan nur cahaya Ilahi pun turun dari langit ke bumi. Kemudian beliau pun menasehati mereka yang telah ber-bai’at, bila mereka ingin agar bai’at-nya diterima, perbanyaklah membaca shalawat kepada Rasulullah Saw. Maka sebagai berkatnya, mereka pun akan memperoleh bagian nur-Ilahi tersebut sesuai dengan kapasitas masing-masing; kemudian menempatkan kehidupan bahagia mereka di dunia ini dan juga di akhirat nanti, sesuai dengan urutannya.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Sebuah Hadith meriwayatkan, ‘Hari yang terbaik ketika matahari terbit adalah hari Jumat, Pada hari Jumat-lah Adam diciptakan; dipersilakan masuk ke dalam Jannah; dan juga dikeluarkan daripadanya’. 	Huzur menerangkan, orang Muslim dapat memperoleh ganjaran pahala ataupun diganjar hukuman pada hari Jumat. Maka terserah kepada anak cucu Bani Adam apakah mereka mau memanfaatkan keberkatan hari Jumat ini. Bila mereka memuliakan kesucian hari tersebut, banyak beramal shalih; beribadat dan banyak mengucapkan shalawat, maka kehidupan mereka di dunia ini laksana kehidupan surgawi, dan mereka pun mendapatkan kabar suka di Akhirat nanti.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Tetapi sebaliknya, jika mereka berkecimpung dalam perbuatan munkar maka kehidupan mereka pun bagai di dalam Neraka, pun demikian kabar buruk kehidupan mereka kelak pun adalah Neraka jahanam.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Ribuan shalawat atas diri engkau yang telah menunjukkan kepada kami bani Adam, berbagai jalan menuju ke Jannah-Nya. Hikmah keberadaan hari Jumat – apakah dimasukkan atau dikeluarkan dari Jannah – adalah sepenuhnya tergantung kepada amal perbuatan manusia masing-masing. &lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Mengenai jannah di dunia ini  dan juga Jannah di Akhirat nanti, Al Qur’an Karim menyatakan,&lt;br /&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic;"&gt;وَلِمَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِ&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;yang artinya: ‘Dan bagi orang yang takut pada Keagungan Tuhan-nya ada dua Jannah —‘ (55:47).&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a,s, meneraangkan tentang hal ini: Orang yang menjauhi segala macam dosa dikarenakan takutnya kepada Allah dan hisab-Nya, niscaya akan memperoleh dua Jannah. Pertama, ia dikaruniai kehidupan surgawi di dunia ini juga; dikarenakan ia melakukan inqilabi haqiqi, atau perubahan suci di dalam dirinya pada kehidupan dunia ini, maka Allah Taala pun mempedulikan segala macam kebutuhan dan keinginannya. Kedua, ia dikaruniai Jannah yang hakiki di Akhirat kelak disebabkan dapat mengatasi segala macam godaan dan menjauhi segala macam perbuatan dosa dikarenakan takutnya kepada Allah, dan ia mendahulukan kepentingan Allah di atas segalanya. &lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Huzur bersabda, pada hari ini Allah Taala telah memberi kita suatu peluang emas untuk mengisi hari pertama di Tahun Baru 2010 ini dengan banyak beribadat. Berdoalah untuk keperluan diri sendiri; untuk seluruh keluarga; untuk Ahmadiyah, untuk Islam yang hakiki. Berdoalah untuk lingkunganmu, untuk masyarakat dan untuk tanah airmu. Orang mukmin sejati senantiasa mendoakan negeri dimana ia menjadi warga negaranya. Inilah salah satu kewajiban yang diamanatkan kepada kaum Ahmadi.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Sekarang ini keselamatan dunia dan umat manusia yang mengarahkan kepada kehidupan surgawi adalah terletak pada doa-doa kaum Ahmadi. Namun bila kita sendiri tidak berjalan di atas berbagai jalan muttaqi ini, bagaimana mungkin kita dapat menunjukkannya kepada dunia ? &lt;br /&gt;	Allah Taala mewahyukan kepada Hadhrat Masih Mau'ud a.s.: ‘Khalaqa Adama, fa-aqrama, jairullahi fi-khurilahil anbiya'i, bushra-laka Ya Ahmad'i, yakni, Dia-lah yang menjadikan Adam lalu memberinya derajat kemuliaan. Wahai pecinta Allah dalam jubah para Nabi, kabar suka atas engkau, wahai Ahmad-Ku.’ (Tadhkirah, hlm. 793).&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. menerangkan tafsir wahyu ini sebagai berikut: Yang dimaksud dengan jairullahi fi-khurilahil anbiya'i, yakni Wahai pecinta Allah dalam jubah para Nabi; maksudnya adalah aku diberi karunia sejumput sifat dan ciri khas seluruh Nabi-nabi dari sejak Adam a.s. hingga seterusnya; baik yang berada di dalam garis keturunan Bani Israil maupun di luarnya. Tak ada satu pun sifat dan ciri khas tiap-tiap Nabi yang tidak dikaruniakan sebagian daripadanya kepada diri hamba ini. Pembawaan sifatku mewakili semua sifat Nabi-nabi. Inilah yang Allah Taala telah katakan kepadaku.’ (Tadhkirah hlm. 793-794 - Barahin Ahmadiyah, Bab V, hlm. 89).&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Huzur menambahkan, berkat kecintaan dan penghambaan beliau yang sempurna kepada Rasulullah Saw, Hadhrat Masih Mau'ud a.s. dikaruniai pangkat kenabian tabi'i, sehingga beliau pun diberi nur-Ilahi yang tak berbatas.&lt;br /&gt;	Oleh karena itu diharapkan, setiap Ahmadi akan mengisi waktunya dengan berbagai macam kesibukan untuk mendapatkan sebagian nur-Ilahi tersebut, sehingga menjadikan setiap hari dalam kehidupan kita memperoleh banyak berkat disebabkan banyak beribadat dan beramal shalih.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Dengan karunia Allah Taala, hari ini Salat Tahajjud banyak dilakukan di berbagai masjid kita. Semoga ghairah rohani ini dapat berlangsung dengan dawam. Semoga setiap langkah ibadah kita memantapkan ketaqwaan; dan semoga pula ikhtiar kita di hari pertama Tahun Baru ini akan membawa berbagai kemajuan di sepanjang  365 hari berikutnya. &lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Menerangkan kembali ayat 29  Surah Al Hadid yang telah ditilawatkan di awal Khutbah, Huzur bersabda: Hal ini merupakan akidah orang Mukmin yang tidak mempercayai beban hukuman atas kealpaan Hadhrat Adam a.s. dan anaknya menuntut kematian terkutuk seorang anak manusia lainnya (Jesus Kristus, sebagaimana yang dipercayai oleh kaum Yahudi). Melainkan, kehidupan fitrat manusia adalah berikhtiar menuju ke peningkatan rohani seiring dengan keinginannya untuk melepaskan diri dari lingkungannya yang berdosa.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Adalah suatu kebutuhan dunia untuk memahami hakekat menyambut suatu Tahun Baru bukanlah dengan cara bermabuk-mabukan, melainkan, dengan banyak berdoa, dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dengan sepenuh ikhlas.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Tahun Baru hendaknya disambut dengan taubatan nasuha dan banyak beristighfar; dengan cara mengkhidmati sesama manusia. Setiap diri manusia akan ditanyai segala amal perbuatannya masing-masing. Banyak tersedia berbagai macam cara untuk beramal shalih yang dapat dijadikan sumber kebaikan bagi kehidupan di dunia ini maupun di Akhirat nanti.&lt;br /&gt;	Taqwa dan keitaatan sempurna kepada Rasulullah Saw dapat membuat orang mukmin dikasihi Allah dan mendapatkan dua ganjaran pahala, serta nur hidayah-Nya. Yang dimaksud dengan dua ganjaran pahala adalah, ...fiidunnya hasanataw-wafil akhirati hasanah..., yakni, segala yang baik di dunia ini dan juga di Akhirat nanti. &lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, mereka yang sabar dan istiqamah di jalan taqwa serta hidup laksana maut dalam kehidupan dunia disebabkan cintanya kepada Allah akan diberi suatu derajat pembeda. Mereka dikaruniai nur-Nya yang tampak pada amal perbuatan serta akhlak mereka. Nur-Ilahi terlihat dalam pertimbangan mereka yang arif bijaksana dan  setiap langkah mereka; jalan mereka menjadi nur. Pendek kata, mereka senantiasa berada di dalam sorotan nur cahaya yang mencerahi.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, taqwa dan  kejahiliyahan tak dapat berdampingan meskipun ketaqwaan dapat meningkat ataupun menurun sesuai dengan pandangan dan kedalaman rohani seseorang. 	Huzur bersabda, tak peduli apakah orang Ahmadi tersebut berpendidikan tinggi ataukah tidak, apakah banyak atau sedikit saja ilmu agamanya, bila mereka teguh dalam ketaqwaan mereka, maka mereka pun akan menghindari keaniayaan atas diri mereka. Adalah amal perbuatan diri sendiri yang mendatangkan keridhaan atau kemurkaan Tuhan, sebagaimana dinyatakan di dalam Al Qur’an,&lt;br /&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic;"&gt;وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَـفْسٍ اِلَّا عَلَيْهَا‌ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى‌ۚ&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;yakni, ‘…dan tidak pula orang memikul beban orang lainnya…’ (Q. Surah 6 / Al An'Aam : 165).&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Fitrat manusia tak pernah cukup bersyukur kepada Allah. Maka satu-satunya cara adalah senantiasa ingat kepada-Nya untuk selalu bersyukur. Dan dalam hal ini, Allah Taala telah mengajari kaum Mukminin sejati satu doa yang makbul ini; &lt;br /&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic;"&gt;رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةً۬ وَفِى ٱلۡأَخِرَةِ حَسَنَةً۬ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;yakni, ‘…‘Ya Tuhan kami, berilah kami segala yang baik di dunia dan segala yang baik di akhirat, dan hindarkanlah kami dari azab Api neraka.’ (Q. Surah 2 / Al Baqarah : 202).&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Doa ini adalah doa kaum Mukminin yang senantiasa mencari segala hal yang baik di dunia maupun Akhirat. Yakni, tidak hanya sekedar memohon kesejahteraan duniawi dalam doa-doa mereka ketika menyambut Tahun Baru, melainkan juga bagi peningkatan maqom kerohanian mereka. Dan mereka pun tidak mendambakannya bagi mereka sendiri, melainkan juga bagi orang lain.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Doa ayat Al Quran ini adalah doa yang bersifat menyeluruh, yakni, mohon diberi hasanah yang bersifat jangka pendek maupun yang kekal.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Hadhrat Rasulullah Saw senantiasa membaca doa ini. Doa ini berkhasiat untuk menghindarkan diri kita dari ancaman api neraka dunia bila kita mengindahkan kewajiban haququllah dan juga haququl ibad.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Huzur menerangkan, umat manusia sekarang ini tengah mengalami 'azab api neraka' dunia; Begitu banyak penderitaan, nestapa, kesusahan, peperangan dan lain sebagainya. Semua itu adalah gambaran 'azab api neraka' sebagaimana yang kini sedang terjadi di Pakistan dan Afghanistan.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Baru beberapa hari yang lalu kobaran api terjadi di Karachi, yang merupakan 'neraka' bagi para korban. Sebenarnya peristiwa tersebut merupakan 'azab api neraka' bagi seluruh negeri karena telah memporak-porandakan perekonomian negara tersebut. Oleh karena itu manusia hendaknya berlindung dari ancaman azab api neraka dunia ini.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda: Taubat  bukanlah sesuatu yang muluk atau mubazir, melainkan, justru sangat berfaedah bagi kehidupan di dunia ini maupun di Akhirat nanti.&lt;br /&gt;	Di dalam doa ‘Rabbanaa atina fiidunnya hasanataw-wafil akhirati hasanah...’, pada perkataan Rabbana, yakni, 'Wahai Tuhan kami' mengandung arti permohonan taubat. Namun, untaian kata tersebut juga menunjukkan kepenatan manusia terhadap rabbs atau sesembahan lain yang mereka ciptakan sendiri, sehingga mereka pun beralih kepada Rabb atau Tuhan mereka yang sejati.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Manusia cenderung menciptakan banyak rabb atau sesembahan palsu, seperti:  Pernyataan bertuah, Program canggih, Kelebihan ilmu ataupun kekuatan fisik, Kecantikan, Harta kekayaan, dan lain sebagainya. 	Terkecuali meninggalkan semua itu, dan kembali ke Allah Al Wahid, manusia tak dapat mengenali sepenuhnya Rabb mereka yang hakiki. Tanpa melakukan usaha ini, sulitlah untuk benar-benar menjadikan Allah sebagai Rabb mereka yang sejati.&lt;br /&gt;	Akhirnya Huzur mendoakan, semoga Allah senantiasa memberi kita hasanah fiidunnya wal akhirah dan juga dihindarkan dari azab Akhirat. Semoga Allah Taala memudahkan kita untuk senantiasa melangkah di berbagai jalan amal yang shalih.&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;Semoga Tahun Baru ini dan juga Tahun-tahun yang akan datang senantiasa memberi keselamatan kepada Jamaat dan jamaahnya dari berbagai macam derita dan kesusahan; melainkan membawa berbagai kebaikan. Semoga pula kita dapat mempraktekkan jiwa taqwa dengan sebenar-benarnya dan memperoleh bagian nur yang telah dibawakan oleh Rasulullah Saw.&lt;br /&gt; o o  O o o&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;Ikhtisar Khutbah Jumah Hadhrat Khalifatul Masih V Atba pada 1 Januari 2010, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK&lt;br /&gt;Translated By: MMA /LA, 4th January 2010&lt;/font&gt;&lt;div class="flockcredit" style="text-align: right; color: #CCC; font-size: x-small;"&gt;Blogged with the &lt;a href="http://www.flock.com/blogged-with-flock" style="color: #999; font-weight: bold;" target="_new" title="Flock Browser"&gt;Flock Browser&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-2221909368411649672?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/2221909368411649672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/2221909368411649672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2010/03/hikmah-tahun-baru.html' title='Hikmah Tahun Baru'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-5734924670949660133</id><published>2010-03-01T23:45:00.001-08:00</published><updated>2010-03-01T23:45:35.724-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SifatAllah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Sifat An-Nur Allah Swt (bagian 3)</title><content type='html'>Allah Taala Berfirman: &lt;br /&gt;أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدۡرَهُ ۥ لِلۡإِسۡلَـٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ۬ مِّن رَّبِّهِۦ‌ۚ فَوَيۡلٌ۬ لِّلۡقَـٰسِيَةِ قُلُوبُہُم مِّن ذِكۡرِ ٱللَّهِ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ فِى ضَلَـٰلٍ۬ مُّبِينٍ&lt;br /&gt;	Terjemahan ayat ini adalah sebagai berikut, ‘Apakah orang yang Allah telah bukakan dadanya untuk menerima Islam, maka ia mendapat nur cahaya dari Tuhannya, sama dengan orang-orang keras hatinya ?  Maka, celakalah mereka yang hatinya keras dari mengingat Allah! Mereka itulah yang berada di dalam kesesatan yang nyata.’ (Q.Surah 39 / Al Zumar ayat 23)&lt;br /&gt;	Tak diragukan lagi, Allah Swt-lah yang mampu membimbing manusia ke arah dan mengaruniai petunjuk hidayah-Nya, sebagaimana dinyatakan di dalam Al Qur’an Karim,&lt;br /&gt;إِنَّكَ لَا تَہۡدِى مَنۡ أَحۡبَبۡتَ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَہۡدِى مَن يَشَآءُ‌ۚ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ&lt;br /&gt;‘Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada siapa yang engkau cintai; tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki; dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang akan mendapat petunjuk.’ (Surah 28 / Al Qashash : 57).&lt;br /&gt;	Dan adalah dambaan Rasulullah Saw agar dunia mau menerima nur (cahaya) yang beliau bawa, yakni nur petunjuk Ilahi sebagaimana yang beliau perlihatkan. Sehingga, setelah dunia mampu menyerap dan menyinari qalbu mereka dengan nur Ilahi ini, mereka pun memperoleh qurb, kedekatan dengan-Nya. 	Ini dikarenakan beliau sangat memahami, konsekwensi penolakan terhadap nur Allah Taala ini, ialah sama dengan mengundang kemurkaan-Nya. Sedangkan qalbu beliau dipenuhi dengan cinta kasih terhadap sesama. Tak sanggup melihat seorang pun manusia yang mangkat dari dunia yang fana ini tanpa menerima sesuatu nur hidayah Ilahi. Oleh karena itulah beliau pun senantiasa bangun di tengah malam untuk beribadat dan memohon kepada Allah Taala dengan hati yang pilu. Kondisi keprihatinan beliau terhadap nasib umat manusia itulah yang disitir oleh ayat Quran ini,&lt;br /&gt;لَعَلَّكَ بَـٰخِعٌ۬ نَّفۡسَكَ أَلَّا يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ&lt;br /&gt;yang artinya, ‘Boleh jadi engkau akan membinasakan dirimu disebabkan mereka tidak mau beriman.’ (Q.Surah 26 / Asy Syuara : 4).  &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;	Dengan kata lain, Allah Taala menyatakan, hanya Dia-lah yang mampu memberi karunia petunjuk; Dia-lah Yang Maha Mengetahui mereka yang berbagai ikhtiarnya akan diberi pahala hidayah dan mereka pun berharap untuk memperoleh petunjuk. Itulah ciri orang yang telah diberi petunjuk dan menerima seberkas nur cahaya yang telah dikaruniakan kepada Allah Taala. Qalbu mereka disinari oleh nur Ilahi dan senantiasa dipenuhi cinta dan ingat kepada Allah. Sehingga, mereka pun menjadi pewaris keridhaan-Nya.&lt;br /&gt;	Keelokan falsafah ajaran Islam memenuhi qalbu mereka, dan mereka pun senantiasa berupaya untuk meningkatkan maqom kecintaan mereka kepada Allah dan Rasulullah Saw. Maka hal ini pun mengarahkan mereka kepada jalan lurus yang tak berkesudahan; ilmu dan kerohanian mereka meningkat terus. Manakala sinar kerohanian mukminin sejati ini terpendar, maka orang-orang yang berfitrat suci pun mampu menyerapnya. Allah Taala menyatakan di dalam Al Qur’an Karim:&lt;br /&gt;فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهۡدِيَهُ ۥ يَشۡرَحۡ صَدۡرَهُ ۥ لِلۡإِسۡلَـٰمِ‌ۖ وَمَن يُرِدۡ أَن يُضِلَّهُ ۥ يَجۡعَلۡ صَدۡرَهُ ۥ ضَيِّقًا حَرَجً۬ا ڪَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِ‌ۚ ڪَذَٲلِكَ يَجۡعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجۡسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ&lt;br /&gt;‘Maka, barangsiapa yang Allah menghendaki supaya diberi petunjuk kepadanya, Dia membukakan dadanya untuk Islam; dan barangsiapa yang Dia menghendaki supaya Dia membiarkannya sesat, Dia menjadikan dadanya sangat sempit, seakan-akan ia sedang naik ke langit. Seperti itulah Allah menimpakan azab kepada orang-orang yang tidak beriman.’ (Surah 6 / Al An'am : 126).&lt;br /&gt;	Adalah sudah menjadi sunnah Allah Taala, Dia menggenggam karunia petunjuk di dalam tangan-Nya. 	Sinar matahari memberikan cahaya terang benderangnya siang hari. Akan tetapi, orang yang menutup semua pintu dan jendela rumahnya tentulah memahrumkan dirinya sendiri dari faedah tersebut, Dalam dunia rohani, nur hidayah Ilahi hanya datang kepada mereka yang membuka pintu dan jendela hatinya. Reaksi orang tersebutlah yang dapat menyerap karunia Ilahi, sehingga ia pun mendapatkan petunjuk-Nya. Allah sama sekali tidak bersikap tak adil. Bahkan Dia itu mendatangi dengan dua langkah kepada manusia yang berjalan satu langkah kepada-Nya, dan berlari menyambut mereka yang melangkah cepat menuju kepada-Nya. Dengan demikian, hikmah ayat Quran, famay-yuridillahu ayyahdi yahu...(Q.Surah 6 / Al An'am : 126),&lt;br /&gt;فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ&lt;br /&gt;yakni, ‘Maka, barangsiapa yang Allah menghendaki supaya diberi petunjuk…’,  ialah, Dia Maha Mengetahui mereka yang berhasrat dan bergairah dalam usahanya untuk mendapatkan ridha Ilahi, yang dalam prosesnya mereka pun ikhlas menerima segala perintah-Nya. Maka Allah Taala pun terus menerus membukakan pintu hati mereka, sehingga mereka itu pun lebih dalam lagi memahami ajaran Islam yang sejati. Ibadat mereka, puasa, Haji dan perbuatan amal shalihnya semata-mata lillahi Taala. Tidak untuk maksud duniawi..&lt;br /&gt;	Setengah orang yang bernasib malang melupakan berbagai perintah Allah; menganggap agama sebagai sesuatu yang tidak diperlukan. Sedangkan sebagian lagi justu menganggap agama kepercayaannya adalah segalanya, sehingga tak mau menerima kebenaran Islam. Menurut pendapatnya mereka benar, namun dalam pandangan Allah, mereka tidak beriman dengan benar, karena setelah kedatangan Rasulullah Saw dengan ajaran Syariat-Nya yang terakhir, berdasarkan firman-Nya ini:&lt;br /&gt;إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلۡإِسۡلَـٰمُ‌ۗ&lt;br /&gt;‘Sesungguhnya, agama yang benar disisi Allah ialah Islam…’ (Q.Surah 3 / Al Imran : 20).&lt;br /&gt;	Ini dikarenakan syariat Islam mengajarkan keitaatan yang sempurna dan berbagai kiat untuk memenuhi kewajiban haququllah dan haququl ibad. Tak ada agama lainnya yang mampu menunjukkan kepada kita berbagai jalan menuju kemajuan rohani. Oleh karena itu maksud ayat, &lt;br /&gt;وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا&lt;br /&gt;‘…dan barangsiapa yang Dia menghendaki supaya Dia membiarkannya sesat, Dia menjadikan dadanya sangat sempit dan tertutup…’, (Surah 6 / Al An'am : 126). adalah bukan semata-mata Allah yang menutup hati manusia.&lt;br /&gt;	Ketika Allah mengutus Adam a.s., Dia pun telah memperingatkan, bila ia memilih jalan taqwa maka ia pun akan memperoleh nur hidayah-Nya; tetapi jika mengikuti jalan Syaitan, maka ia pun akan menjadi sasaran kemurkaan-Nya. Oleh karena itu, amal perbuatan manusia sendirilah yang dapat menutup mata hati mereka.&lt;br /&gt;	Mereka yang menganggap syariat perintah Allah sebagai beban, berarti menutup karunia Allah atas dirinya sendiri. Jantung hati mereka menjadi sempit laksana orang yang sedang memanjat tebing yang tinggi. Padahal adalah Allah Maha Pemurah, yakni, setiap kali dunia menghadapi demikian banyak kekacauan dan korupsi, Dia pun mengutus rasul-Nya untuk memperbaiki. Para rasul Allah itu tampil menjalankan risalah mereka dengan menghadapi berbagai tantangan berat. Dan insan yang paling berprihatin dikarenakan sifat kasih sayangnya kepada seluruh umat manusia, dia itulah Rasulullah Saw yang Allah Taala telah memfirmankannya sebagai berikut, (26:4),&lt;br /&gt;لَعَلَّكَ بَـٰخِعٌ۬ نَّفۡسَكَ أَلَّا يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ&lt;br /&gt;	‘Boleh jadi engkau akan membinasakan dirimu disebabkan mereka tidak mau beriman.’ (Q.Surah 26 / Asy Syuara : 4)&lt;br /&gt;	Mereka yang secara sadar jatuh ke dalam lembah dosa dan tak bertekad untuk meninggalkan jalan yang salah, tak akan ditunjuki jalan yang lurus oleh Allah Taala. Inilah alasannya mengapa demikian banyak peringatan di dalam Al Qur’an. Nasib mereka tidak sesederhana dikarenakan oleh pengaruh zaman, karena setelah kedatangan Rasulullah Saw, tak boleh lagi ada orang yang menjadi sesat. Orang yang mengatakan dirinya Muslim, kemajuan rohani bagi mereka adalah suatu keniscayaan. Pada kenyataannya Al Qur’an telah mencantumkan berbagai perintah mengenai pentingnya mendirikan Salat.&lt;br /&gt;	Perbanyaklah Istighfar dan amal shalih setelah masuk Islam. Telah diingatkan di dalam Al Quran, bila tidak menunjukkan keitaatan yang sempurna, maka murka Ilahi pun akan datang.&lt;br /&gt;	Islam adalah agama dengan Syariat yang terakhir. Inilah minaratul-nur terakhir yang dunia akan mencari sinar petunjuk di dalamnya hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;	Dan Allah akan sentiasa mengutus insan-insan kamil (Mujaddid) yang demikian itaat dan cintanya kepada Rasulullah Saw, yang akan membimbing umat ke jalan shiratal-mustaqim. Salah seorang di antaranya adalah Khatamul Khulafa (yang paling afdhol di antara semua Khalifah); yang akan diberi pangkat kenabian; untuk menyempurnakan tugas risalah Rasulullah Saw di dunia, ialah untuk menyebarkan nur hidayah Ilahi ke segala penjuru.&lt;br /&gt;	Allah Taala telah banyak menubuatkan hal ini dan diingatkan pula di dalam berbagai Hadith. Telah menjadi dambaan hamba dan pecinta sejati Rasulullah Saw ini untuk menghilangkan segala bentuk syirik dari dunia ini. Kondisi dunia Islam telah jatuh hingga ke titik nadir ketika Hadhrat Masih Mau'ud a.s. diutus.&lt;br /&gt;	Ribuan orang Islam telah masuk Kristen. Dan keadaan mereka sekarang pun demikian, yakni, mereka mengaku telah mendapat petunjuk namun saling membunuh. Apakah membunuh orang-orang yang tak berdosa. berwatak serong, sogok menyogok dan menghilangkan hak orang banyak adalah bagian ajaran Islam?&lt;br /&gt;	Zaman akhir ini memerlukan seorang utusan Ilahi yang dikirim sesuai dengan janji-Nya, yang tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali ajaran Islam dan menyinari qalbu manusia dengan nur cahaya Ilahi yang Allah Taala telah karuniakan kepada beliau. Beliau a.s. melaksanakan tugas risalahnya dengan penuh kesabaran dan derita, sehingga Allah Taala pun mewahyukan kepada beliau sebagai berikut, ‘Apakah engkau akan membinasakan dirimu sendiri disebabkan deritamu karena mereka tak mau beriman ?’ (Tadhkirah, hlm. 794).&lt;br /&gt;	Maksud ayat 126  Surah Al An'Am itu adalah untuk mengingatkan umat Islam pada umumnya, dan juga kaum Ahmadi, yakni, bila mengaku sebagai Muslim, hendaklah sentiasa ingat, Islam artinya adalah tunduk sepenuhnya.&lt;br /&gt;	Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, sebagian besar manusia tidak tertarik untuk mensucikan qalbunya dengan sebenar-benarnya; tak cinta kepada Allah maupun makhluk ciptaan-Nya. Tak peduli lagi kepada:  Kesabaran, Mensyukuri karunia, Keadilan, Kerendahan hati, Akhlakul Karimah, Taqwa, Kesucian dan Kejujuran yang kesemuanya merupakan intisari ajaran agama. 	Tujuan utama agama adalah untuk mengenali Allah, Tuhan Yang Sejati; untuk mencapai maqom panasnya kecintaan kepada Allah hingga membakar kecintaan kepada segala hal yang lain, kecuali hanya cinta kepada-Nya saja.&lt;br /&gt;	Huzur bersabda, tahapan maqom yang tinggi tersebut dapat diperoleh melalui nur hidayah yang Allah Taala telah kirimkan, ialah nur Rasulullah Saw, dan Al  Qur’an Karim.&lt;br /&gt;	Menjelaskan kembali tafsir ayat 23  Surah Az Zumar, Huzur bersabda, qalbu manusia menjadi keras dikarenakan mereka melupakan dzikir Ilahi. Padahal Allah Taala telah menyatakan, berdzikrullah adalah amal nyata untuk memperoleh qurb Ilahi.&lt;br /&gt;	Dzikrullah ini pun memiliki berbagai arti, yang salah satunya adalah dalam bentuk Al Qur’an Karim (al-Dzikra), sebagaimana firman-Nya,&lt;br /&gt;اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰـفِظُوْنَ&lt;br /&gt;‘Sesungguhnya, Kami-lah Yang menurunkan Peringatan (Al Quran) ini, dan sesungguhnya Kami-lah Penjaga-nya.’ (Q.Surah 15 / Al Hijr : 10),&lt;br /&gt;	Huzur bersabda, ayat ini pun mengandung nubuatan kedatangan Hadhrat Masih Mau'ud a.s., yang telah mengatakan bahwa, segolongan penentang akan berusaha untuk menghancurkan al-Dzikra ini. Maka Allah pun akan menjaganya melalui salah seorang utusan-Nya. Sudah diketahui umum, di zaman awal kebangkitan Hadhrat Masih Mau'ud a.s., serangan dari pihak Kristen demikian gencarnya. Di India, ribuan umat telah masuk Kristen. Maka pada saat itulah Allah Taala mengutus Al Masih Al Mahdi untuk mempertahankan  Islam, dengan cara memenuhi qalbu mereka dengan nur hidayah falsafah ajaran Islam yang sejati.&lt;br /&gt;	Kini pun, berbagai aksi penentangan terhadap Islam timbul lagi di kalangan berbagai kaum. Baru-baru ini, sebuah partai politik di Switzerland menciptakan kehebohan dengan cara menyelenggarakan jajak pendapat yang menentang pembangunan minaratul-masjid. Meskipun berbagai laporan menyebutkan, tidak semua penduduk lokal setempat memberikan suaranya, namun jajak pendapat tersebut telah dilaksanakan. Pihak pemerintah maupun setengah politisi merasa dibebani oleh masalah ini, dan perdebatan pun mulai timbul, apakah memang jajak pendapat tersebut harus diikuti.&lt;br /&gt;	Seberapa pun banyaknya pihak penentang mengatakan bahwa Jamaat kita tak berbuat banyak untuk Islam, mereka tak faham, adalah justru wujud Hadhrat Masih Mau'ud a.s. yang telah berhasil mempertahankan agama Islam dan menyelamatkan kaum Muslimin dari serangan Kristen.&lt;br /&gt;	Banyak ulama besar yang mengakui hal ini secara terang-terangan. Namun, atas pertimbangan keuntungan pribadi, mereka pun kemudian menentang beliau a.s.&lt;br /&gt;	Akan tetapi, sebagian lagi kaum penentang terpaksa harus mengakui, bahwa Mirza Ghulam Ahmad Qadiani (a.s.) tak pelak lagi telah dapat menguasai dan memukul mundur pihak Kristen.&lt;br /&gt;	Mereka mengatakan, kaum ulama Islam pada waktu itu tidak memiliki ilmu Al Quran maupun Bible sebaik Mirza Ghulam Ahmad Qadiani.&lt;br /&gt;	Dr. Israrul Haq telah mengakui hal ini secara terbuka baru-baru ini di dalam sebuah siaran TV. 	Apakah mereka menyadarinya ataukah tidak, adalah ilmu Al Quran Hadhrat Masih Mau'ud a.s. dan bantuan Allah Taala yang memberi keberhasilan tugas besar beliau. Tak pelak lagi, inilah maksud Allah Taa menjaga al-Dzikra (Qur’an)-Nya dan memukul mundur pihak musuh. Ini berkat nur yang beliau telah berhasil dapatkan dari nur Rasulullah Saw, dan Kitab Al Qur’an Karim, dan ilmu hikmahnya yang tak ternilai untuk zaman ini.&lt;br /&gt;	Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, Al Qur’an Karim disebut al-Dzikra (Pengingat) karena isinya mengandung peringatan yang sesuai dengan panggilan jiwa manusia. Pada hakekatnya Al Qur’an tidak membawa sesuatu ajaran baru, melainkan sebagai pengingat kembali fitrat baik yang sudah tertanam di dalam tiap-tiap jiwa manusia, namun berbeda-beda kemampuannya. Fitrat tersebut antara lain adalah sabar, pengorbanan, keberanian, obsesi, keras, gengsi, dlsb. Pendek kata semua fitrat yang sudah tertanam di dalam diri tiap manusia tersebut terpanggil oleh Al Qur’an.&lt;br /&gt;	Huzur bersabda, oleh karena itu sangat penting pula untuk banyak membaca Al Qur’an agar fitrat suci yang sudah ada akan lebih dicerahi lagi oleh nur petunjuk di dalamnya. Maka jika pelaksanaan ajarannya gagal, artinya penguasaan ilmunya saja tidaklah mendatangkan faedah apa-apa.&lt;br /&gt;	Demikian banyak Dai kondang maupun mufasir Qur’an di luar Jamaat, namun jika amal perbuatan mereka tidak mencerminkan falsafah ajaran sebagaimana yang telah diberikan oleh Imam Zaman, semua itu merupakan permukaan kulit belaka. Pelaksanaan ajaran Al Qur’an Karim dapat terlihat hanya apabila kewajiban terhadap haququllah maupun haququl ibad telah dimuliakan.&lt;br /&gt;	Membaca berbagai perintah di dalam Al Qur’an dan mengingatnya secara lahir dan batin menuntut, kesemua perintah-Nya tersebut juga dipraktekkan.&lt;br /&gt;	Difirmankan Allah di dalam Al Qur’an Karim,&lt;br /&gt;فَٱعۡبُدۡنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِڪۡرِىٓ&lt;br /&gt;‘…maka dirikanlah Salat untuk mengingat-Ku.’ (Q.Surah 20 / Tha Ha : 15).&lt;br /&gt;	Salah satu perintah utama di dalam Al Qur’an adalah mendirikan Salat. Dan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. telah bersabda, tak ada amal ibadat yang lebih besar ganjaran pahalanya selain mendirikan Salat; yang juga akan menghilangkan segala penderitaan dan duka nestapa manusia, serta mengatasi segala kesulitan mereka.&lt;br /&gt;	Allah Taala memfirmankan,&lt;br /&gt;أَلَا بِذِڪۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَٮِٕنُّ ٱلۡقُلُوبُ&lt;br /&gt;‘…Ketahuilah!  Dengan mengingat Allah, qalbu-mu menjadi tenteram;’ (Q.Surah 13 / Al Rad : 29).&lt;br /&gt;	Huzur bersabda, seringkali orang menyurat kepada saya mengenai perkara ini, dan saya sudah menjawabnya beberapa kali, dan dengan ini sekali lagi saya sampaikan: Salat adalah amal ibadat yang ter-afdhol.&lt;br /&gt;	Ciri khas mereka yang dadanya telah terbuka bagi Islam adalah, diri mereka memiliki nur. Senantiasa berdzikrullah, rajin beribadat kepada-Nya, dan itaat kepada segala perintah-Nya. Ketiadaan aspek ini akan sedikit demi sedikit membuat qalbu menjadi keras. Ini pulalah mengapa sebabnya hati mereka yang tidak mau menerima Islam pun menjadi keras.&lt;br /&gt;	Adalah wajib bagi seorang Mukmin untuk mendirikan Salat ketika ia ingat kepada Allah.&lt;br /&gt;	Semoga amal ibadah Salat kita dapat mendatangkan keridhaan Allah Swt. Semoga kita dapat mendirikan Salat kita dengan dawam, sehingga dunia pun dipenuhi dengan dzikrullah yang sejati.&lt;br /&gt;	Semoga Allah Taala menyelamatkan kita dan generasi penerus kita dari kesesatan; sebaliknya semoga kita dapat menjadi pewaris Nur Ilahi yang sejati.&lt;br /&gt;	Selanjutnya Huzur mengumumkan Jalsah Salanah Qadian insya Allah akan dimulai besok. Perlu banyak didoakan, semoga Allah Taala memudahkan seluruh pesertanya untuk mendirikan Salat dan berdzikir Ilahi, baik ketika sedang di dalam maupun di luar Jalsah. Hendaknya mereka memenuhi kota kelahiran Hadhrat Masih Mau'ud a.s. dengan banyak-banyak berdoa sedemikian rupa, sehingga berbagai karunia dan berkat Allah Taala pun menghujani mereka.&lt;br /&gt;	Semoga atmosfir kota Qadian dipenuhi dengan dzikir Hamd (puji Allah) dan Durud (shalawat kepada Rasulullah Saw) sehingga menjadikan seluruh peserta Jalsah memperoleh nur-Nya yang sejati.&lt;br /&gt;	Kaum Ahmadi di seluruh dunia hendaknya mendoakan mereka, semoga dengan karunia Allah Taala, Jalsah Qadian diberkati dalam segala. Seluruh pesertanya berada dalam perlindungan Allah, dan dijauhkan dari segala kemudharatan. Amin !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_____________&lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;&lt;br /&gt;I&lt;/font&gt;&lt;font size="2"&gt;khtisar Khutbah Jumah Hadhrat Khalifatul Masih V Atba pada  25 Desember 2009, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK.&lt;br /&gt;Translated By: MMA / LA12/27/09&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="flockcredit" style="text-align: right; color: #CCC; font-size: x-small;"&gt;Blogged with the &lt;a href="http://www.flock.com/blogged-with-flock" style="color: #999; font-weight: bold;" target="_new" title="Flock Browser"&gt;Flock Browser&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-5734924670949660133?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/5734924670949660133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/5734924670949660133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2010/03/sifat-nur-allah-swt-bagian-3.html' title='Sifat An-Nur Allah Swt (bagian 3)'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-5416258679774447977</id><published>2010-03-01T23:35:00.001-08:00</published><updated>2010-03-01T23:35:07.819-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SifatAllah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Sifat Al Nur Allah Swt (bagian 2)</title><content type='html'>Lebih lanjut berkenaan dengan beberapa ayat Quran yang saya rujuk pada &lt;a href="http://islamasli.blogspot.com/2009/12/sifat-nur-allah-swt-bagian-1.html"&gt;Jumah lalu&lt;/a&gt; namun belum sempat diterangkan, keterangannya adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;Nur adalah cahaya yang memancar; dan ada dua jenis; yakni, cahaya duniawi dan cahaya Akhirati.&lt;br /&gt;	Tetapi, nur cahaya duniawi pun juga ada dua macam; yang Pertama adalah yang dapat diyakini keberadaannya melalui kedalaman pandangan rohani, atau disebut juga Makul (menyangkut penggunaan akal); dan yang Kedua, adalah cahaya yang dapat diperoleh melalui hikmah; yakni sinar petunjuk yang terdapat di dalam tafsir, yakni, nur Al Qur’an.&lt;br /&gt;	Jenis cahaya lainnya ialah yang dapat dilihat pada benda-benda alam, yang disebut Mahsus (yakni, yang terkait dengan panca indera). Sinar cahaya ini terdapat di dalam matahari, bulan dan bintang-bintang. &lt;br /&gt;	Suatu contoh cahaya yang dapat dilihat dengan mata jasmani ialah seperti yang difirmankan Allah di dalam Surah Yunus  ayat 6:&lt;br /&gt;هُوَ الَّذِىْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَآءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا&lt;br /&gt;‘Dia Yang menjadikan matahari mempunyai cahaya, dan bulan bersinar…’ (10:6).&lt;br /&gt;	&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Perhatikanlah, suku kata yang dipergunakan di dalam ayat ini untuk sinar matahari adalah dzia, sedangkan untuk bulan, nur, Setengah orang boleh jadi menjadi heran, mengapa berbeda. Kamus Bahasa Arab menerangkan, ini dikarenakan dzia lebih berpendar-pendar cahanya dibandingkan dengan nur. Dzia adalah sinar yang bercahaya dari benda itu sendiri, sedangkan nur adalah pantulan sinar yang berasal dari sumber yang lain. Akan tetapi khusus Allah Taala, Dia menyatakan; &lt;br /&gt;اللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ&lt;br /&gt;‘Allah adalah Nur seluruh langit dan bumi…’ (Surah Al Nur  ayat 36).&lt;br /&gt;	Penjelasan mengenai apa sebabnya Allah Taala sendiri menyatakan bahwa Dia adalah Nur, ialah dikarenakan Nur disini dipergunakan dalam pengertian dzia juga.&lt;br /&gt;	Allah Taala menyatakan mengenai diri Rasulullah Saw sebagai ‘sirajam munira’ [siraj artinya matahari atau pelita; dan munira artinya bersinar]. Yakni, maksudnya, beliau Saw adalah matahari yang bersinar terang, yang umat manusia hendaknya memperoleh faedah daripadanya, karena asal sinarnya pun dari Allah Swt juga. Huzur menerangkan, pendaran sinar  dzia juga disebut nur.&lt;br /&gt;	Pancaran sinar kumala Allah Taala dapat disaksikan baik di alam jasmani maupun di alam rohani Pemahaman hakekat keberadaan alam semesta hanya dapat diperoleh melalui pemahaman dengan bantuan nur-Ilahi yang telah Dia karuniakan.&lt;br /&gt;	Suatu sumber daya pancaran yang menyebabkan sesuatu dapat menjadi terlihat, juga disebut nur. Allah Tala telah memerintahkan matahari, bulan dan segala sesuatu yang berada di alam semesta ini untuk berkhidmat kepada manusia. Namun orang yang atheist tak dapat melihat keberadaan Tuhan dalam sistem tata kerja alam semesta ini, meskipun sebenarnya mereka memperoleh berbagai macam faedah daripadanya berkat sifat Rahmaniyat-Nya. Sedangkan orang mukmin yang telah diberi karunia nur  Qur’ani, dapat memperoleh faedah jasmani maupun rohani.&lt;br /&gt;	Di beberapa tempat, Allah Taala telah mengemukakan kedua jenis cahaya nur-Nya, sehingga umat manusia dapat mencari kesejahteraan bagi rohani maupun jasmani mereka. &lt;br /&gt;	Mengenai nur cahaya di Akhirat kelak, Al Qur’an menyatakan,&lt;br /&gt;وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ‌ۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ sوَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اَتْمِمْ لَـنَا نُوْرَنَا&lt;br /&gt;‘…Cahaya mereka akan berlari-lari di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka, mereka akan berkata, “Hai, Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami, dan maafkanlah kami…’(S. Al Tahrim : 9). &lt;br /&gt;	Selanjutnya Huzur menerangkan tafsir beberapa ayat Quran yang telah beliau tilawatkan pada Jumah yang lalu, ialah,  &lt;br /&gt;يٰۤاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلُـنَا يُبَيِّنُ لَـكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ‌ ؕ قَدْ جَآءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ&lt;br /&gt;يَهْدِىْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوٰنَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرٰطٍ مُّسْتَقِيْمٍ‏&lt;br /&gt;‘Hai Ahlikitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami yang menjelaskan kepada kamu banyak dari apa  yang telah kamu sembunyikan dari Kitab, dan ia memaafkan banyak dari kesalahanmu. 	Sesungguhnya telah datang kepadamu Nur dari Allah dan Kitab yang nyata. Dengan itu Allah  menuntun orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya pada jalan-jalan keselamatan, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menuntun mereka kepada jalan yang lurus. (S. Al Maidah : 16-17).&lt;br /&gt;	Kaum ahlikitab terdahulu telah mengubah atau menyembunyikan sebagian dari Kitab mereka. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Taala, maka Rasulullah Saw pun menyajikan kembali berbagai ajaran yang telah dikorup tersebut sekaligus juga dengan berbagai ajaran syariat yang baru; sehingga terbukalah berbagai jalan besar yang dapat menghantarkan manusia kepada Tuhan mereka; jalan yang sesuai dengan keadaan alami manusia. Rasulullah Saw tidak condong ke Timur tak pula ke Barat; yakni, beliau menyajikan ajaran yang senantiasa mengambil jalan tengah. &lt;br /&gt;	Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, para Nabiyullah diberi wahyu ajaran yang sesuai dengan keadaan umatnya. Musa a.s. diberi ajaran Syariat yang lugas dalam bentuk Kitab Taurat dikarenakan pembawaan beliau yang memang lugas dan keras. Sedangkan Isa a.s. berkepribadian halus dan kasih sayang, maka ajaran Kitab Injil pun penuh dengan kelemah-lembutan. Tetapi sifat Rasulullah Saw adalah pertengahan (moderat), yakni, tidak lembek tak pula terlalu keras. Melainkan penuh dengan hikmah kebijaksanaan, maka ajaran syariat yang diwahyukan kepada beliau pun dalam bentuk Al Qur’an Karim. Contohnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;وَجَزٰٓؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا‌ۚ فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ‌ؕ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ&lt;br /&gt;Dan pembalasan terhadap suatu keburukan adalah keburukan semisalnya, tetapi barangsiapa memaafkan dan memperbaiki, maka ganjarannya ada pada Allah...’ (S. Al Shura : 41).&lt;br /&gt;	Di dalam ajaran Islam, sesuatu hukuman senantiasa dikaitkan dengan maksud untuk perbaikan. Bila perbaikan dapat dicapai dengan cara memberi maaf, maka berikanlah itu. Akan tetapi, jika hanya bentuk hukuman yang dapat memperbaikinya, maka hukumlah yang setimpal dengan perbuatannya. &lt;br /&gt;	Inilah sebabnya, Rasul yang mengajarkan berbagai ajaran lama maupun baru ini dibekali dengan kitabullah yang disebut juga al-Kitabim-Mubin (Kitab yang nyata).&lt;br /&gt;	Adalah berkat nur pribadi yang dimiliki oleh Rasulullah Saw, yang mendapat julukan ‘sirajam munira’, sehingga nur Ilahi yang sampai kepada beliau pun menjadi lebih bersinar lagi. Dan sesuai dengan janji Ilahi dan juga nubuatan Rasulullah Saw, bagian terbesar nur  beliau Saw tersebut dikaruniakan kembali kepada seorang wujud yang menyandang gelar sebagai  Al Masih dan Al Mahdi, dan juga dikaruniai derajat rohani sebagai ‘nabi umati’. Ini dikarenakan siapapun yang menerima berkat dari kemuliaan status al-Khataman-Nabiyyin Rasulullah Saw, yang adalah juga ‘sirajam munira’, maka ia pun akan dipenuhi dengan nur cahaya Ilahi yang sama tersebut. &lt;br /&gt;	Rasulullah Saw adalah ummi, atau tak pandai baca tulis, namun beliau datang dengan nur cahaya Ilahi yang mampu mengubah suatu kaum yang semula jahiliyah menjadi insan-insan rohaniah berakhlakul-karimah. Ketika Benua Europa pada waktu itu berteriak mengenai perlunya pencerahan sebagaimana kini, suatu kaum yang telah berhasil memperoleh nur Ilahi ini telah berhasil menegakkan kedaulatan mereka pada seribuan tahun yang lalu. Ini disebabkan yang mereka miliki itu tidak hanya ilmu rohani belaka, melainkan juga diiringi dengan berbagai perkembangan dan kemajuan duniawinya. 	Sehingga pancaran sinar dunia Muslimin pada waktu itu  mampu mencerahi sisa bagian dunia lainnya.&lt;br /&gt;	Akan tetapi sekarang ini, kaum Muslimin perlu memeriksa diri, mengapa kini nur Ilahi tersebut tidak lagi memancar dari kalangan mereka dan tidak pula mencerahi dunia. Alasannya sangat jelas: Ialah disebabkan mereka telah menolak seorang wujud yang Allah Taala telah jadikan sebagai pemantul sejati nur Rasulullah Saw di akhir zaman ini.&lt;br /&gt;	Ini pun saat yang tepat bagi kaum Ahmadi untuk menyadari, bahwa nur cahaya petunjuk hidayah Ilahi ini tak akan dapat diperoleh dengan hanya pernyataan kosong belaka, melainkan dengan cara mempelajari dan mempraktekkan berbagai falsafah ajaran dan tafsir Al Quran dari hamba dan pecinta sejati Rasulullah Saw, ialah Hadhrat Masih Mau'ud a.s..&lt;br /&gt;	Huzur bersabda, tak perlu mencari-cari kilauan gemerlap dunia, melainkan, carilah dan dapatkanlah sinar petunjuk hidayah yang ada di dalam Al Qur’an. Berbahagialah orang yang melaksanakan janji Bai’atnya. &lt;br /&gt;	Hadhrat Masih Mau'ud a.s. melukiskan kemuliaan derajat Rasulullah Saw sebagai berikut: ‘Aku senantiasa kagum terhadap kemuliaan derajat seorang nabi dari Arabia yang bernama Muhammad ini, ribuan shalawat, shalallahu alaihi wa salam atas beliaui, Tak ada orang lain lagi yang dapat menyamai derajatnya, dan tak akan ada orang yang dapat memperkirakan pencapaian derajat rohani beliau. Sungguh disesalkan bila kemuliaan derajat beliau ini tak dikenali sebagaimana seharusnya. Dia itulah sang juara yang telah berhasil menegakkan kembali Tauhid Ilahi yang telah lama menghilang dari bumi. Demikian cintanya kepada Allah, namun jiwanya pun dipenuhi rasa simpati kepada umat manusia. Oleh karena itulah, Allah yang sangat mengetahui rahasia qalbunya, mengangkat derajat beliau di atas segala nabi, dan menjadikannya sebagai yang awal dan yang akhir, serta mengabulkan segala keinginannya pada masa kehidupan beliau. Dia-lah sumber utama dari segala karunia; jika ada orang yang mendakwakan diri memiliki sesuatu keunggulan rohani tetapi tidak merujuk rasa syukur kepada beliau, adalah bukan manusia, melainkan buah asuhan Syaitan. Dia telah dikaruniai kunci untuk mencapai setiap ketinggian rohani; dan khazanah ilmu untuk memahami segala sesuatu. Ia yang tidak menerima sesuatu melalui keberkatan beliau, akan termahrumkan selamanya. Aku ini bukan siapa-siapa, dan tak memiliki apapun, maka aku termasuk orang yang tak bersyukur apabila aku tak mengakui bahwa keberhasilanku mempelajari ilmu Tauhid Ilahi adalah berkat Nabiyullah ini. Pemahaman akan keberadaan Allah Al Hayyi, Yang Maha Hidup adalah berkat Nabi yang sempurna dan melalui cahaya petunjuknya. Kehormatan hamba dapat bercakap-cakap dengan Allah sehingga Dia pun mempercayakan amanat-Nya kepada diri hamba, juga adalah berkat kemuliaan Nabi ini. Sinar cahaya petunjuk hidayah yang datang kepadaku adalah laksana benderangnya sinar matahari, lalu aku pun berhasil memantulkannya kembali hanya dikarenakan aku berhasil mencocokkan diriku dengannya’ (Haqiqatul Wahyi - Essence of Islam, Jilid  I, hlm. 197-198).&lt;br /&gt;	Ikhtisar tulisan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. ini hendaknya memadai untuk memuaskan orang-orang yang berfitrat baik diantara para penentang: Betapa Hadhrat Masih Mau'ud a.s. sangat memuliakan kedudukan Rasulullah Saw, dan memandang diri beliau tak ada artinya jika terpisah dari Rasulullah Saw. &lt;br /&gt;	Ayat 17  Surah Al Maidah yang telah ditilawatkan tadi mengatakan, ada dua macam nur pada diri Rasulullah Saw, dan Al Qur’an pun memliki dua aspek yang Allah Taala tetapkan sebagai khazanah untuk mendapatkan keridhaan-Nya, dan juga satu cara untuk memperoleh keselamatan. Jalan keselamatan adalah jalan yang dapat mengarahkan manusia kepada Allah dengan selamat. Terlindung dari pengaruh Syaitan, sehingga melalui jalan tersebutlah manusia mendapatkan nur-Ilahi. Jalan keselamatan sebagaimana yang dikaruniakan kepada seorang insan yang telah di beri petunjuk (Mahdi) oleh Allah Taala. Maka carilah keridhaan-Nya dan berjalanlah di atas jalan yang lurus, ’siratal  mustaqim'.&lt;br /&gt;	Contoh yang paling istimewa dalam mencari ridho Ilahi setelah era Rasulullah Saw adalah sebagaimana yang diperlihatkan oleh para Sahabah. Ini berkat quwwat qudsiyyah dan gemblengan talim dan tarbiyat serta perbaikan akhlak yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Hal ini bukan saja berhasil mengeluarkan para Sahabah dari kegelapan kepada cahaya nur Ilahi, melainkan juga mendapat karunia sebutan radziAllahu anhum (Allah Taala telah ridho atas diri mereka).&lt;br /&gt;	Setelah berhasil memperoleh nur Ilahi, mereka pun menjadi contoh yang istimewa, dan Rasulullah Saw pun mengibaratkan mereka sebagai Bintang-bintang penunjuk jalan. Demikianlah betapa beruntungnya mereka yang memperoleh berkat langsung dari tangan pertama.&lt;br /&gt;	Kemudian, sesuai dengan janji Allah Taala untuk di akhir zaman, Dia mengutus hamba dan pecinta sejati Rasulullah Saw; menjadikan beliau sebagai cermin pemantul nur cahaya Rasulullah Saw. Dan sebagai buahnya, mereka yang memperoleh karunia  menerima berkat langsung dari tangan pertama Hadhrat Masih Mau'ud a.s., qalbu mereka pun juga dipenuhi dengan nur cahaya Ilahi, serta diteguhkan langkah mereka di jalan siratal mustaqim. &lt;br /&gt;	Huzur bersabda, Allah Taala telah mengajari kita doa siratal mustaqim. Maka setiap diri kita hendaknya berusaha keras untuk memperoleh berkat dari nur cahaya petunjuk-Nya ini, sesuai dengan kapasitas masing-masing. Setengah orang diberi kelebihan, sedangkan sebagian lagi kurang. Namun, semuanya diberi nur. Tidak dikatakan semua orang harus dapat mencapai maqom rohani yang setinggi-tingginya, melainkan, yang penting adalah berusaha keras untuk itu. Hanya Allah Taala yang dapat menuntun manusia ke jalan siratal mustaqim. Namun, untuk dapat berjalan di atas siratal mustaqim itu, diperlukan adanya nur Ilahi, yang dapat diperoleh dari Rasulullah Saw dan juga dari Al Qur’an Karim. &lt;br /&gt;	Hadhrat Masih Mau'ud a.s. menerangkan perkara siratal mustaqim ini sebagai berikut: ‘Hendaknya dapat difahami, siratal mustaqim yang berpijak kepada kebenaran dan hikmah memiliki tiga aspek, yakni, aspek teoritis, aspek pelaksanaannya, dan aspek dampak perbaikannya kepada diri sendiri. Namun, ketiga aspek ini pun, masing-masingnya terkait lagi kepada tiga standar penilaian. Contohnya, aspek teoritis terkait pula dengan bagaimana pelaksanaannya terhadap haququllah, kepada haququl ibad, dan kewajiban terhadap diri sendiri. Sedangkan aspek pelaksanaan menuntut pelaksanaan tiap cabang dari tiga kewajiban utama tersebut, yakni, haququllah dalam aspek teori adalah senantiasa mengingat Allah sebagai Yang Maha Esa, Sumber dari segala kebaikan, Sumber dari segala keistimewaan, Yang awal dan Yang akhir, Suci dari segala kelemahan dan kekurangan, Sumber dari segala sifat yang sempurna, Dia-lah Wujud Tunggal yang menjadi tujuan ibadah. Itulah aspek teori siratal  mustaqim yang terkait dengan pelaksanaan haququllah. 	Sedangkan aspek praktek pelaksanaannya meliputi: Itaat kepada-Nya dengan sikap ikhlas yang sempurna; tidak menyekutukan Tuhan dalam hal ketaatan kepada sesuatu; hanya memohon dan menghadapkan wajah kepada-Nya dalam mencari kesejahteraan, serta melarutkan diri dalam kecintaan kepada Tuhan. Inilah aspek pelaksanaan siratal mustaqim yang terkait dengan haququllah. Inilah kebenaran yang sempurna.&lt;br /&gt;	Adapun aspek teori siratal mustaqim yang merujuk kepada haququl ibad, adalah menerima keberadaan manusia sebagai kerabat sesama hamba Allah, yang dalam memperlakukan demikian timbul dari rasa tak ada yang dapat terbebas dari pandangan-Nya. Menghargai sesama makhluk ciptaan Tuhan disebabkan keberadaan mereka berasal daripada-Nya dan kita semua akan kembali kepada-Nya. Inilah pemahaman teoritis Tauhid Ilahi, yang menekankan kepada Dzat-Nya, Yang suci dari segala kelemahan, melainkan justru Sempurna dalam keberadaan-Nya.&lt;br /&gt;	Dan aspek pelaksanaan siratal mustaqim, yang terkait dengan haququl ibad, ialah beramal shalih dengan ikhlas sempurna, yang paling berfaedah dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Inilah pelaksanaan  Tauhid Ilahi, yakni semua sikap dan amal shalih yang diperbuat harus mencerminkan sifat-sifat Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;font size="3"&gt;o o  O o o&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;modifyedByMMA / LA12/14/09&lt;div class="flockcredit" style="text-align: right; color: #CCC; font-size: x-small;"&gt;Blogged with the &lt;a href="http://www.flock.com/blogged-with-flock" style="color: #999; font-weight: bold;" target="_new" title="Flock Browser"&gt;Flock Browser&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-5416258679774447977?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/5416258679774447977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/5416258679774447977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2010/03/sifat-al-nur-allah-swt-bagian-2.html' title='Sifat Al Nur Allah Swt (bagian 2)'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-7900891695297682923</id><published>2010-03-01T00:38:00.001-08:00</published><updated>2010-03-01T18:11:21.218-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesjid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasihat'/><title type='text'>Tujuan Didirikannya Masjid</title><content type='html'>&lt;font style="font-weight: bold;" size="3"&gt;Maksud &amp;amp;Tujuan Didirikannya Masjid dan Milad 50th Masjid Nur, Germany&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;Huzur menilawatkan ayat 30  Surah Al Araf pada awal Khutbah Jumah beliau ini, sebagai berikut,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic;"&gt;قُلۡ أَمَرَ رَبِّى بِٱلۡقِسۡطِ‌ۖ وَأَقِيمُواْ وُجُوهَكُمۡ عِندَ ڪُلِّ مَسۡجِدٍ۬ وَٱدۡعُوهُ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ‌ۚ كَمَا بَدَأَكُمۡ تَعُودُونَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yang artinya: Katakanlah, “Tuhan-ku memerintahkan berbuat adil. Dan, pusatkanlah perhatianmu di setiap tempat ibadah, dan serulah Dia dengan mengikhlaskan keita'atan kepada-Nya. Sebagaimana Dia menciptakan kamu permulaan kali, demikian pula kamu akan kembali kepada-Nya.’ (Q.S. Al Araf : 30)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic;"&gt;ٱلتَّـٰٓٮِٕبُونَ ٱلۡعَـٰبِدُونَ ٱلۡحَـٰمِدُونَ ٱلسَّـٰٓٮِٕحُونَ ٱلرَّٲڪِعُونَ ٱلسَّـٰجِدُونَ ٱلۡأَمِرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَٱلنَّاهُونَ عَنِ ٱلۡمُنڪَرِ وَٱلۡحَـٰفِظُونَ لِحُدُودِ ٱللَّهِ‌ۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‘Yaitu,orang-orang yang bertobat, yang beribadah, yang memuji Allah, yang bepergian pada jalan Allah, yang ruku', yang sujud, yang menyuruh kepada kebaikan dan melarang keburukan dan yang menjaga batas-batas hukum Allah. Dan sampaikanlah kabar suka, kepada orang-orang yang beriman.’ (S. Al Taubah : 112)&lt;br /&gt;	Huzur bersabda, Khutbah Jumah saya ini merupakan Khutbah yang pertama di Masjid Nur, Frankfurt yang merupakan milad-nya yang ke 50 tahun. 	Ketika dulu Masjid ini dibangun, kapasitasnya disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan pada waktu itu. Akan tetapi kini Jamaat telah berkembang pesat, oleh karena itulah para anggota Jamaat dari Cabang lain di sekitarnya diminta untuk tidak datang Jumatan pada hari ini ke Masjid ini.&lt;br /&gt;	Masjid Jamaat pertama yang berhasil dibangun di Jerman adalah yang di Hamburg; sedangkan Masjid Nur di Frankfurt ini adalah masjid Jamaat yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;	Jamaat Jerman ingin merayakan milad ke 50  tahun berdirinya Masjid Nur ini karena akan mengundang para tokoh masyarakat dan tamu kehormatan. Dan Bapak Amir Nasional Jamaat Germany memohon agar saya berkenan hadir, yang untuk itu saya menyetujuinya karena ada peluang besar untuk menyampaikan pidato mengenai falsafah ajaran  Islam kepada mereka. Meskipun para tamu undangan terhormat tersebut tentu saja akan mereka beri informasi mengenai Islam, namun Jamaat memandang lebih afdhol apabila saya sendiri yang langsung menyampaikannya. &lt;br /&gt;	Sebenarnya banyak Masjid Jamaat yang sudah berdiri sejak 75 atau bahkan 100 tahun yang lalu, namun makna berdirinya sebuah masjid tidaklah dicirikan dengan miladnya yang ke-50 ataupun yang ke-75, melainkan oleh kemukhlisan para Jamaahnya yang memakmurkan masjid tersebut dengan mendirikan Salat Lima Waktu yang dapat menghantarkan mereka menjadi insan-insan yang muttaqi.&lt;br /&gt;	Al Qur’an Karim maupun Hadiths-hadiths Rasulullah Saw telah banyak mengajarkan pentingnya dan keutamaan sebuah Masjid, yang menjadi kewajiban setiap orang Ahmadi untuk memahaminya, yang untuk itu saya akan mengingatkannya kembali.  &lt;br /&gt;	Nama Masjid tempat saya menyampaikan Khutbah Jumah ini – yang hendaknya seluruh kaum Ahmadi sedunia mengetahuinya – adalah Masjid Nur. Dengan karunia Allah Taala, saya pun telah menyampaikan Khutbah mengenai sifat Al Nur  Allah Swt pada dua Khutbah Jumah yang lalu.&lt;br /&gt;	Huzur bersabda, Masjid ini dan juga semua masjid lainnya yang berhasil kita bangun tujuannya adalah untuk menegakkan Nur Cahaya Ilahi di dalam setiap qalbu lalu menyebarkannya di sekitar lingkungan kita apapun nama masjidnya. &lt;br /&gt;	Inilah nur sejati yang Allah Taala telah kirimkan kepada Rasulullah Saw melalui Al Qur’an Karim, yang untuk periode akhir zaman ini, Dia pun menjadikan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. sebagai reflektor pemantul nur cahaya tersebut, sehingga dapat menyebar menyinari kembali seluruh dunia.&lt;br /&gt;	Namun sungguh malang, pemerintah negara Swiss, memberikan keleluasaan kepada partai politik mereka yang anti-Islam untuk mengadakan pungutan suara masyarakat yang menentang pembangunan menara Masjid yang sedang dibangun Jamaat.&lt;br /&gt;	Tetapi, hasil akhir jajak pendapat itu hanya 32% yang setuju atas pelarangan tersebut, sedangkan sebagian besar lainnya abstain atau tidak setuju.&lt;br /&gt;	Masyarakat Muslim di sana tak peduli atas insiden ini. Hanya Jamaat Imam Mahdi a.s. ini sajalah yang segera mengajukan keprihatinan mereka atas pelarangan ini dengan cara mengadakan berbagai pertemuan masyarakat, menemui para politisi untuk mendaftarkan keprihatinan mereka, dan terus memperjuangkannya. Beberapa politisi yang memahami kekeliruan pandangan ini segera meminta maaf.&lt;br /&gt;	Di ibukota Zurich beberapa aksi unjuk rasa dilakukan oleh masyarakat setempat yang menentang pelarangan yang konyol tersebut.&lt;br /&gt;	Tetapi ada pula seorang politisi yang menjadi Ketua Nasional suatu parpol yang malah lebih jauh mengatakan bahwa jilbab pun harus dilarang. Namun, para anggotanya justru menentangnya, bahkan meminta agar ia menyatakan permohonan maaf secara terbuka di televisi. Sedangkan Ketua ad interim - yang menggantikannya sementara waktu - mengirim surat bernada dukungan kepada Bapak Amir Nasional Jamaat Switzerland. Begitulah, dimana-mana selalu saja ada salah seorang di antara mereka yang berbudi baik.&lt;br /&gt;	Huzur bersabda, Jamaat Ahmadiyah tampil membela Islam di manapun berada; sementara mereka yang menamakan dirinya para Pembela Islam hanya bisa saling mengecam atau bermain-main dengan nyawa orang-orang yang tak berdosa. Tetapi mereka itu masih juga menunggu-nunggu kedatangan Imam Mahdi. Mereka mengatakan, bahwa mereka sudah memiliki nur petunjuk dalam bentuk Rasulullah Saw Khataman Nabiyyin dan Al Qur’an, Kitab yang sudah sempurna.&lt;br /&gt;	Kita pun berakidah demikian, malah memiliki keimanan yang lebih besar dalam hal ini. Namun, agar dapat mengambil bagian dalam menikmati karunia nur hidayah Ilahi, sesuai dengan kabar gaib Allah Swt dan nubuatan Rasulullah Saw, kedatangan seorang wujud yang khas untuk akhir zaman ini diperlukan untuk membumikan kembali nur  tersebut. &lt;br /&gt;	Ada pula sebuah stasiun TV satelit Spanyol yang menyiarkan ketidak-setujuan mereka terhadap kebijakan pemerintah Swiss yang melarang pembangunan menara Masjid kita tersebut; ditambah dengan penayangan gambar Masjid Jamaat di Pedro Abad [Spanyol], lengkap dengan wawancara beberapa penduduk asli setempat yang menyatakan ketidak-setujuan mereka terhadap aksi pelarangan itu. Justru sebaliknya mereka sangat menghormati Masjid kita, yang mereka katakan senantiasa menyiarkan kecintaan kepada sesama dan hidup harmonis. Malah ada salah seorang tokoh di antara mereka yang mengatakan, orang-orang Jamaat ini adalah kaum yang benar-benar cinta damai, oleh karena itu kita perlu mendukung mereka. &lt;br /&gt;	Inilah inqilabi haqiqi, revolusi rohani sejati yang dibawakan oleh Jamaat Imam Mahdi setelah mendapat gemblengan tarbiyat dari falsafah ajaran beliau a.s.; yakni: Masyarakat negara yang beberapa puluh tahun lalu begitu sulit menyambut keberadaan orang-orang Muslim, kini bahkan secara terang-terangan menyatakan di dalam siaran TV mereka: Dikarenakan demikian damainya Jamaah Muslimin [Ahmadiyah] yang satu ini, maka kita patut menyokong mereka.&lt;br /&gt;	Yang paling menggelikan memang adalah pelarangan pembangunan menara masjid. Karena, kalaupun misalkan semua kaum Muslimin adalah ekstrimis, dapatkah pelarangan tersebut menghentikan ke-ekstriman mereka ?&lt;br /&gt;	Kata minar (atau minaret) berasal dari akar kata nur. Maka, maksud dan tujuan keberadaan sebuah menara masjid adalah memanggil manusia dari suatu ketinggian untuk menyembah Allah Al Wahid. Di zaman dulu ketika masih belum ada tenaga listrik, maksud ini terpenuhi.&lt;br /&gt;	Namun di zaman sekarang ini, minaratul-masjid di berbagai negara Muslim telah menjadi suatu sarana untuk menyimpan loud-speaker untuk mengumandangkan suara Adhan.&lt;br /&gt;	Huzur bersabda, bila keberatan terhadap hal ini diajukan, tentulah hal yang sama harus diberlakukan terhadap menara-menara gereja. Namun, kita tidak bermaksud untuk itu. Maksud dan tujuan keberadaan sebuah minaratul-masjid adalah untuk mengumandangkan Adhan, yakni: Menyiarkan Keesaan Tuhan; Menyatakan bahwa Muhammad Saw adalah Rasul Allah; Menyeru manusia agar segera beribadah Salat, karena inilah tujuan utama keberadaan kita; dan menyeru: Inilah jalan untuk mencapai  falah, yakni kesejahteraan hidup di dunia maupun Akhirat. 	Demikianlah betapa elok dan simpatiknya pesan yang disiarkan oleh setiap minaratul-masjid.&lt;br /&gt;	Meskipun pada faktanya kita pun dapat mengajukan berbagai keberatan terhadap keberadaan menara gereja, namun kita tidak ingin melakukannya, karena kita tak berkehendak mengusik sentimen keagamaan orang lain. Kita senantiasa menghormati keberadaan gereja maupun kuil-kuil peribadatan, karena Al Qur’an bukan saja memerintahkannya demikian,  bahkan juga wajib untuk melindunginya.&lt;br /&gt;	Media pers Jerman pada 50 tahun yang lalu mempublikasikan peresmian Masjid Nur ini, hal ini menunjukkan sikap mulia para wartawannya pada waktu itu. Lebih dari 70 surat kabar yang mewartakannya, yang utamanya mengatakan sebagai berikut: ‘Sebuah bangunan Masjid berwarna putih lengkap dengan menaranya yang tinggi nan indah telah selesai dibangun di Frankfurt.’; Sebuah Rumah Allah di Frankfurt’; ‘Islam tengah bergerak menuju Benua Europa: Kaum Muhammad [Saw] awalin yang dulu berhasil mencapai Prancis Selatan dengan bantuan pedang, kini mereka hanya berbekal senjata doa,...., sekte Islam yang khas dan telah berhasil  membangun beberapa masjid di berbagai wilayah Europa ini, adalah kaumnya Mirza Ghulam Ahmad Qadiani [a.s.]…’. &lt;br /&gt;	Huzur bersabda, patut pula diingat, ketika itu hanya ada beberapa gelintir saja orang Ahmadi di  Germany ini. Namun, karena pesan tabligh yang disampaikan oleh Masjid ini memadai, maka media pers pun membantu menyebar-luaskan amanat Rasulullah Saw dan Mahdi-nya dengan penuh hormat.&lt;br /&gt;	Kini, jumlah kaum Ahmadi di Germany telah berkembang pesat, oleh karena itu hendaknya mereka pun berusaha keras untuk menyajikan citra ajaran Islam yang sejati.&lt;br /&gt;	Berbagai minaratul-masjid yang ada sekarang ini sebenarnya sama eloknya sebagaimana dahulu, namun tampaknya orang zaman sekarang ini sudah kehilangan sikap adil (fair-mindedness) mereka. Sehingga Islam ditampilkan dengan citra yang negatif; dan sebagian media pers ikut berperan tidak konstruktif dalam hal ini.&lt;br /&gt;	Kemarin ini ada pemberitaan, bahwa seorang warga negara Inggris membunuh anak perempuannya yang baru berusia 15 tahun, yang pemberitaannya sebagai berikut: ‘Seorang warga Muslim membunuh anak perempuannya sendiri’.&lt;br /&gt;	Namun, bila perbuatan kriminal semacam ini atau bahkan lebih buruk lagi dilakukan oleh orang berkulit putih, media pers tidak pernah mencantumkan bahwa ia orang Kristen ataupun Yahudi. Tetapi, bila sang pelaku orang Muslim, selalu saja dikaitkan dengan agamanya. Ini menunjukkan adanya suatu aksi tertentu yang bersifat menentang Islam. &lt;br /&gt;	Adalah kewajiban seluruh kaum Muslimin yang hidup di negara-negara Barat untuk memperbaiki keadaan mereka, lalu tampil menghadapi tantangan ini. 	Akan tetapi memang di zaman sekarang ini tidak semua orang mampu melakukan tugas ini. Melainkan, hanya ditekadkan oleh Jamaah Imam Mahdi sejati ini saja. Tugas ini berada di pundak mereka yang telah mengambil Baiat seorang hamba dan pecinta sejati Rasulullah Saw, sehingga jiwa mereka pun terpanggil untuk itu.&lt;br /&gt;	Nur hidayah Ilahi ini hendaknya dapat disampaikan kepada setiap orang Europa melalui keberadaan Masjid-masjid kita. Hal ini akan terlaksana hanya apabila diri kita merasa terkait dengan masjid tempat kita berada sambil membina ketaqwaan. Makna dan mulianya keberadaan sebuah masjid hendaknya senantiasa berada di dalam pikiran kita. &lt;br /&gt;	Huzur bersabda, ayat Al Quran pertama yang telah saya tilawatkan tadi, yakni Surah Al Araf ayat 30, memberikan tarbiyat yang sangat elok.&lt;br /&gt;	Setengah orang mengatakan, masjid sekarang sudah menjadi sarang kaum ekstrimis, Padahal, perintah pertama ayat ini ialah agar menegakkan keadilan. Barulah kemudian diperintahkan untuk menyembah Tuhan. Dan untuk dapat memenuhi kewajiban haququllah sepenuhnya, perlu membersihkan qalbu terlebih dahulu,&lt;br /&gt;	Al Qur’an Karim mencantumkan, wa idza hakamtum bainannas antahkumu bil adli, :&lt;br style="font-family: Courier;" /&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic;"&gt;وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِ‌ۚ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yakni, ‘…dan apabila kamu menghakimi di antara manusia, hendaklah kamu memutuskan dengan adil …’ (Surah 4 / An-Nisa  ayat 59).&lt;br /&gt;	Falsafah ajaran ini tidak hanya memerintahkan agar memberikan keputusan yang adil di antara sesama kaum Muslimin saja, melainkan juga untuk seluruh manusia, sebagaimana pula diperintahkan-Nya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic;"&gt;وَلَا يَجۡرِمَنَّڪُمۡ شَنَـَٔانُ قَوۡمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعۡدِلُواْ‌ۚ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‘…Dan janganlah kebencian sesuatu kaum mendorong kamu bertindak tidak adil…’(S.Al Maidah : 9).&lt;br /&gt;	Huzur bersabda, masjid adalah suatu tempat bagi manusia untuk dapat bersujud di hadapan Tuhannya dengan penuh ketaqwaan setelah memenuhi kewajiban mereka berbuat adil kepada sesama.&lt;br /&gt;	Kata ‘masjid’  itu sendiri berasal dari akar kata ‘sajadah’ (yang artinya sujud), yakni, suatu pernyataan itaat dan penyerahan diri yang sempurna kepada Allah. Inilah yang diperintahkan oleh ayat-ayat Al Quran tersebut; ketika waktu untuk Salat telah datang, serulah Allah di masjid, karena hanya Dia-lah yang dapat menuntun manusia ke jalan yang lurus. Hanya Allah-lah yang dapat menciptakan sikap ‘sujud’ yang sempurna di dalam diri kita, Hanya Allah-lah yang dapat memberi kita keikhlasan beriman dan patuh menjalankan berbagai perintah-Nya. Hanya Allah-lah yang dapat memudahkan kita untuk memenuhi segala kewajiban yang terkait dengan berbuat adil. Hanya Allah-lah yang dapat membuat kita selalu ingat terhadap kewajiban haququllah dan haququl ibad; sebagaimana hari ini kami bersimpuh di hadapan Engkau, kami bersujud di hadapan Engkau, Ya Allah, agar dimudahkan untuk memenuhi segala kewajiban kami.&lt;br /&gt;	Mukmin sejati adalah mereka yang teguh imannya kepada Akhirat; tak dapat melakukan sesuatu perbuatan yang memahrumkan dirinya dari keberkatan adanya Akhirat. Orang yang tidak tertarik untuk melakukan setiap bentuk amal shalih, maka tahapan rohaninya pun akan terkekang. &lt;br /&gt;	Tidak boleh timbul suatu pertanyaan besar: Bagaimana mungkin di satu pihak mereka datang ke masjid untuk menyembah Tuhan dan untuk mencari keridhaan-Nya, namun di lain pihak, dari masjid mereka itu juga keluar berbagai suara kebencian yang menimbulkan keonaran. &lt;br /&gt;	Masjid adalah simbol adanya pemenuhan kewajiban terhadap haququllah maupun haququl ibad; dan menaranya adalah salah satu sarana untuk mencapai maksud tersebut, yakni untuk menyeru manusia melaksanakannya.  &lt;br /&gt;	Kini, adalah kewajiban kita kaum Ahmadi untuk menyampaikan kepada dunia mengenai Islam yang sebenarnya. Kelanggengan dunia sekarang ini terletak kepada penerimaan mereka terhadap keberadaan Allah Al Wahid dan berusaha untuk mencari Nur hidayah-Nya. Dimanakah dapat dtemukan nur cahaya tersebut ?  Ialah di dalam diri Rasulullah Saw dan Kitab [Al Quran] yang berisi Syariat yang sempurna. Hanya Kitabullah inilah yang dapat dijadikan sumber kelanggengan dan jaminan untuk menegakkan perdamaian dunia, sebagaimana firman-Nya di dalam Surah Al Taubah ayat 112 tersebut, yakni yang menyebutkan beberapa sifat kaum Mukminin sejati. &lt;br /&gt;	Pertama, ialah, mereka yang bertobat, yakni, telah memisahkan diri mereka dari berbagai macam amal buruk.  &lt;br /&gt;	Kedua, rajin beribadah. Yakni, jika memang  mereka sudah tertarik kepada Tuhan, tentulah mereka pun tertarik untuk menyembah-Nya. Seorang mukmin sejati yang memiliki iman yang sempurna senantiasa menyadari dan berusaha keras, bahwa jika tidak menyembah Allah, hidupnya serasa tak sempurna. 	Huzur bersabda, ada laporan yang sampai kepada saya, kehadiran jamaah di Masjid ini tidak dawam. Bahkan ada media pers lokal yang menyampaikan bahwa 'Masjid yang dulu dimakmurkan oleh jamaahnya dengan Salat Lima Waktu, kini hanya dipakai untuk Salat Jumat saja'.&lt;br /&gt;	Oleh karena itu saya mohon agar hal ini diperbaiki.&lt;br /&gt;	Pada berbagai kesempatan peletakan batu pertama pembangunan masjid, ada beberapa kalangan seringkali bertanya: Mengapa kita membangun masjid ?  Pada kesempatan lainnya, media pers yang mengajukan pertanyaan ini kepada saya. Jawabannya sederhana, ialah karena Salat Berjamaah sangat diutamakan di dalam agama kami, maka kami pun perlu membangun masjid. Salat yang ikhlas akan mencederungkan jiwa untuk memenuhi haququllah dan haququl ibad.&lt;br /&gt;	Sedangkan mereka yang Salatnya tidak demikian, Al Qur’an mengatakan, fawailullil mushallin:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic;"&gt;فَوَيۡلٌ۬ لِّلۡمُصَلِّينَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‘Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat’ (S. Al Maun : 5).&lt;br /&gt;	Sifat mukmin sejati yang Ketiga, adalah mereka yang senantiasa ber-tahmid memuji Allah, dan mereka yang  ber-tahmid dengan sempurna adalah mereka yang yakin sepenuhnya, bahwa Allah adalah Pemilik segala sifat yang istimewa; maka ia pun taat kepada Allah dengan cara menjalankan berbagai macam perintah-Nya.  &lt;br /&gt;	Sifat Keempat, ialah mereka yang al amiruna bil ma'ruf wa nahunna anil munkar, yang senantiasa menyeru kepada amar maruf wa yanha anil fahsya, dan juga mereka yang menjaga batas-batas hukum Allah. Apakah maksudnya ini ? Ialah semua perintah Allah yang tercantum di dalam Al Qur’an Karim. Seorang mukmin sejati senantiasa wajib menjaga dirinya agar tetap berada di dalam batas-batas hukum Allah. &lt;br /&gt;	Kelima, kepada mereka inilah Allah Taala berkenan untuk memberi kabar suka, sehingga berbagai bentuk cercaan maupun penentangan tidak menyurutkan keimanan mereka sedikitpun.&lt;br /&gt;	Keenam, sebagai tambahannya, Allah pun memberi kabar suka kepada mereka yang ber-musafar di jalan Allah; yakni mereka yang melangkahkan kakinya demi untuk ber-Dawat Ilallah menyampaikan kebenaran. Termasuk di dalamnya adalah juga mereka yang mendapatkan berbagai macam kesulitan di dalam negerinya sendiri, sehingga mereka  pun terpaksa harus berhijrah ke negara lain sebagaimana diperintahkan oleh Allah Taala.&lt;br /&gt;	Dan negara-negara Barat adalah yang utamanya menyediakan fasilitas untuk itu, yang salah satunya adalah pemerintah negara German yang telah berkenan menerima dan mempersilakan mereka untuk tinggal di sini. Maka hendaklah selalu diingat, jika tujuan utama kita adalah untuk mencari Keridhaan Ilahi, dan dimasukkan ke dalam golongan orang yang beramal shalih, dan ber-Dawat Ilallah demi untuk membantu menyelamatkan masyarakatnya, laksanakanlah segala perintah Allah, sekaligus mentarbiyati generasi muda kita tentang pentingnya perkara ini. Jika tidak, para penentang Islam akan membenarkan aksi mereka dengan mengatakan: Kami tak peduli tentang ajaran sesuatu agama; yang kami jadikan bulan-bulanan adalah perbuatan kalian. &lt;br /&gt;	Setiap Ahmadi yang baik akan sangat berhati-hati agar jangan sampai mendatangkan citra buruk kepada Jamaat Ahmadiyah, Islam sejati; disebabkan tingkah laku kita. Ingatlah senantiasa sabda Hadhrat Masih Mau'ud a.s.: Janganlah mendatangkan sesuatu keburukan kepada kami setelah tuan-tuan berjamaah dengan kami'.&lt;br /&gt;	Setiap Ahmadi hendaknya menyadari bahwa kini mereka dapat meningkatkan standar kehidupan dan memiliki kesempatan kebebasan hidup di negara ini, berkat Jamaat Ahmadiyah. Oleh karena itu laksankanlah kehidupan sehari-hari kalian sedemikian rupa yang dapat mendatangkan keridhaan Ilahi.&lt;br /&gt;	Allah Taala telah memberi status yang mulia kepada kaum Muslimin; dan kaum Ahmadi adalah mereka yang telah mengambil Bai’at Imam Mahdi a.s., maka wajiblah anda sekalian berusaha keras untuk mencapai kemuliaan yang setinggi-tingginya lalu  menjaganya.&lt;br /&gt;	Hal ini sebagaimana telah difirmankan Allah Taala:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Traditional Arabic;"&gt;كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‘Kamu adalah umat terbaik, yang dibangkitkan demi kebaikan umat manusia…’ (3:111).&lt;br /&gt;	Sekarang ini, apapun agamanya, rasa kemanusiaan yang baik adalah yang terkait dengan keberadaan anda sekalian (Jamaat). Ini adalah suatu kehormatan besar yang tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan dikaruniakan Allah karena anda sekalian 'meyerukan al amiruna bil ma'ruf wa nahunna anil munkar&lt;br /&gt;	Setiap Ahmadi hendaknya ingat, tugas kita adalah meruntuhkan tembok kebencian dengan cara memperlihatkan contoh amal kebaikan, rajin beribadah, memakmurkan masjid, menjadi hamba Allah yang senantiasa bersyukur; mensyukuri bumi tempat kita berpijak yang tadinya disempitkan, namun hikmahnya kita dapat menyebar ke seluruh dunia. Ini semata-mata dengan karunia Allah Taala.&lt;br /&gt;	Dulu, timbulnya tembok penghalang kebencian dan ketidak-percayaan disebabkan perbuatan buruk segelintir orang Muslim, Maka kaum Ahmadi hendaknya tampil membela Islam dengan cara melaksanakan ajarannya yang sejati. &lt;br /&gt;	Kini, kita perlu mengundang dunia untuk datang dan melihat keadaan sebuah masjid yang sebenarnya, dan apa fungsi menaranya, Undanglah mereka untuk menyaksikan eloknya akhlakul karimah, apa itu amal maruf dan nahi munkar serta ganjaran pahala yang akan diperoleh bila kita menyerukannya, Undanglah dan jelaskanlah betapa kedamaian dunia dapat ditegakkan melalui pesan ini. Hal ini menuntut tanggung jawab besar yang telah diletakkan pada pundak kaum Ahmadi yang perlu dilaksanakan dengan cara mempraktekkan falsafah ajaran Islam Ahmadiyah; Islam yang sejati.&lt;br /&gt;	Setiap Ahmadi, baik pria maupun wanita, anak-anak maupun remaja, hendaknya teguh keyakinannya untuk mengorbankan jiwa, raga, harta, waktu dan kehormatan untuk itu.&lt;br /&gt;	Jika kita tidak mampu membedakan diri dengan Muslimin lain, maka kita pun tak dapat membela Islam. &lt;br /&gt;	Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda: Tuan-tuan maupun kaum lainnya sama berhaknya untuk mendakwakan sesuatu, namun Allah tidak akan ridha atas sesuatu pernyataan belaka.&lt;br /&gt;	Untuk dapat menjadi khair ummah, kita perlu menyajikan contoh prakteknya, Semoga Allah Taala memudahkan untuk itu.&lt;br /&gt;	Selanjutnya Huzur mengingatkan: Pada berbagai kesempatan peresmian masjid, telah menjadi kebiasaan apabila ruangan masjidnya terlalu kecil untuk melaksanakan sesuatu resepsi, maka dipasanglah karpet di lantai. Hal ini hendaknya jangan dilakukan lagi di masa-masa yang akan datang. Jika suatu resepsi dipandang perlu sehubungan dengan peresmian sebuah masjid, pasanglah tenda di halaman luar. Tak boleh ada acara makan minum di dalam ruangan masjid. Hal ini hendaknya dicatat baik-baik oleh Jamaat di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______________    &lt;br /&gt;&lt;font size="2"&gt;Ikhtisar Khutbah Jumah Hadhrat Khalifatul Masih V Atba pada 18 Desember 2009, di Masjid Al Nur, Frankfurt, Germany&lt;/font&gt;&lt;div class="flockcredit" style="text-align: right; color: #CCC; font-size: x-small;"&gt;Blogged with the &lt;a href="http://www.flock.com/blogged-with-flock" style="color: #999; font-weight: bold;" target="_new" title="Flock Browser"&gt;Flock Browser&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-7900891695297682923?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/7900891695297682923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/7900891695297682923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2010/03/tujuan-didirikannya-masjid.html' title='Tujuan Didirikannya Masjid'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-7961760909657932872</id><published>2009-12-09T22:31:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T22:53:40.523-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumat'/><title type='text'>Sifat An-Nur Allah SWT (bagian 1)</title><content type='html'>Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Quran ayat 258 Surah Al Baqarah dalam menerangkan sifat An Nur sebagai berikut:&lt;br /&gt;اللّٰهُ وَلِىُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ‌ ؕ وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَوْلِيٰٓــُٔهُمُ الطَّاغُوْتُ يُخْرِجُوْنَهُمْ مِّنَ النُّوْرِ اِلَى الظُّلُمٰتِ‌ؕ اُولٰٓٮِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ‌‌ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ&lt;br /&gt;yang terjemahannya, ‘'Allah itu Sahabat orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Sedangkan orang-orang kafir, sahabat mereka itu adalah orang-orang sesat yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni Api, mereka tinggal lama di dalamnya.’ (2:258)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kamus Bahasa Arab, an-Nur adalah salah satu sifat Allah, yang berkat keberadaan-Nya, keadaan manusia yang sebelumnya  'buta' dapat menjadi melihat; dan mereka yang tadinya sesat menjadi memperoleh petunjuk hidayah berkat karunia-Nya. Dan berkat keberadaan-Nya itulah segala sesuatu menjadi ada. Wujud-Nya berada disebabkan diri-Nya sendiri; lalu membuat segala sesuatu menjadi bukti akan keberadaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterangkan pula mengenai Tuhan ini di penggalan ayat 36  Surah Al Nur,&lt;br /&gt;اللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ&lt;br /&gt;'Allah adalah Nur seluruh langit dan bumi..…’; yakni, hanya Allah-lah yang mampu memberikan nur cahaya  kepada segala makhluk yang berada di langit maupun di bumi. Nur Ilahi adalah cahaya yang memudahkan segala sesuatu dapat menyebar-luas dan menjadi tampak satu sama lain. Nur Ilahi meliputi dunia maupun Akhirat. Namun Nur Ilahi bagi dunia mengandung dua hikmah. Salah satunya adalah hanya dapat dikenali melalui perenungan yang mendalam, atau berkat adanya petunjuk Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Untuk memperjelas arti yang disebutkan oleh Kamus Bahasa Arab, Huzur merujuk kepada beberapa ayat Al Quran ini:&lt;br /&gt;اَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَاَحْيَيْنٰهُ وَجَعَلْنَا لَهٗ نُوْرًا يَّمْشِىْ بِهٖ فِىْ النَّاسِ كَمَنْ مَّثَلُهٗ فِىْ الظُّلُمٰتِ لَـيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا&lt;br /&gt;yang artinya, '...Sesungguhnya telah datang kepadamu Nur dari Allah dan Kitab yang nyata.' (5:16), dan juga, ‘…...lalu Kami hidupkan dia dan Kami jadikan nur baginya ia berjalan dengan nur itu, di antara manusia, seperti keadaannya orang-orang yang berada di dalam gelap gulita, tak dapat keluar darinya...’ (6:123).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Allah swt berfirman dalam ayat 36  Surah Al Nur tersebut selengkapnya sebagai berikut,&lt;br /&gt;اللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ‌ؕ مَثَلُ نُوْرِهٖ كَمِشْكٰوةٍ فِيْهَا مِصْبَاحٌ‌ؕ الْمِصْبَاحُ فِىْ زُجَاجَةٍ‌ؕ اَلزُّجَاجَةُ كَاَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُّوْقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُوْنَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَّلَا غَرْبِيَّةٍۙ يَّـكَادُ زَيْتُهَا يُضِىْٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ‌ؕ نُّوْرٌ عَلٰى نُوْرٍ‌ؕ يَهْدِىْ اللّٰهُ لِنُوْرِهٖ مَنْ يَّشَآءُ‌ؕ وَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِ‌ؕ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيْمٌۙ&lt;br /&gt;yang terjemahannya, ‘Allah adalah Nur seluruh langit dan bumi. Perumpamaan nur-Nya adalah seperti sebuah relung yang di dalamnya ada suatu pelita. Pelita itu ada di dalam suatu semprong kaca. Semprong kaca itu seperti bintang yang gemerlapan. Pelita itu dinyalakan dengan minyak dari sebatang pohon kayu yang diberkati - ialah pohon zaitun – yang bukan dari Timur maupun dari Barat, yang minyaknya hampir-hampir bercahaya walaupun api tidak menyentuhnya. Nur ala nur ! Allah memberi bimbingan menuju nur-Nya kepada siapa yang Dia dikehendaki. Dan Allah memberikan perumpamaan untuk manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.' (24:36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara orang boleh jadi berpikir, 'Nur' yang dimaksudkan ayat tersebut hanya merujuk kepada diri Rasulullah Saw saja. Tak diragukan lagi, Nur Ilahi tampak dominan di dalam segala sesuatu. Hikmah pertama yang dinyatakan oleh ayat tersebut adalah, karena Nur Ilahi meliputi seluruh langit dan bumi, maka segala sesuatu pun memperoleh berkat dari keberadaan cahaya-Nya. Senyatanya, manusia hanya dapat memperoleh sinar petunjuk dari nur cahaya-Nya itu. Dia memberikan nur petunjuk hidayah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang dimaksud dengan Allah itu adalah Nur ?  Ialah, dikarenakan Dia itulah yang menciptakan seluruh langit dan bumi, dan hanya Dia-lah yang mampu memberikan  sinar-Nya, baik untuk faedah jasmani maupun rohani. Hal ini sebagaimana difirmankan di dalam Al Qur’an Karim:&lt;br /&gt;اَللّٰهُ الَّذِىْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ&lt;br /&gt;‘Allah-lah yang menciptakan seluruh langit dan bumi…’ (14:33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur hidayah yang sejati adalah Allah Swt yang dapat dikenali keberadaannya di dalam segala sesuatu oleh insan-insan yang dikaruniai kedalaman pandangan. Oleh karena itu, mereka yang dimahrumkan dari kemampuan pandangan rohani tak dapat melihat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang mukmin sejati teguh dalam keimanan mereka, bahwa alam semesta ciptaan Allah ini terdiri dari dua macam, ialah alam jasmani dan alam rohani. Untuk dapat memahami alam rohani ini, Allah Taala mengutus hamba-hamba pilihan-Nya yang mampu menyebar-luaskan nur-Nya yang berasal dari langit ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 36 Surah Al Nur ini memaparkan apa yang dimaksud nur-Nya itu. Rasulullah Saw adalah sebagai perwujudan contoh yang terafdhol dalam hal ini; yang memiliki derajat nur pribadi yang tertinggi; yang akan berlangsung terus hingga Hari Kiamat. Hal ini telah ditetapkan sebagai pantulan Nur Ilahi. Beliau Saw telah menebarkan Nur-Ilahi tersebut sewaktu beliau hidup, dan terus berlangsung hingga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat tersebut, yang dimaksud dengan nur yang dipancarkan oleh sebuah relung pemantul cahaya yang ditempatkan di suatu ketinggian, adalah dada Rasulullah Saw. Di dalam relung reflector tersebut terdapat sebuah pelita, ialah Wahyu Ilahi. Reflector dan pelita tersebut berada di dalam sebuah bola kaca kristal (semprong kaca), ialah qalbu Rasulullah Saw, yang bersih mengkilap tak bernoda sedikitpun. Bola kaca kristal yang bersinar gemerlapan bagai sebuah bintang ini adalah nur pribadi Rasulullah Saw yang menerobos ke luar dari dada beliau. Pelita tersebut dinyalakan oleh minyak dari sebatang pohon zaitun yang diberkati, ialah personifikasi dari wujud jasmani Rasulullah Saw, yang  keberkatannya akan terus berlangsung hingga Hari Kiamat dikarenakan beliau dinyatakan Allah sebagai insan paripurna, tak akan ada yang mampu menyamainya hingga Yaumil Akhir. Sedangkan yang dimaksud dengan nur tersebut tidak Timur tak pula Barat adalah menekankan ajaran syariat Islam yang tidak memihak kepada Blok manapun. Tidak condong kepada ajaran Komunisme, tidak kepada Sosialisme, dan tidak juga Kapitalisme, melainkan senantiasa mengambil jalan tengah dan bertujuan utama untuk menegakkan Hak-hak Azasi Manusia dan Perdamaian Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tafsir 'minyaknya hampir-hampir bercahaya walaupun api tidak menyentuhnya, adalah kepribadian Rasulullah Saw yang bijak bestari dan akhlakul karimah yang mulia. Nur ala nur !  Yakni, ketika Allah Swt mengirimkan Nur hidayah wahyu-Nya kepada insan kamil tersebut, maka terjadilah nur di atas nur yang berpendar-pendar tak berujung, menyinari dunia alam rohani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur sinar petunjuk yang sejati hanya dapat diperoleh melalui Syariat yang telah Allah Taala kirimkan kepada Rasulullah Saw, yang sekaligus adalah contoh yang berberkat dalam pelaksanaannya. Di dalam ajaran syariat inilah terdapat nur yang mampu mendatangkan Nur Ilahi yang penuh berkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. menerangkan hal ini dengan sabda beliau sebagai berikut: ‘Nur hidayah yang mulia derajatnya itu dikaruniakan kepada seorang wujud manusia yang paripurna. Tidak kepada para malaikat, tidak kepada bintang-bintang, bulan, matahari, lautan, maupun sungai. Tidak pula kepada intan berlian, ataupun zamrud permata. Pendek kata, keberkatan ini tidak dikaruniakan kepada benda-benda langit maupun bumi lainnya. Melainkan hanya kepada seorang wujud manusia sempurna yang kemuliaan akhlaknya menjadi contoh kita semua, dia-lah itu junjungan kita, Khataman-Nabiyyin, Penghulu dari semua yang hidup, Muhammad, hamba pilihan Tuhan, shalallahu alaihi was-salam. Nur Ilahi telah dikaruniakan kepada wujud paripurna ini; dan juga kelak – sesuai dengan tingkatan derajatnya – kepada mereka yang mempunyai sifat corak rohani yang serupa. .... Keluhuran akhlak ini terdapat di dalam maqom rohani yang sedemikian mulia; di dalam seorang wujud yang sempurna, junjungan dan pembimbing kita, Rasul yang termulia, muttaqi sejati, yang telah disaksikan kebenarannya oleh para muttaqin, ialah Muhammad, hamba yang terpilih, shalallahu alaihi was-salam.’ (Aina Kamalat-Islam, Ruhani Khazain (London, 1984), Jilid 5, hlm. 160-162). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan derajat rohaniah nur yang dikaruniakan kepada Rasulullah Saw adalah berasal dari Nur Ilahi, yang kemudian beliau estafetkan kepada para Sahabah sambil menegakkan sikap akhlak fadillah di antara mereka sedemikian rupanya sehingga mereka pun bergemerlapan laksana bintang-bintang di langit. Para Sahabah ambil bagian dalam keberkatan Nur Ilahi tersebut sehingga mereka pun memperoleh derajat predikat mulia sebagai radhiaAllahu anhu, yakni, Allah Taala telah meridhoi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. menulis: Para Sahabah demikian lekatnya dengan Rasulullah Saw, sehingga nur beliau pun tersalurkan kepada mereka berkat keitaatan sempurna mereka, dan tak ada sesuatu hal lainnya dalam qalbu mereka selain mendambakan ridha Allah Taala saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Hadith meriwayatkan, Rasulullah Saw bersabda: ‘Para Sahabatku yang sejati mendapatkan Allah Taala karena dambaan yang ada di dalam qalbu mereka hanyalah Allah Swt saja.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala tidak dan tidak akan pernah mengakhiri limpahan karunia nur-Nya ini. Melainkan justru nur berberkat yang Rasulullah Saw berhasil mendapatkannya dari Allah Taala ini merupakan sumber mata air rohani yang akan terus berlanjut sebagaimana Syariat Islam yang tidak akan pernah berakhir hingga Yaumil Akhir. Untuk maksud itulah, untuk periode akhir zaman ini melalui seorang hamba dan pecinta sejati Rasulullah Saw, Allah Swt mengutus Hadhrat Masih Mau'ud a.s. dengan nur cahaya rohani yang juga turun dari langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau a.s. menulis: 'Aku tak tahu pasti amal shalih mana yang telah aku perbuat sehingga dapat menarik karunia Ilahi ini. Yang aku sadari hanyalah panggilan alami hati nurani untuk senantiasa mengarah kepada Allah Swt, yang timbul dari keikhlasan semata. Hingga suatu saat aku pun memperoleh kasyaf bertemu dengan seorang tua yang berpenampilan sangat mulia, menasehatiku agar menghidupkan kembali Sunnah Rasulullah Saw, yang untuk aku harus berpuasa'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Hadhrat Masih Mau'ud a.s. pun memutuskan segera melaksanakan puasa sunnah tersebut namun tak boleh ada orang yang tahu. Untuk itulah beliau memilih berhijrah ke suatu tempat dan mendapatkan suatu ruangan khusus. Makan dan minumnya pun di dalam kamar, tetapi memakan berbagai konsumsi makanan yang dikirimkan hanya separuhnya atau hanya sebagian kecilnya saja, sedangkan sisanya diberikan secara diam-diam kepada para anak yatim. Setelah beberapa lama kemudian, beliaupun memperoleh berbagai macam kasyaf, antara lain bertemu dengan para Nabiyullah terdahulu dan para Waliullah terkemuka.  Lalu, masih dalam keadaan sadar sepenuhnya, beliau memperoleh kasyaf bertemu dengan Rasulullah Saw, cucunda Hadhrat Ali r.a., serta putri beliau Saw, Hadhrat Fatimah r.ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau pun mengalami memperolah pancaran nur cahaya Ilahi yang menampak dalam bentuk yang indah luar biasa. Beliau menyaksikan bentangan sinar cahaya warna warni, merah, hijau dan putih berkilauan memancar dari tempat beliau berpijak hingga menggapai ke ujung langit. Demi menyaksikannya, beliau pun memperoleh kesuka-citaan dan kebangunan rohani yang sangat luar biasa, yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. menjelaskan lebih lanjut, sebagian dari bentangan cahaya rohani tersebut terlihat memancar dari qalbu beliau, sedangkan sebagian lagi datang dari langit. Bentangan-bentangan sinar cahaya dari dua arah tersebut akhirnya  membentuk sebuah bentangan yang menyatu-padu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur bersabda, karunia Ilahi ini hanyalah berkat keitaatan yang sempurna Hadhrat Masih Mau'ud a.s. kepada Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s.: 'Suatu kali aku mendapat wahyu Ilahi yang tafsirnya adalah, para malaikat sedang bergerak hilir mudik, yakni, untuk melaksanakan Kehendak Ilahi, yakni, untuk menghidupkan kembali agama. Akan tetapi, belum ada kesepakatan siapakah orang yang akan ditunjuk untuk diberi kemampuan 'menghidupkan yang mati' itu. Inilah mengapa sebabnya tampak seperti terjadi silang pendapat di antara mereka. Sejurus kemudian aku melihat sekumpulan orang yang sedang mencari-cari orang yang patut diserahi tugas Ke-AlMasihan tersebut. Lalu ada seseorang di antara mereka datang menghampiri diri hamba yang lemah ini, seraya berkata: 'Inilah insan yang cinta sedemikian rupa kepada Rasulullah Saw, Tafsir dari wahyu perintah Allah ini adalah, syarat pertama dan yang utama insan yang akan melaksanakan amanat risalah ini adalah cinta kepada Rasulullah Saw. Inilah orangnya yang sudah teruji.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur bersabda, setelah era Rasulullah Saw, wujud yang merefleksikan kembali nur cahaya Ilahi tersebut adalah Hadhrat Masih Mau'ud a.s. disebabkan pengabdian sejati beliau kepada junjungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu samawi dan pemahaman akan berbagai wahyu Ilahi yang dikaruniakan kepada Rasulullah Saw juga diberikan kepada Hadhrat Masih Mau'ud a.s. sehingga beliau pun mampu untuk menyampaikannya kepada dunia, meskipun sesungguhnya beliau a.s. tak berkehendak untuk itu. Namun, manakala nur cahaya Ilahi telah datang kepada beliau, maka beliau a,s, pun berkewajban dan mampu untuk menyebar-luaskan risalah ini ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala mewahyukan kepada Hadhrat Masih Mau'ud a.s.: ‘Engkau melanjutkan missi ini berdasarkan amanat dari-Nya. Engkau-lah yang terpilih dari antara mereka di seluruh dunia. Engkaulah pelita penerang dunia. Engkau adalah ghairat-Nya. Oleh karena itu Dia pun tak akan pernah menyia-nyiakanmu.…Wahai manusia, nur cahaya petunjuk Ilahi telah datang kepadamu sekalian. Oleh karena itu, janganlah kalian menolaknya.’ (Tadhkirah, edisi 2007, hlm 379-380).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur bersabda, Allah Taala tidak hanya memenuhi diri Hadhrat Masih Mau'ud a.s. dengan nur cahaya-Nya yang sama sebagaimana pada 1,400 tahun yang lalu, namun juga mengaruniai beliau dengan kemampuan  untuk dapat menyebar-luaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. menulis: 'Sebelumnya tak ada orang yang mengetahui siapakah diri hamba ini. Namun Allah Taala menarik diri hamba ini dari keasyikan hamba berkhalwat dengan-Nya, Kemudian mengatakan bahwa diriku akan dimuliakan dan dikenali seluruh dunia. Inilah sunnah-Nya, yakni manakala Dia telah melengkapi seorang hamba pilihan-Nya dengan  nur-Nya, maka Dia pun berkehendak untuk menegakkannya di dunia. Bila gemerlap cahaya duniawi bisa menyebar luas, mengapakah nur cahaya Ilahi tetap tersembunyi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berjamaah dengan suatu kaum yang khas Allah Taala jadikan, maka niscaya Allah pun akan menerangi qalbu mereka meskipun asalnya pelita keimanan atau bola kaca kristal mereka itu hanya kecil saja. Ini dikarenakan mereka yang berjamaah itu dimudahkan untuk dapat ikut menyebarkan nur Ilahi. Manakala nur cahaya Ilahi yang sejati datang dan memberkati mukminin, maka keberkatannya menjalar kepada yang lain. Untuk memaksimalkan peluang kita untuk dapat berperan serta dalam karunia besar ini, berusahalah untuk mempraktekkan contoh berberkat insan-insan kamil yang telah dikasihi Allah dalam bentuk keitaatan yang sempurna kepada mereka. Sungguh inilah yang telah difirmankan-Nya,&lt;br /&gt;قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِىْ&lt;br /&gt;‘Katakanlah, ‘Jika kamu memang mencintai Allah, ikutilah aku: maka Allah pun akan mencintaimu…’ (3:32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kecintaan yang diperlihatkan para Sahabah kepada Rasulullah Saw; dan bentuk kecintaan seperti ini pulalah yang Hadhrat Masih Mau'ud a.s. miliki bagi Rasulullah Saw, pada periode akhir zaman ini sehingga Allah Taala memberikan kehormatan kepada beliau untuk sekali lagi menyebarkan nur cahaya-Nya ke seluruh dunia. Maka mereka yang mengaku mencintai Allah dan Rasulullah Saw wajiblah mereka itu untuk mengikuti petunjuk Hadhrat Masih Mau'ud a.s. sebagaimana diperintahkan oleh Allah dan Rasulullah Saw. Berkat tali perhubungan yang khas inilah Jamaat kita terkait dengan Khilafat yang senantiasa diberkati oleh nur cahaya Ilahi yang derajat termulianya telah diberikan kepada Rasulullah Saw, yang untuk akhir zaman sekarang ini berhasil dihidupkan kembali oleh seorang hamba dan pecinta beliau Saw yang sejati. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedamaian Dunia terkait dengan penerimaan kebenaran Hadhrat Masih Mau'ud a.s. yang menggenapi nubuatan Rasulullah Saw, bahwa kedatangannya untuk menyeru seluruh dunia kepada cinta sesama, memupuk tali persaudaraan yang hakiki, dan kedamaian yang abadi; menegakkan hak-hak Allah sekaligus menyinari dunia dengan nur cahaya petunjuk-Nya sehingga menjadi sumber Perdamaian Dunia. Di zaman Imam Mahdi ini berbagai peperangan  [atas nama agama] akan diakhiri. Berdasarkan hal inilah keberadaan Khilafat ala min hajjin nubuwwah akan terus berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhat Muslih Mau'ud r.a. bersabda, ada tiga hal pokok yang diperlukan untuk menyebar-luaskan nur cahaya petunjuk hidayah Ilahi, ialah, Wahyu Ilahi itu sendiri, Kenabian, dan Khilafat. Selama kaum Mukminin sejati menjaga keteguhan iman mereka dan tetap beramal shalih, maka kemajuan nur cahaya petunjuk Ilahi ini pun akan terus berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa menerima berkat nur Allah Taala ini, dan tidak akan pernah dimahrumkan daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan kaum Muslimin sesama saudara kita lainnya mau menyadari kenyataan ini, maka pihak lain pun tidak akan berani menciptakan berbagai masalah dan menentang Islam. Ini dikarenakan ada kekuatan di dalam persatuan, yang untuk itulah Hadhrat Imam Mahdi a.s. diutus,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini ada sedikit kehebohan yang terkait dengan penentangan mereka terhadap pembangunan menara masjid Jamaat di Switzerland. Padahal, hampir semua gereja mereka pun ada menaranya. Maka apa salahnya dengan minaratul-masjid ? Pada beberapa kasus, kehebohan ini memang sengaja ditimbulkan sebagai bagian dari gerakan anti-Islam mereka yang tampak sebagai suatu persengkongkolan berpengaruh, yang selanjutnya akan menuntut beberapa hal lainnya.  Semoga dengan karunia Allah Taala, Dia berkenan untuk melindungi kita dari semua keburukan. Kita perlu berdoa semoga Allah Taala menggagalkan setiap rencana makar musuh-musuh Islam, sehingga menemui kegagalan. Amin !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;Ikhtisar Khutbah Jumah Hadhrat Khalifatul Masih V Atba pada 4 Desember 2009, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK.&lt;br /&gt;translated By: MMA /LA, 12/08/09&lt;br /&gt;edited by: abn&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-7961760909657932872?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/7961760909657932872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/7961760909657932872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/12/sifat-nur-allah-swt-bagian-1.html' title='Sifat An-Nur Allah SWT (bagian 1)'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-2906205738246388373</id><published>2009-12-01T22:21:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T22:31:26.702-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumat'/><title type='text'>Sifat Al Wali Allah Swt (bagian 5)</title><content type='html'>&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Salah satu  dari perwujudan sifat Al Wali Allah Swt adalah dalam bentuk para pengikut dan pengkhidmat para Rasul Allah yang muttaqi, yakni betapa Allah Swt mewujudkan sifat Sahabat dan Maula (Pelindung) bagi hamba-Nya; maka begitupun sebaliknya manusia seharusnya menjadi wali atau sahabat Allah yang sejati. Sudah barang tentu, derajat tertinggi sebagai Waliullah ini dikaruniakan kepada Rasulullah Saw, sebagaimana firman Allah ini,&lt;br /&gt;نَحْنُ اَوْلِيٰٓـؤُکُمْ فِىْ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِىْ الْاٰخِرَةِۚ وَلَـكُمْ فِيْهَا مَا تَشْتَهِىْۤ اَنْفُسُكُمْ وَلَـكُمْ فِيْهَا مَا تَدَّعُوْنَؕ‏&lt;br /&gt;‘Kami adalah Sahabat Penolong-mu dalam kehidupan dunia dan Akhirat. Dan bagi kamu di dalamnya apa yang didambakan oleh rohanimu dan juga segala apa yang kamu minta.’ (Surah 41/Ha Mim Sajdah, ayat 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insan yang paling dikaruniai oleh pernyataan Allah Taala ini adalah Rasulullah Saw; orang yang paling dikasihi-Nya; wujud yang karenanya alam semesta ini diciptakan; dan yang oleh karenanya Allah Taala mewujudkan sifat Al Wali-Nya sejak beliau lahir hingga ke liang lahat. Allah Taala memberikan jaminan kepada beliau sebagai berikut:&lt;br /&gt;وَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ&lt;br /&gt;‘…Dan Allah akan melindungi engkau dari manusia…’ (S.AlMaidah:68); yakni Allah Taala melindungi Rasulullah Saw dari segala macam ancaman marabahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bersembunyi dalam sebuah goa kecil dalam perjalanan Hijrah dari Mekkah ke Madinah, Rasulullah Saw meyakinkan  Hadhrat Abu Bakar r.a. dengan ucapan:&lt;br /&gt;لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَا‌ۚ&lt;br /&gt;‘…Janganlah engkau bersedih, karena sesungguhnya Allah beserta kita…’(S.At Taubah:40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan kekuatan daya quwwat qudsiyyah Rasulullah Saw, perwujudan sifat Al Wali Allah Swt kepada kaum mukminin dapat terlihat juga di antara para sahabah beliau. Ketika Allah Taala mengutus Hadhrat Masih Mau'ud a.s., beliau pun banyak menyaksikan berbagai peristiwa betapa Allah Taala telah menjadi Wali beliau a.s..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara salah seorang sahabah Rasulullah Saw, Hadhrat Zubair bin Abdullah bin Zubair meriwayatkan, bahwa ayahnya berfirasat bahwa dirinya akan syahid dalam suatu peperangan. Maka beliau pun berwasiat agar segera melunasi hutang-hutangnya dengan cara menjual harta benda miliknya. Beliapun memberikan beberapa perintah khusus lainnya. Ia menasehati anaknya itu, manakala ia menghadapai menghadapi masalah pembayaran hutang, berdoalah meminta bantuan Sang Maula (Pelindung) beliau. Maka Abdullah bin Zubair pun bertanya kepada ayahnya itu, siapakah Sang Maula beliau ?  Beliau menjawab: Dia-lah Allah !  Dikisahkan kemudian, setiap kali anaknya ini menghadapi kesulitan membayar hutang-hutangnya, ia pun berdoa: ‘Wahai Sang Maula Zubair, bantulah aku untuk melunasi hutang-hutangnya’. Ternyata kemudian, persoalannya itu dapat teratasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, beberapa orang Sahabah Rasulullah Saw diminta oleh suatu suku yang licik untuk mengajari mereka tarbiyat pengetahuan agama. Namun kemudian mereka mensyahidkan semuanya. Salah seorang Sahabah tersebut adalah Ahsan bin Thabit r.a.. yang akan mereka penggal kepalanya untuk direndam di dalam alkohol kemudian diminum oleh seorang wanita kaum kufar tersebut disebabkan Ahsan bin Tsabit ini telah menewaskan dua orang anaknya pada Perang Uhud. Akan tetapi, sekawanan lebah penyengat menghalang-halangi niat buruk mereka untuk mendekati jenazah Ahsan yang sudah tergeletak di tanah. Mereka pun memutuskan akan kembali lagi di malam harinya. Namun kemudian hujan deras datang mengguyur hingga terjadi banjir bandang yang menhanyutkan jenazah Ahsan tersebut. Diriwayatkan, ini dikarenakan ketika baiat masuk Islam. ia berikrar bahwa dirinya tidak akan menjahili jenazah seorang pun kaum kufar; begitu pun sebaliknya, mereka tak akan menjahili jenazahnya manakala disyahidkan. Ketika Hadhrat Umar r.a. yang kemudian menjadi Khalifah dikabari peristiwa ini, beliau berujar: 'Allah Taala melindungi (al Wali) kaum mukminin’. Demikianlah betapa Allah Taala telah melindungi jenazah Ahsan bin Tsabit r.a..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, Rasulullah Saw mengirimkan serombongan Sahabah dalam suatu tugas ekspedisi dengan hanya berbekal sekarung kurma; sehingga akhirnya setiap orang Sahabah itu hanya kebagian satu butir kurma, itupun hanya untuk diisap-isap supaya awet. Setelah tak ada lagi makanan, mereka pun merendam beberapa jenis dedaunan yang ditemui untuk kemudian dimakan. Sampai akhirnya, mereka menemukan seekor ikan besar di tepi pantai. Namun, dikarenakan sudah mati, mereka memutuskan tidak akan memakannya. Tetapi ketika mereka sadar, bahwa mereka tengah ditugaskan oleh Rasulullah Saw, dan sedang dalam keadaan terdesak, oleh karena itu mereka merubah keputusan, yakni akan memakannya. Ikan tersebut demikian besar hingga cukup untuk sebulan. Bahkan minyaknya pun dapat dimanfaatkan. Tak pelak, kiriman ransum ini adalah dari Allah Taala. Ketika sudah kembali di tempat, mereka melapor kepada Rasulullah Saw, yang menjawab, bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah cara Allah Taala menolong para Sahabah Rasulullah Saw. Allah Taala menyatakan kepada mereka beriman sempurna kepada-Nya, yang yakin sepenuhnya dan bertaqwa sejati kepada-Nya, sebagai berikut,&lt;br /&gt;وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ&lt;br /&gt;‘Dan, Dia akan memberikan rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka…’ (S.Ath Thalaq:4).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala memenuhi berbagai macam janji-Nya kepada kaum mukminin di dunia ini dan memperkuat keimanan mereka, juga di akhirat nanti. Dan untuk memenuhi janji-Nya sebagai berikut,&lt;br /&gt;وَّاٰخَرِيْنَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوْا بِهِمْ&lt;br /&gt;‘Dan begitu pula kepada kaum lain di antara mereka, yang belum pernah bertemu dengan mereka…’ (S.Al Jumah:4), Allah Taala mengutus Hadhrat Masih Mau'ud a.s.. lalu mengaruniai kaumnya dengan perwujudan sifat-Nya sebagai Al Wali bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Idrud Din sahib mendengar dari seseorang, bila ingin menjadi seorang wali’ullah, pergilah ke Qadian. Maka beliau pun segera mengirimkan surat pernyataan baiatnya kepada Hadhrat Masih Mau'ud a.s..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maulana Ghulam Raziki sahib menuturkan, bahwa beliau sering berbincang-bincang dengan sahabatnya, Chaudhry Nawab Khan mengenai keagungan rohani Hadhrat Masih Mau'ud a.s.. Suatu kali mereka berbincang mengenai hal yang terkait dengan Hadhrat Maulana Nuruddin r.a., yakni ketika beliau ditanya apa yang didapatkan setelah baiat kepada Hadhrat Masih Mau'ud a.s. mengingat diri beliau sendiri sudah berderajat rohani istimewa (Maulana) ? Beliau r.a. menjawab: Banyak hal lain lagi yang berhasil dapatkan, dan yang paling bermakna adalah jika sebelumnya hamba ini mendapat karunia melihat Rasulullah Saw dalam mimpi ketika sedang tidur, kini setelah baiat, hamba dapat melihat Hadhrat Rasulullah Saw bahkan ketika masih dalam keadaan terjaga. Kemudian beliau menambahkan, faedah lainnya setelah menjadi sahabah Hadhrat Masih Mau'ud a.s., cinta duniawi enyah dari kalbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chaudhry Allah Daard sahib suatu kali bertanya kepada Maulana Ghulam Raziki apakah benar dengan membaca suatu doa tertentu dapat membantu mengatasi masalah keuangan ? Beliau menjawab: Benar ! Suatu kondisi rohani tertentu dapat membantu masalah ini teratasi, Kemudian beliau menawarkannya kepada Chaudhry Allah Daard bila beliau mengalami suatu kondisi rohani tertentu, beliau akan menuliskan doa khas yang didapat lalu memberikannya kepada Chaudhry Allah Daard; lengkap dengan pesan agar selalu membawanya. Maka Daard sahib pun menyimpan tulisan doa tersebut di dalam lipatan sorbannya. Alhamdulillah, Allah Taala mengabulkan doa tersebut sedemikian rupa, sehingga ia memperoleh berkatnya sepanjang tahun. Namun kemudian, karena satu dan lain hal, tulisan doa tersebut hilang, maka kemustajabannya pun berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim Muhammad Ismail sahib menuturkan, ketika anaknya dikhitan, secara tak sengaja salah satu pembuluh darahnya ikut terpotong sehingga sang bayi menjadi demikian menderita disebabkan banyak kehilangan darah. Panik oleh situasi darurat tersebut, ia pun begegas kesana kemari mencari obat; namun kebetulan berpapasan dengan Maulwi Sher Ali sahib, maka ia pun menyampaikan hal musibah tersebut kepada beliau sambil memohon doa. Maulwi Sher Ali sahib segera mengangkat kedua-tangan beliau untuk berdoa. Ketika sang ayah ini sudah kembali di rumah, ia menyuruh istrinya untuk menyusui sang bayi tersebut. Yang segera saja ia Iahap sebagaimana bayi sehat layaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Hussain Jhelumi sahib mengisahkan, ada seorang wanita ghair-Ahmadi yang telah lama menikah namun belum dikaruniai seorang pun anak. Suatu hari ia mendengar Maulwi Sher Ali sahib sedang ada di kotanya, ia pun bertanya apakah beliau dapat memberikan sesuatu isim (azimat) ?  Muhammad Hussain Jhelumi sahib menjawab, tak ada; namun Maulwi sahib dapat dimintai doa. Setahun setelah didoakan, wanita itu dikaruniai seorang anak laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maulana Ghulam Raziki menuturkan, berkat pengkhidmatan Tablighnya, beliau dikaruniai keluhuran rohani sehingga doa-doanya cepat terkabul. Suatu hari,  Chaudhry Allah Daard sahib, yang belum menerima kebenaran Islam Ahmadiyah dan menderita penyakit asthma yang sudah khronis mengeluhkan keputus-asaannya terhadap penderitaannya itu. Ia berkata sudah berusaha dengan berbagai cara untuk mengobatinya, namun dokter mengatakan jenis penyakitnya itu tak bisa disembuhkan. Maulana Ghulam Raziki menyergah, putus asa dan iman tak mungkin dapat bersatu. Kemudian beliau pun meminta segelas air lalu berdoa sambil menyebut-nyebut sifat Allah Al Shafi (Yang Menyembuhkan) sedemikian khusunya, Tak lama kemudian setelah meminumnya,  Chaudhry Allah Daard sahib sembuh total, tidak pernah menderita penyakit asthma lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur menyampaikan satu peristiwa lain yang terkait dengan kemakbulan doa-doa Maulana Ghulam Raziki, yakni, ada sejumlah ghair-Ahmadi di desa tetangganya mendengar kemakbulan doa beliau datang menemui untuk memohon doa untuk anggota keluarganya yang tengah menderita penyakit tuberculosis. Ayah Maulana Ghulam Raziki meminta beliau agar datang saja ke desa orang-orang tersebut dan berdoanya di sana. Dengan karunia Allah Taala, tak lama setelah Maulana Ghulam Raziki mendirikan Salat pasien tersebut merasa lebih baik. Namun, meskipun penduduk desa itu percaya kepada Jamaat Ahmadiyah, mereka tidak mau baiat. Allah Taala mengabari Maulana Raziki sahib, bahwa sebenarnya orang tersebut dikaruniai kesembuhan sebagai bukti kebenaran Ahmadiyah, Maka, bila ia tidak mau baiat menerima kebenaran Islam Ahmadiyah ia akan mati pada suatu hari dan tanggal tertentu. Begitulah kehendak Ilahi, pasien yang sudah membaik tersebut kambuh lagi penyakitnya dan tepat pada tanggal yang sudah dikabar gaibkan, orang itu pun meninggal. Namun, sungguh mengherankan, keluarga tersebut tetap tidak baiat menerima kebenaran Islam Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari datang seseorang untuk mencobai Hadhrat Maulana Hakim Nuruddin r.a. yang sedang sibuk berpraktek pengobatan, lalu orang itu menitipkan uangnya sebanyak 200 Rupees untuk selama beberapa hari. Tak lama kemudian, datang pula seseorang yang lain lagi meminjam uang 100 Rupees kepada beliau. Maka beliaupun meminjamkannya dari uang titipan tersebut  Dan menyimpan tanda terimanya bersama sisanya. Tak lama kemudian si penitip uang itu datang kembali seraya berkata bahwa ia berubah pikiran, ia ingin mengambil uangnya kembali dalam tempo satu jam. Lalu ia pun pergi. Ketika ia kembali,  Hadhrat Maulana Nuruddin berkomentar: 'Adalah keliru percaya begitu saja kepada orang lain. Aku telah berbuat kekeliruan, namun lihatlah betapa Sang Maula-ku telah menolongku'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang itu pergi, dalam waktu satu jam itulah Hadhrat Maulana Hakim Nuruddin r.a. tiba-tiba mendapatkan 100 Rupees dari sesuatu sumber lain, sehingga beliau pun dapat mengembalikannya dengan utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, 'Allah Swt menyatakan, barangsiapa memusuhi seorang insan yang telah menjadi wali-Nya, berarti orang itu menantang perang terhadap Tuhan.' Para Waliullah itu seumpama telah menjadi 'anak-anak Tuhan'. Maka apabila ada yang menentang mereka, hasrat Allah Taala untuk menjaga kemuliaan martabat mereka pun terbangkitkan. Waliullah adalah mereka yang telah mengabaikan dirinya dan segala keinginan pribadinya di jalan Allah untuk mengikuti segala kehendak-Nya.  Maka apabila ada yang menentang seorang mukmin yang demikian, mungkinkah yang menentang tersebut dapat disebut mukminin ? Niat mencederai seorang wujud yang tengah mendapat tugas amanat Ilahi tak akan pernah membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur bersabda, Allah Taala senantiasa menunjukkan ghairat-Nya terhadap kemuliaan martabat Hadhrat Masih Mau'ud a.s., dan senantiasa melanjutkan sunnah-Nya itu. Akan tetapi bagi mereka yang tidak mau menyadari kenyataan ini, tentulah tidak akan memahaminya. Hubungan erat Allah Taala dengan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. serta Jamaat beliau tetap berlangsung hingga hari ini. Allah Taala senantiasa memperlihatkan ghairat-Nya kepada para mukhlisin yang bersimpuh kepada-Nya, mendapatkan qurb-Nya lalu menjadi wali-Nya. Mereka yang mukhlis dalam mencari keridhaan Allah tidak akan pernah disia-siakan.&lt;br /&gt;Huzur selanjutnya membacakan suatu doa panjang Rasulullah Saw. Kemudian mengumumkan syahidnya dua orang Ahmadi. Pertama, Rana Salim Ahmad sahib dari Jamaat Sangher, Pakistan yang disyahidkan kemarin ketika keluar dari masjid. Beberapa orang pengecut menembak beliau dari kejauhan. Almarhum adalah seorang pendidik, anggota Musi yang sangat aktif dalam Jamaat, serta mengelola sebuah sekolah yang sangat disukai masyarakat di daerahnya. Almarhum meninggalkan seorang istri, dua orang anak perempuan serta seorang anak laki-laki. Semoga Allah meninggikan maqom arwah almarhum dan memberikan ketawakalan kepada yang ditinggalkan. Kedua, adalah Giani Abdul Latif sahib, seorang Darwish yang meninggal beberapa hari yang lalu pada usia 82 tahun. Almarhum adalah salah seorang dari 313 Darwish zaman Hadhrat Muslih Mau'ud r.a. yang menjaga Qadian. Ragam pengkhidmatannya di Jamaat antara lain adalah sebagai manager surat kabar Al Fazl. Tatkala [Jamaat] dilanda kesulitan ekonomi, beliau tetap ceria dan senatiasa menggembirakan orang-orang di Jamaatnya. Salah seorang anak beliau kini adalah Sadr Lajnah Jamaat Qadian, dan banyak lagi anak-anaknya yang berkhidmat di dalam Jamaat. Semoga Allah Taala senatiasa memudahkan mereka semua untuk mengikuti jejak langkah pengkhidmatan sang ayah. Semoga Allah Taala meninggikan maqom kedua almarhum. Selanjutnya Huzur mengumumkan akan mengimami Salat jenazah gaib bagi kedua arwah, bada Jumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;Ikhtisar Khutbah Jumah Hadhrat Khalifatul Masih V Atba pada 27 November 2009, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;translated By: MMA / LA12/01/09&lt;br /&gt;edited by: abunaweed&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-2906205738246388373?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/2906205738246388373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/2906205738246388373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/12/sifat-al-wali-allah-swt-bagian-5.html' title='Sifat Al Wali Allah Swt (bagian 5)'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-3053228123462447100</id><published>2009-11-24T21:28:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T22:15:22.255-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumat'/><title type='text'>Sifat Al Wali Allah Swt (bagian 4)</title><content type='html'>Betapa rapuhnya mengandalkan bantuan duniawi dibandingkan dengan mantapnya bantuan Allah Swt yang Dia senantiasa karuniakan kepada mereka yang menjadikan Allah sebagai Wali (Sahabat, Penolong)-nya.&lt;br /&gt;Firman ALlah dalam Al-Quran ayat 42 Surah Al Ankabut,&lt;br /&gt;مَثَلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡلِيَآءَ كَمَثَلِ ٱلۡعَنڪَبُوتِ ٱتَّخَذَتۡ بَيۡتً۬ا‌ۖ&lt;br /&gt;yang terjemahannya sebagai berikut: ‘Permisalan orang-orang yang mengambil selain Allah sebagai penolong-penolong adalah seperti permisalan laba-laba yang membuat rumahnya. Dan sesungguhnya, selemah-lemahnya rumah adalah rumah laba-laba, seandainya mereka itu mengetahui !’ (29:42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah jelas dari pernyataan ayat ini, yakni, betapa malangnya bangsa tersebut yang telah meninggalkan khazanah dan sifat Al Wali Allah Swt lalu mencari-cari sumber bantuan lain. Mata mereka nanar demi melihat keuntungan yang bersifat sementara, dan merendahkan faedah [bantuan Ilahi] yang bersifat permanen. Berbagai sumber dan atribut dunia tersebut membuat mereka mengabaikan Keridhaan Allah Taala. Alih-alih menjadi waliullah, yakni sahabat Allah, mereka bersahabat dengan tuhan-tuhan lain selain Allah. Alih-alih masuk ke dalam kuatnya pertahanan perlindungan Ilahi, mereka mengandalkan jalinan perlindungan duniawi semisal jejaring laba-laba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Beberapa ayat yang mendahului ayat 42 Surah Al Ankabut yang telah dibacakan tadi mengemukakan kisah Karun dan kaumnya. Juga nasib kaum Ad, Tsamud, dan Luth yang melupakan keberadaan Tuhan, dengan menjadikan duniawi sebagai dambaan utama mereka. Sesungguhnya, harta kekayaan dan tingginya peradaban suatu bangsa tak ada artinya manakala taqdir Ilahi telah diputuskan. Al Qur’an Karim telah mengemukakan di banyak tempat betapa berbagai  bangsa terdahulu itu menjadi musnah disebabkan mereka berlindung kepada berbagai kekuatan yang bersifat sementara, alih-alih berlindung kepada Allah Swt. Dari berbagai kisah nasib beberapa kaum terdahulu tersebut kita diingatkan: Hanya sekedar pernyataan iman di mulut saja tidaklah cukup; melainkan harus diupayakan hingga mencapai derajat waliullah, lalu menjaga kemuliaan status rohani tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman itu, harta kekayaan Karun terbukti tidak dapat menyelamatkan seorang pun yang berhubungan dengannya. Pendek kata, tak akan ada satu pun kekuatan khazanah harta kekayaan yang dipakai untuk melawan Kehendak Allah dapat menyelamatkan diri dari hukuman-Nya. Harta kekayaan Karun nyatanya tidak dapat menghilangkan wabah kelaparan rakyat banyak, Bahkan Firaun pun tak dapat menyelamatkan bangsanya; mereka tak memperoleh bantuan dari jejaring yang mereka ciptakan yang tak ubahnya semisal jaring laba-laba belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman sekarang ini dunia hanya menginginkan harta dari mereka yang kaya, atau berusaha sedapatnya memanipulasi demi harta kekayaan.  Berbagai negara miskin mengemis meminta bantuan beberapa negara kaya karena mereka berpikir kelangsungan hidup mereka terletak pada membungkukkan diri mereka di hadapan beberapa negara adidaya tersebut. Para pemimpin mereka yang hanya mementingkan diri sendiri itu mempertaruhkan nasib bangsanya ke dalam suatu resiko. Hal ini tampak jelas ketika berbagi masalah dalam negeri di beberapa negara tersebut mencuat. Berbagai pemimpin negara Muslim itu secara tak patut menggadaikan negara mereka disebabkan lemahnya keimanan mereka kepada Allah Swt. Maka oleh karena itu tak akan ada lagi yang sanggup mengelakkan keputusan Allah Taala.&lt;br /&gt;Berbagai kisah tentang Firaun, Karun, dlsb  di dalam Al Qur’an bukan hanya sekedar pelajaran sejarah, melainkan sebagai bahan renungan bagi kaum mukminin agar senantiasa memeriksa kondisi kerohanian dan berusaha meningkatkan keimanan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala berfirman tentang Karun,&lt;br /&gt;فَخَسَفۡنَا بِهِۦ وَبِدَارِهِ ٱلۡأَرۡضَ فَمَا ڪَانَ لَهُ ۥ مِن فِئَةٍ۬ يَنصُرُونَهُ ۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُنتَصِرِينَ&lt;br /&gt;‘Maka karena itu Kami membenamkannya Karun beserta rumahnya ke dalam bumi, dan tidak ada baginya satu golongan pun yang menolongnya selain Allah, dan tidak pula ia termasuk orang-orang yang dapat membela diri. (28:82).&lt;br /&gt;Apabila suatu bangsa mencari-cari bantuan asing dari beberapa negara kaya, maka dapat dipastikan mereka pun akan melupakan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak krisis ekonomi pada beberapa tahun yang lalu, seluruh dunia terguncang. Hal ini terutama disebabkan kebijakan ketat pinjaman kredit. Meskipun banyak berbagai pernyataan mengatakan sudah ada berbagai petanda yang membaik, namun dunia tetap belum keluar sepenuhnya dari krisis tersebut. Berbagai dampaknya masih tampak nyata. Tingkat pengangguran masih meluas. PHK masih berlangsung setiap hari. Masih ada kekhawatiran untuk menanam modal investasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, negara-negara miskin masih juga memburu berbagai bantuan dari beberapa kekuatan dunia. Padahal Al Qur’an Karim telah memberikan contoh kisah Firaun yang telah terbukti gagal dalam mengandalkan kekuatan duniawi mereka. Di saat-saat akhir kekuasaannya, jangankan kekuatan kerajaannya, bahkan kepongahan majlis ulama yang diciptakannya pun tak dapat menyelamatkan dirinya. Ketika sifat takaburnya itu tengah memuncak, Firaun itu menyeru kepada Haman, ketua majlis ulamanya,&lt;br /&gt;وَقَالَ فِرۡعَوۡنُ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَأُ مَا عَلِمۡتُ لَڪُم مِّنۡ إِلَـٰهٍ غَيۡرِى فَأَوۡقِدۡ لِى يَـٰهَـٰمَـٰنُ عَلَى ٱلطِّينِ فَٱجۡعَل لِّى صَرۡحً۬ا لَّعَلِّىٓ أَطَّلِعُ إِلَىٰٓ إِلَـٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّى لَأَظُنُّهُ ۥ مِنَ ٱلۡكَـٰذِبِينَ&lt;br /&gt;yang terjemahannya: ...kemudian, buatlah bagiku sebuah bangunan tinggi, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa, meskipun aku yakin ia termasuk orang-orang pendusta.’ (28:39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ketika menyadari ajalnya sudah mendekat, Allah Taala pun memaksanya untuk berteriak mengakui, &lt;br /&gt;حَتَّىٰٓ إِذَآ أَدۡرَڪَهُ ٱلۡغَرَقُ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُ ۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱلَّذِىٓ ءَامَنَتۡ بِهِۦ بَنُوٓاْ إِسۡرَٲٓءِيلَ وَأَنَا۟ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ&lt;br /&gt;yang artinya: ‘…hingga ketika ia hampir tenggelam, ia (Firaun) berkata, “Aku percaya, sesungguhnya Dia tiada Tuhan selain yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang yang menyerahkan diri.” (10:91).&lt;br /&gt;Jadi, ketika sifat takaburnya tersebut tengah memuncak, Firaun menyeru akan menaiki puncak obelisk, suatu menara tinggi agar dapat melihat  Tuhannya Musa, namun tak lama kemudian, ketika sudah menyadari dirinya akan tenggelam, ia pun  menyatakan beriman kepada Tuhannya Bani Israil. Hal ini jelas menunjukkan bahwasanya ia tidak menyembah Tuhan yang sejati, yakni Tuhannya Musa a.s..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhrat Musa a.s. sama-sama dibesarkan di rumah istana Firaun itu, yang oleh karena itu tentulah beliau pun sudah berkali-kali ber-Dawat Ilallah kepadanya. Namun Tuhannya Musa di sini tidaklah berkonotasi sama dengan 'tuhan' yang disembahnya, Maka Allah membuatnya terpaksa untuk mengakui dan berseru: “[Aku beriman kepada] Tuhannya Bani Israil”; yakni kaum yang ia senantiasa aniaya hingga seolah-olah tak ada yang dapat menolong mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman sekarang ini, status berbagai bantuan dunia sudah mereka persamakan sebagai 'tuhan', namun mereka tidak menyadarinya. Jangankan tingkat kenegaraan, sedikit saja berhubungan dengan seorang anggota DPR daerah, maka mereka pun mulai memandang rendah kaum lain. Hal ini umum terjadi di berbagai negara yang mereka sebut sebagai 'negara-negara yang sedang membangun' (developing countries), meskipun pada hakekatnya tak ada yang berhasil dibangun. Namun, demikianlah mereka mengistilahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pakistan, keadaan yang sama seperti ini sudah melampaui batas. Kaum penganiaya tersebut tidak menyadari, pemilik kerajaan yang sejati adalah Allah. Manakala taqdirnya sudah diputuskan, kekuasaan sekuat Firaun pun harus berhadapan dengan-Nya. Oleh karena itu, takutlah kepada Allah yang sebenar-benarnya, apalagi jika sedang berkuasa. Jika tidak, semuanya adalah hampa belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula di antara mereka itu yang menjadikan asma Allah sebagai gerakan ritual jasmani belaka.  Mereka itulah yang mengandalkan hidupnya dalam jejaring laba-laba. Iman mereka hanya kepada harta kekayaan, kepada sistem koneksi, kepada faksi partai mereka, dan bahkan kepada kelompok gangster mereka. Mereka tidak menyadari, sesuatu kekuatan yang lebih besar, yang amat peka terhadap kebutuhan mereka, hanyalah Allah Taala semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala telah berkali-kali menasehati kaum Muslimin agar bertaqwa dan menjadikan Allah sebagai perisai diri serta ingat sepenuhnya, bahwa hanya Dia itulah yang bersifat baqa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang penting untuk membuat berbagai rencana dan persiapan matang, serta mengambil faedah dari perhubungan pergaulan. Adalah penting untuk kelangsungan hidup suatu kaum untuk menjaga perhubungan sosial mereka; untuk saling mencari dan memberi pertolongan. Namun kesemuanya itu haruslah didasari kepada peraturan Ilahi.&lt;br /&gt;Mukmin sejati tidak akan pernah berpikir bahwa suatu rencana atau persiapan sematang apapun adalah segalanya. Sebaliknya, jika tidak ada bantuan Ilahi, tak akan berhasil meskipun sekecil-kecilnya. Untuk itulah Dia telah mengajari kita suatu doa yang makbul sejak di awal-awal pembukaan Al Qur’an Karim,&lt;br /&gt;إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ&lt;br /&gt;yakni, “Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah, dan hanya kepada Engkau pula-lah kami memohon pertolongan’ (1:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa ini menegaskan, hanya Allah-lah yang memudahkan kita untuk dapat beribadah dan hanya Dia pula yang dapat mengabulkan segala kebutuhan kita.  Demikian pentingnya doa ini, oleh karena itulah kita diwajibkan untuk membaca doa ini pada setiap kali Salat. Jika kita membutuhkan sesuatu, pertama-tama adalah bersimpuh berdoa di hadapan Allah Swt, barulah kemudian menjalankan berbagai rencana dan persiapan. &lt;br /&gt;Menjaga keluruhan rohani dan memelihara ketaqwaan adalah sangat penting bagi mukminin sejati. Dengan mengemukakan permisalan jejaring laba-laba, Allah Taala mengingatkan pernyataan iman hanya dimulut belaka tidaklah cukup, karena tidak akan membawa najat keselamatan. Najat keselamatan hanya akan dapat diperoleh dengan karunia Allah dengan cara melaksanakan ajaran-Nya; dengan meningkatkan derajat maqom kerohanian yang untuk itulah Allah mengirimkan syariat agama. Ajaran hakiki suatu agama adalah untuk menggalang habluminallah yang sejati.  Kewajiban insan yang berfitrat lurus adalah mencari Tuhan lalu mempraktekkan berbagai perintah-Nya. Inilah alasannya para rasul Allah diutus, dan ini pulalah tujuan utama kedatangan Hadhrat Masih Mau'ud a.s..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau a.s. bersabda: 'Aku diutus untuk menarik kembali domba-domba yang hilang; untuk kembali kepada Tuhan mereka dengan cara yang memikat hati, sabar, ramah dan lemah lembut; sekaligus memperlihatkan kiat menuju nur Ilahi sebagaimana yang Allah Taala telah karuniakan kepada-ku'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau a.s. pun menulis: ‘Aku diutus untuk menguatkan keimanan, dan untuk membuktikan keberadaan Allah Taala bagi manusia yang keimanannya telah menjadi lemah; dan meneguhkan keyakinan adanya kehidupan setelah mati bukan sebagai dongeng belaka. Perilaku manusia memperlihatkan bahwa mereka itu tidak beriman dan tidak yakin kepada Allah dan Hari Akhirat sebagaimana mereka begitu yakin kepada kekuatan dan sumber daya materi duniawi. Lidah mereka banyak berucap, namun kalbu mereka dipenuhi oleh kecintaan akan duniawi…; Aku diutus untuk menegakkan kebenaran dan menghidupkan kembali keimanan serta memenuhi kalbu manusia dengan ruh ketakwaan.’ (Essence of Islam, Jld. IV, hlm.110) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ajaran Al Qur’an ada di hadapan mereka, namun kalbu mereka terluput dari pengaruh kebaikannya. Inilah mengapa sebabnya manakala dunia sudah melupakan Tuhan, maka Dia pun mengutus insan pilihan-Nya beserta Jamaahnya untuk menegakkan kembali kerajaan-Nya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak jelas sekarang ini dari berbagai macam perkara yang timbul, dunia telah melupakan Tuhan. Jangankan bangsa-bangsa ghair-Muslim, bahkan kaum  Muslimin pun kini telah menjadi sangat materialistis. Kedatangan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. adalah untuk menjalankan ajaran Al Qur’an Karim yang telah berhasil ditegakkan pada 1,500 tahun yang lalu oleh Rasulullah Saw. Inilah ajaran yang telah berhasil membina hubungan komunikasi yang hidup antara manusia dengan Tuhannya. Sehingga, ritual peribadatan sejalan dengan berbagai kewajiban sosial demi untuk meraih keridhaan Allah Swt. Kondisi ini telah dapat diciptakan berkat kekuatan quwwat qudsiyah Rasulullah Saw yang telah terbukti nyata benar-benar hanya untuk mencari Keridhaan Ilahi. Untuk zaman sekarang ini Hadhrat Masih Mau'ud a.s. diutus untuk menegakkan tujuan yang sama; oleh karena itu kita kaum Ahmadi perlu memeriksa diri masing-masing, apakah kita telah ikut dalam sesuatu peran di dalamnya ? Apakah kita sudah berkeinginan untuk menjadikan Allah sebagai al-Wali kita ? Ataukah kita telah menjadikan sesuatu jabatan atau pangkat dan kebesaran duniawi sebagai sahabat ? Terkecuali sudah mencapai saat menjadikan Allah sebagai andalan utama dan mengenyampingkan sesuatu lainnya, barulah dapat dikatakan sebagai mukmin yang sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak diragukan lagi, kita dapat mengatakan sebagai termasuk orang-orang yang beriman; akan tetapi sudahkah mempraktekkan ajaran-Nya sedemkian rupa hingga menjadikan Allah sebagai perisai diri ? Hal inii dapat tercapai apabila segala amal perbuatan kita semata-mata hanya untuk Allah. Kita tidak akan sekedar membaca perkara pentingnya menjadi waliullah ini, melainkan bertekad akan meningkatkan kerohanian kita hingga ke maqom yang setinggi-tingginya, hingga mencapai tahap nafs-muthmainah. Inilah mengapa sebabnya Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda: Jadilah waliullah !  Jangan sekedar menjadi pengikut seorang wali Allah'.&lt;br /&gt;Tali perhubungan kita dengan seorang wujud yang dikasihi Allah hendaknya tak terbatas hanya untuk memohon bantuan doanya saja, Adalah termasuk bid'ah bila kita tidak berdoa untuk diri sendiri; tidak mendirikan Salat tetapi mengandalkan perhubungan dengan orang suci untuk memohon doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah yang mengetahui kesucian seseorang. Jika ada seseorang yang dianggap suci dimintai doa lalu ia berkata bahwa ia dekat dengan Tuhan dan doanya makbul akan tetapi ia tidak menasehati si pemohon tersebut agar ia berdoa pula dan mendekatkan dirinya kepada Allah, maka orang tersebut takabur. Alih-alih menggantungkan diri kepada orang lain, berusahalah keras untuk menjadi seorang waliullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sejarah Jamaat Ahmadiyah, seorang waliullah adalah justru seorang wujud yang memiliki hubungan erat dengan Khilafat. Maulana Ghulam Raziki adalah salah seorang yang dimaksud. Meskipun beliau memiliki hubungan yang khas dengan Allah Taala, namun ia senantiasa menasehati orang yang memohon bantuan doa kepada beliau agar menghubungi Hadhrat Khalifatul Masih untuk memohon doanya. Dan beliau pun menasehati si pemohon agar berdoa pula untuk dirinya. Inilah Kewalian yang sejati. Inilah corak waliullah yang sejati yang perlu kita pelihara. Bukan seperti yang dilakukan oleh kaum di luar Jamaat, yang cenderung untuk menziarahi petilasan seorang wali yang telah wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak dilarang untuk memohon bantuan doa orang lain. Kaum mukminin senantiasa saling mohon didoakan. Namun, mereka pun berdoa untuk diri mereka sendiri. Dan juga, mereka itu tidak hanya berdoa ketika sedang dilanda kesulitan.  Waliullah sejati senantiasa menjaga hubungan komunikasi dengan Allah Taala dalam setiap keadaan. &lt;br /&gt;Firman Allah dalam Al-Quran ayat 15  Surah Al An’am,&lt;br /&gt;قُلۡ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّ۬ا فَاطِرِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَهُوَ يُطۡعِمُ وَلَا يُطۡعَمُ‌ۗ قُلۡ إِنِّىٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَڪُونَ أَوَّلَ مَنۡ أَسۡلَمَ‌ۖ وَلَا تَڪُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ &lt;br /&gt;yang artinya: ‘Katakanlah, “Apakah akan aku jadikan yang lain sebagai pelindung selain Allah, Yang menciptakan seluruh langit dan bumi, padahal Dia Yang memberi makan dan Dia tidak diberi makan”. Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menjadi orang pertama yang menyerahkan diri. Dan jangan sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang musyrik”. (6:15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat dungu meninggalkan Sang Pemilik langit dan bumi lalu meminta pertolongan makhluk ciptaan-Nya. Allah telah menyediakan segala kebutuhan untuk kelangsungan hidup manusia, maka sungguh pandirlah menghadapkan wajah kepada sesuatu wujud yang lain hanya dikarenakan terpengaruh oleh status keduniawiannya. Nyatanya, bahkan orang yang paling berpengaruh pun menggantungkan dirinya kepada Allah Taala. Mereka yang mencari-cari bantuan duniawi tidak menyadari bahwa Wujud yang telah menyediakan segalanya bagi manusia telah menyatakan: Mohonlah kepada-Nya secara langsung. Niscaya Dia akan memberikan segala yang dibutuhkan. Dia-lah Dzat yang tidak bergantung kepada aspek materi kebendaan sebagaimana makhluk hidup lainnya. Dialah sumber utama dari segala khazanah. Setiap mukminin hendaknya menyadari dan memastikan diri, bahwa inilah Allah yang mereka sembah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala telah mengajari kita suatu doa kiat untuk mencapai derajat maqom kerohanian yang tinggi, dan senantiasa terus meningkat. &lt;br /&gt;تَأۡوِيلِ ٱلۡأَحَادِيثِ‌ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأَخِرَةِ‌ۖ تَوَفَّنِى مُسۡلِمً۬ا وَأَلۡحِقۡنِى بِٱلصَّـٰلِحِينَ&lt;br /&gt;yang artinya: ‘…Wahai Pencipta seluruh langit dan bumi, Engkaulah Penolong-ku di dunia dan akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan taat, dan gabungkanlah daku beserta orang-orang yang shaleh.” (12:102).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang waliullah sejati tidak akan pernah melupakan Allah baik dalam keadaan senang  mauoun susah. Ia akan senantiasa berdzikir mengingat asma-Nya dalam segala situasi. Mereka pun sibuk berdoa sebagaimana pada ayat Al Quran yang telah disebutkan tadi. Doa ini pun mengajarkan kita untuk mencari kedekatan Ilahi dan peningkatan maqom rohani.   Berbagai kesusahan dan masa-masa sulit tidak membuat pikiran mereka negatif tentang Tuhan, melainkan justru semakin banyak berdoa agar menjadi mukhlisin sejati dalam setiap keadaan, sehingga dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang muttaqin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah dikarenakan sifat tamak akan dunia yang memecah belah dunia menjadi dua blok kekuatan; dan kita menyaksikan, kini konsep [politis] tersebut terjadi lagi. Keberadaan suatu kekuatan adidaya dunia di Afghanistan tampak ingin menguasai beberapa wilayah Pakistan dan Afghanistan. Faktanya, keberadaan mereka itu bertujuan untuk menjaga kekuasaan mereka di kedua daerah tersebut, sekaligus untuk memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia di beberapa negara tetangganya. Pengendalian yang tengah dilakukan oleh beberapa kekuatan adidaya dunia tersebut boleh jadi akan berakhir dengan suatu kesudahan yang mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kaum Muslimin telah dinasehati, bahwa falah, keberhasilan mereka terletak pada perhubungan komunikasi mereka dengan Allah Swt, sebagaimana telah difirmankan-Nya di dalam Surah Ta Ha,&lt;br /&gt;وَأۡمُرۡ أَهۡلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصۡطَبِرۡ عَلَيۡہَا‌ۖ لَا نَسۡـَٔلُكَ رِزۡقً۬ا‌ۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكَ‌ۗ وَٱلۡعَـٰقِبَةُ لِلتَّقۡوَىٰ&lt;br /&gt;yang artinya, ‘Dan perintahkanlah keluargamu untuk Salat dan tetaplah mengamalkannya. Kami tidak meminta kepada engkau rezeki. Kami-lah Yang memberi rezeki engkau. Dan akibat yang baik bagi mereka yang bertaqwa.’ (20:133).&lt;br /&gt;Agar memperoleh peningkatan maqom kerohanian, mukminin sejati haruslah mendirikan Salat dengan tertib dan dawam, beserta seluruh keluarganya.  Bila mukminin berdoa memohon kepada Allah, maka Dia pun akan memelihara kesejahteraan rohani maupun jasmani mereka. Matabat diri dan keluarga pun terjaga. Mereka senantiasa berhubungan dengan Allah Taala pada setiap langkah. Kiat inilah yang akan meningkatkan derajat ketaqwaan, dan sungguh Allah akan memelihara dan menyediakan segala kebutuhan mereka yang bertaqwa kepada-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa  salah satu doa yang buasa Rasulullah Saw (di dalam Sunan Tirmidhi, Kitabush-Shalat), yang artinya sebagai berikut: ‘Ya Allah berilah aku petunjuk sebagaimana dengan mereka yang Engkau telah beri petunjuk; berilah aku keselamatan sebagaimana mereka yang Engkau telah beri keselamatan. Jadilah Sahabat Penolong-ku sebagaimana mereka yang Engkau telah jadikan sahabat. Apapun yang Engkau karuniakan kepadaku, berkatilah atasnya. Lindungilah aku dari segala keburukan yang Engkau telah peringatkan. Sesungguhnya Engkaulah yang memutuskan; tak ada yang dapat memutuskan sesuatu kepada Engkau. Ia yang telah menjadi wali-Mu tak akan pernah menjadi terhina. Ya Allah sungguh Beberkat dan Mulianya Engkau.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua dapat mempraktekkan ajaran Al Qur’an Karim dan senatiasa berlindung kepada Allah, serta dijauhkan dari sifat tamak akan dunia. Semoga pula kita senantiasa memuliakan hak orang lain dan menjadi pewaris doa-doa makbuliyat Hadhrat Masih Mau'ud a.s., serta senantiasa melangkah maju untuk menjadi waliullah. &lt;br /&gt;Kemudian Huzur mengklarifikasi kabar burung yang merujuk kepada perkataan Huzur, bahwa beliau melarang kaum Ahmadi divaksinasi flu babi (swine flu) sebagaimana yang ditawarkan beberapa pemerintahan di Europa dan negara lainnya. Huzur bersabda, beliau sama sekali tidak melarangnya. Beliau hanya berpendapat, bagi mereka yang sensitif (mudah terkena penyakit) seperti anak-anak atau manula, bila diserukan oleh instansi yang berwenang untuk divaksinasi, silahkan. Huzur bersabda, bagaimana mungkin kesimpang-siuran berita ini sampai terjadi. Boleh jadi karena salah difahami, atau mungkin juga dikarenakan terbawa hembusan angin. Huzur bersabda, kabar burung hendaknya dihindari. Amin !&lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhtisar Khutbah Jumah Hadhrat Khalifatul Masih V Atba pada 20 November 2009, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK.&lt;br /&gt;translator: ByMMA /LA, 11/24/09&lt;br /&gt;edited by abunaweed&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-3053228123462447100?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/3053228123462447100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/3053228123462447100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/11/sifat-al-wali-allah-swt-bagian-4.html' title='Sifat Al Wali Allah Swt (bagian 4)'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-2644189429195170048</id><published>2009-11-23T20:54:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T00:34:01.221-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alquran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='korupsi'/><title type='text'>Ajaran Islam Tentang Korupsi &amp; Suap Menyuap</title><content type='html'>Quran surah 2 ayat 189 menyatakan dengan berkenaan dengan segala bentuk suap menyuap: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan, janganlah makan hartamu di antara kamu dengan jalan batil, dan jangan pula kamu serahkan harta itu sebagai suapan kepada para penguasa supaya kamu dapat memakan sebagian harta dengan cara berbuat dosa, padahal kamu mengetahui.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu diantara kejahatan paling keji di dunia ini adalah merampas hak milik orang lain dengan jalan kebohongan, penipuan serta klaim hukum di pengadilan.  Kebanyakan dosa-dosa yang lain hanya merupakan cabang dari dosa ini. Islam mengecam praktik perampasan hak milik orang lain tanpa sepengetahuan dan persetujuan orang itu. Demikian juga, adalah tidak syah mengambil hak milik orang lain dengan jalan pengadilan yang salah. Jika seseorang mengambil harta yang bukan haknya dengan jalan yang tidak benar, makan dia pasti akan hancur, meskipun pengadilan memutuskan bahwa harta itu miliknya. Nabi Karim saw. Bersabda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perhatikanlah! Aku tidak lain adalah seorang manusia seperti kalian. Dan mungkin terjadi bahwa ketika seseorang meminta keadilan kepadaku, karena kefasihannya berbicara maka aku memutuskan harta itu miliknya. Tapi jika harta itu ternyata bukan miliknya, maka keputusanku tidak akan menjadikannya menjadi miliknya di hadapan Allah; Ketahuilah bahwa itu tidak lain melainkan sepotong api; maka jika dia mau silahkan makan api itu, atau tinggalkanlah!” (Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini telah memotong akar kejahatan yang telah mengakar pada jaman ini bahkan pada masyarakat yang mengaku telah maju peradabannya dan telah mendapat pencerahan. Orang pada umumnya tidak menimbang dengan mendalam ketika mempertimbangkan mana yang benar. Hakim memutuskan atas apa yang terlihat. Ketika hakim menyerahkan harta kepada orang itu, dia segera menerimanya dengan tanpa ada rasa penyesalan sedikitpun, meskipun sebenarnya itu bukanlah hak dia.  Tidak penah terpikir olehnya bahwa dalam pandangan Tuhan dia tidak lain melainkan seseorang yang telah merampas paksa harta orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini kebetulan juga sangat mengutuk praktek suap menyuap yang malangnya saat ini sedang sangat merajalela. Di banyak Negara keadilan benar-benar dapat dibeli. Yang lebih parah lagi adalah bahwa dengan praktek seperti ini, seringkali pintu keadilan akan tertutup untuk orang-orang yang benar-benar berhak. Praktek ini terjadi bahkan di Negara-negara barat yang maju dan dianggap lazim terjadi pada beberapa tempat di Negara itu. Nabi Karim saw. Sangat mengecam itu dengan kata-kata yang sangat keras: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang memberi suap dan yang menerima adalah sama, dan keduanya adalah terkutuk” (Tirmizi).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-2644189429195170048?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/2644189429195170048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/2644189429195170048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/11/ajaran-islam-tentang-korupsi-suap.html' title='Ajaran Islam Tentang Korupsi &amp;amp; Suap Menyuap'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-7740766630851480410</id><published>2009-11-16T21:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-05T21:17:47.247-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumat'/><title type='text'>Sifat Al Wali Allah Swt (bagian 3)</title><content type='html'>Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang artinya, Ingatlah ! Sesungguhnya, bagi para Auwliya Allah itu tidak ada hauf, ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka yahjanun, bersedih — Yaitu orang-orang yang beriman dan bertakwa — Bagi mereka ada kabar suka dalam kehidupan di dunia ini dan di akhirat nanti  — Tidak ada perubahan pada firman-firman Allah; Itulah sungguh suatu kemenangan yang besar. [10:63-65]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Auwliya (bentuk jamak dari al-Wali) telah mendapat jaminan dari Allah Taala, bahwa mereka tak akan pernah takut maupun berduka cita selama mereka tetap meningkatkan derajat keimanan dan Taqwa mereka kepada Allah Swt. Bagi para mukminin sejati seperti itu, ada suatu janji bahwa Allah Taala akan menjadi Sahabat dan Penolong mereka. Mereka itulah pewaris berbagai rahmat dan karunia Ilahi, baik di dunia ini maupun di Akhirat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Huzoor selanjutnya memaparkan ciri-ciri khas seorang mukmin sejati adalah, ia yang tetap teguh dalam keimanan mereka meskipun bila ia harus menghadapi kehilangan duniawi, karena ia yakin akan memperoleh ganjaran pahalanya di akhirat nanti sebagaimana telah dijanjikan Allah Swt. Namun, prasyarat pertama dan paling utama untuk itu adalah harus terlebih dahulu memenuhi beberapa kewajiban mereka sebagai Auwliya.&lt;br /&gt;Seringkali dikisahkan betapa seseorang sedemikian rupanya berkorban demi untuk kekasih duniawinya. Maka untuk menjadi Auwliya sejati, haruslah mengikuti segaIa perintah Allah, dan hidup taqwa dikarenakan takutnya kehilangan ridha Allah Swt. Dengan demikian, memang tak mudah untuk menjadi seorang Waliullah.&lt;br /&gt;Selanjutnya berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang artinya, Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Tanda-tanda Kami, adalah orang-orang yang apabila mereka diperingatkan dengannya, mereka menjatuhkan diri bersujud dan bertasbih dengan memuji Tuhan mereka, dan mereka tidak menyombongkan diri. Terpisah jauh lambung mereka dari tempat tidur, mereka berseru kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap, dan mereka membelanjakan dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka. [32:16-17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat Al Quran ini juga mengingatkan, bahwa kaum Mukminin sejati adalah mereka yang berusaha memenuhi kewajiban haququllah (rajin beribadah dan berkorban harta benda) mereka demi untuk memperoleh qurb-Ilahi. Sebab, manakala Allah Taala telah menjadikan mereka itu sebagai Wali-Nya, artinya Dia telah mengampuni dosa-dosa mereka; mereka telah dapat membebaskan diri dari segala dosa yang lalu-lalu maupun yang akan datang. Allah Taala telah menunjukkan jalan ke arah qurb-Nya, agar menjadi Wali-Nya yang merupakan suatu hubungan khas yang demikian istimewa. Namun, pada beberapa kasus, justru manusialah yang tidak mensyukurinya; malah mengikuti jalan fahsya dan munkar alih-alih terhadap keberadaan nyata Allah Swt, sehingga mereka pun menjadi penghuni Neraka jahanam.&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, Allah Taala bersifat Berdiri Sendiri, namun menjadi sumber andalan semua makhluk. Dia tidak membutuhkan seorangpun sahabat; manusialah yang memerlukan dan memperoleh karunia faedah menjadi Auwlia-Nya, yakni suatu persahabatan dengan suatu Dzat yang tidak pernah menelantarkan kekasih-Nya baik di dunia ini maupun di akhirat nanti, serta mengampuni segala kekhilafan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat lain:&lt;br /&gt;yang artinya, Dan katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah, Yang tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kerajaan-Nya; dan tiada bagi-Nya penolong karena kelemahan. Dan sanjunglah keagungan-Nya dengan pengagungan yang sebenar-benarnya. [17:112]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia hendaknya berusaha keras untuk mensucikan qalbunya sedemikian rupa sehingga apabila Allah Taala melihatnya, tak ada lagi satu pun noktah dosa di dalamnya. Jika cara ini sudah dapat mensucikan seluruh jiwanya, maka manusia itu pun akan memperoleh berbagai falah, keberhasilan di dunia ini juga, dan akhir kehidupan yang lebih baik, kelak.&lt;br /&gt;Huzoor selanjutnya menyajikan sebuah Hadith shahih yang mengemukakan, pada Hari Kebangkitan nanti  ada tiga jenis Auwliya (para Sahabat Allah). Allah Taala akan bertanya kepada setiap pemimpinnya masing-masing: Apa alasan mereka melakukan amal shalih ketika hidup di dunia ?  Pemimpin barisan yang pertama menjawab, mereka melakukannya agar mendapatkan Jannah sebagaimana yang dijanjikan. Maka Allah Taala yang telah meridhoi mereka mempersilakan mereka untuk masuk ke dalam Surga.&lt;br /&gt;Sedangkan pemimpin barisan Auwliya yang kedua menjawab, mereka melakukan amal shalih demi untuk menyelamatkan mereka dari Api Neraka. Maka Allah Taala pun meridhoi mereka, untuk memasuki Jannah-Nya.&lt;br /&gt;Dan pemimpin barisan ketiga menjawab, mereka melakukan amal shalih demi untuk memperoleh kecintaan Ilahi serta mendapatkan qurb-Nya. Maka Allah Taala pun menyingkirkan segala pembatas antara Diri-Nya dengan barisan Auwliya ini, lalu mempersilakan mereka untuk masuk ke dalam Jannah-Nya, disertai para malaikat yang mengawal mereka, maka mereka pun lebih dekat lagi kepada Allah Swt. Pemimpin golongan ketiga ini tak pelak lagi adalah seorang insan paripurna paling afdhol di antara segala manusia; Dia-lah itu Khatamul-Auwliya : Hadhrat Muhammad Mustafa Saw, yang bahkan hingga saat menghembuskan nafasnya yang terakhir pun, yang beliau Saw dambakan tiada lain adalah kecintaan Allah Swt. Dia itulah contoh uswatun hasanah dalam hal keimanan yang teguh  kepada Allah Swt; yang terafdhol di antara seluruh kaum Mukminin.&lt;br /&gt;Pada sebuah Hadith lain diriwayatkan, seorang mukmin tak akan mencapai qurb Ilahi sebelum ia mencintai sesama umat manusia semata-mata karena Allah. Huzoor kemudian menyampaikan sebuah Hadith lainnya yang diriwayatkan oleh Hadhrat Abu Hurairah (r.a): Rasulullah Saw bersabda, "Sungguh Allah menyukai tiga hal kebaikan di dalam diri manusia, dan tiga hal lainnya yang tidak disukainya; Yakni, (1) Allah menyukai mukminin yang hanya menyembah-Nya; sama sekali tidak menyekutukan-Nya. (2) Berpegang teguh kepada tali (Jamaat) Allah dan (3) Tidak memecah belah di antara sesama. Sedangkan tiga hal yang tidak disukai Allah Taala adalah: Banyak bicara tiada guna; Terlalu banyak bertanya, dan Memboroskan harta-benda [Sahih Muslim]&lt;br /&gt;Hadith lainnya yang diriwayatkan oleh Hadhrat Umar Bin Khattab mengenai saling mengasihi sesama demi untuk memperoleh ganjaran pahala keridhaan Allah Taala. Itulah mereka yang tidak akan takut maupun bersedih. Amal shalihnya semata-mata demi untuk mendapatkan ridha Ilahi. Dan para nabiyullah berkewajiban untuk senantiasa memantapkan hablum-minallah kaumnya.&lt;br /&gt;Tujuan diutusnya para nabiyullah adalah untuk mengadakan inqilabi haqiqi, revolusi rohani manusia. Dan maqom yang tinggi dari para auwliya adalah maqom yang disediakan untuk para nabiyullah; dan yang terafdhol di antara mereka adalah Rasulullah Saw.  Di zaman sekarang ini, seorang waliullah adalah  dia yang berasal dari kalangan Ummat atau Jamaat beliau Saw. Dan mereka itu pun beriman kepada Hadhrat Imam Mahdi a.s. Akhir Zaman yang mendapat tugas Ilahi untuk menyatukan kaum mukminin sekaligus menghilangkan berbagai perbedaaan di antara mereka.  Kaum Ahmadi maupun non-Ahmadi hendaknya merenungkan hal ini; yakni, mencintai sesama; taat kepada Nizam-Jamaat, dsn Mempunyai hubungan erat dengan Khilafat; kesemua prasyarat tersebut akan membuatnya dapat meraup ganjaran pahala di dunia ini maupun di Akhirat nanti.  Melalui jalan petunjuk inilah mukminin akan berhasil memperoleh hakikat tujuan diciptakannya.&lt;br /&gt;Selanjutnya Huzur membacakan beberapa tulisan Hadhrat Imam Mahdi a.s. mengenai kemajuan rohani manusia baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.  Yakni, apabila manusia melangkahkan kakinya di dalam jalan petunjuk ini, maka Allah Taala pun akan memberikan karunia pertolongan-Nya. Demikianlah, hanya manusia sajalah yang dapat meraih ketinggian rohani mereka guna memperoleh Kecintaan Ilahi dan ilmu Hikmah-Nya.  &lt;br /&gt;Semoga Allah Swt memudahkan kita untuk beristiqamah di jalan-Nya untuk memperoleh kedekatan persahabatan dengan-Nya. Semoga Allah mengampuni segala dosa kita. Serta senantiasa mendapat perlindungan Rahimiyyatnya yang tiada akhir. Amin !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ikhtisar Khutbah Jumah Hadhrat Khalifatul Masih V aba. pada 13 November 2009, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber asli lihat www.alislam.org&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Translator: MMA - LA,USA&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-7740766630851480410?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/7740766630851480410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/7740766630851480410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2010/02/sifat-al-wali-iii-allah-swt-sahabat.html' title='Sifat Al Wali Allah Swt (bagian 3)'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-4292379136883074733</id><published>2009-11-12T00:46:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T21:38:54.747-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ummah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumat'/><title type='text'>Khairul Ummah (Ummat Terbaik)</title><content type='html'>Ikhtisar Khutbah Jumah Hadhrat Khalifatul Masih V Atba&lt;br /&gt;6 November 2009, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur membacakan ayat 111  Surah Al Imran,  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: _PDMS_Saleem_QuranFont,Arabic Typesetting,Traditional Arabic,Simplified Arabic; font-size: large; text-align: justify;"&gt;كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَاْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ‌ؕ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَڪَانَ خَيْرًا لَّهُمْ‌ؕ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;yang terjemahannya sebagai berikut,‘Kamu adalah umat terbaik, yang dibangkitkan demi kebaikan umat manusia, kamu menyuruh berbuat kebaikan dan melarang berbuat keburukan, dan beriman kepada Allah. Dan, sekiranya Ahlikitab beriman, niscaya akan lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka orang-orang fasik.’ (3:111).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Huzur menyampaikan topik yang berkaitan dengan predikat 'Khairul Ummah’ (umat terbaik) sebagaimana yang tercantum di dalam Al Quran, pada Khutbah Jumah beliau ini.&lt;br /&gt;Huzur bersabda, ayat ini mengingatkan kiya tentang keutamaan dan tujuan menjadi seorang Muslim. Tak diragukan lagi, menjadi seorang Muslim sungguh patut disyukuri; yakni, beriman kepada Rasulullah Saw dan kepada Syariat yang terakhir lagi sempurna; sebagaimana yang Allah Taala telah nyatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: _PDMS_Saleem_QuranFont,Arabic Typesetting,Traditional Arabic,Simplified Arabic; font-size: large; text-align: justify;"&gt;اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰـفِظُوْنَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;‘Sesungguhnya, Kami Yang telah menurunkan Peringatan Al Quran ini, dan sesungguhnya kami baginya adalah Pemelihara.’ (15:10).&lt;br /&gt;Hingga hari ini, kita menyaksikan betapa janji Allah Taala telah menzahir dengan segala keagungannya. Hanya Islam-lah yang mendapatkan kemuliaan ini, yang akan terus berlangsung hingga Hari Kiamat. Seorang mukmin sejati hendaknya mawas diri, cukupkah  hanya dengan merasa bangga akan pernyataan Ilahi ini; dan juga bila dikaitkan dengan peran seorang Muslim yang terkait dengan Syariat terakhir lagi sempurna ini. ?  &lt;br /&gt;Jika Allah Taala telah menyatakan kaum Muslimin sebagai ‘Khairul Ummah’, maka sebaliknya, pengkhidmatan apa yang telah mereka berikan terhadap amanat Ilahi ini. Allah Taala menginginkan dan oleh karena itu memerintahkan kepada kaum mukminin agar beramal shalih segera setelah pernyataan baiatnya.&lt;br /&gt;Dia pun menunjukkan beberapa konsekwensi tanggung jawab dari predikat tersebut. Bagian pertama ayat (3:111) ini menegaskan,  bahwa tanggung jawab ini, dan kaitannya dengan berbagai kewajiban sebagai ‘Khairul Ummah’. Huzur menerangkan, tanggung jawab untuk memberikan pengkhidmatan ini tidak terkait kepada suatu bangsa tertentu (Arab}.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sejarah menyaksikan, pada awal abad pertama [Islam], kaum Muslimin dapat membuktikan kepada dunia sebagai ‘Khairul Ummah’, yang sejati. Yakni, mereka unggul di atas kaum agama lainnya; pemerintahannya berdasarkan keadilan yang sempurna, serta mampu menyebar-luaskan ilmu pengetahun ke seluruh penjuru dunia. Mereka menganjurkan amal shalih nahi munkar, demi untuk kebaikan umat manusia pada umumnya.&lt;br /&gt;Namun, lama kemudian, setengah kaum Muslimin yang sudah menjadi materialistis, dan niat tersembunyi datang mempengaruhi, meskipun adanya janji Ilahi untuk melindungi ajaran Al Qur’an, namun orang-orang ini menafi'kan kebaikan, sekaligus memberi pengaruh buruk kepada sebagian besar orang lainnya, yakni, menafi'kan semua hikmah kebaikan sebagai ‘Khairul Ummah’.&lt;br /&gt;Janji Allah Taala untuk menjaga Al Quran tidak hanya berupa memelihara berbagai peristiwa bersejarah di dalamnya, melainkan juga, adanya suatu janji tentang akan adanya suatu kaum yang sungguh-sungguh akan mempraktekkan ajaran Al Quran tersebut. Melalui nizam pelaksanaan ajaran Syariat oleh kaum akhirin itulah agama Islam dihidupkan kembali; missi pertablighannya disebarkan-luaskan ke seluruh pelosok dunia, sekaligus dengan pengkhidmatan kepada sesama umat manusia dalam skala yang besar [yakni, melalui Humanity First]. Untuk maksud inilah, sesuai dengan janji-Nya, Allah mengutus seorang hamba dan pecinta Rasulullah Saw yang sejati, ialah Hadhrat Masih Mau'ud a.s., yang telah berhasil membumikan kembali iman yang telah terbang jauh ke Bintang Tsuraya. Sehingga, julukan istimewa Khairul Ummah dapat dihidupkan kembali.&lt;br /&gt;Kini, hanya Jamaat Imam Mahdi inilah yang mampu mempertahankan keistimewaan predikat ini. Memang ada pula berbagai jamaah Muslim lainnya yang beramal shalih dan tentu saja melarang keburukan. Namun, mereka itu tak dapat mencapai hasil yang baik sebelum bersatu di dalam satu genggaman Jamaah. Berbagai negara Muslim memiliki ulama dan pemimpinnya sendiri-sendiri, beserta akidah mereka masing-masing. Namun seberapa banyak di antara mereka yang bersatu-padu untuk pertablighan Islam ?  Siapakah kini yang memiliki waktu untuk menyebarkan keelokan ajaran Islam ke seluruh dunia ?&lt;br /&gt;Huzur bersabda, beberapa hari yang lalu saya sempat menyaksikan penghujung acara diskusi di suatu stasion TV-Muslim, yang melibatkan ulama Sunni dengan ulama Syiah. Keduanya saling bertukar pandangan terhadap Hadhrat Masih Mau'ud a.s., Namun, bila  pihak Sunni menyampaikan pendapatnya, pihak Syiah segera menyergah. Begitupun sebaliknya. Acara diskusi itu memang bertujuan untuk mendiskreditkan kita, namun sebagai akibatnya, mereka sendiri yang akhirnya terjebak ke dalam kerancuan berpikir di antara mereka dan memberikan  citra yang buruk kepada publik. Contoh tersebut menunjukkan gambaran kaum Muslimin yang papa; yang hanya  suka membangga-banggakan ke-Islaman mereka; maka dapatkah yang demikian itu disebut ‘Khairul Ummah’?&lt;br /&gt;Solusinya adalah sebagaimana Rasulullah Saw telah nubuatkan; yakni, manakala kondisi Islam telah menjadi saling silang, maka Allah Taala pun mengutus Hadhrat Masih Mau'ud a.s.; ambillah baiatnya, meskipun kamu harus merangkak di atas padang salju. Temuilah dia, dan sampaikanlah salamku kepadanya.&lt;br /&gt;Hanya beliaulah yang diberi kemampuan untuk memenangkan Islam atas semua agama. Inilah yang hendaknya kaum ghair-Jamaat merenungkannya dalam-dalam; namun untuk menjujung tinggi predikat ‘Khairul Ummah ini memerlukan tanggung jawab yang besar. Dan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. ditugaskan Allah Taala untuk mempersatukan seluruh umat manusia dalam Islam.&lt;br /&gt;Tak akan ada lagi agama baru. Wujud Imam Zaman yang telah datang adalah seorang pecinta dan abdi Rasulullah Saw yang sejati. Beliau diutus Allah Taala sebagai Hakaman Adalan; yang dikaruniai ilmu tafsir dan hikmah Al Qur’an yang paling tepat. Berbagai tafsir dan buah pikiran dari semua ahli fuqaha maupun para Mujaddid selama 13 Abad sebelum beliau, hanya dapat dibenarkan setelah mendapat verifikasi pengesahan dari beliau a.s.; Khatamul-Khulafa.&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. memutuskan segala perkara hanya setelah mendapat perintah dari Allah Swt, oleh karena itu tak akan ada lagi kerancuan dalam hal ilmu fiqih, dlsb. Aqidah yang beliau ajarkan tiada lain adalah aqidah yang sama sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw.  Nasib kehidupan seluruh umat Islam kini berada dalam genggaman tangan beliau. Kaum Ahmadi inilah ‘Khairul Ummah’ yang sesungguhnya karena telah berada di dalam jangkauan tangan beliau a.s..&lt;br /&gt;Maka untuk mencapai berbagai tujuannya yang lebih afdhol, perlu banyak pengorbanan, yang salah satu di antaranya adalah pengorbanan harta benda. Di dalam syariat Islam mensucikan harta benda sangat ditekankan, sebagaimana firman Allah Taala ini, &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: _PDMS_Saleem_QuranFont,Arabic Typesetting,Traditional Arabic,Simplified Arabic; font-size: large; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّـٰهُمۡ فِى ٱلۡأَرۡضِ أَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّڪَوٰةَ وَأَمَرُواْ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَنَهَوۡاْ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ‌ۗ وَلِلَّهِ عَـٰقِبَةُ ٱلۡأُمُورِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;yang artinya, ‘Orag-orang yang, jika Kami teguhkan mereka di bumi, mereka mendirikan shalat dan membayar zakat dan menyuruh berbuat kebaikan dan melarang keburukan. Dan kepada Allah kembali segala urusan.’ (22:42).&lt;br /&gt;Ayat Al Quran ini menyatakan, golongan orang-orang yang [mendirikan Salat, membayar pengorbanan harta benda dan menganjurkan amar ma'ruf nahi munkar] yang akan dimuliakan di bumi, diteguhkan dan dilindungi kerohaniannya.&lt;br /&gt;Jika ayat ini dibaca dengan rujukan ayat 24:56 atau yang disebut juga Ayat Istikhlaf, maka kita menyadari bahwa Allah Taala telah menjanjikan akan menegakkan Khilafat bagi mereka yang beriman dan beramal shalih, namun di sini pun Allah Taala memfirmankan akan memuliakan dan meneguhkan jamaah yang mendirikan Salat dan membayar Zakat, menganjurkan amar ma'ruf nahi munkar.&lt;br /&gt;Keutamaan kaum Ahmadi adalah mereka menerima keberkatan bai’at dan Nizam Khilafat yang membuat mereka menjadi ‘Khairul Ummah’. Namun, ayat Al Quran tersebut juga menuntut syarat, ialah jika kaum Ahmadi benar-benar menyiapkan diri mereka untuk melaksanakan berbagai macam pengorbanan ini dengan segenap hati dan pikirannya, maka Allah Taala pun akan mengaruniai mereka dengan berbagai sumber daya dan kemampuan untuk itu. Inilah sunnah Ilahi yang telah terbukti kebenarannya dalam sejarah. Yakni, bila kaum Muslimin mengabaikan berbagai macam kewajiban mereka, maka mereka pun dimahrumkan dari keberkatan tersebut, sebagaimana dinyatakan oleh ayat Al Quran ini, &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: _PDMS_Saleem_QuranFont,Arabic Typesetting,Traditional Arabic,Simplified Arabic; font-size: large; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُو اْ مَا بِأَنفُسِہِمۡ‌ۗ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;‘… Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka…’ (13:12). &lt;br /&gt;Dengan menyebut kaum Muslimin sebagai  ‘Khairul Ummah’, berarti ada suatu kewajiban bagi mereka untuk bekerja sama. Tidak semua orang memiliki ilmu agama yang mencukupi. Ada yang berilmu cukup namun terikat dengan profesi pekerjaannya sehingga tak memiliki waktu untuk memenuhi panggilan syiar agama. Cukup sulit untuk ikut terjun langsung menganjurkan amar ma'ruf dan menyampaikan tabligh Islam kepada orang lain. Demikianlah selalu kondisinya, terlebih lagi di zaman sekarang ini. Oleh karena itulah disediakan fasilitas pengorbanan harta benda untuk melaksanakan pekerjaan tabligh ini. Yakni, bagi mereka yang tak mungkin ikut terjun secara langsung, dapat memberikan pengorbanan harta mereka.  Inilah perencanaan yang ditetapkan di zaman kehidupan semua Rasul Allah, dan juga zaman Khilafat mereka sesudahnya. Di zaman Khilafat Rasyidah, banyak jenis dana pengorbanan harta dicanangkan, yang diikuti oleh umat pada waktu itu. Di zaman Hadhrat Masih Mau'ud a.s., sunnah ini pun dijalankan. Sepeninggal beliau, pada tiap periode Khalifahnya, Jamaat senantiasa menunjukkan semangat pengorbanan harta benda mereka. Sunnah ini akan terus berlangsung hingga Hari Kiamat.&lt;br /&gt;Setengah Ahmadi boleh jadi berpikir, suatu saat Jamaat akan memiliki cukup dana-dana yang diperlukan, sehingga para anggota tak perlu lagi membayar Chandah. Hal ini tidaklah benar, karena Allah Taala telah memfirmankan di dalam Al  Qur’an Karim, tujuan pengorbanan sebagian harta  adalah untuk mensucikan harta benda itu sendiri dan juga untuk mensucikan diri pribadi. &lt;br /&gt;Tahrik Jadid pun merupakan salah satu gerakan pengorbanan harta di dalam Jamaat Imam Mahdi a.s. ini.. Dicanangkan pertama kali oleh Hadhrat Muslih Mau'ud r.a., yang tujuan utamanya ketika itu adalah untuk menyebarkan syiar Islam di luar anak benua India. Dan hasilnya luar biasa. Yakni, hingga hari ini Jamaat telah dapat berdiri di 193 negara. Dengan demikian, kaum Ahmadi di 193 negara dapat merasakan keberkatan menjadi Ummatan Wahidah yang sejati.&lt;br /&gt;Pengorbanan harta sudah menjadi bagian hidup dan merupakan suatu hadiah bingkisan dari Jamaat di seluruh dunia di manapun mereka berada. Tingkat percepatan pengorbanan ini demikian cepatnya di beberapa negara, namun di sebagian lainnya lambat, tetapi secara keseluruhan jumlahnya meningkat.&lt;br /&gt;Pada beberapa dekade tahun yang lampau, Sekolah Tinggi Jamiah Ahmadiyah hanya ada di Rabwah, yang diikuti oleh hanya 35 orang mahasiswa. Namun sekarang, seiring dengan telah meningkatnya usia anak-anak Waqfi Nau, jumlah mahasiswa Jamiah Rabwah mencapai 200 orang setiap tahunnya. Tentu saja hal ini berkonsekwensi meningkatnya pembiayaan. Namun Jamaat Pakistan dapat memenuhinya. Begitupun Jamaat UK, Canada dan Jamaat Indonesia mampu berdikari untuk menutupi kebutuhan dana pendidikan Jamiah ini.  Tetapi di sejumlah negara seperti Bangladesh, Kenya dan Ghana, Markaz masih harus membantu mereka. Juga pembangunan sejumlah masjid di beberapa negara berkembang.&lt;br /&gt;Gerakan Tahrik Jadid ini pun sangat berperan penting dalam pengiriman para mubaligh Jamaat ke seluruh dunia. Dengan demikian, setiap Ahmadi yang ikut berpartisipasi dalam Pengorbanan Tahrik Jadid dapat dimasukkan ke dalam golongan jamaah yang menganjurkan amar ma'ruf nahi munkar. Tambahan lagi, bukan hal yang berlebihan bila dikatakan, orang yang ikut berkorban dengan rendah hati di negara-negara maju seperti Inggris, atau Germany, Amerika Serikat, Canada, ataupun di Australia dan di berbagai bagian Benua Europa lainnya, sama-sama berperan sebagaii sumber pendanaan sebagaimana mereka yang mendapat karunia untuk ikut berkorban di daerah-daerah terpencil pedalaman Afrika. &lt;br /&gt;Selanjutnya Huzur mengumumkan perolehan pengorbanan Tahrik Jadid, sekaligus sebagai pencanangan tahun pengorbanan tahun berikutnya.  Kalbu mukminin sejati senantiasa dipenuhi oleh puji syukur kepada Allah Swt, yakni meskipun tahun lalu dilanda oleh krisis ekonomi yang menyebabkan banyaknya usaha bisnis menjadi bangkrut dan PHK, inflasi meningkat tajam, sementara itu kebutuhan biaya rumah tangga meningkat, maka dari kacamata duniawi, jumlah pengorbanan Tahrik Jadid pun seharusnya mengalami kemerosotan. Akan tetapi, inilah Jamaat Imam Mahdi sejati, yang telah berhasil menunjukkan dirinya sebagai ‘Khairul Ummah’. Hal ini menjadikan qalbu kita dipenuhi rasa syukur dan puji Allah yang karunia-Nya tak pernah surut kepada kita. Grakan Tahrik Jadid yang telah mencapai usianya yang ke-75, dengan karunia Allah Taala pada tahun ini jumlah pengorbanannya mencapai £ 4,905,380 poudnsterling (atau Rp. 769.951.386.630), meningkat 800,000 pound (Rp. 12.556.847.977) dibandingkan dengan tahun yang lalu. &lt;br /&gt;Pada tahun ini, Jamaat Pakistan meskipun negaranya diterpa oleh kemiskinan, tetap menduduki peringkat pertama di seluruh dunia. Kedua (2) Jamaat Amerika Serikat, (3) Germany, (4)UK, (5) Canada, dan (6) Jamaat Indonesia.&lt;br /&gt;Selanjutnya yang ke (7) adalah Jamaat India, (8) Australia, (9) Belgium dan (10)  Jamaat Switzerland.&lt;br /&gt;Huzur menambahkan, selisih jumlah pengorbanan Jamaat Germany dengan Jamaat UK hanya sedikit saja, ialah, £1,500 pound. Huzur semula berpikir Jamaat UK boleh jadi akan menduduki peringkat ke-3, namun ternyata Jamaat Germany telah menunjukkan kerja keras mereka.&lt;br /&gt;Jika ditinjau dari segi mata uangnya (yakni, jika tidak dikonversi ke dalam poundsterling) Jamaat India menunjukkan peningkatan yang paling besar dibandingkan pengorbanan mereka pada tahun yang lalu. Termasuk juga Jamaat Germany.&lt;br /&gt;Jumlah seluruh peserta Tahrik Jadid pada tahun ini 90,000 orang. Yang terbanyak berasal dari Jamaat India. Dari segi Jamaat-nya, di Jamaat Pakistan, tiga besarnya adalah Jamaat Lahore, Rabwah dan Karachi. Sedangkan di Jamaat USA empat peringkat besarnya adalah, Jamaat Silicon Valley, Jamaat Los Angeles West, Detroit dan Jamaat Chicago West. Di Jamaat USA ini, 80% Ahmadi usia balita telah ikut dalam gerakan pengorbanan Tahrik Jadid ini. Di Canada urutan peringkatnya adalah, Jamaat Calgary North West, Jamaat Peace Village East, Peace Village Centre, Surrey East dan Jamaat  Vancouver.&lt;br /&gt;Di UK, urutan 10 besarnya adalah, Jamaat London Mosque [Baitul Fazl, tempat Hadhrat Khalifah berdomisili], Jamaat Surbiton, Cambridge, Gillingham, New Malden, Birmingham West, Worcester Park, Purley, S.E. London dan Jamaat Oxford. &lt;br /&gt;Huzur bersabda, pada beberapa tahun lalu ketika program Al Wasiyyat dikampanyekan, setengah Ahmadi berpikir, jenis pengorbanan lainnya akan terkena dampaknya. Namun, Alhamdulillah, pemikiran tersebut terbukti keliru. Kaum Ahmadi sejati senantiasa dipenuhi puji syukur kehadirat Allah Taala, yang memperlihatkan fakta, bahwa Dia tengah memperluas dan meningkatkan berbagai tugas kita, oleh karena itu menyeru kita untuk meningkatkan pengorbanan harta benda. Berbagai tugas kewajiban kita semakin meningkat.  Meskipun krisis ekonomi dunia tidak berkurang, kita tetap dituntut untuk melaksanakan berbagai rencana kerja kita. Semoga pula kita semakin meningkat dalam keimanan, meningkat dalam hal pengorbanan harta, langkah kemajuan kita pun meningkat, dan semoga pula kita dikaruniai untuk mengalami kemenangan itu.&lt;br /&gt;Hadhrat Muslih Mau'ud r.a. menyebut gerakan Tahrik Jadid sebagai dasar fondasi untuk ikut dalam program Wasiyyat. Kini, anak keturunan kita pun sudah mulai melatih diri untuk ikut dalam pengorbanan Tahrik Jadid. Yakni, nantinya mereka akan mendapat kemudahan untuk ikut dalam ber-Wasiyyat.&lt;br /&gt;Para ahli ekonomi berpendapat, krisis ekonomi sekarang ini dapat menjadi penyebab timbulnya mala petaka 'angin puyuh raksasa' yang menakutkan. Namun, bagi golongan ‘Khairul Ummah’ justru mampu memperlihatkan pengorbanan harta benda mereka. Allah Ar Rahman senantasa melindungi kita dengan sifat Rahimiyyat-Nya. Selama kita terus menerus meningkatkan derajat ketakwaan kita,  maka kita pun tetap menjadi ‘Khairul Ummah’.  Orang mukmin sederhana yang ikut berkorban dengan jumlah ala kadarnya sesuai dengan kemampuannya, dan anak-anak mereka yang ikut melatih diri dengan pembayaran yang hanya beberapa ratus rupiah saja, tetap akan dimasukkan ke dalam gerakan pengorbanan yang berberkat ini.&lt;br /&gt;Semoga Allah Taala senantiasa menjaga api semangat pengorbanan kita dan juga bagi generasi yang akan datang. Semoga pula kita senantiasa menjadi pewaris berbagai rahmat dan karunia-Nya. Amin !&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;o o  O o o&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;modifiedByMMA / JamaatLAWest, 11/10/09&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-4292379136883074733?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/4292379136883074733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/4292379136883074733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/11/khairul-ummah-ummat-terbaik.html' title='Khairul Ummah (Ummat Terbaik)'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-1187915867553889443</id><published>2009-11-08T23:20:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T00:37:07.918-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pluralisme'/><title type='text'>Umat dan Perbedaan</title><content type='html'>Oleh: A. Mustofa Bisri&lt;br /&gt;www.Gusmus.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula adalah dua sejoli ”imigran” dari sorga, Adam dan Hawa, yang diserahi Tuhan mengelola bumi ini. Kemudian, mereka menurunkan keturunan yang disebut manusia. Manusia berkembang semakin lama semakin banyak meramaikan planet ini. Ketentuan-ketentuan Tuhan yang dibawa dan diajarkan Adam a.s. sebagai panduan untuk mengelola bumi dan wasilah untuk kembali ke sorga, menuju kepada-Nya, semula dipatuhi dan ditaati oleh semua anak-cucunya. Namun dengan perjalanan waktu, kian lama ketentuan-ketentuan itu dilupakan dan diabaikan oleh cicit-cicit Adam yang datang belakangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Atas kemurahan dan kasih sayang-Nya, Allah pun mengutus Nuh a.s. untuk mengingatkan manusia kembali kepada ketentuan-ketentuan-Nya itu. Bertahun-tahun, Nabi Nuh a.s mengajak manusia untuk kembali kepada jalan Allah, ketentuan-ketentuan Allah itu, hingga akhirnya Nabi Nuh a.s kehabisan cara untuk menyadarkan mereka. Hanya beberapa puluh orang yang mengikutinya; yaitu mereka--yang ketika banjir azab menyapu manusia— ikut bersamanya dalam bahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Nabi Nuh a.s. dan para pengikut setianya kemudian–setelah banjir surut—membangun kembali peradaban baru sesuai ketentuan-ketentuan Ilahi semula. Namun sejarah berulang. Seiring perjalanan waktu dan berkembangnya jumlah manusia, semakin lama manusia pun kembali banyak yang lupa dan mengabaikan ketentuan-ketentuan Ilahi yang diajarkan nabi Nuh a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan atas kemurahan dan kasih sayang-Nya, Allah pun kembali mengutus utusan untuk mengingatkan dan menyadarkan manusia. Demikian seterusnya. Setiap kali lupa dan ketidaksadaran sudah menjadi ”peradaban” manusia, Allah mengutus utusan-Nya. Sampai akhirnya, Allah mengutus utusan terakhir, Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ...( ۲ البقرة: ۲۱۳ ﴾&lt;br /&gt;”Semula manusia itu satu umat, lalu Allah mengutus nabi-nabi sebagai pembawa kabar gembira dan pembawa peringatan...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَا كَانَ النَّاسُ إِلَّا أُمَّةً وَاحِدَةً فَاخْتَلَفُوا وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُون&lt;br /&gt;(١٠. يونس:١٩&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiadalah semula manusia itu melainkan satu umat, lalu mereka berselisih. Seandainya tidak ada ketentuan yang mendahului dari Tuhanmu, pastilah akan diputuskan (di dunia ini) antara mereka mengenai apa yang mereka perselisihkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan-ketentuan Ilahi yang dibawa nabi-nabi itulah kiranya yang kita istilahkan sebagai agama. Dari sisi lain; ternyata sesuai kehendak Allah, manusia tidak pernah lagi dapat menjadi umat yang satu dan memang tidak dikehendaki demikian. Seandainya Allah menghendaki niscaya dengan mudah manusia akan menjadi satu umat seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آَتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Q. 5: 48) ”Seandainya Allah menghendaki pasti (dapat dengan mudah) ia menjadikan kamu umat yang satu; tapi Ia hendak menguji kalian tentang apa yang telah Ia berikan kepada kalian, maka berlombalah mencapai kebaikan-kebaikan. Hanya kepada Allahlah tempat kembali kalian semua, lalu Ia menceritakan mengenai apa yang pernah kalian perselisihkan.” (Baca juga misalnya, Q. 11: 118; Q. 16: 93; Q. 42: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan redaksi firman Allah di QS. 5: 48. Allah berfirman ”Seandainya Allah menghendaki...”, berarti Allah tidak menghendaki menjadikan kita semua umat yang tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, meskipun manusia berasal dari satu bapa, Nabi Adam a.s, dan satu ibu, ibu Hawa; atau berasal dari satu bahtera, bahtera Nabi Nuh a.s., selamanya tidak bisa diseragamkan. Maka, upaya penyeragaman oleh siapa pun adalah sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, pernah ada upaya gila selama lebih 30 tahun ingin menyeragamkan bangsa ini. Jalan pikirannya boleh jadi: kalau bangsa ini seragam maka akan harmonis hidupnya. Kegilaan menyeragamkan ini tidak hanya sampai soal pakaian, namun sampai ke soal ngecat tembok rumah (termasuk rumah Tuhan: masjid) dan marka jalan.&lt;br /&gt;Akibat dari kegilaan orde baru menyeragamkan itu, bangsa ini menjadi sulit berbeda. Berbeda sedikit, bertikai. Bahkan, ada yang dengan semangat kebencian menolak kemajemukan dengan kekerasan. Padahal, sejak mula bangsa ini mempunyai semboyan Bhinika Tunggal Ika yang menyiratkan kemajemukan dan kesadaran tentang kefitrian perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Allah sudah berkali-kali “menegur” dan “mengingatkan” kita tentang kefitrian perbedaan itu; misalnya dengan hampir selalu terjadi perbedaan dalam penetapan Idul Fitri, dengan banyaknya partai dan selalu munculnya ormas-ormas baru yang nota bene dari kelompok yang sama secara ideologi. Bahkan, kalau kita “cerdas”, sebenarnya Tuhan sudah pernah “memberi pelajaran” yang dahsyat tentang kefitrian perbedaan ini, yaitu saat menganugerahi bangsa ini dengan imam atau presiden Gus Dur yang begitu kontroversial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kini saatnya kita “belajar” kembali tentang kefitrian perbedaan itu dengan adanya momentum pilpres yang menampilkan tiga pasang capres-cawapres yang semuanya tokoh Indonesia yang semuanya mengaku ingin mensejahterakan rakyat Indonesia. Kita lihat, apakah mereka para capres-cawapres, para tim sukses masing-masing, dan kita semua dapat menyikapinya dengan dewasa atau setidaknya menjadikannya latihan kedewasaan. Kedewasaan ditandai terutama oleh kemampuan berbeda. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Original page: &lt;a href="http://www.gusmus.net/page.php?mod=dinamis&amp;amp;sub=10&amp;amp;id=994"&gt;www.Gusmus.net &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-1187915867553889443?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/1187915867553889443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/1187915867553889443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/11/umat-dan-perbedaan.html' title='Umat dan Perbedaan'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-298769053989409475</id><published>2009-11-04T15:02:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T21:41:36.184-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumat'/><title type='text'>Sifat Al-Wali Allah Taala (bagian 2)</title><content type='html'>Allah Taala mengingatkan kaum mukminin, kaum kafirin maupun musyrikin di dalam Al Qur’an Karim dengan firman-Nya sebagai berikut(*):&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family: _PDMS_Saleem_QuranFont,Traditional Arabic,Simplified Arabic; font-size: x-large; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللّهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءاً فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;yang artinya, ‘Untuk dia, rasul itu, ada pergiliran malaikat-malaikat di hadapannya dan di belakangnya; mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya,  Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah telah berkehendak untuk menghukum suatu kaum, maka tiada yang dapat menghindarkannya, dan tiada bagi mereka penolong selain dari Dia.’ (Surah 13 / Ar Rad : ayat 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Huzur menerangkan, Allah Taala menegaskan adanya empat aspek di dalam ayat ini, ialah, a) Allah Taala melindungi para hamba-Nya yang sejati dengan tangan-Nya, b) Ia memutuskan nasib suatu kaum sesuai dengan perilaku mereka, c) Jika Alla Taala telah   memutuskan suatu kaum patut dihukum, maka tak ada suatu kekuatan lain yang sanggup untuk mencegahnya, dan d) Hanya Allah-lah Penolong dan Sahabat yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerangkan tafsir ayat pertama, ‘Lahu mu'aqqibatum-minbaini yadayhi wa minkhalfihi yahfadhuu nahu min amrillah…’, yang artinya, ‘Untuk dia, rasul itu, ada pergiliran malaikat-malaikat di hadapannya dan di belakangnya; mereka menjaganya atas perintah Allah. Huzur bersabda, Hadhrat Masih Mau'ud a.s. menulis, Allah Taala telah merancang berbagai macam bentuk penjagaan yang terbuka maupun yang tertutup untuk melindungi para hamba-Nya yang sejati. Para [malaikat] penjaga ini utamanya untuk melindungi para rasul Allah; dan yang paling utama adalah perlindungan terhadap Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak lahir, beliau adalah insan yang paling dicintai Allah; dan sejak itupula hingga wafatnya, Allah Taala telah menunjukkan cara-Nya betapa Dia melaksanakan amar-Nya sebagaimana yang tecantum di dalam ayat tersebut. Masa kehidupan beliau di Makkah yang penuh bahaya diketahui luas oleh umat manusia: Betapa Allah Taala telah nyata menolong beliau dalam setiap langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al Quran yang namanya diambil dari ayat ke-12 (Ar-Rad, atau the Wrath) ini, diwahyukan pada periode Makkah, yakni ketika keaniayaan kaum kufar sudah diluar batas. Kita pun mendapatkan contoh yang sangat jelas dan luar biasa pada peristiwa Perang Badar, yakni betapa Allah Taala telah menunjukkan pertolongannya secara terbuka maupun tertutup kepada Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir bin Tufail adalah salah seorang pemuka kaum musyrik yang suatu kali mendatangi Rasulullah Saw, dan berkata, jika ia baiat masuk Islam, dapatkah dirinya menjadi Khalifah ? Rasulullah Saw menjawab, karunia Khilafat tak akan pernah datang kepada orang yang menuntut suatu prasyarat tertentu ataupun menuntut kaumnya untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tufail yang menjadi berang mengancam Rasulullah Saw, bahwa ia akan membawa pasukan kavalerinya yang terlatih – nau'dzubillah - untuk menghabisi beliau Saw.&lt;br /&gt;Rasulullah Saw segera menjawab, Allah Swt akan menggagalkan rencanamu !  Amir bin Tufail pun menyingkir bersama salah seorang sekutunya sambil mengatur siasat bagaimana caranya membunuh Rasulullah Saw. Tak lama kemudian, mereka kembali. Sementara sekutunya itu mencoba menarik perhatian Rasulullah Saw dengan cara berbasa-basi di hadapan beliau, Amir bin Tufail yang berdiri di belakang Rasulullah Saw segera mencabut pedang panjangnya. Namun, ketika akan ditebaskan, seketika itu juga gerakan ototnya terhenti. Tubuhnya menjadi kaku tak bisa digerakkan. Rasulullah Saw segera menoleh ke belakang dan menyaksikan adegan tersebut [sekaligus segera menguasai pedang itu]. Namun kemudian membiarkan mereka untuk melarikan diri. Akan tetapi, sekutunya itu kemudian tewas disambar petir. Sedangkan Amir bin Tufail mati oleh penyakit kulit carbuncles, yakni borok-borok besar di beberapa bagian tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi peristiwa yang memperlihatkan betapa Allah Taala menolong Rasulullah Saw dengan penjagaaan-Nya yang khas melalui para malaikat-Nya. Allah Taala menjanjikan perlindungan-Nya ini ketika Rasulullah Saw masih tinggal di Makkah. Namun, ketika beliau sudah berhijrah ke Madinah pun demikian,&lt;br /&gt;Allah Taala lebih lanjut berfirman:&lt;br /&gt;وَٱللَّهُ يَعۡصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ‌ۗ &lt;br /&gt;‘…Dan Allah akan melindungi engkau dari manusia…’ (5:68). &lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, adalah suatu tanda adanya mukjizat yang besar, Rasulullah Saw tidak dapat dibunuh oleh siapapun. Karena sesungguhnya telah tercantum di dalam berbagai Kitab Suci terdahulu, bahwa Rasul yang akan datang itu tidak dapat diperdayai oleh kekuatan siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur bersabda, kata-kata, ‘...min amrillah, yang artinya, ...atas perintah Allah’, di dalam ayat 12 Surah Ar Rad tersebut mengandung hikmah, bahwa disamping mengerahkan kekuatan para malaikat-Nya yang kasat mata, Allah Taala pun menggerakkan qalbu kaum mukminin untuk setiap saat bersedia mengorbankan segala sesuatu demi untuk Rasulullah Saw. Semangat pengorbanan yang tinggi ini timbul sebagai buah keimanan mereka terhadap kebenaran Rasulullah Saw. Ketika kebanyakan masyarakat pada waktu itu berserikat atas dasar niat buruk mereka, atau demi mencari keuntungan bersama, atau karena ketakutan akan sesuatu; namun para sahabah Rasulullah Saw tidaklah demikian. Mereka berjamaah untuk melindungi Rasulullah Saw berdasarkan keimanan di dalam qalbu mereka yang digerakkan Allah Swt, dan mereka melaksanakannya demi untuk mendapatkan keridhaan Ilahi. Begitulah cara Allah Taala merancang perlindungan-Nya bagi Rasulullah Saw yang teristimewa dibandingkan kepada yang lain.  Namun, hal ini sebenarnya berlaku pula untuk semua insan. Contohnya adalah, ketika manusia bernafas dengan cara menghirup udara, sebenarnya sudah terkontaminasi oleh berbagai jaram (germs) kuman penyakit infeksi. Tetapi Allah Taala telah menciptakan sistem pertahanannya di dalam setiap tubuh manusia untuk menangkalnya. Dan pada saat tertentu yang diperlukan, Allah Taala memperlihatkan perlindungan dan penjagaan-Nya yang khas melalui berbagai sarana kekuatan-Nya bagi para waliullah yang sejati, untuk para rasul-Nya dan Jamaah mereka.&lt;br /&gt;Pada zaman sekarang ini, kita menyaksikan bagaimana Allah Taala menunjukkan berjangkitnya wabah ta'un (penyakit pes) sebagai salah satu tanda kebenaran Hadhrat Masih Mau'ud a.s., dan para anggota Jamaat beliau pun diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. menulis di dalam buku beliau, ‘Khisti Nuh’ (atau 'Bahtera Nuh'): ...dengan segala hormat disampaikan kepada pihak pemerintah (Inggris, pada waktu itu), seandainya tidak ada wahyu Ilahi yang melarang Jamaat  untuk divaksinasi anti wabah penyakit pes, tentulah Jamaat akan menjadi barisan pertama yang bersedia untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau a.s. menjelaskan, larangan Ilahi tersebut bermaksud bahwa Allah Taala telah berkenan untuk memperlihatkan satu tanda sifat Rahimiyyat-Nya kepada Jamaat ini dengan cara menyelamatkan mereka semua dari wabah penyakit ta'un. Dunia menyaksikan, meskipun wabah tersebut mengganas selama lima hingga enam tahun, namun dengan karunia Allah, semua orang Ahmadi selamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah perlindungan Allah Taala yang membuat manusia dapat bertahan menghadapi berbagai tragedi kehidupan mereka seperti kehilangan harta benda, kematian anak cucu maupun martabatnya. Jika tidak, manusia dapat menjadi tak waras disebabkan beratnya menghadapi cobaan hidup. Inipun merupakan salah satu cara Allah Taala melindungi manusia. Setengah orang tak sanggup menghadapi berbagai cobaan ataupun kerugian, sehingga berdampak berat kepada diri mereka; bahkan ada sebagian di antara mereka yang menjadi atheis. Ilustrasi ini berfaedah untuk menghargai karunia dan berkat Allah Swt ini, yang jika tidak ada, tentulah kehidupan normal tidak akan berjalan. Jika musibah datang, orang mukmin sejati akan mengucapkan, &lt;br /&gt;إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٲجِعُونَ&lt;br /&gt;‘Sesungguhnya, kami semua adalah milik Allah, dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kami akan kembali.’ (2:157).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, sebagai pahalanya mereka pun mendapatkan berbagai karunia Allah dan dilindungi dari pengaruh buruk ujian dan cobaan hidup. Berdasarkan hukum alam, seluruh manusia - baik mukminin maupun non-mukmin dilindungi oleh Allah. Hal ini mengandung pelajaran bagi yang non-mukmin, yakni, bila mereka melampaui batas dalam kedegilan mereka, maka  Allah pun tidak akan memperdulikan mereka lagi, sehingga mereka pun hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala berfirman di dalam ayat tersebut, ‘...innallaha laa yughayyiru maa biqaumin hattaa yughayyiruu maa bi-anfusihim..., yang artinya, Sesungguhnya,  Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka, hal ini mengandung hikmah bahwa Allah Taala tidak akan mengubah takdir orang-orang mutaqin agar mereka tetap menjadi pewaris berbagai macam karunia Ilahi. Selama mereka bertaqwa dan memuliakan haququllah dan haququl ibad, serta menjaga ketaqwaan pribadi mereka maupun Jamaatnya, niscaya mereka tetap akan mendapat berbagai keberkatan dari Allah Taala.&lt;br /&gt;Karunia Allah Taala akan lenyap manakala alih-alih menjadikan Allah sebagai Sahabat, malah langkah-langkah Syaitan yang diikuti. Berbagai keburukan dan kejahiliyahan diamalkan sedemikian rupa, sampai-sampai mereka pun saling membunuh atas nama  agama. Inilah tanda Allah Taala telah mencabut perlindungan dan penjagaan-Nya atas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian dari ayat Al Quran tersebut bukan berarti Allah Taala tidak memelihara mereka yang berperilaku buruk, melainkan, Allah tidak merubah nasib mereka yang mutaqin jika tidak mereka sendiri yang memahrumkan berbagai karunia-Nya dengan cara beramal buruk. Jika sejarah dilihat dengan kaca mata rohani, hal ini benar adanya. Al Qur’an Karim menyatakan, apabila berbagai keburukan telah meraja lela maka perlindungan dan penjagaan Allah Taala pun lenyap. Pernyataan Kalimah Syahadat tidak berarti menjadikan seseorang langsung mendapatkan perlindungan dan penjagaan Ilahi yang khas, selamanya. Melainkan, setelah beriman, menuntut syarat untuk beramal shalih nahi munkar. Inilah yang perlu difikirkan oleh kaum Muslimin; khususnya  di negara-negara yang tingkat penganiayaannya [terhadap kaum Ahmadi] tengah meningkat. Perkara berikutnya yang diingatkan oleh ayat ini adalah yang menyangkut nasib negara Pakistan  yang khususnya memerlukan tobat dan memohon ampun terkait dengan ayat ini, &lt;br /&gt;‘...wa idzaa aradallahu bi-qaumin suu'an falaa maraddalahu…’, yang artinya, ...dan apabila Allah berkehendak untuk menghukum suatu kaum, maka tiada yang dapat menghindarkannya.&lt;br /&gt;Ayat ini menegaskan segera memperbaiki diri sangat diperlukan sebelum sesuatu hukuman Allah Taala datang menerjang; seandainya bangsa [negara Pakistan] tersebut menyadari hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s bersabda kewajiban pertama orang yang ingin membebaskan dirinya dari berbagai macam kesusahan dan kemalangan adalah mengadakan inqilabi haqiqi (revolusi rohani) di dalam dirinya. Jika hal ini telah dapat dicapai maka niscaya berbagai macam karunia  Allah Taala pun datang sesuai dengan janji-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur bersabda, perkara ini sangat penting untuk didalami, seiring dengan usaha untuk bertobat memohon ampunan-Nya. Kaum Ahmadi hendaknya berusaha untuk itu, sekaligus meyampaikannya kepada kaum Muslimin di sekitar mereka, agar mereka pun memahaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ayat Al Quran tersebut diakhiri dengan kata; ‘…wa maa lahum min duunihii miw-walii, yang artinya, dan tiada bagi mereka penolong selain dari Dia.’  Artinya, jika tak ada lagi pihak yang dapat menolong kita, maka siapa lagi yang dapat mengawasi kita dari berbagai kejahatan. Maka Allah itu perlu dicari.  Jika Salat dilaksanakan; Puasa dikerjakan; dan puluhan ribu orang pergi Haji namun tak ada tanda-tanda perbaikan diri, maka itu sudah merupakan isyarat telah terjadinya kemerosotan akhlak di dalam bangsa tersebut. Dan tentu saja telah terjadi kekurangan di dalam peribadatan mereka. Semoga Allah membuat umat ini dapat memahami perkara ini, kemudian bertobat kepada-Nya dengan hati yang penuh ikhlas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala menerangkan perkara ini di dalam  Surah Al Anfal,&lt;br /&gt;ذَٲلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ لَمۡ يَكُ مُغَيِّرً۬ا نِّعۡمَةً أَنۡعَمَهَا عَلَىٰ قَوۡمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِہِمۡ‌ۙ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ۬&lt;br /&gt;‘Yang demikian itu adalah karena Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah Dia anugerahkan kepada suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.’ (8:54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala tidak pernah menarik kembali berbagai karunia-Nya yang telah diberikan, melainkan, manusia-lah yang mencampakkannya melalui keburukan akhlak dan tidak bersyukur. Al Qur’an tidak hanya menceritakan dongeng masa lalu, melainkan juga sebagai pelajaran besar bagi kaum Muslimin agar waspada akan nasib dirinya, serta mensyukuri berbagai karunia besar yang telah diberikan Allah kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala berfirman, &lt;br /&gt;وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِى&lt;br /&gt;yang artinya, ‘… dan telah Ku-lengkapkan nikmat-Ku atasmu…’ (5:4).&lt;br /&gt;Nikmat karunia Allah yang diberikan kepada kita ini adalah dalam bentuk Al Qur’an Karim yang kita diperintahkan untuk mempraktekan semua ajaran di dalamnya. Jika kita dapat melaksanakan hal ini, tentulah kita akan dapat membangun jiwa ketaqwaan, sekaligus  memperoleh janji perlindungan-Nya, sehingga jadilah Allah sebagai Maula (Pelindung) yang sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mereka orang-orang Muslim tersebut tetap tidak sadar mengapa mereka kini dimahrumkan dari berbagai karunia Allah yang terkait dengan suatu kaum yang khas yang dinyatakan di dalam Al Qur’an sebagai berikut,&lt;br /&gt;كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ &lt;br /&gt;‘Kamu adalah umat terbaik, yang dibangkitkan demi untuk kebaikan umat manusia…’ (3:111).&lt;br /&gt;Mereka memang dimahrumkan karena mereka telah saling baku bunuh. Beberapa hari yang lalu terjadi ledakan bom di Peshawar yang digerakkan dari jarak jauh (remote-controlled). Ada pula bom bunuh diri yang juga ikut menewaskan banyak orang, termasuk orang-orang Ahmadi dengan mengatas-namakan agama. Apa maksudnya khair (atau baik) dalam kaitan ini ? Ini semua adalah tanda-tanda nyata yang perlu difikirkan serius, dan juga diperbaiki dengan berbagai cara. Jika tidak, maka keputusan final Allah Taala pun datang mendera, dan tak ada seorang pun yang dapat menghalang-halanginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin kepada orang lain dapat menjadi sumber perbaikan diri. Kaum Ahmadi hendaknya senantiasa eling, mawas diri dan memperbaiki diri agar tetap berada di jalan yang lurus. Awasilah akhlak diri sendiri; syukurilah atas segala karunia yang Allah telah berikan. Jika hal ini dapat dipelihara, maka sesuai dengan janji-Nya, Dia pun akan menjadi Al-Wali, atau Pelindung dan Penolong kita. Tak akan ada satu pihak pun yang dapat mencelakakan Jamaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala berfirman, &lt;br /&gt;ۚ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱعۡتَصِمُواْ بِٱللَّهِ هُوَ مَوۡلَٮٰكُمۡ‌ۖ فَنِعۡمَ ٱلۡمَوۡلَىٰ وَنِعۡمَ ٱلنَّصِيرُ&lt;br /&gt;‘…Maka dirikanlah Salat dan bayarlah Zakat, dan berpeganglah teguh kepada Allah.’ (22:79).&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan, wajib hukumnya bagi kaum mukminin untuk mendirikan Salat karena berfaedah bagi perubahan suci di dalam diri masing-masing. Kemudian, diperintahkan pula di sini untuk menthayyibkan harta benda dengan cara membelanjakan sebagian daripadanya di jalan Allah yang akan meneguhkan semua perintah Allah dengan sebaik-baiknya, Inilah yang akan membuat keimanan manusia kepada Tuhan dapat menjadikan Allah sebagai Tuhan dan Pelindung mereka yang sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala menyatakan di dalam,&lt;br /&gt;إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُ ۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُمۡ رَٲكِعُونَ&lt;br /&gt;وَمَن يَتَوَلَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَإِنَّ حِزۡبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلۡغَـٰلِبُونَ&lt;br /&gt;‘Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, yang dawam mendirikan Salat dan membayar Zakat dan mereka taat kepada Allah.&lt;br /&gt;Dan barangsiapa menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman sebagai penolong, maka sesungguhnya Jamaat Allah-lah yang pasti akan menang.’  (5:56-57).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini menyembah Allah Yang Maha Tunggal merujuk kepada mereka yang ikhlas dan yaqin terhadap Allah Swt sepenuhnya, suci dari segala bentuk syirik, Inilah suatu Jamaah yang pasti akan karena telah menjadi sahabat Allah, dan Allah pun menjadi Sahabat mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam satu Hadith Qudsi, Allah Taala menyatakan: 'Barangsiapa memusuhi sahabat-Ku. maka   Aku pun menyatakan perang terhadap mereka. Aku menyukai hamba-hamba-Ku yang berhasil memperoleh qurb kedekatan-Ku melalui berbagai kewajiban yang telah ditetapkan bagi mereka. Mereka beristiqamah dalam ikhtiar mereka untuk mendekat kepada-Ku melalui berbagai bentuk peribadatan mereka; hingga akhirnya Aku pun mencintainya. Dan bila Aku sudah  mencintainya, maka matanya ketika memandang menjadi mata-Ku, Tangannya yang memegang menjadi tangan-Ku,  Kakinya manakala melangkah menjadi kaki-Ku. Apabila ia memohon, maka Aku pun segera mengabulkannya. Dan apabila ia memohon perlindungan-Ku maka Aku pun melindunginya. Aku tidak ragu-ragu sedikitpun, karena keraguan dapat memusnahkan seorang mukmin. Ia tidak menyukai maut, dan Aku pun tidak ingin mendatangkan sedikitpun kesusahan,'&lt;br /&gt;Begitulah betapa Allah Swt sangat peduli dan sigap mendampingi mukminin sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala hamba Allah yang sejati mempraktekkan segala perintah-Nya dengan sepenuh hati, maka Dia pun menjadi Maula (Pelindung) mereka.  Semoga Allah menzahirkan semua ini agar kita dapat mengikuti jalan taqwa dan senantiasa menjaga habluminallah, sehingga Dia pun menjadi Maula yang sejati, serta mendapatkan pertolongan dan santunan-Nya dalam setiap langkah amal yang baik.  Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;translByMMA / LA110409&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(*)Ikhtisar Khutbah Jumah Hadhrat Khalifatul Masih V Atba pada tanggal 30 Oktober 2009, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-298769053989409475?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/298769053989409475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/298769053989409475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/11/sifat-al-wali-allah-taala-bagian-2.html' title='Sifat Al-Wali Allah Taala (bagian 2)'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-2047281426270330211</id><published>2009-11-03T18:41:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T00:30:17.379-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Allah'/><title type='text'>Tiga syarat pengabulan doa</title><content type='html'>Terkadang kita merasa sudah sedemikian banyak berdo'a, namun setelah sedemikian lama belum juga ada tanda-tanda do'a kita dikabulkan. Apakah yang salah? Mungkinkah Tuhan tidak mendengar do'a kita sedangkan Dia adalah Maha Mendengar. Atau ada hal-hal yang menjadi syarat dalam berdo'a yang belum kita penuhi sehingga do'a menjadi tertolak tanpa kita tahu. Lalu, kalau memang ada, apakah syarat-syarat agar do'a yang dipanjatkan dikabulkan oleh Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah sebuah kutipan nasihat dari Hz. Mirza Ghulam Ahmad (a.s.) Qadiani berkenaan dengan tiga syarat pengabulan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: #cece9d; padding: 15px;"&gt;Sejalan dengan pengetahuan tentang doa yang telah dikaruniakan Tuhan kepadaku, terdapat tiga persyaratan bagi pengabulan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; seorang pemohon doa haruslah seorang yang bertakwa penuh, yang menjadikan jalan ketakwaan sebagai kebiasaan hidupnya dan selalu menganut sepenuhnya jalan-jalan ketakwaan disamping merupakan orang yang dapat dipercaya, saleh, menepati janji dan hatinya selalu dipenuhi kecintaan kepada Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua,&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt; keteguhan hati dan perhatiannya (terhadap mahluk lain) demikian kuat dimana ia bersedia menyerahkan nyawanya sendiri bagi kehidupan orang lain dan bersedia masuk kubur untuk menarik yang lainnya keluar. Hamba-hamba yang diridhoi-Nya sesungguhnya lebih dikasihi Allah dari cinta seorang ibu kepada anak tunggalnya yang cantik. Ketika Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang melihat hamba yang diridhoi-Nya, demi menyelamatkan kehidupan orang lain telah mengorbankan dirinya sedemikian rupa hingga nyawanya sendiri terancam, maka Dia tidak akan membiarkannya mati dalam keadaan seperti itu. Maka demi hamba-Nya itu Dia akan memaafkan dosa orang lain yang sedang didoakannya dan jika orang itu sedang dalam cengkeraman penyakit yang mematikan atau sedang dilanda musibah, maka dengan Kekuasaan-Nya Dia akan memberikan sarana-sarana pelepasan. Seringkali terjadi dimana berdasar takdir semula seseorang sudah akan dihancurkan oleh Tuhan namun karena nasib baik ada seorang yang dekat kepada Tuhan mendoakannya secara tekun maka Tuhan lalu berbalik menolong yang bersangkutan. Semua catatan Tuhan yang telah disiapkan guna penghukuman orang berdosa itu lalu dibatalkan karena yang bersangkutan sekarang dianggap termasuk sebagai sahabat. Adapun Tuhan tidak akan pernah menyulitkan para sahabat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga, &lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;adalah persyaratan yang jauh lebih sulit dipenuhi dibanding yang lainnya karena kepatuhan atas persyaratan tersebut tidak berada di tangan mereka yang telah diridhoi Allah s.w.t. tetapi di tangan orang yang meminta bantuan doa bagi dirinya. Persyaratan ini mengharuskan orang bersangkutan mengajukan permohonan doanya dengan segala kerendahan hati, keyakinan penuh, kepastian, niat baik dan penyerahan diri. Ia harus memastikan dalam hatinya bahwa misalnya doa yang dipohonkannya ternyata tidak dikabulkan maka hal itu tidak akan mengganggu kepercayaan dan niat baiknya. Permohonan doa yang diajukannya tidak boleh merupakan suatu ujian atau test melainkan dikemukakan dengan penuh kepercayaan. Ia harus mengajukan permohonannya dengan segala kerendahan hati kepada pribadi yang dimintakan bantuan doanya dan sepanjang memungkinkan, ia harus memelihara hubungan baik dengan yang bersangkutan dengan cara membelanjakan harta, memberikan bantuan dan semua tindakan kepatuhan yang bisa menyentuh hati pribadi bersangkutan. Bersama dengan itu ia harus selalu berfikir baik dan menganggap yang bersangkutan sebagai orang yang memiliki ketakwaan tinggi serta menganggapnya sebagai suatu kekafiran untuk berfikir yang tidak konsisten dengan kesuciannya. Ia harus membuktikan keimanannya kepada yang bersangkutan melalui segala bentuk pengorbanan. Ia tidak akan menganggap ada tandingan lain di dunia dari pribadi tersebut serta mengabdikan diri sepenuhnya sedemikian rupa sehingga siap memberikan nyawa sekalipun atau hartanya atau kehormatannya bagi pribadi tersebut dan tidak akan mengutarakan atau membiarkan hatinya mempunyai fikiran buruk dari sudut apa pun. Ia harus membuktikan dirinya bahwa ia beriman sepenuhnya kepada pribadi tersebut beserta para pengikutnya. Dengan semua persyaratan di atas, ia masih juga dituntut untuk bersabar, bahkan misalnya ia harus kecewa sampai limapuluh kali pun, ia jangan sampai membiarkan keimanan dan niat baiknya terpengaruh dengan cara apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang telah memperoleh keridhoan Ilahi memiliki indera perasa yang amat peka dimana mereka bisa menyimpulkan tingkat ketulusan seseorang melalui wujudnya. Orang-orang seperti ini selalu bersifat lemah lembut hati namun mereka adalah orang yang cukup dengan dirinya sendiri. Mereka tidak menyukai orang yang takabur, mementingkan diri sendiri dan munafik. Hanya orang-orang yang bersedia menyerahkan nyawa sekali pun dalam mematuhi mereka yang diridhoi ini yang bisa memperoleh manfaat. Orang yang berfikiran buruk, menentang di dalam hati, tidak mencintai dan berniat buruk terhadap sosok yang diridhoi Tuhan, pasti tidak akan memperoleh kemaslahatan, bahkan hanya menghancurkan dirinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;i&gt;(Brahini Ahmadiyah, bag. V, sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 21, hal. 226-228, London, 1984).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-2047281426270330211?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/2047281426270330211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/2047281426270330211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/11/tiga-syarat-pengabulan-doa.html' title='Tiga syarat pengabulan doa'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-8698494584759385521</id><published>2009-11-03T18:18:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T00:30:17.382-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Allah'/><title type='text'>Pengabulan Do'a Merupakan Pengakuan Tuhan</title><content type='html'>Sebagaimana telah dikemukakan, umat Muslim selalu dianjurkan dalam Surat Al-Fatihah untuk menyibukkan diri mereka dalam berdoa dan mereka diajari doa yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Tuntunlah kami pada jalan yang lurus." (S.1 Al-Fatihah:6).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah merupakan ketetapan bahwa doa ini harus dipanjatkan dalam lima shalat setiap harinya. Karena itu salah sekali jika kalian menyangkal sifat spiritualitas daripada doa. Ketentuan Al-Quran menyatakan bahwa doa ini berkaitan dengan keruhanian dan sebagai hasil dari doa tersebut akan turun rahmat berupa keberhasilan dalam berbagai bentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia yang lurus dapat memahami bahwa disamping pengakuan atas takdir, adalah menjadi cara Allah s.w.t. untuk juga tidak akan menyebabkan timbulnya kesia-siaan atau kemubaziran dengan memberikan hasil pada berbagai upaya manusia yang diajukan bersama doa mereka. Di suatu tempat dalam Al-Quran, Allah yang Maha Kuasa menetapkannya sebagai suatu bentuk pengenalan atas diri mahluk-Nya ketika Dia mengabulkan doa mereka yang sedang berada dalam kesulitan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Atau siapakah yang mengabulkan doa orang yang sengsara apabila ia berdoa kepada-Nya?" (S.27 An-Naml:63).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Allah s.w.t. telah menetapkan pengabulan doa sebagai tanda eksistensi-Nya, bagaimana mungkin manusia waras dapat membayangkan kalau doa tidak akan memberikan tanda-tanda pengabulan yang nyata dan menganggap doa sebagai formalitas semata tanpa kandungan spiritualitas di dalamnya? Aku menganggap tidak akan ada seorang muminin hakiki melakukan kesalahan seperti itu. Allah yang Maha Mulia menyatakan bahwa melalui perenungan atas penciptaan langit dan bumi, manusia akan dapat mengenali Tuhan mereka secara benar. Begitu juga kiranya, dengan mengamati pengabulan doa, keimanan kepada Tuhan akan mewujud. Lalu, jika tidak ada nilai spiritualitas dalam doa dan tidak ada rahmat yang mewujud sebagai hasil dari doa, bagaimana mungkin doa seperti itu bisa menjadi sarana guna mengenali Tuhan sebagaimana halnya melalui pengamatan penciptaan langit, bumi dan benda langit? Sesungguhnya Al-Quran telah menunjukkan cara terbaik bagi pengenalan Tuhan yaitu melalui doa. Hanya melalui doa bisa diperoleh pemahaman lengkap yang sempurna akan makna eksistensi Tuhan dan bagaimana mengharapkan karunia dari sekian banyak fitrat-Nya. Doa itu laiknya petir yang menarik seseorang dari jurang kegelapan dan membawanya ke alam terbuka penuh cahaya serta mengantarnya berdiri di hadirat Allah yang Maha Agung. Melalui doa bisa diperbaiki akhlak ribuan pendosa dan yang kotor disucikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;i&gt;(Ayyamus Sulh, Qadian, Ziaul Islam Press, 1899; sekarang dicetak dalam Ruhani Khazain, vol. 14, hal. 259-260, London, 1984).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-8698494584759385521?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/8698494584759385521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/8698494584759385521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/11/pengabulan-do-merupakan-pengakuan-tuhan.html' title='Pengabulan Do&amp;#39;a Merupakan Pengakuan Tuhan'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-6360775314943771235</id><published>2009-11-03T17:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T00:30:17.386-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hakikat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Allah'/><title type='text'>Dua Cara Pengabulan Doa</title><content type='html'>Perlu diingat bahwa pengabulan doa itu terdiri dari dua cara, yang kesatu sebagai cobaan dan yang lainnya sebagai pemuliaan. Sebagai cobaan, terkadang doa dari pendosa dan yang durhaka atau bahkan kafir sekali pun bisa saja dikabulkan, namun pengabulan tersebut tidak mengindikasikan keridhoan hakiki dan lebih banyak merupakan cobaan. Adapun persyaratan dari pengabulan doa yang merupakan pemuliaan adalah si pemohon haruslah seorang hamba pilihan Tuhan dimana tanda dan nur statusnya itu mewujud dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tidak akan mengabulkan doa orang-orang durhaka dalam pengertian hakiki. Dia hanya mengabulkan doa mereka yang dalam pandangan-Nya termasuk orang-orang yang takwa dan patuh kepada-Nya. Perbedaan di antara kedua bentuk pengabulan ini ialah, pada pengabulan doa yang merupakan cobaan tidak ada persyaratan bahwa si pemohon adalah seorang muttaqi dan sahabat Tuhan, dimana Tuhan kepada yang bersangkutan juga tidak akan mewartakan pengabulan doanya secara khusus. Adapun pengabulan doa yang merupakan pemuliaan selalu diikuti dengan tanda-tanda sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, si pemohon adalah seorang yang bertakwa, jujur dan sempurna.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;,  si pemohon akan menerima warta tentang pengabulan doanya melalui firman Tuhan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;,   sebagian besar dari doa-doa yang diajukan tersebut bermutu tinggi dan berkaitan dengan masalah-masalah besar dimana pengabulannya menunjukkan bahwa hal itu bukanlah hasil kerja manusia tetapi merupakan contoh khusus dari kekuasaan Tuhan yang dimanifestasikan berkaitan dengan hamba-hamba yang terpilih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Keempat&lt;/i&gt;,  pengabulan doa yang merupakan cobaan jarang sekali dikabulkan sedangkan pengabulan doa yang merupakan pemuliaan dikabulkan dalam jumlah yang sangat banyak. Seringkali terjadi seorang pemohon yang pengabulan doanya merupakan pemuliaan menghadapi kesulitan sedemikian rupa sehingga jika yang bersangkutan adalah orang biasa, ia tidak akan mampu melihat jalan keluar kecuali melalui bunuh diri. Banyak terjadi dimana mereka yang cenderung pada duniawi serta jauh dari Tuhan-nya ketika terlibat dalam masalah gawat, kesedihan atau pun petaka, kekacauan dan cobaan yang tidak ada jalan keluarnya, karena kelemahan iman dan kekecewaan kepada Tuhan lalu mengambil jalan pintas minum racun, melemparkan diri dari ketinggian atau menembak dirinya sendiri. Adapun mereka yang dekat kepada Tuhan, jika menghadapi kesulitan akan menerima bantuan secara istimewa karena kekuatan keimanan dan hubungannya yang dekat kepada Tuhan. Karunia Tuhan membimbing tangannya dengan cara yang istimewa sehingga kalbu orang yang menyadari hal demikian akan langsung mengakui bahwa yang bersangkutan memang menikmati bantuan Tuhan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Kelima&lt;/i&gt;,   pemohon dari doa yang pengabulannya merupakan pemuliaan selalu menerima karunia Ilahi dimana Tuhan menjadi penjaganya dalam segala hal sehingga kecerahan nur kasih Allah dan tanda pengabulan dari Tuhan serta keceriaan ruhani dan karunia dimanifestasikan dalam wujudnya sebagaimana dinyatakan Allah yang Maha Agung:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Engkau dapat mengenal pada wajah mereka kesegaran nikmat itu." (S.83 At-Tathfif:25)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;dan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ingatlah, sesungguhnya teman-teman Allah itu tak akan ada ketakutan menimpa mereka dan tidak pula mereka akan berdukacita." (S.10 Yunus:63).&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;i&gt;(Tasdiqun Nabi, h.43-45 atau Maktubati Ahmadiyya, vol. 3, hal. 75-77).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-6360775314943771235?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/6360775314943771235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/6360775314943771235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/11/dua-cara-pengabulan-doa.html' title='Dua Cara Pengabulan Doa'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-763417124290723718</id><published>2009-10-28T00:51:00.000-07:00</published><updated>2010-02-02T21:42:34.248-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bencana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukuman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gempa Bumi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Azab ilahi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ciri-ciri azab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Allah'/><title type='text'>BENCANA ALAM ATAU HUKUMAN ILAHI?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Oleh: Hadhrat Mirza Tahir Ahmad(r.h.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Bagian 4)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: #cfe2f3; padding: 10px;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rangkaian tulisan ini diterbitkan pertama kali dalam Al-Furqan, Rabwah, Pakistan tahun 1976. Tiga bagian pertama berhubungan dengan bagaimana hukum-hukum alam digunakan oleh Tuhan untuk menjatuhkan hukuman telah diterbitkan dalam terbitan-terbitan Ahmadiyya Gazette sebelumnya. Tulisan sekarang melanjutkan untuk menguji apa perbedaan antara hukuman Ilahi dengan bencana alam – satu pertanyaan yang sebagian dibahas dalam terbitan Juni 1994.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ciri-Ciri Khas Hukuman (Azab) Ilahi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang kini timbul adalah bahwa jika para penentang Adam(a.s.) disapu dari permukaan bumi; jika tak ada tanda keberadaan dari semua orang yang menolak Nuh(as.); jika orang-orang yang mengejar Musa(a.s.) ditenggelamkan oleh air sungai Nil; jika para penentang Daud(a.s.) dimusnahkan; dan jika orang-orang yang beriman kepada Isa(a.s.) unggul atas orang-orang yang menolak beliau sedemikian rupa hingga yang sedikit menjadi banyak; yang diperintah menjadi yang memerintah dan yang teraniaya, majikan – maka mengapa hukuman dari langit yang bekerja dengan mukjizat sedemikian rupa dalam mendukung nabi-nabi terdahulu hal semacam itu tak ada dalam mendukung Nabi Suci Muhammad(s.a.w.) yang merupakan Penghulu Para Nabi dan yang paling sempurna dari para rasul? Mengapa keunggulan lahiriah yang didapatkan oleh yang terakhir ini atas para penentangnya adalah jauh lebih singkat dari pada hasil yang didapatkan oleh orang-orang yang mengimani Nabi Isa(a.s.) dalam beberapa abad pertamanya sesudah peristiwa penyaliban atas orang-orang yang menolak Nabi Isa(a.s.)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6763630931034464691&amp;amp;postID=763417124290723718" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dalam menanggapi pertanyaan di atas, masalah utama untuk diingat adalah bahwa tak ada tempat dalam Kitab Suci Al-Qur-an yang mendakwakan bahwa tujuan dari hukuman Ilahi adalah selalu, tanpa kecuali, kemusnahan bangsa penentang. Walaupun ia merujuk pada beberapa bangsa semacam itu yang kehancurannya telah ditakdirkan, ini tidak ditakdirkan sebagai keputusan Tuhan yang mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh! Jika ada keputusan mutlak, itu hanyalah bahwa sebagai hasil (akibat) dari hukuman Ilahi, para pengikut nabi-nabi mengungguli para penentangnya. Sesudah kemenangan ini, sebagian dari para penentang terlindungi tapi dalam perlindungan ini juga kita kadang-kadang menemukan beberapa segi kemalangan. Kita menjumpai banyak suku nomadic (pengembara) di dunia ini dan banyak orang yang tinggal di padang belantara yang hidup dengan susah payah yang keberadaannya benar-benar sengsara dan tak beruntung. Jika sejarah masa lalu mereka bersama-sama dikutip dengan cermat, itu benar-benar masuk akal bahwa sebagai hasil dari penolakan terhadap seorang nabi yang diutus kepada mereka, para leluhur mereka mendapat laknat dan dibiarkan hidup kemudian untuk menyajikan pelajaran bagi umat manusia. Bagaimanapun, ini bukan merupakan sesuatu yang orang dapat jangkau dan membuktikan untuk menghilangkan keraguan tapi itu merupakan perkiraan dan kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh hubungannya dengan sejarah, Kitab Suci Al-Qur-an menyajikan contoh kaum Yahudi. Pemeliharaan ras Yahudi merupakan satu contoh hukuman serupa itu. Menurut nubuwatan Kitab Suci Al-Qur-an, kisah kehinaan mereka dan nama buruk mereka akan terpelihara hingga akhir masa. Dalam hubungan ini, Kitab Suci Al-Qur-an menguatkan bahwa Nabi Isa(a.s.) telah diberikan kabar suka mengenai keunggulan para pengikut beliau atas orang-orang yang ingkar: Dan Aku akan menjadikan orang-orang yang mengikuti engkau di atas orang-orang yang mengingkari engkau hingga hari kiamat. (QS 3:56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nubuwatan ini dipenuhi dengan keagungan sekitar tiga abad sesudah kewafatan Nabi Isa(a.s.) dan memberikan bukti terhadap kebenaran Kitab Suci Al-Qur-an. Yang paling mengherankan bahwa tak ada Injil tidak pula kitab-kitab Perjanjian Baru lainnya mengandung suatu rujukan tentang nubuwatan ini walaupun ini begitu penting sehingga Alkitab (Bible) paling tidak, seharusnya paling utama mengisahkannya. Dengan itu mungkin, Alkitab diam tapi Al-Qur-an menyebutkannya. Sejak waktu itu hingga sekarang, sejarah dunia memberikan kesaksian dalam mendukung Kitab Suci Al-Qur-an, dalam masa lalu, kita boleh menemukan bahwa satu jenis lain dari hukuman Ilahi adalah bahwa satu bangsa dapat menerima kemurkaan Ilahi dan hingga hari kiamat tetap dalam keadaan tak beruntung hingga tak dapat bangkit kembali ke arah kejayaan yang terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pertanyaan sekilas adalah bahwa mengapa pada zaman ini kaum Yahudi telah berkuasa atas satu kawasan Muslim dan bagaimana mereka dapat mengatur untuk mendirikan pemerintahan yang kejam dalam jantung dunia Islam? Ini bukan tempatnya untuk membahas masalah ini secara rinci tapi cukuplah untuk mengatakan bahwa Kitab Suci Al-Qur-an berisi nubuwatan mengenai kemenangan sementara ini. Satu maksud yang disajikan dengan nubuwatan ini adalah bahwa hal itu hendaknya menjadi jelas bagi bangsa Yahudi dan masyarakat dunia bahwa kemurkaan Allah Ta’ala  bukan merupakan tindak kezaliman atau kesewenang-wenangan di pihak Tuhan. Tapi karena tingkah laku bangsa Yahudi telah menjadi begitu jahat dan mereka telah menjadi hati batu (keras hati) sehingga jika mereka sebentar saja memperoleh kekuasaan, mereka tentu akan melakukan kekejaman dan kezaliman yang amat sangat. Oleh sebab itu, mereka tidak berhak mendapatkan kekuasaan duniawi di tangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita merenungkan masalah ini, hal pertama yang kita temukan adalah, apa maksud yang akan menjadi pemenuhan janji Tuhan kepada para nabi mengenai kemenangan mereka. Kecuali jika kita memisahkan masa yang diperlukan bagi keunggulan yang didapatkan seorang nabi dan para pengikut beliau, kita tidak dapat sampai pada suatu kesimpulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kembali pada persoalan mendasar bahwa mengapa tak ada hukuman Ilahi yang ditimpakan kepada para penentang Nabi Suci Muhammad(s.a.w.)? Satu tanda semacam itu tak diragukan lagi akan memberikan keunggulan kepada agama Nabi(s.aw.) atas para penentang beliau. Jika Nabi Suci(s.a.w.) diutus untuk seluruh umat manusia, satu keunggulan yang didapatkan atas bangsa-bangsa Arab saja sukar memuaskan akal. Hari ini, empat belas abad sesudah kedatangan Nabi Suci Muhammad(s.a.w.), keadaan kaum Muslimin adalah sedemikian jika dibandingkan dengan kaum Kristen saja, dan kami memberikan peluang pada anda untuk memikirkan kaum-kaum lainnya, kaum Muslimin tampak rendah dalam segala seginya. Adalah kaum Kristen yang menikmati kekuatan jumlah orang, keunggulan modal, kekuasaan politik dan kebesaran militer. Sama halnya, dalam intelektual, bidang budaya dan kemasyarakatan juga, kaum Kristen memimpin sedangkan kaum Muslimin tampak dipimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita merenungkan masalah ini, hal pertama yang terpaksa kita jumpai adalah, maksud apa yang akan menjadi bagi pemenuhan janji Tuhan kepada para nabi mengenai kemenangan mereka. Kecuali jika kita memisahkan masa yang diperlukan bagi keunggulan yang didapatkan seorang nabi dan para pengikut beliau, kita tidak dapat sampai pada suatu kesimpulan. Ketika kita kaji sejarah nabi-nabi terdahulu dari segi ini, kita membuktikan bahwa walaupun kemenangan dapat dengan jelas terlihat sebagai titik puncak, tampak tak ada masa yang khusus yang menyajikan petunjuk prinsip yang dapat diterapkan dalam setiap dan masing-masing kasus (kejadian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambillah sebagai contoh, kemenangan ajaran Kristen. Selama tiga abad sesudah pendakwaan Nabi Isa(a.s.), ajaran Kristen tampak sebagai sebuah perahu yang sedang digoyang naik dan turun, serta turun dan naik, dengan tak ada akhir dalam pandangan. Itu melalui banyak tahapan ketika kaum Kristen dikuasai oleh musuh yang kuat dan kejam dan mereka terpaksa mencari perlindungan di gua-gua dan lorong-lorong bawah tanah. Lorong-lorong bawah tanah ini mengingatkan kita pada Ashabul Kahfi, yakni para penghuni gua, yang masih ada [bekas-bekasnya] di Eropa dan yang lebih populer dikenal sebagai katakombe yang jauhnya (panjangnya) bermil-mil. Labirin (susunan rumit) dari katakombe ini adalah begitu kompleks dan gelap sehingga walaupun dengan sarana-sarana penerangan modern, kumpulan pengunjung terpaksa mengikuti petunjuk dalam Indian file untuk melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kemudian sebagian pengunjung kehilangan jalannya dan terjebak dalam labirin itu. Namun, lorong-lorong kegelapan yang sama merupakan penerangan dan diterangi oleh kehadiran kaum Kristen yang teraniaya yang mengimani Tauhid Ilahi. Mereka merupakan kaum yang menghadapi bahaya yang sedang menunggu di atas tanah yang adalah jauh lebih menakutkan dan mengerikan dari pada bahaya di bawahnya. Kadang kala mereka tinggal dalam lorong-lorong ini selama bertahun-tahun dan tidak sesaatpun ingin melepaskan keimanan mereka tanpa takut kepada musuh. Selain itu, begitu sejarah Romawi berubah dan bertukar, apakah lebih baik atau lebih buruk, kaum Kristen akan muncul untuk menghirup udara segar dan satu masa kelonggaran dan kemudian ketika kekejaman memerintah hari itu, mereka akan menyelam (bersembunyi) seakan-akan untuk hibernasi (tidur di musim dingin). Itu berlanjut seperti ini hingga berbagai bentuk kemalangan bertumpuk atas kesengsaraan Kerajaan Roma dan mencapai puncak kejatuhannya. Dunia kemudian melihat ajaran Kristen timbul dari katakombe-katakombe bawah itu. Mereka menjadi dasar dan susunan tertinggi dari menara-menara kemajuan yang agung. Hari ini, hiasan langit yang mereka dirikan dapat dilihat sedang berbicara di langit. Itu merupakan perwujudan keagungan Tuhan yang mengherankan, oleh sebab itu, satu kaum yang tidak dapat hidup untuk pesan Tuhan di permukaan bumi dan alih-alih hidup dalam keterbukaan, lebih suka, demi jalan Tuhan, tinggal dalam relung-relung, dan perhentian dan celah kegelapan bawah tanah, Tuhan mengunggulkan mereka secara lahiriah. Bukan hanya menara-menara keagungan mereka tampak sedang berbicara di langit tapi mereka sendiri berhubungan melaluinya. Sewaktu-waktu ‘langkah raksasa kemanusiaan’ mereka mencap permukaan bulan. Kadang kala, semburan roket kapal-kapal angkasa mereka yang mengitari planet. Sejauh hubungannya dengan hakikat kejadian-kejadian itu, walaupun dari segala ukuran manusiawi tampaknya hampir tak mungkin dan tak dapat dipahami bahwa tiga abad sesudah kewafatan Nabi Isa(a.s.) (Yesus) kaum Kristen yang tak berdaya ini akan meraih keberhasilan yang gemilang dan pada suatu terlihat sedang menguasai bumi dan angkasa, namun kenyataan masalahnya adalah bahwa yang tak mungkin telah menjadi mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Isa(a.s.), tentu saja, diutus sebagai seorang rasul untuk Bani Israil saja. Bangsa-bangsa lain telah menggunakan kekuatannya dalam menekan pesan ajaran Kristen, itu adalah mungkin sekali bahwa ajaran Kristen telah membatasi dirinya pada suku-suku Israel saja, walaupun ia mungkin juga selama itu telah melangkah maju, ia mungkin juga telah menciptakan beberapa jalan lain di kiri dan kanan. Tapi, bila saja bangsa-bangsa lain telah mendekati ketentuan Tuhan yang tak dapat diubah: Pasti, Aku akan menang, Aku dan rasul-rasul-Ku. (QS 58:22) mereka akan dilanda ketakutan, menderita kerugian, menempuh jalan kekalahan bagi diri mereka sendiri dalam setiap makna kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, tak ada dasar bagi keraguan dalam kenyataan ini, yang dapat dibuktikan dari kesaksian Perjanjian Baru, ajaran Kristen merupakan pesan kehidupan untuk bangsa tertentu saja dan satu ras yang khusus. Pesannya adalah untuk masa tertentu juga. Dengan demikian, ia tak pernah dimaksudkan jadi pesan untuk seluruh alam. Bahkan tidak ada isyarat bahwa ajaran Nabi Isa(a.s.) seperti yang terkandung dalam Perjanjian Baru dimaksudkan untuk ditujukan bagi seluruh dunia atau berlaku bagi segala zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kita mencatat bahwa dalam masalah Nabi Isa(a.s.), yang adalah Seorang rasul bagi Bani Israil (QS 3:50) diperlukan tiga abad untuk mencapai tujuan. Bahkan kemudian kaum Kristen tidak sepenuhnya berjaya. Sungguh, mungkin benar untuk mengatakan bahwa kemudian, sarana-sarana kemenangan sepenuhnya telah didapatkan.&lt;br /&gt;Pendakwaan Nabi Suci Muhammad(s.a.w.) adalah Hai manusia! Sesungguhnya aku adalah Rasul Allah bagi kalian semua. (QS 7:159). Dengan perkataan lain, bagi kalian semua, apakah kalian berasal dari timur atau barat, apakah kalian putih, coklat atau hitam atau warna kulit lainnya, bagi kalian, aku telah diutus sebagai rasul Tuhan. Dalam mencapai tujuan yang demikian agung dan tinggi itu, dan untuk ajaran yang begitu agung bagi seluruh dunia, adalah masuk akal bahwa masa yang lebih panjang dari pada tiga ratus tahun untuk para pengikut Yesus akan ditetapkan.&lt;br /&gt;Ketika kita mencari petunjuk dari Kitab Suci Al-Qur-an dan Hadits, kita melihat bahwa kemenangan Islam dapat dibagi dalam dua zaman berbeda. Kebangkitan pertama Islam secara nyata adalah berhubungan dengan lahirnya Islam dan zaman itu diawali tepat pada masa Nabi Suci(s.a.w.) pembawa agama Islam, dari masa itu ditakdirkan perkembangannya [lalu] menurun dan tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa kemunduran dan ketidak mampuan lahiriah ini, Islam akan menghadapi bahaya besar, ketika hari-harinya akan tampak sebagai malam yang sedang menjelang. Sesudah tahap yang berlarut-larut ini, Allah Ta’ala, dengan anugrah dan karunia-Nya yang tak terbatas itu, akan mewujudkan keagungan-Nya sekali lagi. Dia akan mengirimkan seorang cerminan sejati dari Nabi Suci Muhammad(s.a.w.) dengan keagungan yang gilang gemilang sekali lagi ‘dari antara orang-orang yang belum pernah berjumpa dengan mereka’ (QS 62:3,4) agar mengikuti jejak langkah majikannya, Al-Mahdi yang dapat memperbaharui cahaya keimanan dalam kalbu-kalbu mereka sedemikian rupa hingga jika iman terbang ke Bintang Tsurayya (Shahih Bukhori: Kitabut Tafsir Surah Al-Jumu’ah jilid III, hal. 727) Al-Mahdi dan pembaharu dunia yang dijanjikan akan membawa cahaya aslinya dalam kalbu-kalbu (hati) mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah Ta’ala mewahyukan kepada Nabi Suci Muhammad(s.a.w.) bahwa Islam akan unggul sekali lagi atas semua agama dunia lainnya, seorang sahabat bertanya kapan itu akan terjadi. Nabi Suci(s.a.w.) menjawab: Ini akan terjadi ketika Al-Masih turun (Sunan Abu Daud: Kitabul Mullahim, Bab Khuruj Ad-Dajjal, hal. 594 &amp;amp; Musnad Ahmad bin Hambal: 12:437). Dia akan memecahkan masalah salib, membunuh babi dan datang sebagai Hakim dan Pemutus (antara bangsa-bangsa, agama-agama dan golongan-golongan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memandang sebelumnya, adalah nyata bahwa kemunduran Islam yang tampak sebelum kemenangan sempurna dan akhirnya bukanlah merupakan satu tanda yang dengan suatu cara menyebabkan kekalahan dan kegagalan sepenuhnya tapi merupakan satu tahap yang harus dilalui, seperti yang ditakdirkan, sebagai pendahuluan, sebelum kemenangannya. Begitu juga tahap-tahap bangun dan jatuh dalam nasib dialami oleh kaum-kaum terdahulu, tahap sejarah Islam ini tak mempunyai pengaruh atas takdir Allah Ta’ala yang tetap dan tak berubah itu. Maka, tak jadi soal bagaimana pun mengherankannya masa kemunduran berbahaya ini yang melaluinya Islam terpaksa tempuh, menurut nubuwatan Nabi Suci(s.a.w.), yang disampaikan empat belas abad yang lampau, hal itu menyajikan tak lebih dari pada tahapan sementara. Hilangnya telah ditetapkan sebelumnya dan tak ada kekuatan di bumi yang dapat mengubah takdir Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, kabar yang diberikan sebelumnya bahwa ketika waktu kedatangan seorang nabi, yang akan merupakan bayangan dan cerminan dari Nabi Suci Muhammad(s.a.w.) dan yang akan datang dari kalangan orang-orang yang belum pernah berjumpa dengan mereka, tiba, kaum Muslimin sekali lagi akan menjadi Muslim baru. Perlawanan dan serangan gencar Islam atas ajaran Kristen yang salah akan dilakukan dengan keunggulan sepenuhnya, yang, telah terjadi atas nama Al-Masih, yang akan menghancurkan berkeping-keping bangunan salib dan menghilangkan budaya barat yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita merenungkan nubuwatan-nubuwatan ini, kalbu-kalbu (hati) kita terhibur dengan pemikiran bahwa jika masa kemunduran Islam digenapi secara harfiah, maka tak dapat diragukan bahwa kabar suka keunggulan Islam atas segala agama dunia lainnya harus digenapi secara pasti  segera digenapi sesudah berlalunya kemunduran. Betapa bagusnya seorang penyair Inggris menyimpulkan masalah ini dengan perkataan: Jika musim dingin tiba, dapatkah musim semi jauh tertinggal di belakang? Maka, Kebenaran yang memberikan pertanda musim dingin, telah memberikan napas yang sama kabar suka musim semi, dan jika musim dingin tiba dan berlalu, kabar suka musim semi bagaimanapun harus tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Ahmadiyya Gazette Canada, July 1994, hal. 4-7.&lt;br /&gt;Diterjemahkan oleh: Muharim Awwaluddin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-763417124290723718?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/763417124290723718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/763417124290723718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/10/bencana-alam-atau-hukuman-ilahi.html' title='BENCANA ALAM ATAU HUKUMAN ILAHI?'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-8900877741198828614</id><published>2009-10-27T14:49:00.000-07:00</published><updated>2010-02-02T21:44:53.363-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenabian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumat'/><title type='text'>Sifat Al-Wali Allah Taala</title><content type='html'>Salah satu sifat Allah Swt lainnya adalah Al Wali (Sahabat, atau Penolong).(*) Menurut berbagai Kamus Bahasa Arab, wali artinya penolong. Suatu Dzat yang memelihara seluruh materi dan makhluk ciptaan-Nya. Juga berarti seorang sahabat yang handal. Sebagaimana difirmankan di dalam Surah Al Baqarah, ‘Allahu waliyyulladziina aamanuu…’, yakni, Allah adalah Sahabat dan Penolong orang-orang mukmin, dan yang memenuhi segala kebutuhan mereka. Memberi mereka petunjuk hidayah, serta meneguhkan akidah dan berbagai bukti kebenaran mereka. Bunyi selengkapnya ayat Al Quran tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;ٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ‌ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَوۡلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّـٰغُوتُ يُخۡرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَـٰتِ‌ۗ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلنَّارِ‌ۖ هُمۡ فِيہَا خَـٰلِدُونَ &lt;br /&gt;yang artinya, ‘Allah itu adalah Sahabat orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari berbagai corak kegelapan kepada cahaya. Dan bagi orang-orang kafir, sahabat mereka itu adalah orang-orang yang sesat, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada berbagai macam kegelapan. Mereka adalah penghuni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Api [neraka], mereka tinggal lama di dalamnya.’ (Surah 2 / Al Baqarah, ayat : 258).&lt;br /&gt;Benar adanya, Allah itu adalah Sahabat bagi kaum mukminin sejati yang keimanannya tidak dicampuri oleh urusan duniawi; melainkan terus meningkatkan maqom kerohanian mereka; yang membawanya dari berbagai corak kegelapan ke dalam cahaya petunjuk; yakni, dari berbagai macam kelemahan rohani maupun duniawi menjadi semakin kuat dan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Dengan kata lain, Allah Taala menyatakan, Dia akan mengaruniai orang-orang beriman dengan keberhasilan rohani maupun duniawi, baik secara perorangan maupun Jamaah; serta menghilangkan berbagai kesulitan mereka. Namun hal ini menuntut syarat untuk memelihara kelanjutan peningkatan rohani setelah pernyataan baiatnya. Mereka yang mencari karunia-Nya ini dengan cara setia melaksanakan berbagai perintah Ilahi, maka Allah Taala pun benar-benar menjadi Sahabat dan Penolongnya yang sejati. Tak ada lawan ataupun kekuatan duniawi yang dapat menghancurkan mereka. &lt;br /&gt;Dilain pihak Allah Taala pun menyatakan, bahwa kaum mukminin akan diuji dengan berbagai macam kesulitan, bahkan kehilangan nyawa, harta benda dan anak keturunan. Jadi apa maksudnya Allah Taala akan menghilangkan berbagai kelemahan duniawi mereka?  Boleh jadi ada orang yang mengatakan, berbagai macam ujian tersebut akan membawa kemajuan rohani,  tidak duniawi. Ingatlah, manakala seorang mukmin sudah demikian teguh keimanannya kepada Allah, maka mereka itu bukan hanya akan memperoleh faedah bagi diri mereka sendiri melainkan juga dikarenakan kesetiannya menjaga tali hubungan dengan Jamaah, maka berbagai kerugian mereka itu dapat menjadi sumber kemajuan bagi Jamaat; khususnya apabila pengorbanannya itu didasari atas keimanannya yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman awal kebangkitan Islam, pengorbanan besar kaum Muslimin pada waktu itu ketika menghadapi berbagai bentuk penganiayaan yang tiada henti, tidak menjadi sia-sia. Meskipun minoritas, berbagai macam pengorbanan mereka tersebut justru membuat keimanan mereka dan Jamaatnya semakin meningkat. Berbagai bentuk penganiayaan tidak menyurutkan minat mereka yang berfitrat baik untuk melangkah ke haribaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika penyiksaan tersebut memaksa mereka harus berhijrah, hal ini justru membuka peluang bagi kemajuan yang lebih besar. Jumlah mereka semakin meningkat pesat, sekaligus dengan kemampuan ekonominya, sehingga akhirnya pihak lawan yang demikian zhalim itu dapat ditaklukkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam sejarah perkembangan Jamaat Ahmadiyah pun demikian. Pada setiap masa derita dan ujiannya selalu disertai dengan kemajuan rohani dan duniawi setelahnya. Seandainya tidak ada peristiwa tragedi besar pada tahun 1974, yang menyebabkan banyaknya anggota Jamaat yang meninggalkan Pakistan, tentulah diaspora penyebaran kaum Ahmadi  ke seluruh dunia tidak akan pernah terjadi. Banyak di antara mereka yang berhijrah itu bekerja di ladang-ladang pertanian kecil; ada juga yang berwiraswasta kecil-kecilan, atau bekerja sebagai buruh harian. Namun anak keturunan mereka memperoleh kesempatan pendidikan yang jauh lebih baik. yang tidak ada  di negara mereka. Atau, kalaupun ada, situasinya tidak kondusif. Bandingkanlah dengan kaum muda [ghair-Ahmadi] Pakistani lainnya, meskipun mereka berpendidikan tinggi ataupun tingkat S-3 (doktorat) di Eropa, tetapi tidak memperoleh kesempatan pendidikan yang baik tersebut. Ini boleh jadi dikarenakan mereka tidak berusaha untuk itu ataupun tidak memiliki sumber daya pendukungnya.  Oleh karena itu, kaum Ahmadi yang telah berhijrah ke negara-negara Barat hendaknya senantiasa ingat akan hal ini. Ialah, karena mereka meninggalkan tanah air atas dasar keimanan, maka Allah Taala pun mensejahterakan mereka; dan Jamaat mereka pun meningkat, baik dari segi jumlah anggota maupun kemampuan pengorbanan harta bendanya. Karena pencapaian tingkat akademis perorangan mereka meningkat, maka secara Jamaah pun meningkat pula. Hal ini hendaknya membuat diri setiap Ahmadi lebih dekat lagi kepada Allah Taala; yakni maqom keimanan mereka semakin meningkat, alih-alih menjadi takabur atau berbangga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala telah membuktikan kesungguhan sifat Al Wali-Nya, maka kita pun berkewajiban untuk membuktikan diri sebagai hamba-Nya yang sejati. Kemajuan ini bukan hanya dianugerahkan kepada mereka yang berhijrah saja, melainkan juga bagi mereka yang memilih untuk menetap. Yakni, berbagai usaha bisnis mereka yang menjadi rusak karena penganiayaan, akhirnya mendapatkan kemajuan. Jadi, inilah sifat Allah Al Wali, yakni Sahabat dan Penolong. Allah yang telah menjadi Sahabat andalan kita, telah memberikan berbagai keberhasilan kepada kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pada tahun 1984 pihak musuh berusaha memberangus Jamaat, sehingga bahkan seorang Khalifah Waqt terpaksa harus berhijrah dari Pakistan, siapakah yang menolong ?  Dia itulah Sahabat dan Penolong yang sama; Dzat yang berkuasa atas segala sesuatu. Allah Swt-lah yang menolong Hadhrat Khalifatul Masih IV rh.a  dengan cara-Nya yang khas; diluar kemampuan sahabat kekuatan dunia manapun.&lt;br /&gt;Jamaat kini semakin maju pesat baik dari segi kwantintas maupun kwalitas berkat adanya media MTA. Satu seruan hidayah dari seorang Khalifah Waqt didengar dan ditaati, menjalar ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat Al Quran tersebut menyatakan, Allah Taala menjanjikan kemajuan berbagai fasilitas bagi kaum mukminin, sedangkan bagi para penentang, mereka itu melangkah ke arah kegelapan disebabkan telah menjadi sekutu Syaitan.&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah Saw mendakwakan diri sebagai seorang Rasul Allah, kemudian menyeru kaum Makkah kepada hidayah petunjuk dari Allah Swt, para pemimpin Quraisy merasa tertantang atas berbagai kebaikan yang telah mereka perbuat. Oleh karena mereka menolak Kebenaran Ilahi, maka Syaitan pun menggelincirkan mereka sehingga meluputkan dan memusnahkan amal mereka. Abu Hakim [yang mestinya bijaksana], menjadi Abu Jahal yang hina, dan sejak hari penolakannya itu hingga hari kiamat namanya lebih dikenal sebagai Abu Jahal; dan sahabatnya tiada lain adalah Syaitan. Sedangkan seorang budak negro yang bernama Bilal menjadi waliullah; sahabat Allah berkat cahaya keimanannya; dan sejak hari baiatnya itu hingga hari kiamat namanya dimuliakan sebagai Sayidna Bilal r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun mereka yang menolak Hadhrat Masih Mau'ud a.s.; mereka dicengkeram oleh kegelapan. Sedangkan mereka yang menerimanya, sesuai dengan janji Allah Swt, berubah menjadi insan-insan rohaniah, padahal sebelumnya dikenal jahil, buruk dan korup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang menolak para nabiyullah senantiasa tersungkur ke dalam jurang kegelapan oleh rintangan penolakan mereka sendiri. Syaitan merasuki diri mereka dengan sifat hasad, dan keburukan. Maka Allah Taala menetapkan, akhir kesudahan mereka sangat naas; terbakar oleh api kedengkian mereka di dunia ini juga. &lt;br /&gt;Menurut Kamus Bhs.Arab, waliullah adalah insan yang telah menjadi sahabat Allah; yakni telah mentaati Allah sepenuhnya. Seorang mukmin sejati mendapat julukan waliullah, bukan mullah (mula-Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt berfirman di dalam Surah Muhammad,&lt;br /&gt;ذَٲلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَأَنَّ ٱلۡكَـٰفِرِينَ لَا مَوۡلَىٰ لَهُمۡ &lt;br /&gt;‘Demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah Penolong orang-orang beriman, dan sesungguhnya bagi orang-orang kafir tidak ada penolong bagi mereka.’ (Surah 47 / Muhammad : 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada ayat sebelumnya Allah Swt berfirman, &lt;br /&gt;يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ &lt;br /&gt;‘Hai, orang-orang yang beriman, jika kamu menolong karena Allah, maka Dia pun akan menolong kamu dan akan meneguhkan langkah-langkahmu.’ (Surah 47 / Muhammad : 8)&lt;br /&gt;Ayat ini khususnya ditujukan kepada kaum Muslimin pasca zaman Rasulullah Saw; yakni diwajibkan atas mereka untuk membantu agama Allah, yang sebagai ganjarannya, Allah pun akan memberikan bantuan-Nya. Khususnya lagi di zaman Imam Mahdi a.s. ketika perjuangan untuk menghidupkan kembali agama Islam telah ditakdirkan, kewajiban ini menjadi lebih utama. Mereka yang mengingkari Hadhrat Imam Mahdi a.s. akan mengalami nasib yang sama sebagaimana kaum yang menolak para rasul Allah terdahulu. Hal ini adalah perkara yang sangat penting bagi kaum Muslimin. Janji Allah untuk memberi bantuan dan menyantuni masih berlaku. Banyak koresponden yang menyebut dirinya Muslim  menulis panjang-panjang, bahwa mereka kini mengalami kemerosotan iman, dan juga sumber-sumber materinya. Mereka menyadari hal ini boleh jadi disebabkan telah mengecewakan Tuhan. Maka, masih ada waktu untuk menerima kebenaran Imam Zaman, untuk menyampaikan 'salam' Rasulullah Saw kepada Imam Mahdi, Khalifatullah; tidak terjebak ke dalam kefanatikan tertutupnya pintu kenabian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun hendaknya berusaha mempelajari berbagai pendapat para waliullah terdahulu, tidak hanya taqlid kepada apa yang mereka namakan sebagai mullah, atau imam mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kitab ‘Futûhât al-Makkiyyah’, Hadhrat Muhyiddin ibnu Arabi menyatakan, kerasulan berakhir dengan kedatangan Rasulullah Saw yang membawa syariat terakhir; namun, seorang rasul tabi'i, yakni berkat sepenuhnya itaat menjalankan Syariat Islam, bisa datang setelahnya. Kerasulan tidak berakhir sama sekali. Merujuk kepada Hadith, ‘laa nabiya ba’di’ (tak ada lagi nabi sesudahnya) Hadhrat Muhyiddin ibnu Arabi menulis, maksud Hadith ini sama dengan maksud Hadith Rasulullah Saw lainnya, ialah,  ‘...manakala Kaisar ini terbunuh, tak ada lagi Kaisar sesudahnya’.&lt;br /&gt;Hadhrat Imam Shirani menulis di dalam bukunya, ‘Al Yawaqit wal Juwahar’, bahwa maksud Hadith ‘laa nabiya ba’di’, ialah tidak akan ada lagi nabi pembawa syariat baru sesudah Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhrat Mullah Ali Qari menulis di dalam bukunya, ‘Mauzuat Kabir’ , sabda Rasulullah Saw bahwa 'seandainya Ibrahim (anak laki-laki beliau) berusia panjang, niscaya ia akan menjadi seorang rasul', tidaklah bertentangan dengan keyakinan  Khataman Nabiyin (berakhirnya kenabian) karena arti Khataman Nabiyin, setelah Rasulullah Saw, tidak akan ada lagi nabi baru yang datang dan membatalkan Syariat beliau, dan tidak mungkin kalau bukan berasal dari umat beliau Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan lagi, Hadhrat A’isyah r.ha, bersabda, katakanlah Rasulullah Saw adalah Khataman Nabiyin, tetapi janganlah engkau berkata, tak ada  lagi nabi sesudahnya.&lt;br /&gt;Seandainya umat merenungkan baik-baik ayat-ayat Al  Qur’an Karim, tentulah segala sesuatunya akan menjadi jelas. Betapa mungkin Allah Taala membatalkan seorang insan yang mendakwakan diri menerima berbagai wahyu Ilahi, dan telah membuktikan bahwa Allah Taala telah menolong dan melindunginya ? Allah Taala mewahyukan kepada Hadhrat Masih Mau'ud a.s., ‘Allah adalah Wali dan Pemelihara diriku.’ (Tadhkirah, hlm. 479).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1883, Allah Taala mewahyukan kepada beliau a.s., ‘Dengarlah, tak akan ada rasa takut ataupun duka di dalam diri orang yang telah menjadi waliullah.’ (Tadhkirah, hlm. 128). Tak terbilang banyaknya beliau a.s. membuktikan bahwa beliau adalah seorang waliullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1886, Allah Taala mewahyukan, ‘Aku akan sampaikan tablighmu ke seluruh pelosok dunia’. Pada waktu itu, Qadian sama sekali tidak memiliki fasilitas jalan mulus maupun sarana transportasi yang memadai, kecuali berupa sado saja. Namun, lihatlah kini, betapa Allah Taala telah memenuhi janji-Nya kepada Hadhrat Masih Mau'ud a.s..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi setengah orang yang bergumam,.... seandainya syiar agama mereka dapat ditayangkan seperti di MTA.....; Beberapa web site-nya pun tersedia. Juga beberapa saluran TV-nya tersiar melawan kebatilan. Simaklah ini baik-baik, adakah suatu Jamaah lain yang tak memiliki sumber daya namun Allah Taala mewahyukan kepada mereka bahwa syiar tabligh mereka akan dipancar-luaskan hingga ke seluruh pelosok dunia ? Boleh jadi ratusan tahun yang lalu terlalu lama; adakah yang berani mengklaim pada beberapa tahun belakangan ini [di zaman teknologi modern] ?  Bila ada, silakan tampil ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, tak ada satu pihak pun yang mampu tampil menyaingi, selain dari menghujah ataupun menentangnya. Ini disebabkan, mereka tersiksa oleh api kecemburuan mereka sendiri. Dan Allah pun telah menyatakan, mereka akan dibawa dari cahaya ke kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Pelindung kita adalah Allah, yang telah memperlihatkan, bahwa Dia pun adalah Al Wali, Sahabat, Penolong dan Penjaga setiap langkah kita dan juga senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya.  Semoga Allah memudahkan kita untuk melaksanakan haququllah, agar senantiasa memperoleh karunia-Nya, sebagaimana Dia telah ingatkan: ‘…ni'mal maulaa wa ni'man-nashir..., yang artinya, [Aku] adalah sebaik-baiknya Pelindung, dan sebaik-baiknya Penolong !’ (Surah 8 / Al Anfal ayat 41). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Huzur mengumumkan salat jenazah gaib untuk: Zulfiqar Mansur sahib di Jamaat Quetta yang disyahidkan oleh kaum ekstrimis pada tanggal 11 Oktober. Ia diculik selama satu bulan dengan meminta uang tebusan yang tinggi. Namun ketika uang tebusan  tengah disiapkan, jenazahnya ditemukan di hutan. Almarhum adalah Naib Qaid Khuddam yang aktif dan lurus. Dua orang pamannya pun disyahidkan pada beberapa waktu yang lalu. Kakek buyutnya adalah sahabah Hadhrat Masih Mau'ud a.s.. Almarhum meninggalkan seorang ibu yang sudah tua, seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Semoga Allah Taala memberikan ketawaqalan kepada mereka semua. &lt;br /&gt;Juga untuk karib kita di Jamaat Mesir, Muhammad Ashwa sahib yang meninggal dunia pada tanggal 14 Oktober. Almarhum adalah sesepuh Jamaat asal Syria yang patut diteladani. Erat berhubungan dengan Khilafat, mutaqi dan pekerja keras. Sangat memuliakan Hadhrat Masih Mau'ud a.s.. Beliau adalah seorang ahli hukum yang telah banyak membantu orang-orang Ahmadi. Huzur kemudian menceritakan kisah bai’atnya masuk ke dalam Jamaat. Semoga Allah mengangkat derajat maqom almarhum dan memberikan ketawaqalan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan untuk tetap berada di dalam Jamaat. Muhammad Uwais dan Muhammad Ma'lis adalah dua orang cucu beliau yang tengah berkhidmat di MTA-UK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga untuk Mian Rasul sahib seorang Musi di Jamaat Okara, Pakistan. Almarhum adalah anak salah seorang sahabah Hadhrat Masih Mau'ud a.s.. Almarhum memiliki kepribadian yang elok, sehingga banyak ghair-Ahmadi yang ikut menghadiri pemakamannya berkomentar, kini mereka merasa menjadi anak yatim.&lt;br /&gt;Juga untuk Zafar Ahmad Mansur yang meninggal pada tanggal 9 Oktober pada usia 60 tahun. Almarhum adalah mubaligh Jamaat yang telah berkhidmat di Afrika Barat, pekerja keras, yang Huzur kenal sejak di masa kanak-kanak. Almarhum meninggalkan seorang istri, dua anak laki-laki dan beberapa anak perempuan. Semoga Allah Taala melindungi mereka semua. Amin !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;o o  O o o&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;translByMMA / LA, 10/26/09&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(*) Ikhtisar Khutbah Jumah Hadhrat Khalifatul Masih V Atba pada tanggal 23 Oktober 2009, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-8900877741198828614?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/8900877741198828614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/8900877741198828614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/10/sifat-al-wali-allah-taala.html' title='Sifat Al-Wali Allah Taala'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-3243699332523500756</id><published>2009-10-04T17:30:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T17:30:00.009-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perbandingan Agama'/><title type='text'>Dokumentasi BBC Mengenai Yesus di Kashmir</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.alislam.org/egazette/images/YouTube.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.alislam.org/egazette/images/YouTube.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.alislam.org/egazette/images/four.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.alislam.org/egazette/images/four.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ini adalah film dokumentasi 30 menit oleh BBC, memeriksa apa yang terjadi pada Yesus setelah beliau disalibkan, berdasarkan fakta-fakta dari Bible, ilmu sejarah dan ilmu medis: &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=9DXCZFRsyl8"&gt;Bagian I&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=T340DUSq9SY"&gt;Bagian II&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=8cy8M4VzU-Y"&gt;Bagian III&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta-fakta membuktikan persis sebagaimana yang diklaim oleh Al-Quran Karim, "Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata  bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang  datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih  yang mengalir." (Q.S. Al-Mu'minun 23:51)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang Terjadi Pada Yesus?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lihat dokumenter yang lain mengenai fakta kebenaran dibalik peristiwa penyaliban Yesus 2000 tahun lalu di &lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=vz2nL-8CpSM&amp;amp;feature=PlayList&amp;amp;p=1B4CACDBAD8668C2&amp;amp;index=0&amp;amp;playnext=1" style="font-family: Georgia; font-size: 12px; text-decoration: underline;"&gt;YouTube&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-3243699332523500756?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/3243699332523500756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/3243699332523500756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/10/dokumentasi-bbc-mengenai-yesus-di.html' title='Dokumentasi BBC Mengenai Yesus di Kashmir'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-3944974388155904760</id><published>2009-10-01T02:55:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T22:21:46.844-07:00</updated><title type='text'>Peringatan Tentang Gempa dan Bencana Lainnya</title><content type='html'>Allah s.w.t. telah memberitahukan kepadaku bahwa gempa bumi dan berbagai musibah lain akan datang tidak saja di Punjab karena aku tidak diutus hanya untuk Punjab. Aku diutus untuk seluruh umat manusia di bumi. Karena itu aku tegaskan kepada kalian bahwa gempa bumi dan musibah tersebut tidak terbatas hanya untuk Punjab tetapi seluruh dunia bisa mengalaminya. Sebagaimana telah terjadi kerusakan dahsyat di Amerika, hal yang sama akan terjadi di Eropah, lalu hari-hari mengerikan tersebut akan muncul di Punjab, India dan semua bagian Asia. Mereka yang hidup akan menyaksikannya. (Haqiqatul Wahi, hal. 192).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan bahwa apa yang telah diberitahukan Allah s.w.t. kepadaku tentang gempa bumi itu berlaku secara umum. Sejalan dengan nubuatan ini sudah terjadi gempa bumi di Amerika, begitu juga akan terjadi di Eropah dan berbagai bagian di Asia. Beberapa di antaranya merupakan tamsil daripada Hari Penghisaban. Kematian akan terjadi dalam skala besar sehingga sungai-sungai akan merah dengan darah. Bahkan hewan dan burung pun tidak akan lepas dari kematian ini. Kebinasaan akan meliputi bumi yang belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Banyak tempat-tempat akan porak poranda seolah-olah tidak pernah dihuni orang sebelumnya. Akan ada musibah-musibah dahsyat lainnya di bumi dan di langit yang dalam pandangan orang yang mengerti, merupakan suatu hal yang amat luar biasa yang tidak akan ditemui dalam kitab sejarah astronomi atau pun filosofi. Maka fikiran manusia akan dipenuhi ketakutan akan apa yang mungkin terjadi. Banyak yang akan selamat tetapi akan banyak yang dimusnahkan. Hari-hari itu sudah dekat, sesungguhnya sudah di ambang pintu, ketika dunia akan menyaksi¬kan pemandangan Hari Kiamat, tidak saja gempa bumi tetapi juga berbagai bencana dahsyat yang akan datang tidak saja dari langit tetapi juga dari bumi. Semua ini terjadi karena manusia telah meninggalkan penyembahan kepada Allah dimana fikiran, rencana dan upaya mereka hanya ditujukan kepada masalah duniawi saja. Misalnya aku tidak muncul, maka semua bencana ini mungkin akan ditunda untuk sementara. Tetapi dengan kedatanganku maka rencana rahasia dari kemurkaan Allah yang selama ini terpendam, akan dinyatakan. Jangan membayangkan bahwa karena Amerika telah mengalami goncangan dahsyat, lalu negeri kalian akan aman. Bisa jadi kalian akan mengalami bencana yang lebih dahsyat lagi. Wahai Eropah, engkau tidak aman dan Asia, engkau tidak dilindungi. Wahai kalian yang tinggal di pulau-pulau, tidak ada tuhan buatan yang bisa menyelamatkan kalian. Aku melihat kota-kota berguguran dan tempat kediaman manusia dalam kehancuran. (Haqiqatul Wahi, hal. 256 - 257).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-3944974388155904760?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/3944974388155904760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/3944974388155904760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/10/peringatan-tentang-gempa-dan-bencana.html' title='Peringatan Tentang Gempa dan Bencana Lainnya'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-6452732826478340940</id><published>2009-09-21T01:04:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T01:06:55.268-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lebaran'/><title type='text'>Eid Mubarak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://s246.photobucket.com/albums/gg84/abunaweed/?action=view&amp;amp;current=banner_lebaran.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Eid Mubarak,blog" border="0" src="http://i246.photobucket.com/albums/gg84/abunaweed/banner_lebaran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kami mengucapkan selamat Hari Raya Eid-ul-Fitr &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;"EID MUBARAK"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Semoga diterima segala amal ibadah kita semua dan senantiasa dikarunia kesehatan sehingga dapat bertemu lagi dengan Ramadhan yang akan datang. Aamin..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-6452732826478340940?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/6452732826478340940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/6452732826478340940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/10/eid-mubarak.html' title='Eid Mubarak'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-8482367092434663624</id><published>2009-01-16T18:38:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T19:57:26.964-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumat'/><title type='text'>Sifat Al Nur Allah Swt (bagian. 2)</title><content type='html'>Nur adalah cahaya yang memancar; dan ada dua jenis; yakni, cahaya duniawi dan cahaya Ukhrowi.&lt;br /&gt;Tetapi, nur cahaya duniawi pun juga ada dua macam; yang Pertama adalah yang dapat diyakini keberadaannya melalui kedalaman pandangan rohani, atau disebut juga &lt;i&gt;Ma'kul &lt;/i&gt;(menyangkut penggunaan akal); dan yang Kedua, adalah cahaya yang dapat diperoleh melalui hikmah; yakni sinar petunjuk yang terdapat di dalam tafsir, yakni, nur Al Qur'an.&lt;br /&gt;Jenis cahaya lainnya ialah yang dapat dilihat pada benda-benda alam, yang disebut &lt;i&gt;Mahsus &lt;/i&gt;(yakni, yang terkait dengan panca indera). Sinar cahaya ini terdapat di dalam matahari, bulan dan bintang-bintang. &lt;br /&gt;Suatu contoh cahaya yang dapat dilihat dengan mata jasmani ialah seperti yang difirmankan Allah di dalam Surah Yunus  ayat 6:&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Traditional Arabic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;هُوَ الَّذِىْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَآءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;'Dia Yang menjadikan matahari mempunyai cahaya, dan bulan bersinar…' (10:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah, suku kata yang dipergunakan di dalam ayat ini untuk sinar matahari adalah &lt;i&gt;dzia&lt;/i&gt;, sedangkan untuk bulan, nur. Setengah orang boleh jadi menjadi heran, mengapa berbeda. Kamus Bahasa Arab menerangkan, ini dikarenakan &lt;i&gt;dzia &lt;/i&gt; lebih berpendar-pendar cahanya dibandingkan dengan nur. Dzia adalah sinar yang bercahaya dari benda itu sendiri, sedangkan nur adalah pantulan sinar yang berasal dari sumber yang lain. Akan tetapi khusus Allah Taala, Dia menyatakan; &lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Traditional Arabic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;'Allah adalah Nur seluruh langit dan bumi…' (Surah Al Nur  ayat 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan mengenai apa sebabnya Allah Taala sendiri menyatakan bahwa Dia adalah Nur, ialah dikarenakan Nur disini dipergunakan dalam pengertian &lt;i&gt;dzia&lt;/i&gt; juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala menyatakan mengenai diri Rasulullah Saw sebagai '&lt;i&gt;sirojam muniiro&lt;/i&gt;' [&lt;i&gt;siraj &lt;/i&gt;artinya matahari atau pelita; dan &lt;i&gt;munira &lt;/i&gt;artinya bersinar]. Yakni, maksudnya, beliau Saw adalah matahari yang bersinar terang, yang umat manusia hendaknya memperoleh faedah daripadanya, karena asal sinarnya pun dari Allah Swt juga. Pendaran sinar  &lt;i&gt;dzia &lt;/i&gt;juga disebut nur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancaran sinar kumala Allah Taala dapat disaksikan baik di alam jasmani maupun di alam rohani Pemahaman hakekat keberadaan alam semesta hanya dapat diperoleh melalui pemahaman dengan bantuan nur-Ilahi yang telah Dia karuniakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur bersabda, suatu sumber daya pancaran yang menyebabkan sesuatu dapat menjadi terlihat, juga disebut nur. Allah Tala telah memerintahkan matahari, bulan dan segala sesuatu yang berada di alam semesta ini untuk berkhidmat kepada manusia. Namun orang yang atheist tak dapat melihat keberadaan Tuhan dalam sistem tata kerja alam semesta ini, meskipun sebenarnya mereka memperoleh berbagai macam faedah daripadanya berkat sifat Rahmaniyat-Nya. Sedangkan orang mukmin yang telah diberi karunia nur  Qur'ani, dapat memperoleh faedah jasmani maupun rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa tempat, Allah Taala telah mengemukakan kedua jenis cahaya nur-Nya, sehingga umat manusia dapat mencari kesejahteraan bagi rohani maupun jasmani mereka. &lt;br /&gt;Mengenai nur cahaya di Akhirat kelak, Al Qur'an menyatakan,&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Traditional Arabic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ‌ۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ sوَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اَتْمِمْ لَـنَا نُوْرَنَا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;'…Cahaya mereka akan berlari-lari di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka, mereka akan berkata, "Hai, Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami, dan maafkanlah kami…'(S. Al Tahrim : 9). &lt;br /&gt;Selanjutnya Allah Ta'ala berfirman,  &lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Traditional Arabic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يٰۤاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلُـنَا يُبَيِّنُ لَـكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍ‌ ؕ قَدْ جَآءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Traditional Arabic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَهْدِىْ بِهِ اللّٰهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوٰنَهٗ سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ بِاِذْنِهٖ وَيَهْدِيْهِمْ اِلٰى صِرٰطٍ مُّسْتَقِيْمٍ‏&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;'Hai Ahlikitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami yang menjelaskan kepada kamu banyak dari apa  yang telah kamu sembunyikan dari Kitab, dan ia memaafkan banyak dari kesalahanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya telah datang kepadamu Nur dari Allah dan Kitab yang nyata. Dengan itu Allah  menuntun orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya pada jalan-jalan keselamatan, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menuntun mereka kepada jalan yang lurus. (S. Al Maidah : 16-17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum ahlikitab terdahulu telah mengubah atau menyembunyikan sebagian dari Kitab mereka. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Taala, maka Rasulullah Saw pun menyajikan kembali berbagai ajaran yang telah dikorup tersebut sekaligus juga dengan berbagai ajaran syariat yang baru; sehingga terbukalah berbagai jalan besar yang dapat menghantarkan manusia kepada Tuhan mereka; jalan yang sesuai dengan keadaan alami manusia. Rasulullah Saw tidak condong ke Timur tak pula ke Barat; yakni, beliau menyajikan ajaran yang senantiasa mengambil jalan tengah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, para Nabiyullah diberi wahyu ajaran yang sesuai dengan keadaan umatnya. Musa a.s. diberi ajaran Syariat yang lugas dalam bentuk Kitab Taurat dikarenakan pembawaan beliau yang memang lugas dan keras. Sedangkan Isa a.s. berkepribadian halus dan kasih sayang, maka ajaran Kitab Injil pun penuh dengan kelemah-lembutan. Tetapi sifat Rasulullah Saw adalah pertengahan (moderat), yakni, tidak lembek tak pula terlalu keras. Melainkan penuh dengan hikmah kebijaksanaan, maka ajaran syariat yang diwahyukan kepada beliau pun dalam bentuk Al Qur'an Karim. Contohnya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Traditional Arabic; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَجَزٰٓؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا‌ۚ فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ‌ؕ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Dan pembalasan terhadap suatu keburukan adalah keburukan semisalnya, tetapi barangsiapa memaafkan dan memperbaiki, maka ganjarannya ada pada Allah...' (S. Al Shura : 41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ajaran Islam, sesuatu hukuman senantiasa dikaitkan dengan maksud untuk perbaikan. Bila perbaikan dapat dicapai dengan cara memberi maaf, maka berikanlah itu. Akan tetapi, jika hanya bentuk hukuman yang dapat memperbaikinya, maka hukumlah yang setimpal dengan perbuatannya. &lt;br /&gt;Inilah sebabnya, Rasul yang mengajarkan berbagai ajaran lama maupun baru ini dibekali dengan kitabullah yang disebut juga al-Kitabim-Mubin (Kitab yang nyata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah berkat nur pribadi yang dimiliki oleh Rasulullah Saw, yang mendapat julukan 'sirajam munira', sehingga nur Ilahi yang sampai kepada beliau pun menjadi lebih bersinar lagi. Dan sesuai dengan janji Ilahi dan juga nubuatan Rasulullah Saw, bagian terbesar nur  beliau Saw tersebut dikaruniakan kembali kepada seorang wujud yang menyandang gelar sebagai  Al Masih dan Al Mahdi, dan juga dikaruniai derajat rohani sebagai 'nabi umati'. Ini dikarenakan siapapun yang menerima berkat dari kemuliaan status al-Khataman-Nabiyyin Rasulullah Saw, yang adalah juga 'sirajam munira', maka ia pun akan dipenuhi dengan nur cahaya Ilahi yang sama tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw adalah &lt;i&gt;ummi, &lt;/i&gt;atau tak pandai baca tulis, namun beliau datang dengan nur cahaya Ilahi yang mampu mengubah suatu kaum yang semula jahiliyah menjadi insan-insan rohaniah berakhlakul-karimah. Ketika Benua Europa pada waktu itu berteriak mengenai perlunya pencerahan sebagaimana kini, suatu kaum yang telah berhasil memperoleh nur Ilahi ini telah berhasil menegakkan kedaulatan mereka pada seribuan tahun yang lalu. Ini disebabkan yang mereka miliki itu tidak hanya ilmu rohani belaka, melainkan juga diiringi dengan berbagai perkembangan dan kemajuan duniawinya.  Sehingga pancaran sinar dunia Muslimin pada waktu itu  mampu mencerahi sisa bagian dunia lainnya.&lt;br /&gt;Akan tetapi sekarang ini, kaum Muslimin perlu memeriksa diri, mengapa kini nur Ilahi tersebut tidak lagi memancar dari kalangan mereka dan tidak pula mencerahi dunia. Alasannya sangat jelas: Ialah disebabkan mereka telah menolak seorang wujud yang Allah Taala telah jadikan sebagai pemantul sejati nur Rasulullah Saw di akhir zaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pun saat yang tepat bagi kaum Ahmadi untuk menyadari, bahwa nur cahaya petunjuk hidayah Ilahi ini tak akan dapat diperoleh dengan hanya pernyataan kosong belaka, melainkan dengan cara mempelajari dan mempraktekkan berbagai falsafah ajaran dan tafsir Al Quran dari hamba dan pecinta sejati Rasulullah Saw, ialah Hadhrat Masih Mau'ud a.s..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu mencari-cari kilauan gemerlap dunia, melainkan, carilah dan dapatkanlah sinar petunjuk hidayah yang ada di dalam Al Qur'an. Berbahagialah orang yang melaksanakan janji Bai'atnya. &lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. melukiskan kemuliaan derajat Rasulullah Saw sebagai berikut: 'Aku senantiasa kagum terhadap kemuliaan derajat seorang nabi dari Arabia yang bernama Muhammad ini, ribuan shalawat, shalallahu alaihi wa salam atas beliaui, Tak ada orang lain lagi yang dapat menyamai derajatnya, dan tak akan ada orang yang dapat memperkirakan pencapaian derajat rohani beliau. Sungguh disesalkan bila kemuliaan derajat beliau ini tak dikenali sebagaimana seharusnya. Dia itulah sang juara yang telah berhasil menegakkan kembali Tauhid Ilahi yang telah lama menghilang dari bumi. Demikian cintanya kepada Allah, namun jiwanya pun dipenuhi rasa simpati kepada umat manusia. Oleh karena itulah, Allah yang sangat mengetahui rahasia qalbunya, mengangkat derajat beliau di atas segala nabi, dan menjadikannya sebagai yang awal dan yang akhir, serta mengabulkan segala keinginannya pada masa kehidupan beliau. Dia-lah sumber utama dari segala karunia; jika ada orang yang mendakwakan diri memiliki sesuatu keunggulan rohani tetapi tidak merujuk rasa syukur kepada beliau, adalah bukan manusia, melainkan buah asuhan Syaitan. Dia telah dikaruniai kunci untuk mencapai setiap ketinggian rohani; dan khazanah ilmu untuk memahami segala sesuatu. Ia yang tidak menerima sesuatu melalui keberkatan beliau, akan termahrumkan selamanya. Aku ini bukan siapa-siapa, dan tak memiliki apapun, maka aku termasuk orang yang tak bersyukur apabila aku tak mengakui bahwa keberhasilanku mempelajari ilmu Tauhid Ilahi adalah berkat Nabiyullah ini. Pemahaman akan keberadaan Allah Al Hayyi, Yang Maha Hidup adalah berkat Nabi yang sempurna dan melalui cahaya petunjuknya. Kehormatan hamba dapat bercakap-cakap dengan Allah sehingga Dia pun mempercayakan amanat-Nya kepada diri hamba, juga adalah berkat kemuliaan Nabi ini. Sinar cahaya petunjuk hidayah yang datang kepadaku adalah laksana benderangnya sinar matahari, lalu aku pun berhasil memantulkannya kembali hanya dikarenakan aku berhasil mencocokkan diriku dengannya' (Haqiqatul Wahyi - Essence of Islam, Jilid  I, hlm. 197-198).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhtisar tulisan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. ini hendaknya memadai untuk memuaskan orang-orang yang berfitrat baik diantara para penentang: Betapa Hadhrat Masih Mau'ud a.s. sangat memuliakan kedudukan Rasulullah Saw, dan memandang diri beliau tak ada artinya jika terpisah dari Rasulullah Saw. &lt;br /&gt;Ayat 17  Surah Al Maidah yang telah ditilawatkan tadi mengatakan, ada dua macam nur pada diri Rasulullah Saw, dan Al Qur'an pun memliki dua aspek yang Allah Taala tetapkan sebagai khazanah untuk mendapatkan keridhaan-Nya, dan juga satu cara untuk memperoleh keselamatan. Jalan keselamatan adalah jalan yang dapat mengarahkan manusia kepada Allah dengan selamat. Terlindung dari pengaruh Syaitan, sehingga melalui jalan tersebutlah manusia mendapatkan nur-Ilahi. Jalan keselamatan sebagaimana yang dikaruniakan kepada seorang insan yang telah di beri petunjuk (Mahdi) oleh Allah Taala. Maka carilah keridhaan-Nya dan berjalanlah di atas jalan yang lurus, 'siratal  mustaqim'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang paling istimewa dalam mencari ridho Ilahi setelah era Rasulullah Saw adalah sebagaimana yang diperlihatkan oleh para Sahabah. Ini berkat quwwat qudsiyyah dan gemblengan talim dan tarbiyat serta perbaikan akhlak yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Hal ini bukan saja berhasil mengeluarkan para Sahabah dari kegelapan kepada cahaya nur Ilahi, melainkan juga mendapat karunia sebutan radziAllahu anhum (Allah Taala telah ridho atas diri mereka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil memperoleh nur Ilahi, mereka pun menjadi contoh yang istimewa, dan Rasulullah Saw pun mengibaratkan mereka sebagai Bintang-bintang penunjuk jalan. Demikianlah betapa beruntungnya mereka yang memperoleh berkat langsung dari tangan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, sesuai dengan janji Allah Taala untuk di akhir zaman, Dia mengutus hamba dan pecinta sejati Rasulullah Saw; menjadikan beliau sebagai cermin pemantul nur cahaya Rasulullah Saw. Dan sebagai buahnya, mereka yang memperoleh karunia  menerima berkat langsung dari tangan pertama Hadhrat Masih Mau'ud a.s., qalbu mereka pun juga dipenuhi dengan nur cahaya Ilahi, serta diteguhkan langkah mereka di jalan siratal mustaqim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala telah mengajari kita doa siratal mustaqim. Maka setiap diri kita hendaknya berusaha keras untuk memperoleh berkat dari nur cahaya petunjuk-Nya ini, sesuai dengan kapasitas masing-masing. Setengah orang diberi kelebihan, sedangkan sebagian lagi kurang. Namun, semuanya diberi nur. Tidak dikatakan semua orang harus dapat mencapai maqom rohani yang setinggi-tingginya, melainkan, yang penting adalah berusaha keras untuk itu. Hanya Allah Taala yang dapat menuntun manusia ke jalan siratal mustaqim. Namun, untuk dapat berjalan di atas siratal mustaqim itu, diperlukan adanya nur Ilahi, yang dapat diperoleh dari Rasulullah Saw dan juga dari Al Qur'an Karim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. menerangkan perkara siratal mustaqim ini sebagai berikut: 'Hendaknya dapat difahami, siratal mustaqim yang berpijak kepada kebenaran dan hikmah memiliki tiga aspek, yakni, aspek teoritis, aspek pelaksanaannya, dan aspek dampak perbaikannya kepada diri sendiri. Namun, ketiga aspek ini pun, masing-masingnya terkait lagi kepada tiga standar penilaian. Contohnya, aspek teoritis terkait pula dengan bagaimana pelaksanaannya terhadap haququllah, kepada haququl ibad, dan kewajiban terhadap diri sendiri. Sedangkan aspek pelaksanaan menuntut pelaksanaan tiap cabang dari tiga kewajiban utama tersebut, yakni, haququllah dalam aspek teori adalah senantiasa mengingat Allah sebagai Yang Maha Esa, Sumber dari segala kebaikan, Sumber dari segala keistimewaan, Yang awal dan Yang akhir, Suci dari segala kelemahan dan kekurangan, Sumber dari segala sifat yang sempurna, Dia-lah Wujud Tunggal yang menjadi tujuan ibadah. Itulah aspek teori siratal  mustaqim yang terkait dengan pelaksanaan haququllah.  Sedangkan aspek praktek pelaksanaannya meliputi: Itaat kepada-Nya dengan sikap ikhlas yang sempurna; tidak menyekutukan Tuhan dalam hal ketaatan kepada sesuatu; hanya memohon dan menghadapkan wajah kepada-Nya dalam mencari kesejahteraan, serta melarutkan diri dalam kecintaan kepada Tuhan. Inilah aspek pelaksanaan siratal mustaqim yang terkait dengan haququllah. Inilah kebenaran yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun aspek teori siratal mustaqim yang merujuk kepada haququl ibad, adalah menerima keberadaan manusia sebagai kerabat sesama hamba Allah, yang dalam memperlakukan demikian timbul dari rasa tak ada yang dapat terbebas dari pandangan-Nya. Menghargai sesama makhluk ciptaan Tuhan disebabkan keberadaan mereka berasal daripada-Nya dan kita semua akan kembali kepada-Nya. Inilah pemahaman teoritis Tauhid Ilahi, yang menekankan kepada Dzat-Nya, Yang suci dari segala kelemahan, melainkan justru Sempurna dalam keberadaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aspek pelaksanaan siratal mustaqim, yang terkait dengan haququl ibad, ialah beramal shalih dengan ikhlas sempurna, yang paling berfaedah dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Inilah pelaksanaan  Tauhid Ilahi, yakni semua sikap dan amal shalih yang diperbuat harus mencerminkan sifat-sifat Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o o  O o o&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ikhtisar Khutbah Jumah Hadhrat Khalifatul Masih V Atba pada  11 Desember 2009, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Translated By: MMA / LA12/14/09&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Edited by: abunaweed&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-8482367092434663624?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/8482367092434663624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/8482367092434663624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2010/02/sifat-al-nur-allah-swt-bagian.html' title='Sifat Al Nur Allah Swt (bagian. 2)'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-2929718708623187609</id><published>2009-01-14T17:46:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T00:34:01.225-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Palestina'/><title type='text'>KUTUKAN TANAH SUCI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UU77VHFfZ5E/SW6xZSwFIhI/AAAAAAAAAQk/P18Uwdxq2-Y/s1600-h/GazaBoyTank.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 364px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UU77VHFfZ5E/SW6xZSwFIhI/AAAAAAAAAQk/P18Uwdxq2-Y/s400/GazaBoyTank.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291361660295258642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dentuman suara ledakan bergema di seluruh penjuru kota. Darah mengalir, mayat bergelimpangan. Air mata terurai, kepiluan tak terelakkan. Melihat Gaza sekarang ini, tak ubahnya seperti masa ribuan tahun yang lalu dimana peradaban manusia belum seperti sekarang. Tidak ada batasan kemanusiaan, rasa keadilan, ataupun belas kasihan laksana binatang buas yang sedang menerkam mangsanya. Bedanya kini menggunakan peralatan yang lebih canggih sehingga kebrutalan tidak akan terlalu terlihat secara vulgar seperti di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Hingga kini hari ke-20 invasi israel ke Palestina, jumlah korban tewas akibat kekejaman Israel sudah hampir 1000 orang. Sebagian besar adalah anak-anak dan kaum wanita. Angka ini akan terus bertambah mengingat besarnya jumlah korban luka-luka yang parah sedangkan sarana prasarana perawatan medis sangat minim akibat blokade Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UU77VHFfZ5E/SW63JR1MTfI/AAAAAAAAAQs/QsxbeXKODGA/s1600-h/gaza.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 139px; height: 94px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UU77VHFfZ5E/SW63JR1MTfI/AAAAAAAAAQs/QsxbeXKODGA/s400/gaza.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291367982240124402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Israel menjadikan Hamas sebagai alasan mereka membantai seluruh Palestina. Hamas pun tidak mau mengalah dengan terus mengirimkan roket-roket ke wilayah israel. Hasilnya, 4 orang terluka di pihak Israel dan ribuan terbunuh di Palestina. Hamas yang sudah terbakar kebencian yang mendalam semenjak lama sepertinya sudah tidak dapat bertindak rasional lagi. Tidak lagi memikirkan korban di pihak saudara mereka sendiri yang terus berjatuhan. Israel pun nampaknya tidak berniat memberi ampun kepada Hamas ataupun kepada Palestina seumumnya yang sedari awal menjadi duri dalam renacananya menguasai kembali Tanah Yang Dijanjikan Tuhan (The Promised Land). Sehingga pemandangannya sekarang persis seperti seekor kucing yang  sedang mempermainkan tikus yang sudah tidak berdaya.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UU77VHFfZ5E/SW63tBciLkI/AAAAAAAAAQ0/pla0m0QRZGA/s1600-h/gaza_blood.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UU77VHFfZ5E/SW63tBciLkI/AAAAAAAAAQ0/pla0m0QRZGA/s400/gaza_blood.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291368596317023810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika ini terjadi ribuan tahun yang lalu, kita akan faham karena waktu itu belum ada hukum internasional yang mengikat semua bangsa-bangsa di dunia. Belum ada Perserikatan Bangsa Bangsa seperti sekarang ini yang bertujuan menjaga perdamaian dunia. Lalu apa yang salah?? Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Kenapa kekejian seperti ini masih saja berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah politik dan permainan kotornya dari dulu memang bukan termasuk hal yang dapat ku cerna. Mungkin aku terlalu naif untuk bisa mengerti hal seperti itu. Tapi setidaknya semua setuju dengan azas kemanusiaan. Agama manapun di dunia ini pasti memberikan perhatian pada kemanusiaan ini tanpa terkecuali. Manusia harusnya memang banyak belajar tentang kemanusiaan dari pengalaman sejarah berabad-abad. Cukup sudah peperangan, pertumpahan darah, kekerasan, dan ketidakadilan.&lt;br /&gt;Namun mungkin kehendak Tuhan lain. Selalu kita memikirkan apa yang menjadi kehendak kita tanpa memperhatikan kehendak Tuhan. Tuhan selalu memberikan jalan untuk kebaikan umat manusia. Namun semikian manusia tanpa malu menolak semua yang terbaik itu dan memilih jalannya sendiri. Kebaikan hanyalah bila manusia kembali ke jalan Tuhan. Namun kebanyakan manusia tidak lagi memperhatikan jalan hidup yang sedang dilaluinya. Terlalu asyik dengan ambisi dirinya serta mengabaikan seruan Tuhan untuk kembali ke jalan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing merasa benar dengan arah yang sedang dituju tanpa mau memeriksa dengan benar navigasi Ilahi yang diberikan. Tanda-tanda diabaikan dan dianggap tidak dijadikan panduan untuk mencari arah. Semakin lama manusia makin kehilangan arah dan tujuan hidupnya. Hingga langit baru dan dunia baru akan mustahil terwujud tanpa adanya revolusi mendasar dalam kehidupan setiap orang yang dapat membangkitkan kembali kesadaran akan adanya keinginan Tuhan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak yang belum menyadari betapa genting keadaan dunia sekarang ini. Diawali dengan turun naiknya harga minyak dunia, lalu jatuhnya ekonomi Amerika dalam krisis yang mengakibatkan krisis global, lalu kini tiba-tiba Israel menyerang Gaza membabi buta. Dengan alasan untuk memberangus Hamas. Aku sama sekali tidak pernah mengharapkan PD-3 (Perang Dunia 3) akan terjadi. Tapi melihat gelagat dinamika politik dan ekonomi dunia saat ini semuanya jadi terasa semakin dekat. Gaza mungkin hanyalah sebuah momentum awal. Selanjutnya entah apa yang akan terjadi.. wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" id="fullpost" &gt;Abunaweed, Jakarta 15 Jan '09&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-2929718708623187609?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/2929718708623187609'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/2929718708623187609'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2009/01/kutukan-tanah-suci.html' title='KUTUKAN TANAH SUCI'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UU77VHFfZ5E/SW6xZSwFIhI/AAAAAAAAAQk/P18Uwdxq2-Y/s72-c/GazaBoyTank.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-6936659638038485718</id><published>2008-12-16T18:50:00.000-08:00</published><updated>2010-02-03T00:34:01.227-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Islam'/><title type='text'>Etika Perniagaan Dalam Islam</title><content type='html'>Islam tidak berseberangan dengan kapitalisme dan tidak juga sepenuhnya menentang komunisme, malah memiliki sikap dan pandangan-pandangan terbaik dari keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa contoh dimana 1400 tahun yang lalu, Islam telah memberikan norma-norma komersial sehat yang baru disadari secara susah payah oleh manusia modern:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hubungan komersial menurut Islam didasarkan pada kepercayaan dan kejujuran mutlak (Al-Baqarah: 283 - 284).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Islam melarang pedagang menipu timbangan dan mengurangi takaran (At-Tathfif: 2-4).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Para pedagang dilarang menjual barang yang cacat, busuk atau rusak. Seorang pedagang tidak boleh mencoba menutupi cacat barang yang ditawarkannya (Hadith Muslim). Kalau barang seperti itu terjual tanpa diketahui oleh pembeli maka ia berhak mengembalikan barang tersebut dan memperoleh uangnya kembali (Hadith).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seorang pedagang tidak diizinkan memberikan harga yang berbeda untuk suatu barang kepada konsumen yang berbeda walaupun ia boleh saja menawarkan diskon kepada siapa pun. Ia bebas boleh menetapkan sendiri prosentasenya (Bukhari dan Muslim).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Islam melarang persaingan atau kartel buatan yang menghasilkan persaingan bohong-bohongan. Agama juga melarang mengatrol harga pada suatu lelang dengan cara memberikan penawaran palsu untuk mengelabui calon pembeli (Bukhari dan Muslim).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Islam menyarankan jual beli barang dilakukan secara terbuka dan sebaiknya di hadapan saksi-saksi dan mengingatkan pembeli agar berhati-hati dalam membeli barang (Al Baqarah: 283 - 284; Muslim).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Singkat kata, Islam memilih strategi untuk memperkecil jurang antara yang kaya dengan yang miskin melalui:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Menetapkan beberapa tegahan sebagaimana dikemukakan di muka seperti larangan judi, minum minuman keras dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Melarang penimbunan harta dan akumulasi kekayaan melalui bunga uang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Mendorong usaha privat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Mendorong sirkulasi kekayaan yang cepat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Berulangkali memerintahkan, mengingatkan dan membujuk rasa citra manusia yang luhur agar menganut gaya hidup sederhana dan merendah yang tidak jauh berbeda dengan fakir miskin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tujuan daripada hal-hal di atas adalah agar manusia lebih peka terhadap perasaan sesamanya dan mengekang dorongan-dorongan hewaniah dan sadistis dalam dirinya. Perang Jihad yang haqiqi adalah melawan kesombongan, kemunafikan, sifat snobis, keangkuhan, kekasaran dan ketololan. Semua yang luhur di dalam pikiran manusia dicoba ditarik keluar dan ia dibuat sedemikian peka terhadap penderitaan sesamanya sehingga ia menganggapnya sebagai kejahatan jika ia hidup dalam kemewahan dan kesenangan sedangkan yang lainnya masih menderita dan harus mengais untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja orang-orang beradab tinggi yang jadi pemuka dengan nilai-nilai adab yang luhur, selalu merupakan minoritas kecil. Tetapi dengan adanya mereka, kesadaran masyarakat secara menyeluruh atas kesejahteraan sesamanya akan terangkat, sehingga kecil kemungkinan mereka hanya akan memperhatikan kebutuhan dan kesenangan dirinya sendiri dengan menghiraukan kesengsaraan bagian lain dari masyarakat. Perhatian mereka terhadap kehidupan tidak akan terfokus ke dirinya sendiri. Mereka belajar hidup dengan kesadaran yang lebih luas akan kehidupan di sekitar mereka. Mereka merasa kurang senang kalau mereka tidak berpartisipasi secara material guna mengurangi kemiskinan dan meningkatkan standar hidup yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik masyarakat muminin demikian dikemukakan di salah satu ayat-ayat awal Al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; . . . dan menafkahkan segala sesuatu dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka. (S.2 Al-Baqarah: 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-6936659638038485718?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/6936659638038485718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/6936659638038485718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2008/12/etika-perniagaan-dalam-islam.html' title='Etika Perniagaan Dalam Islam'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-4523559598349020146</id><published>2008-11-19T22:31:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T22:07:56.598-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumat'/><title type='text'>KIAT KELUARGA SAKINAH</title><content type='html'>Allah taala telah mengajari kita berbagai macam doa yang merujuk kepada sifat Al Wahab-Nya. Kaum mukmin hendaknya memperhatikan kewajiban mereka terhadap anak keturunan mereka, mendoakan pasangan hidup mereka dan anak cucu mereka, sehingga akhlakul karimah dan amalan shalihan mereka dapat berlanjut terus dari satu generasi ke generasi berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Firman Allah dalam Surah Al Furqan ayat 75 (15:75),&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً&lt;br /&gt;“Dan mereka yang berkata, 'Ya Tuhan kami, anugerahilah kami istri-istri dan anak keturunan yang dapat menjadi penyejuk mata kami; dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang muttaqin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa ini merupakan suatu doa yang lengkap bagi mereka yang mendambakan pasangan hidup mereka ataupun anak keturunan mereka menjadi penyejuk mata (qurrata ayunin) mereka. Ruang lingkup doa ini tak terbatas, jauh di luar jangkauan manusia. Makbuliyat doa bagi kebaikan suami istri maupun anak keturunan ini tidak hanya dapat menyejukkan pandangan mereka pada kehidupan di dunia ini, namun juga akan terus berlanjut pada kehidupan nanti setelah mati. Ialah dikarenakan anak keturunan mereka akan terus mensyukuri dan mendoakan orang tua panutan mereka yang telah mendahului.&lt;br /&gt;Firman Allah dalam  Surah As-Sajdah ayat 18 (32:18):&lt;br /&gt;فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;“Maka tiada sesatu jiwa mengetahui apa yang tersembunyi bagi mereka dari penyejuk mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, mereka yang dikaruniai nikmat kehidupan rohaniah ini adalah mereka yang bertaqwa, sehingga memudahkan diri mereka untuk beribadat kepada Allah, membelanjakan harta benda semata-mata lillahi Taala, dan melakukan berbagai amal shalih lainnya.&lt;br /&gt;Mereka bangun tengah malam [untuk bertahajud] memohon kepada Allah agar senantiasa berjalan di atas jalan sirathal mustaqim;  begitupun untuk anak keturunan mereka; serta memohon segala hal yang qurrata ayunin (menyejukkan mata) mereka semua, yang rahasia ilmunya berada di tangan Allah Swt. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Inilah corak doa yang dipanjatkan oleh para abdi Allah yang sejati, yang senantiasa berusaha mewariskan anak keturunan yang teguh ketaqwaannya. Allah Taala mengajari kita dengan doa ini suatu aspek yang sangat penting, ialah jangan hanya memohon untuk kebaikan diri sendiri saja, melainkan juga untuk beberapa generasi berikutnya.&lt;br /&gt;Namun, setiap diri kita hendaknya memeriksa diri, apakah ketika memanjatkan doa ini sudah memenuhi hak-hak orang lain ? Apakah sudah memenuhi hak-hak anak keturunan kita yang mengarahkan mereka ke jalan taqwa ? Jika suami istri tidak berusaha menjalani hidup taqwa betapakah mungkin mereka dapat mengharapkan anak keturunan mereka bertaqwa ? Betapakah mungkin mereka dapat memahami manfaat rohaniah dari hidup mutaqin, termasuk keberkatan Khilafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, perolehan manfaat keberkatan adanya Khilafat berprasyarat kepada Amalan  Shalihan masing-masing. Jika tidak ada ketaqwaan tentulah tidak akan ada qurrata ayunin bagi kedua belah pihak (orang tua maupun keturunan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda, ''Allah memberkati seorang suami yang bangun di tengah malam [untuk bertahajud] lalu membangunkan pula istrinya, yang jika bermalas-malasan ia akan mencipratinya dengan air ke wajah istrinya itu. Dan Allah Taala memberkati seorang istri yang bangun di tengah malam [untuk bertahajud] lalu membangunkan pula suaminya, yang jika bermalas-malasan ia pun menciprati air ke wajah suaminya itu.'' Lihatlah betapa usaha untuk memperoleh berkat ini berlaku untuk kedua-belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-style: italic;"&gt;Dikutip dari ikhtisar khutbah Huzur tgl. 14 November 2008 di Baitul Futuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-4523559598349020146?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/4523559598349020146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/4523559598349020146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2008/11/kiat-keluarga-sakinah.html' title='KIAT KELUARGA SAKINAH'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-5556564825616703782</id><published>2008-09-14T18:46:00.000-07:00</published><updated>2010-02-02T22:09:14.690-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumat'/><title type='text'>Hikmah Puasa Di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Firman Allah ta'ala:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="AyahArabic" style="font-family: traditional arabic; font-size: 18pt; font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Artinya: "Ramadhan ialah bulan yang di dalamnya Al-Quran diturunkan"&lt;br /&gt;(Q.S. Al-Baqarah:186)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat dari Al-Quran ini menggambarkan keagungan dari bulan Ramadhan. Kaum Sufi umumnya sepakat bahwa bulan ini adalah saat terbaik untuk pencerahan kalbu. Orang yang melaksanakan puasa, sering memperoleh kashaf dalam bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat mensucikan ruhani dan puasa mensucikan kalbu. Pensucian ruhani mengandung arti bahwa manusia bisa dilepaskan dari segala nafsu ego yang membawanya kepada dosa, sedangkan pensucian kalbu mengandung makna bahwa pintu gerbang kashaf akan dibukakan sehingga manusia bisa melihat Tuhan-nya. (Malfuzat, vol. IV, hal. 256-257).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika aku sedang merenungi tujuan dari cara menebus puasa yang terlewat dan aku berkesimpulan bahwa penebusan tersebut diatur agar manusia dikaruniai kemampuan dan kekuatan untuk melaksanakan puasa secara sempurna. Hanya Allah s.w.t. yang bisa memberikan kekuatan dimaksud dan segala sesuatu sebaiknya diminta dari Tuhan. Dia itu Maha Kuasa, jika Dia berkehendak maka Dia akan menganugrahkan kekuatan melaksanakan puasa kepada seorang yang menderita tuberkulosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Tujuan dari peraturan tentang membayar puasa adalah agar manusia diberikan kekuatan guna melaksanakan puasa, dimana hal ini hanya bisa diperoleh berkat rahmat Ilahi. Sewajarnya kita berdoa:&lt;br /&gt;"Ya Allah, ini adalah bulan-Mu yang berberkat sedangkan aku telah dikucilkan dari keberkatan tersebut. Aku tidak tahu apakah aku masih tetap hidup pada tahun mendatang atau punya kesempatan untuk melaksanakan puasa yang telah terlewatkan. Berkatilah aku dengan rahmat-Mu berupa kekuatan melaksanakan puasa ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin bahwa ia yang memohon demikian akan dikaruniai Allah s.w.t. dengan kekuatan yang diperlukan. Jika Allah s.w.t. berkehendak, mungkin Dia tidak akan memberikan batasan bagi umat Muslim sebagaimana Dia telah tentukan-Nya bagi umat terdahulu. Tetapi tujuan dari batasan itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan umat dimaksud. Menurut pendapatku, jika seseorang berdoa kepada Allah s.w.t. dengan segala ketulusan memohon agar ia tidak diasingkan dari berkat-berkat bulan Ramadhan maka ia tidak akan diasingkan. Jika kemudian yang bersangkutan jatuh sakit dalam bulan Ramadhan maka sakitnya menjadi sumber rahmat baginya karena nilai setiap tindakan ditentukan oleh niat yang mendasari. Sepatutnya bagi mukminin jika ia bisa membuktikan dirinya memiliki keberanian di jalan Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang sepenuh hati bertekad untuk melaksanakan puasa tetapi terhalang karena sakit yang diderita sedangkan hatinya sangat ingin mengerjakan puasa tersebut, ia tidak akan dikaliskan dari rahmat pelaksanaan puasa dan adalah para malaikat yang menggantikannya berpuasa. Hal ini merupakan suatu hal yang pelik. Jika seseorang merasa berpuasa itu sulit karena kemalasan ruhaninya dan berkhayal bahwa ia sedang kurang sehat sehingga tidak boleh melewatkan waktu makan karena dianggapnya akan membawa berbagai penyakit, maka orang seperti ini jika menganggap rahmat Tuhan akan tetap berada di sisinya, sesungguhnya ia tidak berhak atas pahala ruhani apa pun. Sebaliknya dengan seseorang yang bergembira atas kedatangan bulan Ramadhan dan berhasrat melaksanakan puasa tetapi tertahan karena sakit yang dideritanya, ia malah tidak akan dikaliskan dari berkat Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mencari-cari alasan tidak berpuasa dan membayangkan jika mereka bisa menipu manusia lain maka mereka juga bisa mengelabui Tuhan. Orang-orang seperti ini membuat penafsiran sendiri yang dianggapnya benar, padahal sesungguhnya mereka keliru dalam pandangan Tuhan. Ruang lingkup penafsiran seperti itu sebenarnya amat luas dan ada yang terbiasa menafsirkan sendiri sehingga misalnya ada yang melakukan shalat sambil duduk sepanjang hidupnya atau sama sekali tidak melaksanakan puasa. Sesungguh¬nya Allah s.w.t. amat mengetahui motivasi dan niat tiap orang dalam beribadah. Allah s.w.t. mengetahui niat dan hasrat yang tulus dan Dia akan memberkati yang bersangkutan, mengingat hasrat hati seseorang dianggap suatu yang berharga dalam pandangan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang mencari-cari helah sebenarnya bertumpu pada penafsiran mereka sendiri, sedangkan penafsiran seperti itu tidak ada nilainya di hadapan Tuhan. Suatu ketika, saat sedang melanjutkan puasaku selama enam bulan, aku bersua dengan sekelompok Nabi-nabi yang menegur karena dianggap aku terlalu keras membebani diriku sendiri dan memerintahkan kepadaku untuk menghentikannya. Jadi jika seseorang membebani dirinya terlalu keras demi Tuhan-nya maka Dia akan berbelas-kasihan seperti orang tua kita yang melarang kita meneruskannya. (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Malfuzat, vol. IV, hal. 258-260&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-5556564825616703782?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/5556564825616703782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/5556564825616703782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2008/09/hikmah-puasa-di-bulan-ramadhan.html' title='Hikmah Puasa Di Bulan Ramadhan'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-2086247152058470736</id><published>2008-09-14T17:53:00.000-07:00</published><updated>2010-02-02T22:10:39.145-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumat'/><title type='text'>Mubarak Ramadan Pertama Di Abad Kedua Khilafat</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt; Huzur membacakan ayat 184 hingga 187  Surah Al Baqarah,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="AyahArabic" style="color: #3333ff; font-family: traditional arabic; font-size: 18pt; text-align: right;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="AyahArabic" style="color: #3333ff; font-family: traditional arabic; font-size: 18pt; text-align: right;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;أَيَّاماً مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="AyahArabic" style="color: #3333ff; font-family: traditional arabic; font-size: 18pt; text-align: right;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="AyahArabic" style="color: #3333ff; font-family: traditional arabic; font-size: 18pt; text-align: right;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,&lt;br /&gt;184. (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[114], maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.&lt;br /&gt;185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.&lt;br /&gt;186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur bersabda, pada beberapa hari ini dengan karunia Allah Swt kita telah mengalami kembali bulan puasa Ramadan yang berberkat yang bersifat wajib untuk meningkatkan ketaqwaan dan mengembangkan kerohanian agar dikaruniai kedekatan Ilahi. Puasa juga merupakan suatu sarana latihan agar permohonan doa manusia menjadi makbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ayat 184 Surah Al Baqarah ini memfirmankan bahwa puasa adalah ibadat yang wajib agar kaum mukminin menjadi mutaqqin; lebih mendekatkan lagi dirinya kepada Allah; dan memohon perlindungan-Nya dari segala kemudharatan. Rasulullah Saw bersabda, puasa adalah 'tameng pelindung'.  Maka bila seorang mukmin berpuasa niscaya Allah Taala sendirilah yang akan menjadi pelindungnya, memudahkannya untuk menjauhi segala macam dosa; sebaliknya juga dimudahkan dalam beramal shalih.  Namun, semua itu menuntut syarat puasa panca-indera: Puasa pendengaran, mata, tangan, lidah, dan anggota tubuh lainnya. Jadi, tameng pelindung ini hanya akan terwujud apabila manusia memahami bagaimana memanfaatkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bermusafir atau sakit tidak diperkenankan berpuasa di bulan Ramadan, melainkan tunaikanlah manakala setelah mendapatkan kelapangan. Taqwa adalah keitaatan, bukan hanya sekedar menahan lapar. Di bulan Ramadan membaca Alqur’an dan mempraktekkannya pun sangat penting.  Di dalam Hadith Qudsi tercantum, Allah Taala menyatakan, bahwa Dia sendirilah yang menjadi ganjaran bagi orang-orang yang berpuasa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Puasa lidah' maksudnya adalah menghindari segala macam bentuk ucapan yang dapat melecehkan orang lain; sesuai bunyi Hadith, ucapkanlah: ‘Aku sedang berpuasa’ [apabila ada orang yang mengajak bertengkar].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan 'berpuasa tangan' maksudnya tidak melakukan sesuatu perbuatan buruk yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Misalnya seorang Muslim diharamkan memakan daging babi dan minum alcohol, namun bila ia melayani orang lain untuk itu, tentulah tidak sesuai dengan larangan tersebut....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Di dalam hari-hari yang penuh berkat ini hendaknya kita berupaya untuk memperoleh tarbiyat yang dapat kita jalankan selama hidup, mengamalkan hal-hal yang ma'ruf dan meninggalkan yang munkar, sehingga dapat hidup dengan ber-'tameng pelindung' tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bulan suci Ramadan orang mukmin bukan hanya menghindari perbuatan yang dilarang, bahkan juga yang halal (makan minum, dlsb) demi mentaati perintah Allah dalam rangka tarbiyat mendisiplinkan diri. Niscaya hal ini akan menjadi sumber peningkatan kondisi rohani dan qurb-Ilahi. Di dalam ayat yang terakhir sudah dikemukakan tentang hal ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur menyampaikan sebuah kisah di dalam sebuah Hadith, pada suatu medan pertempuran yang tengah mereda, ada seorang ibu yang sibuk berlari kian kemari mencari anaknya. Bila pun ia tidak mendapati anak kandungnya, ia tetap memeluk dan menciumi setiap pemuda yang ditemuinya. Begitulah seterusnya ia sibuk berlari-lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Saw beserta para sahabat menyaksikannya dari kejauhan. Akhirnya, sang ibu tersebut mendapati anaknya sedang duduk kelelahan. Maka ibu itu pun segera memeluknya dengan penuh kasih sayang dan duduk bersamanya dengan damai.&lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda: 'Lihatlah betapa seorang ibu mencari-cari anaknya dengan penuh khawatir akan keselamatannya, tak mempedulikan resiko bahaya yang dapat menimpanya, dan ketika ia menemukan anaknya, ia pun segera duduk bersamanya dengan penuh suka cita.&lt;br /&gt;Tahukah kalian, Allah Taala bahkan lebih bersuka cita lagi dibandingkan sang ibu itu manakala Dia menemukan hamba-Nya yang tengah berjuang untuk memperoleh qurb-Ilahi dan dengan cara meningkatkan berbagai amal shalihnya. Huzur bersabda, maka mengapakah kita tidak berusaha untuk seperti itu ?  Seorang ibu hanya dapat memberikan rasa aman dan sentosa yang terbatas, sedangkan Tuhan kita adalah Rab-ul Alamin, Tuhan Semesta Alam, Al Malik, Yang Maha Memiliki Segala Sesuatu. Bila Dia sudah ridho dan 'memeluk' hamba-Nya, apa lagi yang tidak akan diperbuat-Nya ?  Oleh karena itu, [pada bulan Ramadan ini] tingkatkanlah bersujud kepada-Nya lebih daripada hari-hari sebelumnya. Merintihlah dan mohonlah pertolongan-Nya. Namun, rintihan tersebut hendaknya bukan hanya dikala butuh, melainkan benar-benar untuk memohon qurb kedekatan-Nya. Dan apakah yang dimaksud dengan memperoleh qurb-Ilahi tersebut ?    Merujuk kepada ayat 2:187, syaratnya ialah, 'falyastajibuli wal-yu'minubi ‘, yakni hendaknya mereka mendengar seruan-Ku dan beriman kepada-Ku'. Artinya, pernyataan di mulut saja tidaklah cukup, melainkan harus dibuktikan dengan kenyataan beriman kepada Allah dan rasul-Nya yang terus meningkat. Karena inilah sebagai bukti seorang mukmin yang keimanannya paripurna. Inilah mengapa sebabnya beribadat kepada Allah senantiasa ditekankan, ialah agar kaum mukminin senantiasa berusaha untuk memperoleh kemajuan.&lt;br /&gt;Bulan suci Ramadan terkait dengan rangkaian usaha dan daya upaya yang hendaknya kaum mukminin memanfaatkan sepenuhnya. Bila rintihan kaum mukminin ikhlas sepenuhnya, maka ayat 'ujibu dawatad'daa'i', yakni 'Aku mengabulkan permohonan doa-doamu' pun menjadi kenyataan. Dan hal ini akan mengarahkannya ke tingkat rohani yang lebih tinggi. Makbuliyat doa-doa terkait dengan peningkatan rohani yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;Huzur membacakan beberapa ikhtisar tulisan Hadhrat Masih Mau'ud a.s. yang menafsirkan ayat 2:187, yakni penyingkapan bertahap tabir penghalang di antara manusia dengan Tuhan-nya pada mana di hari-hari yang berberkat Ramadan, Allah Swt memberikan kesempatan kepada kita untuk menyingkirkan tabir penghalang tersebut demi untuk memperoleh qurb-Ilahi. Maka penting untuk dihindari agar tabir penghalang tersebut jangan sampai kembali lagi manakala bulan Ramadan berakhir.&lt;br /&gt;Salat dan doa adalah upaya yang nyata penting untuk menyingkirkan tabir tersebut, dan doa yang paling makbul untuk itu adalah mendoakan keunggulan agama Islam; doa agar seluruh dunia berada di haribaan bendera Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;Doa-doa semacam ini sungguh dapat menarik keridhaan Allah Swt, sehingga Dia pun memenuhi janji-Nya untuk mengabulkan berbagai kebutuhan pribadi kita. Maka kaum Ahmadi hendaknya beristiqamah dalam doa-doa mereka untuk kemenangan Islam, dan memohon agar setiap diri kita tetap teguh dalam keimanannya.&lt;br /&gt;Jumah ini merupakan Jumah pertama di bulan Ramadan, di hari yang berberkat ini kita mendapatkan dua peluang yang dapat dipanjatkan kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;Sesungguhnya, di dalam Salat Jumah, ada suatu saat pada mana semua permohonan doa akan dikabulkan. Malah, sebagai tambahannya, waktu di antara Asar dan Maghrib pun ada saat tertentu doa-doa menjadi makbul. Akan tetapi dikarenakan tidak ada salat nafl di antara Asar dan Maghrib maka hendaknya diisi dengan banyak-banyak berdziqrullah.&lt;br /&gt;Doakanlah juga berbagai kepahitan ujian yang tengah dihadapi oleh beberapa Jamaat di berbagai tempat. Karena hanya Allah-lah yang akan menyingkirkan segala penderitaan kita. Kita akan menyaksikan taqabuliyatnya doa-doa yang kita penjatkan, InshaAllah...&lt;br /&gt;Semoga Allah menutupi segala kelemahan kita. Semoga Allah Swt senantiasa menunjukkan jalan kepada kita, kiat untuk memperoleh qurb-Nya; dan menjadikan dambaan untuk mendapatkan qurb-Ilahi sebagai target utama kita. Kita semua memang demikian lemah, namun kita berdoa semoga kita diikut-sertakan untuk merasai janji Ilahi kepada Hadhrat Masih Mau'ud a.s. ‘Engkau telah diberi pertolongan dengan kemuliaan...'; Allah Swt pun telah menjanjikan kepada beliau a.s., barang siapa menghinakan engkau, niscaya Aku akan menghinakannya. Dan kita telah menyaksikan kebenaran hal ini. Apa yang terjadi pada diri mereka yang menghinakan beliau a.s.; namun hendaknya kita mawas diri, agar jangan sampai dikarenakan berbagai kelemahan dan kealpaan kita, pemenuhan janji-Nya tersebut menjadi tertunda....&lt;br /&gt;Semoga kita dapat menjadi contoh sebagai hambanya yang sejati, baik di desa maupun di kota. Semoga berbagai kelemahan dan sikap abai kita tidak menjadikan diri kita jauh dari Allah Swt. Dan juga semoga kelemahan tubuh kita digantinya dengan fisik yang kuat agar dapat dikorbankan untuk kepentingan agama.&lt;br /&gt;Huzur kemudian membacakan sebuah doa Rasulullah Saw, “Allahumma inni as'aluka hubbaka wa hubbama yuhibbuka wal amalaladzi yubalighunni hubbaka, Allahuma ja'alhubbaka habba illa'ya min-nafsi wa'mali wa ahli wa minal maa'il barri'.  Ya Allah, hamba mohon agar diberi kecintaan Engkau, dan amal shalih yang dapat menuntun hamba untuk menarik kecintaan Engkau. Dan jadikanlah kecintaan hamba kepada Engkau melebihi kecintaan kepada diri sendiri, kepada keluarga; dan menjadi air penyejuk dahaga rohani.”&lt;br /&gt;Huzur bersabda, inilah bentuk kecintaan kepada Allah yang dapat membuat setiap amal shalih kita menjadi sumber penarik keridhaan-Nya. Singkirkanlah jauh-jauh sikap egois mementingkan diri sendiri, demi lillahi Taala.  Semoga kecintaan kepada harta benda dan keluarga (63:10) tidak menjauhkan diri kita dari kecintaan kepada Allah Swt....&lt;br /&gt;Menasehati Jamaah, Huzur bersabda, Wahai para hamba Masih Muhammadi yang telah diperlihatkan jalan petunjuk oleh Allah Swt, yang tengah mengalami penganiayaan di berbagai negara, Dia telah memberi kalian kesempatan untuk memanjatkan doa-doa sepenuh hati di bulan Ramadan dengan merujuk kepada berbagai prasyarat yang telah diterangkan.&lt;br /&gt;Bulan Ramadan ini pun merupakan Ramadan pertama di Abad Kedua Khilafat Ahmadiyah, maka dengan sabar dan doa jadikanlah Ramadan ini sebagai sarana untuk menunjukkan berbagai jalan baru; meningkatkan peribadatan yang dapat menarik kecintaan Ilahi. Kesuksesan Masih Muhammadi terletak pada doa-doa yang dipanjatkan. Dan Allah Swt akan datang mendekat dari singgasana-Nya di langit ke tujuh di bulan Ramadan, semoga Dia menarik kita ke dalam haribaan-Nya. Dan semoga pula kita dapat mengalami pemenuhan janji-janji-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span id="fullpost" style="font-size: 85%; font-weight: bold;"&gt;o o  O o o&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 78%;"&gt;Please note: Department of Tarbiyyat Majlis Ansarullah USA and Jamaat BaKul takes full responsibility of anything that is not communicated properly in this message.&lt;br /&gt;transltByMMA/LA090808&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-2086247152058470736?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/2086247152058470736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/2086247152058470736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2008/09/mubarak-ramadan-pertama-di-abad-kedua.html' title='Mubarak Ramadan Pertama Di Abad Kedua Khilafat'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-3795000935039004194</id><published>2008-08-04T03:19:00.000-07:00</published><updated>2010-02-02T22:32:04.033-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumat'/><title type='text'>JALSAH SALANAH U.K 2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://i246.photobucket.com/albums/gg84/abunaweed/huzur5.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://i246.photobucket.com/albums/gg84/abunaweed/huzur5.jpg" style="cursor: pointer; float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KHUTBAH JUM’AH&lt;br /&gt;HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tanggal 25 July  2008  dari Hadiqatul Mahdi London, U.K.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TENTANG :  JALSAH  SALANAH  U.K  2008&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini Jalsah Salanah Jema’at Ahmadiyah UK akan segera dimulai, insya Allah!!  Jalsah pada tahun ini kita berkumpul disni untuk mensyukuri genapnya seabad Khilafat Ahmadiyah dan untuk mensyukuri karunia-karunia, rahmat dan pertolongan-pertolongan yang turun dari Allah swt selama seratus tahun, Jalsah ini merupakan sebuah Jalsah yang sangat penting. Jalsah ini dirasakan sangat penting oleh setiap orang tua, pemuda-pemudi, lelaki maupun perempuan. Disebabkan pentingnya itu, dan mengingat akan melimpahnya jumlah para tetamu dari dalam maupun luar negeri yang akan datang menghadiri Jalsah ini, Jema’at Ahmadiyah Britania telah meningkatkan persiapan-persiapannya lebih luas lagi. Dan saya harap persiapan-persiapan tahun ini secara keseluruhan akan jauh lebih baik, sekalipun terdapat kelemahan-kelemahan yang kecil yang pada umumnya biasa terjadi. Dengan pengalaman yang sudah cukup lama yang dimiliki oleh para pegawai dan para petugas relawan Jalsah dengan karunia Allah swt telah membuat mereka menjadi sangat mahir dan terampil didalam menjalankan tugas-tugas mereka masing-masing.  Dan dalam hal itu jika terdapat penilaian seorang Ahmadi dengan nuansa keimanan yang tinggi, maka artinya terdapat ketekunan yang amat sangat didalam pekerjaan yang dilakukan oleh para pegawai dan petugas relawan Jalsah Salanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Jalsah Salanah Jubili Khilafat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jalsah pada tahun ini adalah Jalsah Jubili Khilafat juga. Didalam hati setiap petugas baik anak-anak, pemuda-pemudi dan orang-orang tua tertanam perasaan yang khas diwaktu mereka menjalankan pengkhidmatan. Dan dimanapun Jalsah sedang dilaksanakan pada tahun ini dan dimanapun saya telah mengunjungi mereka perasaan mereka ini nampak sekali kepada saya dari air muka mereka. Baik pada Jalsa Salanah yang diselenggarkan di Ghana di Nigeria atau pada Jalsah Salanah di Bennin, sebuah Jema’at baru dan Jalsah Salanahpun baru diadakan disana, dan juga Jalsah di Amerika dan Canada.&lt;br /&gt;Tentang para Ahmadi di Amerika juga, saya ingin mengatakan sesuatu, saya tidak tahu mengapa para Ahmadi dinegara-negara lain mengira bahwa Jalsah Salanah disana tidak akan nampak begitu semangat dan begitu ramai seperti yang nampak dinegara lainnya. Perkiraan mereka itu sering dikemukakan didalam surat-surat yang datang dari mereka sampai sekarang. Mungkin saja perkiraan mereka ini timbul disebabkan adanya kesan-kesan umum tentang Amerika, dimana terdapat banyak  kelemahan dikalangan para pemuda disana. Sebab disana terdapat banyak sekali anak-anak muda. Akan tetapi anggapan umum tentang para anggauta Jema’at disana adalah tidak benar. Pada umumnya keadaan masyarakat disana sangat baik. Dan sejauh mana tentang keadaan orang-orang Ahmadi, mereka tidak memiliki sebarang kekurangan atau kelemahan. Dan hal itu dengan karunia Allah swt berkat mereka telah menggabungkan diri dengan Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s.  Bagaimanapun pada sa’at ini akan saya uraikan tentang Jalsah Salanah yang diadakan di Britania. Sebagaimana telah saya katakan bahwa dari segi persiapan-persiapan yang sipatnya sementara ini termasuk menghadapi peraturan-peraturan negara ini, demikian luas dan besarnya persiapan-persiapan yang dilakukan, tidak dapat dibandingkan dengan Jalsah Jema’at  dimanapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi jumlah peserta semenjak diadakan Jalsah, yang biasanya Jalsah German dan Jalsah Britania selalunya sama banyak pesertanya. Dan pada tahun ini peserta Jalsah Salanah di negara Ghana melonjak lebih banyak dari semua Jalsah yang pernah diadakan. Saya tidak menyebutkan Jalsah di Pakistan, karena Pemerintah disana yang menamakan diri sebagai pemerintah yang adil dan bebas beragama, sejak 24 tahun tidak memberi izin lagi kepada kita untuk mengadakan Jalsah Salanah. Kami tidak mengerti mengapa Pemerintah Pakistan merasa takut terhadap orang-orang Jema’at yang mencintai kedamaian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Himbauan Do’a Untuk Negara Pakistan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Didalam kesempatan Jalsah ini saya ingin menganjurkan kepada semua para anggauta Jema’at khasnya hadirin Jalsah agar banyak-banyak memanjatkan do’a untuk negara Pakistan, pertama untuk negara secara keseluruhan yang sedang kacau, kita tidak tahu para penguasa pemerintahan disana mau dibawa kearah mana negara itu, dan apa pula yang dikehendaki oleh negara itu. Didalam pemilihan umum yang belum lama diadakan tahun ini tidak ada seorang maulvi-pun yang mendapat kedudukan di dalam pemerintahan, masyarakat awam disana sudah tidak suka kepada para Mullah disana. Maka sesuai dengan fitrat para Mullah sekarang mereka sedang melancarkan balas dendam diseluruh kawasan negara itu. Mereka sedang berusaha menguras setiap potensi yang ada pada negara dengan melancarkan berbagai macam kerusuhan di seluruh wilayah negara Pakistan.&lt;br /&gt;Sedangkan para pemimpin dan para ahli politik negara itu merasa takut dari para mullah yang sudah disingkirkan dan ditolak oleh masyarakat awam didalam pemilihan umum tahun ini, sehingga sekalipun perbuatan makar para mullah itu jelas nampak di hadapan mata kepala para pemimpin dan para penguasa negara namun mereka tidak berani mengambil sebarang tindakan terhadap mereka itu. Mereka bukan menumpas perbuatan makar dan tindakan pemberontakan yang dipimpin oleh para mullah yang sudah melampaui batas itu, namun sebaliknya para pemimpin itu menundukkan kepala dihadapan para mullah dan mulai bercakap-cakap dengan merendahkan diri dihadapan mereka itu, seakan-akan berada dibawah kekuasaan mereka.&lt;br /&gt;Bagaimanapun keadaannya semoga Allah swt mengasihani negara kita itu. Selain itu saudara-saudara harus banyak-banyak memanjatkan do’a bagi saudara-saudara ruhani kita disana, acara apapun yang mau mereka adakan semoga dapat dilaksanakannya dengan baik dan aman. Semoga mereka dapat melaksanakan jalsah dengan sangat gemilang. Semoga Allah swt menghapuskan undang-undang zalim yang dilancarkan terhadap Jema’at disana. Semoga Allah swt memberi akal kepada para pemimpin disana, yang tidak paham kearah mana mereka sedang  membawa negara ini dan apa akibatnya   Pada hari-hari Jalsah ini orang-orang Ahmadi yang datang dari Pakistan harus banyak-banyak berdo’a untuk orang-orang Ahmadi disana dan juga untuk negara Pakistan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nasihat Untuk Panitia dan Para Tamu Jalsah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pada khutbah Jum’ah yang lalu saya telah mengingatkan para pegawai dan para petugas relawan Jalsah, maksudnya bukan berarti bahwa mereka tidak melaksanakan kewajiban mereka dengan baik. Dengan karunia Allah swt setiap pegawai dan petugas Jalsah menjalankan tugas mereka dengan penuh semangat dan kecintaan, seperti telah saya katakan sebelumnya. Dan seperti telah saya katakan juga bahwa persiapan yang begitu besar dan luas dan begitu panjang waktu yang dipergunakan untuk itu tidak terdapat dinegara manapun seperti yang mereka kerjakan disini. Jalsah di German sekalipun dari segi jumlah peserta sama banyak dengan jumlah peserta Jalsah UK namun disana cukup banyak diperoleh kemudahan-kemudahan sedangkan disni tidak dapat diperoleh seperti itu. Pada tahun yang lalu Allah swt telah memberi satu pengalaman yang mengesankan bagi para pegawai Jalsah disini, yakni disebabkan cuaca buruk hujan telah membuat banyak persiapan-persiapan menjadi kalang-kabut. Akan tetapi para pegawai dan para petugas Jalsah dalam keadaan yang sangat sulit itu telah mampu mengatasinya dengan baik dan penuh cermat. Dalam menghadapi kesulitan dimasing-masing bagian terpaksa diatasi oleh petugas masing-masing bagian pula, sehingga dapat diselesaikan dengan baik.&lt;br /&gt;Keadaan cuaca pada tahun ini sangat baik sekali dibanding dengan keadaan cuaca ditahun yang lepas. Dan semoga terus baik selama Jalsah ini berlangsung. Berdo’alah terus untuk itu. Memang segala sesuatu berada dibawah kekuasaan Allah swt. Tanpa ada karunia dari pada-Nya kita tidak bisa memperoleh sesuatu. Jika Dia kehendaki tentu semua ramalan cuaca akan ternyata benar. Manusia hanya meng-agak-agak berasaskan kepada suatu perkiraan tertentu kemudian mereka mengumumkan keadaan cuaca yang akan terjadi sesuai perkiraan mereka.&lt;br /&gt;Akan tetapi dari keadaan cuaca buruk ditahun yang lalu dirasakan ada juga faedahnya bagi Jema’at, yaitu Khuddam sempat memperoleh pengalaman-pengalaman baru. Khuddam yang sudah mempunyai kemahiran melaksanakan tugas diatas jalan-jalan yang bersih dan lancar, menjadi mahir dalam menghadapi suasana jalan yang berlumpur. Sekarang, menurut pikiran saya jika ada sebuah kereta (kendaraan) terperosok kedalam lumpur Khuddam akan mampu menarik atau mengeluarkannya dengan mudah berkat adanya pengalaman di tahun lepas.&lt;br /&gt;Disamping itu sekarang saya ingin menasihati para tamu yang akan datang untuk menghadiri Jalsah, sedangkan para pegawai dan para petugas, dengan karunia Allah swt mampu bekerja dengan sangat cermat serta giat dan keadaan mereka akan bekerja tetap seperti itu, insya Allah swt. Akan tetapi para tamu juga mempunyai beberapa tanggung jawab. Pertama-tama yang harus diingat adalah, maksud menghadiri Jalsah Salanah ini semata-mata karena Allah swt. Oleh sebab itu jangan lupa kepada maksud itu dan harus selalu tertanam didalam pikiran mereka. Dan didalam hal itu yang paling penting lagi adalah tentang menunaikan sembahyang. Dengan mendengarkan ceramah sambil duduk dengan baik dan tekun saja, belum mencapai maksud dan tujuan menghadiri Jalsah. Bahkan setiap orang selama menghadiri Jalsah harus berusaha untuk mengadakan perobahan suci didalam diri masing-masing.&lt;br /&gt;Dan semua amal soleh  dan ibadah sembahyang yang dilakukan selama Jalsah harus menjadi bahagian tetap didalam kehidupan sehari-hari orang-orang yang menghadiri Jalsah. Ibadah sembahyang dilaksnakan sedemikian rupa sehingga menimbulkan khusyu dan khudhu (sangat merendahkan diri). Bahkan sembahyang-sembahyang itu selain harus dilaksankan dengan khusyu dan khudhu, harus dilaksanakan tepat pada waktunya juga. Dan harus dibiasakan menunaikan sembahyang dengan berjama’ah. Pada umumnya disni bazaar dan kedai-kedai selalunya ditutup diwaktu-waktu sembahyang sedang dilaksanakan. Selama Jalsah berlangsung dan juga selama waktu-waktu sembahyang semua kedai dan bazaar harus ditutup. Oleh sebab itu para tamu yang sudah biasa datang dan juga para tamu yang baru pertama kali datang jangan mencoba untuk pergi ke bazaar atau ketempat-tempat berjualan. Kadangkala terjadi secara diam-diam, tanpa alasan kuat bazaar-pun telah dibuka yang semata-mata melanggar peraturan. Dengan adanya perbuatan pelanggarn demikian bisa menimbulkan kesulitan terhadap petugas yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Selain itu selama hari-hari Jalsah pada umumnya diadakan juga sembahyang tahajjud berjama’ah dan pada waktu itu selalu ramai orang-orang yang ikut sembahyang. Dan ditempat-tempat tinggal para tamu yang terpisah juga harus diadakan sembahyang tahajjud bersama dengan teratur. Di Islam Abad terdapat tempat penampungan para tamu, tentu di Baitul Futuh juga banyak para tamu. Dikedua tempat itu juga harus diselenggarakan secara teratur baik sembahyang fajar maupun sembahyang tahajjud secara berjama’ah. Selain itu para tamu dalam jumlah besar yang tinggal dirumah-rumah. Jika mereka tinggal dekat dengan central atau masjid dan mudah untuk pergi kesana, jika mereka sudah sampai kerumah sebelum Maghrib atau Isya, disanapun harus diusahakan untuk sembahyang Maghrib dan Isya secara berjama’ah. Orang-orang yang tinggal di London harus menepati waktu-waktu sembahyang itu dan mereka harus mengajak para tamu juga untuk menunaikan sembahyang bersama-sama. Jika tidak ada perhatian penuh terhadap ibadah sembahyang dan ibadah-ibadah lainnya, tentu maksud dan tujuan kedatangan mereka ke Jalsah tidak dapat terpenuhi. Pidato atau ceramah-ceramah Jalsah tidak akan memberi faedah atau seseorang tidak akan dapat memetik faedah dengan sesungguhnya dari ceramah-ceramah yang disampaikan diwaktu Jalsah jika ibadah sembahyang mereka tidak dilaksanakan dengan tekun dan penuh tanggaung jawab. Jalsah ini adalah Jalsah Jubili Khilafat, karena itu jumlah pengunjung sangat banyak sekali. Dan Jalsah ini adalah Jalsah pertama yang diadakan didalam tahun Jubili Khilafat. Dan banyak para peserta datang karena menganggap Jalsah ini sangat penting dan istimewa sekali yang berkaitan dengan Jalsah Jubili Khilafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pentingnya Shalat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Maka apabila Allah swt menyebut ni’mat Khilafat dan didalam firman-Nya disebutkan bahwa perasaan takut orang-orang mu’min diganti dengan perasaan aman, dan orang-orang mukmin akan menunaikan ibadah. Mereka beribadah hanya kepada Allah swt dan disebabkan mereka tidak menyekutukan Tuhan dengan sesuatu, maka dianugerahkanlah nikmat Khilafat ini kepada mereka. Kemudian hal itu meningkatkan perhatian mereka untuk lebih tekun lagi menunaikan ibadah kepada-Nya. Dan didalam ayat pertama setelah ayat istikhlaf Allah swt berfirman :&lt;br /&gt;وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ&lt;br /&gt;Yakni : Dirikanlah shalat (An Nur ayat 57) Langkah pertama untuk tidak melakukan syirik adalah mendirikan sembahyang. Mendirikan sembahyang itu apa artinya ? Yaitu menunaikan sembahyang dengan berjama’ah, menunaikan sembahyang dengan teratur dan tertib, dan menunaikan sembahyang tepat pada waktunya, menganggap ibadah sembahyang lebih utama dari pekerjaan lain, dan tidak menilai amal perbuatan lain lebih tinggi dari menunaikan ibadah sembahyang.&lt;br /&gt;Maka selama hari-hari Jalsah ini semua orang yang datang untuk Jalsah harus memberi perhatian yang utama kepada kewajiban ibadah sembahyang. Bahkan dihari-hari Jalsah ini harus banyak memanjatkan do’a secara khas dan usahakanlah agar kebiasaan menunaikan sembahyang dihari-hari Jalsah ini harus menjadi bagian kehidupan sehari-hari saudara-saudara semuanya, supaya saudara-saudara selalu menjadi orang-orang yang dapat meraih bagian dari berkat-berkat yang telah dianugerahkan oleh Allah swt kepada kita semua dalam bentuk Lembaga Khilafat, yang menjadi sarana untuk meningkatkan kekuatan bagi setiap orang Ahmadi secara perorangan maupun bagi Jema’at secara keseluruhan, dengan syarat, semangat ibadah-ibadah kita tetap hidup. Jadi jagalah ibadah sembahyang secara khas  pada hari-hari Jalsah ini. Sebab itulah asas tujuan hidup kita.&lt;br /&gt;Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Setiap umat akan tetap berdiri secara lestari selama perhatian mereka tetap terpusat untuk beribadah kepada Allah swt.” Beliau bersabda : “Asas iman juga adalah shalat. Maka Allah swt berfirman:&lt;br /&gt;وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ&lt;br /&gt;Yakni Allah swt telah berjanji kepada orang-orang beriman dari antara kamu, yaitu :&lt;br /&gt;لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ&lt;br /&gt;Dia pasti akan menjadikan mereka itu khalifah-khalfiah di muka bumi ini.”&lt;br /&gt;Jadi untuk memperoleh nikmat ini dari Allah swt setiap orang Ahmadi harus meningkatkan iman mereka. Sebagaimana Hazrat Masih Mau’ud a.s. juga telah bersabda : “Asas iman adalah shalat. Maka asas ini harus dipegang erat-erat. Bahkan akar (asas) ini harus ditanamkan didalam hati dengan sekuat-kuatnya dan dalam keadaan bagaimanapun asas ini jangan mengalamai kerusakan. Sebab jika manusia sudah malas untuk menunaikan sembahyang, menjadi tanda baginya bahwa iman-nya sudah lemah. Jika keadaan imannya sudah lemah tentu hubungannya dengan Khilafat-pun menjadi lemah juga.&lt;br /&gt;Maka pada hari-hari Jalsah ini, sesuai dengan tujuan kita datang berkumpul disini, sembahyang-sembahyang kita hendaklah dipelihara, agar sesuai dengan janji Allah swt sembahyang itu akan menjadi penjaga kita, sehingga timbullah kekuatan didalam iman kita. Dan setelah berhasil meraih kecintaan Tuhan, kita akan menjadi pewaris ni’mat-ni’mat-Nya yang telah Dia janjikan kepada orang-orang mu’min.&lt;br /&gt;Tentang cara-cara memanjatkan do’a didalam sembahyang Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Sembahyang harus dilaksanakan dengan khusyu dan sangat merendahkan diri dihadapan Allah swt. Dan didalamnya harus banyak-banyak dipanjatkan do’a untuk kebaikan agama maupun dunia.” Selanjutnya beliau bersabda :&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ&lt;br /&gt;Artinya : “Dan mereka yang memelihara dengan ketat sembahyang-nya dan tidak pernah meninggalkannya.”  Dan untuk itulah tujuan diciptakannya manusia, supaya belajar apa hakikat sembahyang itu. Ingatlah selalu bahwa sembahyang adalah sarana utnuk memecahkan berbagai macam kesulitan dan menjauhkan diri dari bermacam-macam musibah. Akan tetapi sembahyang bukanlah seperti yang dilakukan oleh manusia sebagai adat kebiasaan, melainkan sembahyang dilakukan sedemikian rupa sehingga kalbu manusia menjadi luluh dihadapan Allah swt. Dan dengan kecintaan yang sangat dalam ia menjatuhkan diri dihadapan singgasana Allah swt laksana air meleleh dihadapan-Nya. Dan iapun harus paham bahwa menjaga sembahyang bukan untuk kepentingan Allah swt. Sesungguhnya Allah swt sama-sekali tidak memerlukan sebarang faedah sembahyang kita. Dia adalah Ghani ‘anil ‘alamian Dia tidak memerlukan sesuatu dari kita. Maksudnya tiada lain adalah manusia sendiri yang memerlukannya. Dan hal ini adalah suatu rahasia bagaimana manusia menginginkan kebaikan bagi dirinya. Dan itulah sebabnya ianya memohon pertolongan dari Allah swt. Karena hal itu membuktikan bahwa adanya hubungan erat manusia dengan Tuhan menghasilkan perolehan kebaikan yang hakiki. Bagi seorang yang sudah demikian kuat keadaannya, sekalipun dunia menjadi musuhnya dan kehancurkan membayang-bayanginya, maka hal itu semua tidak akan mendatangkan sebarang mudharat kepadanya. Dan demi melindungi orang demikian seandainya Allah swt harus menghancurkan ratusan ribu orang, maka Di akan lakukan demikian. Ingatlah !! Sembahyang adalah amalan yang karenanya manuasia bisa mengerti tentang dunia dan tentang agama juga.” Selanjutnya beliau bersabda : “Sembahyang adalah amal ibadah yang dengan-nya manusia diselamatkkan dari perbuatan buruk dan perbuatan yang terkutuk. Akan tetapi untuk mencapai sembahyang peringkat demikian bukan ikhtiar manusia dan cara demikian tidak dapat pula diperoleh tanpa pertolongan dan dukungan Allah swt. Dan selama manusia tidak menempatkan dirinya sibuk untuk berdo’a maka ia tidak akan bisa menimbulkan konsentrasi demikian khudhu dan khusyunya didalam sembahyangnya. Oleh sebab itu janganlah membiarkan kehidupan kalian walau sesa’atpun baik diwaktu siang maupun malam kosong dari permohonan do’a kepada-Nya.”&lt;br /&gt;Jadi kita sekarang sedang memperoleh banyak kesempatan baik diwaktu siang maupun malam untuk beribadah kepada Allah swt. Oleh karena itu kita harus menjaga sembahyang-sembahyang kita dengan baik sambil memohon pertolongan dari pada-Nya. Dan lewatkanlah waktu siang dan malam untuk banyak-banyak berdo’a kepada Allah swt. Semoga kita menjadi pemohon ni’mat-ni’mat dari Allah swt dan semoga sembahyang-sembahyang kita mampu mencegah kita dari perbuatan buruk. Semoga pada hari-hari Jalsah ini kita mendapat taufiq untuk memanjatkan do’a-do’a yang mampu menarik keridhaan Allah swt dan menjadi orang-orang yang selalu mewarisi rahmat dan kasih-sayang-Nya.&lt;br /&gt;Semoga Allah swt memberi hidayah dan pengertian kepada para penentang Jema’at Ahmadiyah dan jika memang sesuai dengan pengetahuan Allah swt bukan merupakan taqdir, maka semoga Allah swt selalu melindungi kita dari setiap kejahatan mereka itu. Jadi pada hari-hari Jalsah ini kita harus memberi perhatian yang khas untuk menjalankan ibadah kepada Allah swt dengan sebaik-baiknya. Sebab itulah maksud dan tujuan kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adab (etiket) Bertamu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang Ahmadi yang datang menghadiri Jalsah Salanah ini harus selalu mengingat tujuan utama datang menghadiri Jalsah ini. Didalam hari-hari Jalsah ini mengucapkan salam kepada sesama yang lain harus dibiasakan. Sebab hal itu adalah salah sebuah hukum asas juga dari semua hukum-hukum yang telah diberikan Allah swt kepada kita. Dan hal itu sebuah sarana untuk menjalin perasaan cinta satu sama lain. Dan para tamu yang datang juga harus ingat bahwa, sekalipun melayani para tamu adalah tanggungjawab tuan rumah sepenuhnya akan tetapi ada beberapa kewajiban yang menjadi tanggung jawab para tamu juga. Didalam surah Ahzab terdapat hukum dari Allah swrt melalui Hazrat Rasulullah saw yaitu hukum asas untuk para tamu, yang harus diingat selalu oleh setiap orang kemanapun dia pergi menjadi tamu seseorang disuatu tempat. Dan bagi para tamu yang datang menghadiri Jalsah ini hukum itu harus selalu diingat secara khas. Sebab tamu Jalsah telah datang untuk maksud dan tujuan yang khas. Dan khasnya para tamu yang tinggal disini dibawah tanggung-jawab pelayanan dan pengurusan Jema’at sepenuhnya, hukum-hukum itu harus dipatuhi dan dita’ati sepenuhnya.&lt;br /&gt;Terutama janganlah pergi kepada jamuan tanpa diundang. Suri teladan Hazrat Rasulullah saw selalu terpampang didalam bayangan kita. Ketika para tamu datang lebih banyak dari yang dientukan, seorang telah datang ditengah-tengah jamuan itu. Maka Rasulullah saw meminta izin kepada ahli bait dan bersabda bahwa : “ Seorang tamu bertambah satu orang datang bersama-ku. Jika engkau kehendaki akan aku bawa dia kedalam, kalau tidak katakanlah terus terang kepada-ku tanpa takut dan ragu aku akan suruh dia pulang jika engkau tidak menghendaki-nya.”&lt;br /&gt;Jadi para tamu yang datang dari luar harus ingat, sekalipun mereka datang untuk Jalsah dan datang berdasrkan surat undangan, dan tanpa surat undangan tidak bisa datang. Akan tetapi perlu diingat bahwa tamu Jema’at diperbolehkan tinggal sampai waktu yang telah ditetapkan. Namun setelah habis masanya banyak juga yang dengan keras kepala meminta diperpanjang masa tinggal mereka. Hal demikian menjadi seperti tamu liar tanpa diundang yang bisa menimbulkan kesulitan. Banyak yang menuliskan masa berlakunya tiket cukup lama. Hal itu dijadikan alasan terpaksa harus tinggal agak lama. Lalu selama waktu menunggu mereka-pun mulai bekerja disini. Jika memang terpaksa demikian maka wang hasil bekerja itu harus dibelanjakan sebagaimana mestinya untuk memenuhi semua keperluan pribadi masing-masing. Jangan menjadi beban bagi Jema’at. Apabila terpaksa harus tinggal lebih lama lagi, tentu akan menimbulkan masalah seperti yang telah terjadi pada tahun yang sudah lalu, pada tahun sebelumnya juga telah terjadi hal yang sama. Tatkala mereka disuruh meninggalkan tempat tinggal mereka timbullah macam-macam complain kepada semua. Menurut undang-undang mereka tidak boleh bekerja, visa mereka untuk social visit, oleh sebab itu kehadiran mereka menimbulkan beberapa masalah dan menimbulkan kesulitan bagi yang bersangkutan. Kadangkala perkara beberapa orang seperti itu diketahui juga oleh jawatan penguasa. Oleh sebab itu kepada beberapa orang yang berbuat demikian, saya katakan kepada mereka, jika kalian ingin tinggal lebih lama lagi disini uruslah sendiri, jangan melibatkan Jema’at. Sebab orang-orang yang tinggal lama setelah Jalsah selesai, keadaan mereka seperti orang-orang yang telah tinggal lama dirumah seseorang sebagai tamu dan menyusahkan tuan rumah.&lt;br /&gt;Selain itu satu hal lagi yang harus diingat oleh para tamu, bahwa untuk mengkhidmati mereka itu terpaksa datang kesini beberapa orang petugas yang berpendidikan tinggi dan ada juga yang terpelajar biasa dan yang bekerja diberbagai macam urusan, mereka semua telah mngurbankan waktu dan tenaga mereka untuk mengkhidmati para tamu Hazrat Masuh Mau’ud a.s. dan mereka berkhidmat dengan penuh dedikasi. Pada umumnya mereka berkhidmat dengan hati terbuka dan senang dan mereka siap untuk melaksanakan pekerjaan apapun. Saya sendiri selalu memberi penerangan dan dorongan kepada mereka satu atau dua kali sebelum berlangsung Jalsah Salanah bagaimana caranya supaya mereka melakukan pengkhidmatan dengan sebaik-baiknya terhadap para tamu Jalsah. Akan tetapi jika terpaksa terjadi keluar kata-kata yang kurang menyenangkan dari pihak mereka terhadap seseorang maka para tamu juga harus menunjukkan kesabaran menghadapi hal demikian. Jika setiap orang dan setiap tamu yang datang untuk Jalsah mengetahui semua kewajiban mereka sendiri maka tidak akan timbul perkara yang tidak disenangi. Tahun yang lalu disebabkan turun hujan yang sangat deras dan terus-menerus timbul beberapa kesulitan dan beberapa kekurangan didalam pelayanan, sehingga diantara para pegawai dan para petugas bagian transportasi dengan para tamu telah terjadi beberapa peristiwa kecil-kecil yang kurang menyenangkan dan sekarang juga saya menerima beberapa keluhan yang ditimbulkan oleh beberapa orang tamu, misalnya sesuai dengan peraturan lalu-lintas tidak boleh menghentikan kereta (kendaraan) didepan pintu halaman rumah orang lain, yang dapat menimbulkan kesulitan bagi tetangga rumah itu. Melalui TV juga sering diumumkan supaya jangan meletak kereta seenaknya didepan pintu halaman rumah orang, seperti dilakukan dikota-kota kecil orang-orang biasa meletak kereta ditepi jalan. Namun demikian para tamu yang datang dari negara-negara Eropah dengan kendaraan pribadi, mereka meletak kereta tanpa menghiraukan peraturan dan petunjuk-petunjuk yang telah diberikan kepada mereka. Dengan demikian mereka telah melakukan kesalahan. Padahal seharusnya mereka berpegang kepada peraturan, jika memang mereka datang untuk memperoleh barkat-barkat Jalsah salanah.&lt;br /&gt;Para pegawai atau para petugas kadangkala dengan melihat pelanggaran- pelanggaran yang telah dilakukan oleh tamu suhu tabiat mereka menjadi naik seakan-akan mau marah terhadap mereka, namun mereka itupun harus belajar menahan emosi dan menekan perasaan dalam menghadapi peristiwa-peristiwa kecil seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Permasalahan Bidang Konsumsi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Diwaktu makanan sedang dihidangkan juga telah terjadi hal-hal yang kurang menyenangkan. Perempuan-perempuan dan kanak-kanak atau orang-orang sakit tidak bisa menahan kesabaran. Disebabkan waktu yang cukup panjang sudah menahan lapar menimbulkan kesulitan bagi mereka, tidak bisa menahan lapar untuk waktu lama, disebabkan program cukup lama atau disebabkan lalu-lintas yang macet menghabiskan waktu yang cukup panjang dan mereka terpaksa menahan lapar. Tentang ini sebelumnya sudah saya katakan kepada para petugas agar jangan terlalu ketat dalam memegang peraturan ini, untuk orang-orang merasa lapar seperti itu hendaknya dilayani sekalipun acara Jalsah sedang berjalan, sebab pada waktu itu kedai-kedai juga tentu pada tutup. Untuk orang-orang seperti itu hendaknya makanan selalu dipersiapkan. Hal itu tidak melanggar peraturan.&lt;br /&gt;Kemudian orang-orang yang mempunyai kanak-kanak dan orang-orang sakit hendaknya selalu siap membawa makanan kecil yang bisa disimpan didalam beg atau kantong. Supaya dimana perlu bisa dimakan sehingga tidak akan menimbulkan perkara yang tidak diinginkan. Dan diwaktu menunggu transportasi yang cukup lama juga makanan itu bisa dikonsumsi untuk menahan lapar. Sesungguhnya pada Jalsah sekarang ini persiapan-persiapan telah dilakukan dengan cukup cermat dan teliti, mudah-mudahan tidak akan timbul hal-hal yang menyulitkan. Akan tetapi kita tidak bisa menolak kemungkinan-kemungkinan lain yang kiranya akan terjadi. Khasnya diwaktu acara sudah bubar orang-orang siap untuk pulang, pasti akan terjadi suasana yang sibuk dan besar kemungkinan akan terjadi beberapa kesulitan. Petugas bagian transportasi harus betul-betul bijak dan cermat dibantu oleh bagian tamu dalam menanggulangi suasana pada waktu itu dan menyediakan paket-paket makanan seperlunya untuk yang tidak sempat menyantap makanan sebelum berangkat. Bas-bas pengangkutpun harus diatur dengan rapih dan selalu stand by setiap sa’at untuk menghantar tamu ketempat-tempat destinasi yang telah ditentukan sebelumnya. Sehubungan dengan makanan itu pada tahun yang lalu terjadi beberapa komplain (pengaduan), namun para tamu juga harus mengingatkan tentang itu, tuan rumahpun tentu akan memenuhi apa yang diperlukan oleh para tamu. Para tamu juga harus ingat bahwa kita harus melangkah diatas jalan yang telah dicontohkan oleh Hazrat Rasulullah saw atau pada zaman sekarang ini contoh itu telah diperlihatkan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. kepada kita. Bagaimana keadaan dan sifat para tamu Hazrat Masih Mau’ud a.s.? Sebagai contoh saya ingin menceritakannya pada sa’at ini. Didalam Khutbah Jum’ah yang lalu saya telahpun menjelaskan contoh sebagai tuan rumah. Tetapi tamu beliau diwaktu itu telah menunjukkan sendiri bagaimana corak dan sifatnya yang luhur itu.&lt;br /&gt;Hazrat Syeikh Ya’kub Irfani menulis : “ Diwaktu terjadi Jang Mukaddas yakni diwaktu terjadi perdebatan antara beliau dengan  orang-orang Kristiani. Dari Kristiani Abdullah Atham hadir sebagai lawan. Diwaktu itu ada beberapa orang tamu. Diwaktu terjadi perdebatan itu orang-orang telah berkumpul banyak sekali jumlahnya. Pada suatu hari orang rumah telah terlupa menyediakan makanan untuk Hazrat Masih Mau’ud a.s. Beliau r.a. menulis : Saya telah menegaskan kepada isteri saya untuk menyediakan makanan untuk Huzur, akan tetapi disebabkan kesibukan pekerjaan lain, sehingga menyediakan makananpun sudah terlupakan dan sampai larut malam makanan  belum juga disediakan. Setelah lama menunggu Hzrat Masih  Mau’ud a.s. menanyakan makanan itu sehingga semua menjadi gelisah.       Pasar dan kedai-kedai-pun sudah tutup semuanya dan makanan tidak bisa diperoleh. Sehingga Huzur memberitahukan keadaan sebenarnya pada waktu itu. Beliau bersabda : Apa perlunya gelisah seperti itu ? Tengoklah didalam tray tempat makanan, apapun yang ada cukuplah itu. Ketika dilihat, didalam tray itu terdapat beberapa potongan roti bekas makan. Beliau bersabda : Cukuplah itu !! Beliau mengambil satu atau dua potong, cukuplah itu. Nampaknya peristiwa itu sederhana dan tidak berarti. Akan tetapi dari peristiwa itu nampak bagaimana luhurnya akhlak dan budi pekerti serta mu’jizat yang ditunjukkan oleh Hzrat Masih Mau’ud a.s. Sebetulnya pada waktu itu makanan bisa disediakan dan tentu akan merasa gembira jika seandainya sampai malampun sibuk menyediakan makanan untuk beliau, tidak ada kesusahan apa-apa. Akan tetapi beliau a.s. tidak menghendaki demikian, tidak mau memberi kesusahan kepada orang lain bukan pada waktunya. Beliau tidak menghiraukan mengapa sampai pada waktu itu makanan belum juga tersedia. Dan tidak pula beliau menanyakan kepada siapapun mengapa makanan belum siap dan beliau tidak menunjukkan rasa tidak senang kepada siapapun. Bahkan beliau dengan muka ceria dan senang telah menjauhkan perasaan gelisah dan perasaan cemas orang lain.&lt;br /&gt;Jadi jika disebabkan lupa atau keadaan terpaksa lainnya pelayanan terhadap tamu terlepas atau terlambat jangan menunjukkan perangai kesal atau marah dan ingatlah selalu kepada apa maksud dan tujuan kita datang ke Jalsah ini? Sekalipun telah datang dari jarak yang jauhnya ratusan atau ribuan mile, jika tidak diperhatikan kepada tujuan itu, tidak memperhatikan pentingnya meningkatkan keadaan akhlak dan ruhani sendiri, maka maksud dan tujuan datang menghadiri Jalsah tidak tercapai.&lt;br /&gt;Didalam sebuah khutbah saya telah menceritakan ihwal lawatan ke Afrika, bahwa banyak orang-orang yang datang dari Ivory Coast dan Benin ke Nigeria yang tidak mendapatkan makanan. Namun ketika para petugas meminta ma’af kepada mereka atas kelalaian dan kelambatan itu, para tamu itu menjawab : “ Tidak ada alasan bagi anda untuk meminta ma’af dari kami. Untuk maksud apa kami datang kesini, semuanya sudah terpenuhi.Kami bersyukur sudah bisa ikut Jalsah dimana Khalifa-e-waqt juga hadir dan sudah berjumpa dengan beliau.” Itulah keadaan orang-orang Jema’at baru di Afrika yang keadaan iman mereka semakin kuat dan meningkat. Kadangkala disini timbul keluhan kecil-kecil dari pihak kaum perempuan. Oleh sebab itu semua tamu harus ingat betul, baik lelaki maupun perempuan bahwa jika ada tanggung jawab dari pihak tuan rumah tentu ada juga tanggung jawab dari pihak tamu. Tamu tidak hanya mempunyai hak-hak untuk dilayani saja.&lt;br /&gt;Hazrat Rasulullah saw memberi waktu kepada tuan rumah untuk melayani tamunya hanya terbatas sampai tiga hari. Setelah tiga hari merupakan ihsan atau kebajikan tuan rumah untuk melayani tamunya. Seorang tamu Ahmadi yang datang sebagai tamu Jalsah salanah, maksudnya bukan mengharapkan agar dia dilayani, melainkan belajar bagaimana caranya agar dengan itu hak-hak Allah swt dapat dipenuhi dan hak-hak hamba-hamba-Nya juga dapat dipenuhi. Dan jika pengetahuan sudah dimiliki sebelumnya, menjadi pelaksana hak-hak Allah swt dan hak-hak sesama hamba-Nya, bukan hanya tahu tetapi sungguh-sungguh menjadi pelaksana hak-hak itu semua, tentu akan bisa meningkatkan cemerlangnya perolehan barkat-barkat Jalsah baginya. Lebih dari itu ianya menjadi orang yang mewarisi barkat-berkat do’a yang dipanjatkan bersama diwaktu Jalsah dan menjadi orang yang banyak meraih berkat-barkatnya lebih banyak dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perbanyaklah Berdo’a&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa perhebatlah kegiatan berdo’a dan ibadah sembahyang didalam hari-hari Jalsah ini dan pergiatlah menunaikan ibadah nawafil juga, baik tinggal d lingkungan Jalsah maupun diluar lingkungan Jalsah Salanah ini. Perluaslah kebiasaan mengucapkan salam, ciptakanlah suasana kecintaan dan persahabatan satu samalain, supaya menjadi orang-orang yang meraih banyak barkat do’a-do’a yang dipanjatkan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. khas bagi para peserta Jalsah Salanah. Dan siapapun yang mempunyai keinginan baik untuk meraih barkat-barkat itu dan berusaha keras untuk itu tentu ianya akan meraih barkat-barkat do’a yang dipanjatkan disetiap negara diadakan Jalsah juga.&lt;br /&gt;Jaminan kemajuan Jema’at Ahmadiyah telah diberikan Allah swt kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dan do’a-do’a Hazrat Masih Maud a.s. juga yang dipanjatkan untuk para pengikut beliau Allah swt telah memberi jaminan kemakbulannya. Sesungguhnya dibelakang do’a-do’a Hazrat Masih Mau’ud a.s. itu sekarang sedang berjalan kemakbulan do’a-do’a yang telah dipanjatkan oleh Hazrat Rasulullah saw untuk orang-orang yang telah masuk kedalam Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini. Jadi untuk menjadi orang-orang yang termasuk mendapat bagian dari barkat do’a-do’a beliau a.s. itu sekarang terpulang kepada keadaan amal soleh kita. Untuk itu semoga Allah swt Yang Maha Pemurah memberi taufik kepada kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kewajiban Seksi Administrasi Jalsah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya ingin menjelaskan tentang kewajiban penting seksi Administrasi Jalsah Salanah ini. Namun sebelumnya perlu diingat bahwa setiap orang harus menaruh perhatian terhadap suasana disekitarnya masing-masing. Sebagaimana diketahui para pendatang untuk menghadiri Jalsah ini kian bertambah banyaknya, terutama Jalsah tahun ini. Mengawasi keadaan dilingkungan masing-masing sangat penting sekali. Jika ternampak sebarang muka atau gerak-gerik orang yang meragukan harus segera dilaporkan kepada petugas Administrasi bagian security. Perhatikanlah suasana orang-orang yang duduk mendengarkan acara-acara Jalsah, jika ternampak seseorang meninggalkan sesuatu barang bawaannya, harus segera menjadi perhatian. Atau jika ternampak sebuah kantung atau tas tidak dikawal, harus segera dilaporkan kepada petugas Administrasi bagian Keamanan. Terutamanya petugas bagian security harus memperhatikan hal itu sepenuhnya. Perhatian istimewa harus diberikan disaat sedang berjalan acara Lajnah Immaillah. Di saat itu diperlukan tindakan yang lebih teliti dan cermat. Di waktu acara sedang berlangsung tidak boleh ada seorang perempuan yang duduk sambil menutupi mukanya dengan  pardah. Jika ada yang berbuat demikian maka petugas security harus segera mendekatinya dan tengoklah keadaan mukanya.                                                &lt;br /&gt;Selain itu kebersihan juga harus diperhatikan. Program dan petunjuk- petunjuk yang sudah dicetak berupa selebaran harap dibaca dengan teliti dan diperhatikan betul-betul. Pada umumnya petunjuk-petunjuk selalunya diabaikan. Hal itu sudah menjadi adat kebiasaan. Mereka yang sering bepergian dengan pesawat, peragaan penerangan tentang penggunaan alat-alat menghadapi keadaan kecemasan (emerjensi atau keadaan darurat) banyak penumpang yang tidak menghiraukan dan dianggapnya sebagai formality saja. Padahal hal itu harus diperhatikan dan didengarkan dengan sebaik-baiknya. Saya sendiri selalunya membaca kartu-kartu petunjuk dan memperhatikan penerangan yang diberikan oleh para stewardess. Sebagian penumpang mungkin ada yang tidak mau mendengarkan penerangan itu, padahal seharusnya diperhatikan betul dan juga dipahami sambil berdo’a untuk keselamatan dirinya dan seluruh penumpang bersamanya. Karena sesungguhnya detik-detik itu sangat baik untuk memanjatkan do’a kepada Allah swt demi keselamatan semua.&lt;br /&gt;Baru-baru ini ada berita tentang beberapa keluarga pergi melancong di Amerika dengan kapal laut. Tiba-tiba terjadi musibah tabrakan ditengah laut. Sebagian dari mereka terkorban dan sebagian lagi yang betul-betul memperhatikan juru penerangan tentang bagaimana menggunakan life-west (pelampung) mereka mampu menggunakan pelampung dan selamat semuanya, sedangkan yang tidak mau menghiraukan juru penerang itu mereka kalang-kabut tidak mampu menggunakan pelampung itu. Semua alat-alat dan penerangan itu dimanapun juga dilakukan sesuai dengan keadaan perjalanan, demi faedah dan keselamatan kita sendiri dan tidak boleh diabaikan. Maka apabila kita sudah datang ke tempat jalsah, semua petunjuk dan instruksi yang telah diberikan harus diperhatikan dan diikuti dengan sebaik-baiknya. Semua petunjuk yang dicantumkan didalam program harus diperhatikan dengan teliti dan dita’ati dengan penuh kesedaran, terutama dibagian transportasi. Mengucapkan salaam kepada sesama atau kepada orang lain harus dibiasakan, harus teratur menunaikan sembahyang pada waktunya secara berjama’ah. Semoga Allah swt melindungi semua peserta Jalsah, dan semoga Allah swt menurunkan barkat sebanyak-banyaknya diatas semua peserta Jalsah dan mampu memanjatkan do’a khas dan semoga mampu bekerkja sama sepenuhnya dengan para petugas Administrasi. Akhirnya, semoga Allah swt memberi taufik kepada kita semua untuk melaksanakan hal itu semua dengan sebaik-baiknya. Amin !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Alih Bahasa dari Audio Urdu oleh: Mln. Hasan Basri, Shd. - Singapore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-3795000935039004194?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/3795000935039004194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/3795000935039004194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2008/08/jalsah-salanah-uk-2008.html' title='JALSAH SALANAH U.K 2008'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-1522685730154454180</id><published>2008-07-22T03:12:00.001-07:00</published><updated>2010-02-03T00:04:26.711-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Konspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Insiden Monas'/><title type='text'>Analisa Kritis Atas Insiden Monas</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;INSIDEN MONAS, 1 JUNI 2008:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;MENCERMATI ALIBI YANG DIPAKAI FRONT PEMBELA ISLAM (FPI)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;UNTUK MEMBENARKAN TINDAKAN ANARKISNYA TERHADAP&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;ALIANSI KEBANGSAAN UNTUK KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;( AKKBB )&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Dianalisa oleh:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rakeeman R.A.M. Jumaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Pemerhati Sejarah Agama-agama (History of Religions) dan Bahasa-bahasa Kuno (Philology)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;SEKILAS PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Insiden yang terjadi di Monumen Nasional (selanjutnya disebut: Insiden Monas, Jakarta) pada 1 Juni 2008 yang bertepatan dengan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila masih menyisakan misteri. Berbagai spekulasi dimunculkan untuk menyibak hakikat dibalik peristiwa yang telah menjadi sorotan masyarakat, di dalam dan luar negeri, selama dua minggu lebih ini. Benarkah peristiwa anarkis yang telah menodai Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini terjadi secara spontan akibat terpengaruh oleh suatu provokasi? Ataukah ini merupakan suatu peristiwa yang telah direkayasa jauh-jauh hari sebelumnya? Lalu, siapa aktor intelektual di belakang terjadinya insiden Monas berdarah tersebut?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Menurut alasan (alibi) yang dikemukakan oleh Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dalam keterangan jumpa pressnya menyebutkan, bahwa terjadinya insiden Monas tersebut dipicu oleh setidaknya 3 (tiga) hal, yaitu: (1) adanya hujatan dari kelompok AKKBB yang dalam orasinya menyebut bahwa FPI adalah "Laskar Kafir" atau "Laskar Setan", (2) adanya provokasi yang dilakukan oleh salah satu anggota AKKBB yang mengacungkan pistol dan mengancam akan menembak anggota FPI, dan (3) bahwa aksi damai itu untuk menolak dikeluarkannya SKB 3 Menteri tentang Jemaat Ahmadiyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Sedangkan menurut AKKBB, peristiwa itu terjadi begitu mendadak pada saat massa AKKBB baru 10 menit berkumpul di lapangan Monas sehingga tidak ada orasi apapun apalagi hujatan terhadap FPI. Menurut mereka, saat itu AKKBB baru mengumpulkan massa untuk bersiap-siap bergerak menuju ke Bundaran Hotel Indonesia (HI), sebab Monas hanyalah sebagai tempat berkumpul (start) saja. Mengenai pria bersenjata pistol, AKKBB juga mengatakan tidak tahu-menahu, apakah pria itu anggota AKKBB atau bukan. AKKBB juga menolak bahwa aksi damai itu untuk mendukung Jemaat Ahmadiyah dalam bentuk menolak dikeluarkannya SKB 3 Menteri, sebab aksi damai itu adalah murni dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Juni 2008.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Mengenai siapa yang benar dan salah dalam insiden Monas tersebut, itu adalah wewenang pengadilan yang akan memutuskan. Yang jelas, kemudian polisi menangkap sedikitnya 11 anggota FPI termasuk ketuanya, Habib Rizieq Shihab karena diduga "terlibat" dalam penyerangan FPI terhadap AKKBB di Monas. Ketua Komando Laskar Islam (KLI) yang juga sempat buron (DPO) dengan tuntutan utama pembubaran Ahmadiyah, akhirnya menyerahkan diri setelah dikeluarkannya SKB 3 Menteri tentang Ahmadiyah. Sedangkan 10 orang anggota FPI lainnya dinyatakan masih buron.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;KONTRADIKSI ALIBI DAN SURAT HIMBAUAN FPI PUSAT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Masyarakat kemudian dikejutkan dengan foto yang memperlihatkan Ketua Komando Laskar Islam (KLI), Munarman, SH sedang mencekik seseorang yang diduga anggota AKKBB. Foto ini dilansir oleh Koran TEMPO dan AKKBB untuk memperlihatkan bukti kesalahan FPI. Namun, justru dengan adanya foto ini membuat FPI merasa berada di atas angin. Dengan segera FPI memberikan bantahan, bahwa orang yang dicekik oleh Ketua Komando Laskar Islam itu bukanlah anggota AKKBB melainkan anggota FPI. Dan, itu bukanlah penganiayaan melainkan upaya mantan Ketua YLBHI Jakarta itu untuk mencegah anggota FPI yang bernama Ucok Nasrullah tersebut melakukan penganiayaan terhadap massa AKKBB.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Dalam bantahan itu juga disampaikan, bahwa sebelum insiden itu terjadi, ada dua anggota FPI yang disusupkan ke massa AKKB. Bahkan FPI menyiarkan juga kesaksian seseorang yang mengaku ikut aksi damai AKKBB karena mendapat bayaran Rp 40.000,- Menurutnya, ia dibayar pertama kali Rp 25.000,- lalu sisanya dibayar lagi Rp 15.000,- Lalu disampaikan juga bahwa aksi anarkis FPI itu karena terpancing iklan AKKBB yang dimuat di surat kabar nasional beberapa hari sebelum 1 Juni 2008. "Kalau tidak siap menghadapi FPI, jangan menantang macan turun gunung", kata Munarman, Ketua Komando Laskar Islam (KLI), sebagaimana dilansir Kompas (3/6).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Membaca penjelasan yang dikemukakan oleh FPI tersebut, timbul kontradiksi yang mencolok. Apabila peristiwa penyerangan tersebut terjadi secara spontan, mengapa mereka menjelaskan hal-hal tersebut? Artinya, penyerangan yang dilakukan massa FPI terhadap massa AKKBB yang mengakibatkan jatuh banyak korban luka itu sudah direncanakan jauh hari sebelumnya. Jadi, semua itu adalah upaya untuk mengalihkan perhatian publik dari permasalahan yang sebenarnya, sebab menurut AKKBB sendiri, tak ada anggota AKKBB yang dibayar dalam aksi damai itu. Upaya pengalihan perhatian ini dibuktikan dari adanya "Himbauan" Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPI yang dikeluarkan pada 3 Juni 2008 dengan sifat "sangat rahasia".&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Di dalam selebaran itu disebutkan, bahwa tujuannya adalah "untuk mengalihkan opini publik terhadap kasus polisi vs UNAS dan demo kenaikan BBM" (paragraf 1). Lalu disebutkan juga, agar "seluruh anggota FPI yang turun ke Monas pada hari Minggu untuk tidak membocorkan rahasia mengenai kamera hasil setingan internal kita kepada pihak lain" (paragraf 2). Dan akhirnya, selebaran itu juga mengingatkan kepada seluruh anggota FPI untuk "sepakat membuat alibi ke permasalahan pembubaran Ahmadiyah jika mendapat pertanyaan dari para wartawan demi untuk mendapat simpatisan masyarakat luas" (paragraf 2).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;BUKTI-BUKTI DOKUMENTASI ASLI VIDEO INSIDEN MONAS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Untuk membuktikan bahwa FPI tidak bersalah, dikeluarkanlah video hasil rekaman dalam insiden Monas versi FPI. Isinya memperlihatkan seorang lelaki yang mengacungkan senjata api jenis pistol kepada anggota FPI yang mengerumuninya. Dari adanya gambar ini, FPI mengatakan bahwa pemicu terjadinya insiden Monas adalah akibat adanya provokasi lelaki tersebut. Kalau tidak ada yang mengacungkan senjata api, maka FPI tidak akan terprovokasi. Intinya, FPI menimpakan kesalahan kepada lelaki berpistol itu sebagai "biang onar" terjadinya insiden Monas.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Namun video hasil rekaman FPI ini jelas-jelas dibantah oleh DR. KRMT Roy Soeryo, pakar telematika Indonesia. Dari analisa yang dilakukan Roy Soeryo terhadap rekaman video insiden Monas yang beredar utuh dari media televisi, terbukti bahwa peristiwa lelaki mengacungkan pistol itu bukanlah sebagai pemicu insiden Monas. Ada atau tidak adanya lelaki yang mengacungkan pistol itu, insiden Monas tetap terjadi. Sebab, peristiwa lelaki mengacungkan pistol itu terjadi pada bagian tengah menjelang akhir penyerangan anggota FPI. Jadi, FPI telah sengaja memutarbalikan peristiwa, yang bagian tengah atau akhir dijadikan sebagai bagian awal. Ini jelas-jelas kebohongan publik yang telah dilakukan FPI.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Kasus ini sama seperti gambar Munarman, Ketua Komando Laskar Islam (KLI) yang sedang mencekik seseorang, yaitu bagian akhir dari penyerangan FPI yang kemudian dijadikan sebagai bagian permulaan. Ini jelas merupakan suatu upaya untuk membuat alasan (alibi) yang mengada-ada dan dibuat-buat. Intinya, FPI tidak segan-segan membuat alibi dusta demi menyelamatkan diri dari perbuatan yang telah dilakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Lagi pula, lelaki itu mengacungkan pistol adalah dalam rangka membela diri dan karena terpaksa. Sebab terlihat jelas dari hasil rekaman video yang belum diedit, ia pada awalnya berusaha melindungi perempuan dan anak-anak yang menjadi sasaran pemukulan anggota FPI. Namun, justru ia sendiri yang kemudian menjadi sasaran pengeroyokkan sehingga terpaksa mengeluarkan senjata api dan diacungkan ke atas. Dari penelitian Roy Soeryo, tidak ada letusan senjata api yang terjadi sebagaimana dikatakan oleh pihak FPI. Artinya, sekali lagi FPI telah berdusta. Untuk menutupi kedustaan yang pertama akan diikuti dengan kedustaan kedua. Untuk menutupi kedustaan kedua akan dilakukan dengan kedustaan ketiga dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Jadi, apa yang dikemukakan dalam analisa Roy Soeryo itu bersesuaian dengan isi selebaran FPI, dua hari setelah insiden Monas terjadi. Artinya, ada gambar peristiwa dalam insiden Monas yang sengaja direkayasa FPI sebagai alibi menghindarkan diri bila insiden itu memojokkan mereka. Gambar Munarman mencekik seseorang adalah salah satu contohnya. Sehingga ini membuktikan kalimat "tidak membocorkan rahasia mengenai kamera hasil setingan internal kita kepada pihak lain" dalam selebaran DPP FPI itu adalah benar. Berarti benar pula, bahwa selebaran itu dikeluarkan oleh FPI meski tidak ada tanda tangan dan stempelnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;BUKTI LAIN YANG TERKAIT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Bukti-bukti terkait lainnya yang menunjukkan bahwa itu adalah rekayasa setidaknya ada dua lagi. Pertama, adalah pakaian; apabila penyerangan itu dilakukan secara spontan mengapa didapatkan adanya penggantian pakaian dan simbol-simbol. Yaitu anggota FPI, khususnya Munarman mengganti pakaiannya dari yang dipakai pada saat mengikuti demo BBM yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di depan Istana Merdeka. Lalu mengapa pula didengungkan istilah Komando Laskar Islam (KLI), dan tidak mau disebut sebagai FPI saja. Ini adalah upaya membuat alibi yang lain, yang berujung pada kebohongan lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Jawabannya adalah jelas. Munarman bermaksud menarik simpati masyarakat. Apabila yang disebut hanya FPI, ini akan memojokkan FPI sendiri yang secara otomatis akan melibatkan ketuanya, Habib Rizieq Shihab. Sedangkan bila disebut Komando Laskar Islam (KLI), Rizieq Shihab secara otomatis tidak ikut terlibat. Sebab, KLI punya struktur otonom yang tak bersentuhan langsung dengan ketua FPI. Apalagi kalau yang dimaksud Komando Laskar Islam (KLI) ini adalah gabungan dari berbagai "Laskar Islam" yang ada di Indonesia, misalnya dari FPI sendiri, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Laskar Jihad (LJ), dan lain-lain. Tentu saja, Ketua FPI Habib Rizieq Shihab akan semakin jauh tersentuh oleh tuntutan hukum.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Hal ini jelas tergambar dari selebar rahasia FPI yang berbunyi, "Diingatkan kepada seluruh anggota FPI untuk sepakat membuat alibi permasalahan pembubaran Ahmadiyah jika mendapat pertanyaan dari para wartawan demi untuk mendapatkan simpatisan masyarakat luas" (paragraf 2, kalimat terakhir). Realisasinya terlihat jelas, dimanapun anggota FPI ditanya wartawan, selalu diperlihatkan poster (yang kadang dibuat mendadak untuk diperlihatkan kepada para wartawan) dan teriakan "Bubarkan Ahmadiyah". Bahkan pengacara FPI pun yang semula disebut Tim Pembela Muslim (TPM), berganti nama mendadak menjadi "Tim Pembela Anti Ahmadiyah" (TPAA).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Ini terbukti sangat efektif, sehingga simpati akhirnya berdatangan kepada Habib Rizieq Shihab dan Munarman. Sejak ditahan di Mapolda Jaya, kedua tokoh FPI itu banyak dikunjungi tokoh lain. Jadi, isunya bergeser, dari isu penyerangan anarkis yang menelan korban luka berganti menjadi isu pembubaran Ahmadiyah, demi menarik simpati masyarakat. Jelas, isu pembubaran Ahmadiyah hanyalah sebagai kedok untuk menutupi kesalahan dan pembelaan diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Metode seperti ini pernah dilakukan oleh FPI yang dipimpin oleh Habib Abdurrahman bin Asyegaf sewaktu menyerang Kampus Mubarak, Pusat Jemaat Ahmadiyah Indonesia, di Kemang (Bogor), pada 9 dan 15 Juli 2005. Meskipun jelas-jelas terlihat dari atributnya bahwa anggota FPI yang menyerang, namun kepada media masa Habib Abdurrahman Asyegaf mengancam agar "jangan menulis FPI yang menyerang, melainkan Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII)". Ini adalah upaya untuk mengalihkan dan mengaburkan peristiwa yang sebenarnya. Sebab apabila yang ditulis hanya nama FPI, maka itu artinya kecil. Tetapi bila yang ditulis adalah GUII, ini seolah-olah mewakili seluruh umat Islam di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Bukti kedua adalah adanya short message system (SMS) yang beredar dan menyebutkan bahwa "Sdr. Munarman, Ketua Komando Laskar Islam (KLI) tewas mengenaskan di hutan karet di wilayah Batujajar, Bandung". Setelah penulis cermati, ada dua versi bunyi redaksi SMS yang beredar dan sempat diperlihatkan oleh media elektronik kepada pemirsanya. Kejanggalannya cukup jelas terlihat. Pada SMS yang satu, besar kecilnya huruf berbeda dengan SMS berisi redaksi yang sama lainnya lagi. SMS ini dikeluarkan dari nomor operator Flexy area Jakarta (021).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Perbedaan tersebut adalah seperti berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="background-color: #cfe2f3; font-family: inherit;"&gt;"INNA LILLAHI WAINNA ILAHI ROJIUN! Telah tewas tertembak ..... secara mengenaskan, Sdr. Munarman (Ketua Komando Laskar Islam) ..... di hutan karet Batujajar, Bandung."&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Sedangkan bentuk huruf pada SMS yang lainnya:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="background-color: #cfe2f3; font-family: inherit;"&gt;"Inna lillahi wainna ilahi rojiun! Telah tewas tertembak ..... secara mengenaskan, Sdr. MUNARMAN (Ketua Komando Laskar Islam) ..... di hutan karet Batujajar, Bandung."&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Apabila diperhatikan secara seksama, terlihat perbedaan bentuk besar kecilnya huruf pada SMS yang satu dengan yang lainnya. Meskipun demikian, kedua bentuk huruf dalam kedua redaksi SMS tersebut sangat mirip dengan bentuk huruf yang ada dalam selebaran DPP FPI tgl. 3 Juni 2008, yang sifatnya "sangat rahasia". Ini membuktikan bahwa selebaran itu adalah asli meski tak ada tanda tangan dan stempel organisasi. Kemungkinan penulis SMS dan selebaran tersebut adalah satu orang alias orang yang sama. Artinya insiden Monas adalah hasil rekayasa panjang sebelum 1 Juni 2008 dan sesudahnya. Pembaca dipersilakan menganalisa lebih dalam lagi. Hanya ALLAH Ta'ala Yang Maha Mengetahui peristiwa yang sesungguhnya. WaLlaahu a'lam bish-shawwaab!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;KESIMPULAN ANALISA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;1. Penyerangan FPI terhadap AKKBB pada 1 Juni 2008 di lapangan Monas telah direncanakan sebelumnya;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;2. Untuk menghindar dari tuntutan hukum yang lebih berat (karena tak menyangka akhirnya akan berakibat adanya korban luka-luka), FPI telah menyusun alibi yang dibungkus dengan kedustaan demi kedustaan;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;3. FPI hanyalah pelaksana lapangan, aktor intelektual dan donatur dananya masih belum tersentuh;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;4. Insiden Monas adalah bagian dari rekayasa jangka panjang, yang mengkambinghitamkan Ahmadiyah dengan maksud memuluskan tersebarnya faham Wahabi dan Khilafah Islamiyah versi Hizbut Tahrir di Indonesia;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;5. Bila jumlah penganut faham Wahabi (HTI via FUI: FPI/MMI) menjadi mayoritas, maka setelah Ahmadiyah berhasil dikeluarkan dari pagar Islam, suatu saat nanti giliran umat Islam berfaham Ahlu Sunnah wal Jama'ah (terutama NU) yang akan dikeluarkan dari pagar Islam (dinonmuslimkan).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;---------ooo000ooo---------&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LAMPIRAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;SALINAN SELEBARAN FPI&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;* Selebaran ini diperoleh dari Mesjid Istiqlal, Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;* Disalin sesuai aslinya, sebab tak sempat disalin via scanner&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;* Bentuk, besar kecilnya huruf dan cara penulisan disesuaikan dengan selebaran aslinya&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;LOGO&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;DEWAN PIMPINAN PUSAT&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;FRONT PEMBELA ISLAM&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;(DPP – FPI)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Sekretariat: Jalan Petamburan III/17, Tanahabang, Jakarta Pusat 10260.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Jakarta, 03 Juni 2008&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;HIMBAUAN&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Sifat: SANGAT RAHASIA&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Kepada seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) diharapkan tetap berpegang teguh pada tali keimanan untuk menumpas habis segala macam bentuk kesesatan yang dilakukan oleh orang-orang dengan mengatasnamakan Islam, seperti yang telah dilakukan oleh jemaat Ahmadiyah. Tugas kita adalah jihad fisabilillah dalam memerangi kelompok yang selalu membela kesesatan di negeri ini, seperti kelompoknya orang-orang yang berfaham ahlus sunnah wal jamaah dalam wadah Nahdlatul Ulama (NU) yang sudah nyata-nyata kesesatannya. Kalian tidak perlu takut dan khawatir, karena kita telah didukung oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Komnas HAM, Bakorpakem, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan aparat kepolisian. Untuk sekedar diketahui, mengenai gerakan kita pada hari minggu tanggal, 1 Juni 2008 terhadap komunitas AKKBB di silang monas adalah hasil daripada kesepakatan bersama antara MUI dan aparat kepolisian dengan tujuan untuk mengalihkan opini publik terhadap kasus polisi vs UNAS dan Demo kenaikan BBM.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Kepada seluruh anggota FPI yang turun ke MONAS pada hari Minggu untuk tidak membocorkan rahasia mengenai kamera hasil setingan internal kita kepada pihak lain, dan jika dilanggar maka akan dikenakan sanksi dari pimpinan pusat FPI. Mengenai pembagian komisi kepada anggota FPI yang ikut andil dalam insiden MONAS akan diberikan setelah permasalahan ini agak mereda. Diingatkan kepada seluruh anggota FPI untuk sepakat membuat alibi ke permasalahan pembubaran Ahmadiyah jika mendapat pertanyaan dari para wartawan demi untuk mendapatkan simpatisan masyarakat luas.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Kita tidak perlu gentar dalam menghadapi serangan balik dari GP Anshor maupun Garda Bangsa yang menjadi antek-anteknya Yahudi. Sebenarnya mereka adalah orang-orang pecundang yang hanya jago di kandang saja dan telah menukar keimanan mereka dengan uang. Mereka telah menjadi pembela bagi jemaat Ahmadiyah dan sangat layak jika mereka disebut sebagai antek-antek DAJJAL yang mencengkeram NKRI. Seandainya kita matipun adalah SYAHID dengan jaminan surga.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Sekali lagi dihimbau, FPI harus berperan aktif demi tegaknya syariat islam di Indonesia, maka dari itu bagi siapapun yang menghalang-halangi perjuangan kita harus kita tumpas habis sampai ke akar-akarnya, walaupun sejuta GUS DUR kita akan lawan sampai titik darah penghabisan. ALLAHU AKBAR.....! Hidup Mulia atau Mati Syahid....!&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Himbauan ini jangan sampai jatuh ke tangan orang diluar anggota kita, setelah difahami isinya lebih baik dibakar.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;---------------------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;A M A N A T&lt;br /&gt;IMAM JEMAAT AHMADIYAH INTERNATIONAL KE-IV (ALM.)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;PADA PERTEMUAN DENGAN&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;PENGURUS BESAR (PB) JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;DI SINGAPURA TANGGAL 20 JULI 1989&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;TENTANG&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;KONSPIRASI INTERNASIONAL MENENTANG AHMADIYAH&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;DAN MENGHANCURKAN UMAT ISLAM&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Assalamu 'alaykum wr. wb.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Saudara-saudara telah mendengar segala sesuatu mengenai latar belakang&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;kegiatan berbagai kekuatan anti-Islam&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;dan konspirasi (persekongkolan) yang berlangsung dewasa ini di Indonesia. Saya telah senantiasa berusaha mengirimkan pesan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;(amanat) kepada Jemaat Ahmadiyah Indonesia mengenai apa yang sedang terjadi dan mengenai segala sesuatu yang saya fahami bakal terjadi di kemudian hari. Akan tetapi malang sekali, saya tidak puas dengan reaksi dari Jemaat Indonesia dalam mengambil langkah-langkah penjagaan dan secara serentak menanggulangi bahaya ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Pertama-tama, seluruh anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;harus mengerti tentang apa yang sedang terjadi dan mengapa hal itu terjadi. Berkenaan dengan ini, saya pikir, pengarahan-pengarahan saya&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;tidak dijalankan dengan memuaskan. Orang-orang (para anggota Jemaat) dari segala lapisan – laki-laki, perempuan, bahkan para pemuda dan anak-anak yang beranjak dewasa – haruslah mengerti apa yang sedang terjadi supaya mereka melalui propaganda (penerangan) dan tukar-pikiran dengan kawan-kawan mereka menjelaskan kepada khalayak umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Akibat "Buta Politik" dan Tiga Musuh Utama Islam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Saya sangat meragukan analisa Saudara-saudara yang saya terima mengenai situasi dan mengenai apa yang sedang terjadi di pemerintahan negara Saudara-saudara. Beranggapan bahwa apa yang sedang terjadi di Departemen Agama, dan di Departemen-departemen lainnya -- termasuk Departemen Hankam (Pertahanan Keamanan) – dan sebagainya, itu adalah tanpa sepengetahuan dan tanpa pengukuhan serta dukungan Presiden merupakan pandangan yang kekanak-kanakan dan menunjukkan bahwa mereka yang membuat penilaian (analisa) ini tidak mempunyai (tidak memahami) konsep bagaimana politik berlangsung di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Penilaian (anggapan/pandangan) bahwa keputusan-keputusan yang diambil di tingkat Eksekutif, yakni di Departemen-departemen, adalah tanpa sepengetahuan Presiden -- seperti yang Saudara-saudara katakan kepada saya -- mustahil terjadi di mana pun di dunia ini. Apa yang sedang terjadi, pada hakikatnya, adalah akibat dari ulah 3 musuh utama Islam yang bergabung dalam satu kekuatan yang dengan cara bertahap menjuruskan Indonesia kepada satu situasi yang pada akhirnya pasti akan terjadi seperti di Pakistan, andaikata Saudara-saudara tidak mencegahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Mula-mula – faktor ini yang kurang diperhatikan – adalah peranan Saudi Arabia. Saudi Arabia bersama-sama dengan Pakistan telah berusaha dengan segala cara yang terbaik maupun yang terburuk untuk membentuk sikap yang serupa di negeri-negeri Islam lainnya di dunia ini, sebagaimana mereka telah berhasil melakukannya di Pakistan. [Persekongkolan/makar buruk] ini bisa terjadi berkat dukungan serta liputan yang penuh dari Amerika Serikat. Ada pun alasannya jelas. Peranan unsur ketiga [yakni Amerika Serikat] yang akan dibahas nanti merupakan salah satu di antara alasan-alasan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Politik Global Amerika Serikat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Menurut politik global Amerika Serikat, ada 2 hal yang sudah pasti akan terjadi di dunia:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;* Pertama, Saudi Arabia harus menanam pengaruh di negeri-negeri Islam di dunia ini, karena Saudi Arabia 100% bergantung pada Amerika Serikat dalam mempertahankan keberlangsungan kehidupannya, sebab Saudi Arabia adalah hamba Amerika Serikat yang paling cantik dan paling setia. Pengaruh Saudi Arabia yang meluas di negara-negara Islam atau negeri-negeri Afrika atau negeri-negeri Dunia Ketiga, akhirnya berujung pada terciptanya pengaruh Amerika Serikat yang meluas serta menjamin kepentingannya sendiri di negeri-negeri tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;* Kedua, dukungan terhadap agama Kristen dan jaminan keberlangsungan upaya, pengeluaran uang, dan tindakan lainnya, untuk menyebarkan agama Kristen -- teristimewa di daerah strategis di dunia, yang paling nekad dan sangat terkenal adalah politik Amerika Serikat. Oleh karena itulah maka Amerika Serikat memainkan peran sebagai pahlawan dalam mendukung agama Islam dan agama Kristen. Amerika Serikat secara serempak mendukung perjuangan Islam di Afghanistan [yang dipengaruhi pihak komunis] dan perjuangan Kristen di Polandia [yang juga komunis]. Apakah Amerika Serikat itu adalah orang Islam dan juga sekaligus orang Kristen?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Peran Ahmadiyah Menghadang Makar Buruk Amerika Serikat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Ahmadiyah menghambat jalan politik Amerika Serikat di kedua wilayah (sasaran) ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;* Pertama-tama, Amerika Serikat menyadari bahwa Jemaat Ahmadiyah adalah lawan Saudi Arabia, dalam upaya memegang merk (label) Islam, di tempat mana saja ada upaya penyebaran Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;* Kedua, Amerika Serikat sepenuhnya mengetahui bahwa hanyalah Ahmadiyah satu-satunya yang dapat melawan Kristen dan [mampu] menghentikan derap kemajuannya di mana saja kita (Ahmadiyah) berhadapan dengan Kristen.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Jadi, rencana yang sangat keji dan jahat [Amerika Serikat] dibuktikan oleh kenyataan adanya Saudi Arabia sedang memainkan peran sebagai pahlawan Islam menentang Jemaat Ahmadiyah di seluruh dunia. Akibatnya ialah perhatian semua pemimpin Islam tertuju kepada Ahmadiyah. Dan mereka (Saudi Arabia dan Amerika Serikat) mengatakan kepada para pemimpin Islam bahwa: "Ahmadiyah adalah satu-satunya ancaman yang berbahaya di dunia. Oleh karena itu binasakanlah Jemaat Ahmadiyah maka bahaya tidak akan ada lagi bagi Islam!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Dan pada saat yang bersamaan agama Kristen sendiri yang berderap maju untuk merambah ke jalan kemajuan ke mana pun ia suka. Jemaat Ahmadiyah adalah satu-satunya kaum (golongan) yang mampu melawan Kristen dan [kemudian] diadu-dombakan dengan golongan Islam lainnya, dengan maksud menjamin pertahanan mereka (Kristen) sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Seluruh perhatian Dunia Islam akan diarahkan kepada Jemaat Ahmadiyah. Kian banyak kesukaran akan ditimbulkan terhadap Jemaat Ahmadiyah yang sedang giat-giatnya bertablig dan memerangi [faham] Kristen dengan bebas untuk kepentingan Islam. Dampak [makar-buruk] inilah yang sedang terjadi di Indonesia dan juga di dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Tidak Melaksanakan Amanat Khalifah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Ketika beberapa orang [Ahmadi] Indonesia berada di London atau di tempat lainnya, saya mencoba menerangkan kepada mereka segala sesuatu, dengan permohonan (harapan) sekembali mereka ke negeri mereka supaya memberitahukan kepada seluruh Jemaat dan memberi pengarahan kepada Jemaat mengenai hal ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Akan tetapi seringkali saya melihat keheranan (ketidak-percayaan) di wajah mereka karena mereka sendiri tidak merasa yakin. Kadang-kadang bertanya: "Mengapa Amerika Serikat harus menaruh perhatian terhadap Jemaat Ahmadiyah?" Ini sikap yang sungguh sangat sederhana (lugu).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Amerika Serikat menaruh perhatian terhadap Jemaat Ahmadiyah dengan tingkat kadar perhatian yang sangat tinggi. Untuk itu saya akan mengemukakan 2 bukti yang saya tahu secara pribadi. Saya sungguh menyayangkan sekali orang-orang Ahmadi yang berpikiran bahwa saya tanpa alasan (sembarangan) begitu berlebihan menekankan peranan Amerika Serikat, padahal itu [menurut anggapan mereka] hanya merupakan kejadian yang kecil saja di pentas dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Kejadian (program) itu merupakan suatu keputusan yang diambil di tingkat tinggi. Suatu pengambilan langkah politik untuk melumatkan Ahmadiyah di seluruh dunia. Ini merupakan satu tekad politik Amerika Serikat dan mengenai itu saya dapat mengemukakan alasan (bukti-bukti) mengapa mereka berkepentingan sebagaimana telah saya katakan tadi; akan tetapi saya dapat memberikan kepada Saudara-saudara bukti-bukti bersumber pada pengetahuan saya pribadi yang terjadi di tingkat tertinggi [di Amerika Serikat].&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Peran Aktif Presiden Ronald Reagan &amp;amp; Pemerintah Amerika Serikat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Boleh jadi Saudara-saudara ingat, bahwa ketika [Ronald] Reagan mengambil alih jabatan Presiden [Amarika Serikat], segera ia sesudah itu pergi ke California guna menghadiri konferensi sebuah sekteKristen yang ia sendiri menjadi anggotanya. Ia pergi ke sana dan beritanya dipublikasikan secara luas.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Sekte tersebut sekte yang sangat aktif menyebarkan agama Kristen di seluruh dunia serta mendapat dukungan penuh dari pemerintah Amerika Serikat. Maka ketika Presiden Reagan datang ke sana ia secara terbuka mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat bertekad untuk memajukan agama Kristen di seluruh dunia dan sekte ini akan diberi dukungan penuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Ingatlah ini. Sekarang saya hendak mengemukakan sedikit informasi yang saya terima dari Spanyol. Selang beberapa tahun yang lalu di Spanyol ada seorang Ahmadi yang walau pun bukan dokter reguler (tetap) tetapi ia dipanggil dokter, namanya Mubasyir. Ia sudah jauh hubungannya dengan Jemaat Ahmadiyah. Sesudah ia datang ke Spanyol kita kehilangan jejaknya. Saya tidak tahu di mana ia berada. Ia tidak pernah datang ke Missi [Jemaat Ahmadiyah] dan ia memutuskan hubungan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Sekonyong-konyong, pada suatu hari saya menerima sepucuk surat dari dia di London, menerangkan sesuatu yang sangat ganjil yang kebetulan diketahui olehnya. Dalam situasi itu ia – tampak lahirnya -- mulai menaruh perhatian pada agama Kristen, tetapi tidak sebenarnya, hanya demi meraih suatu tujuan duniawi. Dan kebetulan kejadiannya di Spanyol. Sekte [Kristen] itu pula yang paling aktif di mana Reagan menjadi anggotanya. Maka ia menjadi sangat dekat kepada mereka dan memberikan kesan kepada mereka bahwa ia hampir menerima agama Kristen, dengan akibat bahwa pada suatu ketika seorang tokoh besar sekte [Kristen] tersebut dari Amerika Serikat datang ke Spanyol. Mubasyir juga diundang ke sana untuk ikut-serta dalam pertemuan tersebut karena terkesan bahwa ia telah menjadi seorang Kristen.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Di sana, ketika tamu dari Amerika Serikat tersebut berpidato di hadapan sidang pertemuan itu – di mana tanpa diketahui bahwa di dalam koferensi itu hadir seorang yang mempunyai hubungan dengan Ahmadiyah -- ia berbicara mengenai pokok masalah ini dan mengatakan bahwa:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;"Saya meyakinkan Anda sekalian bahwa Presiden Reagan dan Pemerintahnya sepenuhnya ada di belakang kita, dan saya meyakinkan Anda sekalian bahwa satu-satunya sekte dalam Islam yang paling berbahaya bagi Kristen adalah Jemaat Ahmadiyah. Dan Kami telah mengambil keputusan -- dengan dukungan penuh dari [pemerintah] Amerika Serikat -- untuk melawan Jemaat Ahmadiyah di mana saja mereka dan dengan cara apa saja yang dapat kita lakukan. Dan ini adalah salah satu tekad kebijaksanaan sekte kami dan [pemerintah] Amerika Serikat berada di sampingnya".&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Oleh karena itu apabila Saudara-saudara kembali mengkaji sejarah Pakistan, Saudara-saudara akan melihat lebih jauh bahwa Pakistan telah masuk ke dalam kantung Amerika Serikat dan telah lebih jauh lagi melawan Jemaat Ahmadiyah. Rencana (program) tersebut merupakan rencana (program) yang berkesinambungan, tanpa berubah. Dan apabila menerapkan rumusan ini kepada negeri lain di dunia maka Saudara-saudara akan tercengang mengenai peristiwa yang sama terjadi di semua negeri Islam yang berada dalam kantung Amerika Serikat, mereka mati-matian melawan Jemaat Ahmadiyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Semua negeri Islam yang berada di luar kantung Amerika Serikat sama sekali tidak merasa berkepentingan [melawan Jemaat Ahmadiyah]. Mengapa demikian? Jelaslah bahwa hal itu bukan suatu kebetulan. Ini disebabkan oleh adanya politik sekte [Kristen] itu juga yang tengah dilaksanakan secara sangat aniaya dengan sangat cermat.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Bukti Kedua: Informasi Dari Keponakan Lyndon B. Johnson&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Bukti kedua yang sampai kepada saya, dengan karunia Allah, akan meyakinkan Saudara-saudara bahwa Jemaat Ahmadiyah selamanya ada dalam pemikiran tokoh-tokoh tertinggi pembuat kebijaksanaan Politik.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Sekali peristiwa sewaktu saya sempat mengadakan kontak (hubungan) dengan para Pemimpin Dunia setiba saya dari Pakistan ke Inggris, saya bertemu dengan orang yang sangat berpengaruh di Amerika Serikat. Ia adalah keponakan Lyndon B. Johnson, mantan Presiden Amerika Serikat.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Saya mengenalnya dengan perantaraan beberapa orang dan ia mempunyai hubungan erat dengan Gedung Putih dan dengan para pejabat tinggi pembuat kebijaksanaan politik Amerika Serikat. Dikarenakan ia seorang anggota keluarga penting maka ia pun sering diundang ke pesta yang biasa diselenggarakan sebagai penghormatan kepada orang-orang terkemuka dunia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Apabila seorang Kepala Negara berkunjung ke Amerika Serikat mereka biasa mengundang beberapa tokoh yang sangat penting. Menurut dia, 30 nama selalu diundang, termasuk ia sendiri. Jadi, demikian pentingnya kedudukan orang itu dan seperti itulah jangkauan koneksinya (hubungannya). Saya akan menceritakan kepada Saudara-saudara apa yang terjadi kemudian.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Ketika saya berdiskusi dengan dia mengenai masalah Ahmadiyah dan apa yang tengah terjadi, saya mengemukakan kepadanya pandangan saya mengenai segala keterlibatan Amerika Serikat. Sejak awal ia sedikit pun tidak menyatakan ketidak-setujuannya terhadap pandangan saja. Ia mengetahui segala sesuatu, katanya, dan ia mengetahui apa yang sedang terjadi, tetapi mereka tidak mempunyai pilihan lain. Itulah politik mereka. Lalu ia berkata: &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;"Tunjukanlah (kemukakanlah), mengapa kami tidak boleh menempuh politik ini. Ini adalah politik global, ini [bertujuan] menghambat penyebaran Komunis dan kami tidak punya alternatif lain. Jadi, tolong katakan kepada saya mengapa kami tidak boleh menempuh politik ini?"&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Ketika saya berbicara kepadanya mengenai berbagai kejadian penting yang secara bertahap berkembang di dunia, saya mengatakan kepadanya bahwa:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;"Pada akhirnya politik [yang negara Anda laksanakan] ini akan menendang-balik dan akan menghancurkan kalian. Sebab, bertambah kalian memihak kepada rejim tertentu yang tidak popular di negeri mereka, maka bertambah pula perlawanan akan muncul yang terorganisasi atau yang dibuat terorganisasi. Dan dalam proses itu pada akhirnya – jikalau tidak hari ini – esok, beberapa tahun lagi pasti Anda akan melihat bahwa politik ini akan menendang-balik muka kalian".&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Pendek kata, kami berdiskusi mengenai banyak hal dan kemudian ia percaya kepada apa yang saya katakan. Ia mengatakan kepada saya bahwa sekembalinya di Washington ia akan pergi menjumpai para pejabat Gedung Putih dan barangkali akan menghadap Presiden -- ia sendiri tidak menyebut nama Presiden [Lyndon B. Johnson] melainkan beberapa nama beberapa pejabat teras – dan berkata bahwa ia akan menyampaikan kasus ini kepada mereka, dan bila ia kembali [berkunjung] ke London lain kali ia akan mendiskusikan perkara ini dengan saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Khutbah Khalifah Jemaat Ahmadiyah: Tawaran Kerjasama Melawan Israel&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Pada lain kesempatan, ketika ia berkunjung lagi ke London, saya menerima telepon darinya dari Oxford. Ia berkata bahwa ia hendak datang menemui saya segera. Saya mengundang dia makan-siang. Tahukah Saudara-saudara apa yang dikatakannya kepada saya? Pertama-tama yang dikatakannya kepada saya ialah:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;"Ketika Anda menjadi Khalifah, adakah Anda menyampaikan khutbah (pidato) segera sesudah pemilihan itu dengan mengatakan kepada seluruh dunia bahwa Anda bertekad akan menentang Israel seperti orang-orang Islam lainnya dan Anda menawarkan kerjasama kepada seluruh Dunia Islam untuk memperjuangkan kepentingan Islam melawan Israel?"&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Saya katakan, "Ya, saya lakukan itu. Kejadiannya sudah lama sekali di Pakistan, dan khutbah (pidato) itu dalam bahasa Urdu". Ia berkata:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;"Setelah mengemukakan khutbah (pidato) semacam itu, bagaimana Anda dapat mengharapkan saya memperjuangkan urusan Anda di Gedung Putih dengan para pembuat kebijaksanaan politik Amerika?"&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Hal yang mencengangkan ialah, ternyata khutbah yang saya ucapkan di Pakistan dalam bahasa Urdu -- hanya beberapa bulan setelah saya menjadi Khalifah -- begitu cepat disampaikan ke Gedung Putih. Semua pembuat kebijaksanaan politik di Amerika Serikat mengetahui benar akan kebijaksanaan saya tersebut dan mereka bertekad untuk membalas dengan berketetapan hati membantu perjuangan Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Oleh karena itu, hendaknya janganlah mengira bahwa diri Saudara-saudara tidak berarti, padahal banyak kalangan yang tidak diperbahaskan di forum yang tinggi itu [di Amerika Serikat]. Di forum tertinggi pembuat kebijaksanaan politik, Jemaat Ahmadiyah dianggap faktor yang sangat penting dalam pergolakan dunia dan di dalam sejarah modern dunia. Dan, adanya kenyataan demikian, di tempat mana saja pun mereka menganggap Saudara-saudara (Jemaat Ahmadiyah) menghambat jalan kebijaksanaan politik mereka, mereka akan cenderung membinasakan Saudara-saudara.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Dan itulah salah satu alasan mengapa dalam hubungan ini Saudi Arabia dan semua negeri Islam yang menggantung dari atap [bantuan Amerika Serikat] demi mempertahankan kelestarian hidup mereka, mengambil (melakukan) semua tindakan untuk menistakan Jemaat Ahmadiyah, membinasakan Jemaat Ahmadiyah dan membuatnya di Dunia Islam sebagai orang-orang rendah. Padahal kaum yang sama sekali berada di luar golongan Islam [termasuk Amerika Serikat] adalah kaum yang paling nista di muka bumi. Inilah sebenarnya yang sedang mereka lakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Bantuan Dana Dari Saudi Arabia dan Agen CIA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Itulah sebabnya dimana saja perasaan anti-Ahmadiyah dikobarkan dan perlawanan yang terorganisasi terhadap Amadiyah diciptakan dengan bantuan dana dari Saudi Arabia dan dari sumber-sumber lainnya, Saudara-saudara akan menyaksikan juga kebangunan agama Kristen di negeri-negeri itu. Kebangunan dan gerakan Kristenisasi yang sangat kuat di wilayah-wilayah secara serempak dan sejajar dengan tindakan anti-Ahmadiyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Rabithah Alam Islamy adalah agen CIA yang paling berbahaya di Dunia Islam. Orang yang memimpinnya bukan langsung Raja [Saudi Arabia] melainkan Abdullah, Pangeran Abdullah, yang mendapat latihan mata-mata di Sekolah Intelijen di Inggris selama 2 tahun. Ia mendapat pendidikan di sekolah tempat menciptakan mata-mata tersebut dan kemudian ia kembali [Saudi Arabia] lalu mulai memainkan peran sebagai mata-mata Amerika Serikat dan kepentingan [negara-negara] Barat di negeri Arab.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Itulah sebabnya ia diangkat juga sebagai komandan pasukan Para untuk menciptakan perpecahan di Saudi Arabia (jazirah Arabia) dan untuk memelihara Saudi Arabia supaya tetap di bawah naungan tenda Amerika Serikat, sehingga ia (Saudi Arabia) tidak akan pernah mencoba melarikan diri. Kita lihat hal ini mustahil di mana pun di dunia ini yaitu bahwa militer (Angkatan Bersenjata) berada di bawah kekuasaan saingan dalam pemerintahan, dan demikian juga mustahil sedemikian berimbang sehingga hampir keseluruhan militer [Saudi Arabia] sebanding dengan Pasukan Para Militer.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Inilah yang sedang terjadi di Saudi Arabia. Pangeran Sulthan -- saudara [raja] Fadh -- adalah Komandan Pasukan Keamanan dan Pertahanan, sedangkan Abdullah -- orang yang cerdas itu -- sebagai Komandan Pasukan Para, kedua Angkatan itu sama-sama memiliki persenjataan yang lengkap akan tetapi satu sama lain terpisah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Di samping itu, Pangeran Abdullah pun menjadi Ketua Organisasi Keagamaan di Saudi Arabia. Semua organisasi keagamaan yang penting adalah di bawah pengawasan langsung Pangeran Abdullah. Begitulah caranya sistim intelijen Amerika Serikat sama sekali (benar-benar) telah membuat Saudi Arabia berada di bawah kendalinya. Dan bahkan mereka tidak dapat bergerak dan tidak dapat memberontak terhadap sistem itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Nah, Saudara-saudara harus memahami latar-belakang ini sebelum Saudara-saudara memulai menjabarkan apa yang sedang terjadi di negeri Saudara-saudara sendiri (di Indonesia). Sebab serenta (begitu) Saudara-saudara memahami latar-berlakang ini maka segala sesuatu akan menjadi mudah dan jelas.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Apa yang sedang terjadi di negeri Saudara-saudara mempunyai latar-belakang adanya pembicaraan pribadi yang telah berlangsung lama antara para pembesar (pejabat) tinggi di negeri Saudara-saudara – termasuk Presiden Saudara-saudara, Presiden Pakistan -- dengan Pangeran-pangeran Saudi Arabia yang berkunjung ke negeri Saudara-saudara, sedangkan beberapa tamu dari Amerika Serikat menghembus-hembus semangat untuk menentang Jemaat Ahmadiyah, dan mengatakan kepada mereka supaya lebih baik meniadakan (menghapuskan) Jemaat Ahmadiyah dan mempersatukangolongan-golongan Islam. Kalau tidak, Indonesia akan dijegal oleh Komunis dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Pembisik Kewaswasan dan Sogokan Politik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Tipu-muslihat dan tetek-bengek serupa itu dibicarakan di tingkat tinggi dan Pemerintah menjadi percaya bahwa Jemaat [Ahmadiyah] berbahaya; bahwa Jemaat [Ahmadiyah] tidak mempunyai arti apa-apa untuk mereka. Jika mereka menghancurkan Jemaat [Ahmadiyah] maka mereka akan menjadi Pahlawan Islam. Jika mereka menentang Jemaat [Ahmadiyah] maka mereka akan mendapat simpati dari semua golongan Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Begitulah pikiran mereka, bahwa dengan menentang Ahmadiyah, antara lain, akan menguntungkan mereka (pemerintah). Para ulama daripada bekerja melawan mereka (pemerintah) malah akan mulai bekerja untuk mereka. Lagi, para ulama daripada mengajukan protes ini dan itu kepada pemerintah, bahkan sebaliknya mereka akan menganggap pemerintah sebagai pelindung mereka untuk melawan Jemaat Ahmadiyah, kemudian mereka sepenuhnya akan mendampingi pemerintah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Inilah sogokan politik yang disodorkan mereka (Amerika Serikat dan Saudi Arabia) dengan pendekatan-pendekatan secara pribadi. Inilah latar belakang kedatangan Presiden Zia [ul-Haqq] dan [Presiden George] Bush di Indonesia dan Duta Besar-nya mulai mengadakan pembicaraan secara santai.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Kami mempunyai pengalaman di negeri kami sendiri (Pakistan), dan kami mengetahui bahwa cara itulah satu-satunya cara yang di jalankan di sana. Bagaimana Saudara-saudara bisa mempercayai bahwa para Pemimpin bangsa Indonesia tidak akan terpengaruh?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Sekali mereka terpengaruh maka mereka akan menetapkan langkah-langkah tertentu [menentang Jemaat Ahmadiyah]. Kemudian para pejabat tingkat bawah, jawatan-jawatan, dapat berbicara secara terbuka menentang maksud Saudara-saudara (Jemaat Ahmadiyah). Jika tidak demikian, tentu mereka tidak akan berbuat serupa itu terhadap Saudara-saudara (Jemaat Ahmadiyah).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Persekongkolan Internasional Untuk Melawan Islam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Begitulah kerusakan telah terjadi, kebijaksanaan politik telah dijalankan. Secara resmi Saudara-saudara (Jemaat Ahmadiyah) telah dijadikan sasaran Persekongkolan Internasional untuk melawan Islam. Para pemimpin negeri Saudara-saudara tidak mengerti apa yang sedang terjadi atas diri mereka. Mereka diperdayakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Jika Saudara-saudara pergi kepada tokoh-tokoh itu dan menerangkan bahwa Saudara-saudara adalah orang Muslim yang baik mereka tidak akan tertarik, sebab mereka sendiri bukan orang Muslim yang baik. Mengapa mereka harus ambil pusing mengenai Keislaman Saudara-saudara (Jemaat Ahmadiyah)? Mereka adalah para politikus. Mereka menginginkan kekuatan politik. Oleh karena itu bahasa Saudara-saudara berbeda. Mereka tidak akan pernah mengerti bahasa Saudara-saudara. Saudara-saudara begitu polos (lugu), sehingga (sampai-sampai) menyediakan berbagai dokumen lalu mengatakan kepada mereka:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;"Lihat, inilah arti Khaataman-Nabiyyiyn. Inilah arti ini dan itu, dan semua ulama telah memberi dukungan kepada maksud-maksud (pemahaman) kami, kami setia kepada bangsa dan negara Indonesia."&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Semua itu sama sekali tidak ada artinya bagi mereka. Mereka mengetahui benar keadaan Saudara-saudara (Jemaat Ahmadiyah), mereka mengetahui keadaan masa lalu Saudara-saudara (Jemaat Ahmadiyah), mereka mengetahui kesetiaan Saudara-saudara (Jemaat Ahmadiyah) kepada negara. Oleh karena itu mengapa Saudara-saudara berlaku seperti anak-anak yang polos (lugu) dalam menghadapi konspirasi persekongkolan) Internasional dan Saudara-saudara berpikir bahwa Saudara-saudara dalam penanggulangannya sedang membuat sedikit kemajuan? Padahal Saudara-saudara gagal membuat kemajuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Pengeras Suara Berada Di Saudi Arabia Mikrofonnya Di Washington&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Ini adalah konspirasi (persekongkolan) yang terarah terhadap Jemaat Ahmadiyah. Hanya orang yang berakal sajalah yang mampu menganalisa seluruh situasi dan mengambil suatu langkah guna menangkal konspirasi (persekongkolan) ini, dan kendati adanya keputusan pemerintah namun akan berusaha memaksa pemerintah mengubah kebijaksanaan mereka, baik secara terbuka atau pun dengan melakukan pendekatan secara pribadi, atau dalam pertemuan ramah-tamah (lobbying) untuk menciptakan kekuatan Islam dengan membentuk opini serta menjelaskan apa sebenarnya yang sedang terjadi di belakang layar. Kemudian mengatakan (menjelaskan) kepada mereka bahwa:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;"Apa yang mereka dengar dari Saudi Arabia itu bukanlah suara-suara dari menara-menara Makkah dan Madinah. Lupakanlah pikiran seperti itu. Suara itu keluar dari pengeras suara yang dipasang di Makkah dan Madinah (dipasang di Saudi Arabia) akan tetapi mikrofonnya ada di Washington. Dan mikrofon-mikrofon itu sendiri dioprasikan oleh para kaki-tangan Israel, oleh orang-orang Yahudi, yang memegang kendali sepenuhnya atas urusan-urusan Amerika Serikat."&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Pemerintah Amerika Serikat tidak dapat bergerak seinci pun tanpa terlebih dulu mendapat pesetujuan serta restu anasir Israel di Amerika Serikat. Seluruh tatanan keuangan sudah di tangan mereka, seluruh media massa sudah ada di tangan mereka, seluruh sistim komunikasi: televisi, radio, surat-surat kabar; begitu pula pasar uang, semua ilmuwan penting, ahli-ahli fisika nuklir, paling kurang 90% -- kalau pun tidak seluruhnya -- adalah orang-orang Yahudi. Pasar emas seluruhnya di tangan orang-orang Yahudi. Jadi, bagaimana Saudara-saudara dapat percaya bahwa ada Presiden Amerika Serikat mana pun dapat berjaya di dalam kampanyenya tanpa restu orang-orang Yahudi? Tidak seorang pun dapat berhasil. Oleh sebab itu mereka (Presiden) sepenuhnya bergantung pada orang-orang Yahudi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Ketika berita khutbah -- yang saya ucapkan setalah 2 atau 3 bulan sesudah saya menjabat Khalifah -- mencapai (sampai ke) Gedung Putih, Saudara-saudara dapat membayangkan betapa banyaknya orang-orang Yahudi menaruh perhatian terhadap khutbah saya tersebut, dan betapa para pembuat kebijaksanaan politik&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Amerika Serikat berada di bawah pengaruh orang-orang Yahudi. Jadi, inilah situasi yang sebenarnya. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Harus Memanfaatkan Potensi Kebijaksanaan dan Intelegensia Yang Dimiliki&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Atas dasar itu, bagaimana Saudara-saudara dapat menghadap Presiden Saudara-saudara dan mengatakan [dengan polos/lugu], "Barangkali Bapak belum mengerti, kami ini orang-orang baik. Kami adalah orang-orang yang setia kepada Pemerintah". Mereka tidak akan mempercayai ucapan Saudara-saudara tanpa uang, itu pun kalau mereka menghendaki. Dan Saudara-saudara tidak dapat berbuat apa pun tanpa mengetahui apa pun yang sedang terjadi di dunia serta memberi penjelasan mengenai ini dan itu, sementara itu berbagai peristiwa terus terjadi di sana dan semakin menjadi-jadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Mereka mengetahui keterbatasan-keterbatasan kemampuan Saudara-saudara; mereka mengetahui berbagai kelemahan Saudara-saudara. Oleh karena itu Saudara-saudara harus menandinginya. Adakan penerangan umum, adakan kontak secara luas dengan orang-orang di mana saja, dan mengadakan pengarahan-pengarahan yang konstan (berkesinambungan) kepada mereka mengenai apa-apa yang sedang terjadi di belakang layar [selama ini]. Sebab mereka itu dapat mengunjukkan reaksi-reaksi yang tidak dapat Saudara-saudara lakukan, jadi Saudara-saudara dapat mengunjukkan reaksi-reaksi dengan perantaraan mereka, sebab bilangan (jumlah) Saudara-saudara kecil, namun demikian Saudara-saudara besar dalam kebijaksanaan dan intelegensia. Apalah artinya bilangan (jumlah) Saudara-saudara bagi mereka. Penampilan Saudara-saudara [dari segi jumlah] sama sekali tidak berarti.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Saudara-saudara pun harus menjumpai para pemimpin Islam, hilangkan berbagai pelik-pelik ini, berbicaralah dengan mereka, terangkanlah kepada mereka semata-mata karena Allah, supaya mereka mengerti. Katakanlah kepada mereka:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;"Berilah kami waktu untuk melawan (faham) Kristen, tidak lain. Kami akan menjadi sahabat Anda berjuang di garis depan dan kami tidak akan meminta sesuatu dari Anda. Akan tetapi fahamilah apa yang sedang terjadi di negeri kita dan terhadap Islam. Terjalinnya persahabatan antara Amerika Serikat dengan Indonesia adalah akibat dari kegagalan kup Cina. Semenjak itu pemerintah Indonesia kian lama kian bergeser ke kubu Amerika Serikat. Adalah mustahil mempercayai, bahwa apa yang sedang terjadi itu adalah tanpa sepengetahuan dan restu Amerika Serikat, tanpa partisipasi penuh dari Amerika Serikat".&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Tatkala pada suatu kesempatan saya mengadakan hubungan dengan Kementerian Luar Negeri (Pakistan) saya mengatakan kepada pihak mereka segala sesuatunya. Mereka berkata:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;"Baik, kami akan mengatakan kepada pemerintah Pakistan supaya berbuat sesuatu untuk ini dan itu".&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Saya berkata, "Perhatikan, saya tahu siapa yang menyebabkan luka ini. Saya tidak akan mengemis-ngemis kepada si pemilik tangan yang melukai agar saya diberi salep (obat luar). Jika dapat, ubahlah faktor mendasar yang bertanggungjawab atas terjadinya tindakan-tindakan kejam terhadap orang-orang Ahmadi di Pakistan maka barulah saya dapat memahami bahwa Anda bermaksud baik. Mungkin Anda tidak bisa mengubah tetapi Anda senantiasa menginginkan saya datang kepada Anda meminta bantuan agar menyembuhlan luka. Saya mempunyai integritas dan rasa harga-diri untuk tidak datang kepada Anda, sebab Anda sekalian itulah yang menyebabkan luka ini".&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Bagaimana kita dapat pergi kepada seseorang yang memberi luka (melukai) lalu berkata: "Tolong beri saya sedikit salep." Itulah yang mereka inginkan. Itulah sebabnya pada suatu ketika sebuah resolusi diajukan di dalam Kongres [Amerika Serikat] yang didukung oleh banyak anggota Kongres, beberapa di antara mereka sangat baik hati kepada kita, dan kita percaya mereka secara ikhlas akan membantu kita. Di antara mereka ada seorang yang bernama Tony, Tony Hall.&lt;br /&gt;Ketika berita itu sampai kepada saya, saya amat terkejut. Resolusi itu mengatakan bahwa tidak ada seorang pun Presiden Amerika Serikat akan menyetujui bantuan tahunan diberikan kepada Pakistan kalau Pemerintah Pakistan tidak memuaskan hati mereka karena di sana (di Pakistan) tidak ada tindakan anti-Ahmadiyah, atau bahwa pemerintah tidak berpartisipasi dan keadaan Ahmadiyah sedang membaik. Jika semua itu dapat dibuktikan adanya hal-hal itu (tindakan terhadap Jemaat Ahmadiyah) barulah bantuan tahunan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;akan disetujui [oleh Kongres]".&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Saya berkata kepada semua anggota Jemaat [di Amerika Serikat] supaya menemui Mr. Tony Hall untuk mengucapkan terima-kasih kepadanya dan mengatakan kepadanya supaya menggagalkan resolusi tersebut. Saya tidak suka hal itu. Saya berkata kepadanya: "Kalian (Amerika Sertikat) menghendaki kami selalu bergantung pada Amerika Serikat dan berlari-lari di belakang Amerika Serikat".&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Kenyataannya, resolusi itu melawan kepentingan Pakistan dan bekerja melawan arah yang dituju oleh kepentingan Pakistan, dan supaya menjadi partai yang sama sekali bertentangan dengan kepentingan Pakistan, dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat mempunyai fakta-fakta (bukti-bukti), dan kalau tidak menerima fakta-fakta [penentangan terhadap Jemaat Ahmadiyah] itu maka Amerika Serikat tidak akan memberi bantuan kepada Pakistan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Jika Amerika Serikat tidak memberi bantuan kepada Pakistan, orang-orang Ahmadi juga warga Pakistan [mereka siap untuk memberikan bantuan]. Apa yang mereka (Pemerintah Pakistan) kehendaki dari kami untuk berbuat? Adakah Amerika Serikat menginginkan kami lebih lanjut memisahkan diri dari masyarakat Pakistan dan lalu datang kepada Amerika Serikat dengan memberikan berbagai informasi? Pada saat yang sama kami mengetahui, bahwa pada akhirnya Amerika Serikat pasti akan memberikan bantuan kepada Pakistan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Tidak peduli apa pun yang akan terbukti (yang akan terjadi), dikemanakan akan kami sembunyikan muka kami? Sesudah kami melakukan ikhtiar guna membuktikan bahwa Pakistan terus menerus tidak bersahabat terhadap orang-orang Ahmadi, dan pada akhirnya suasana pun tetap memberi kesaksian bahwa segala propaganda [buruk] terus dilancarkan terhadap kami.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Saya berkata [kepada Tony Hall]: "Jangan menganggap kami bodoh. Kami mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat, jadi teruskanlah rencana itu! Tetapi saya tidak akan mendatangi partai yang melancarkan rencana jahat itu". Saya pun berkata kepadanya: bahwa saya hanya berterimakasih kepadanya, saya tahu ia seorang yang bermaksud baik, tetapi ia bermain untuk (dengan) beberapa anggota Kongres lainnya yang berada di bawah pengaruh Yahudi. Mereka ingin menciptakan jalan ini. Saya tidak akan ikut-serta.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Pendeknya, segala sesuatu telah terjadi di forum tingkat tertinggi. Kita sepenuhnya mengetahui hal itu, dan kita akan melakukan tindakan sesudah kita mempertimbangkan suara pro dan kontra [dalam Kongres] dan sebagainya. Kemudian kita akan membuat kebijaksanaan politik untuk menandinginya. Nanti akan saya kemukakan kepada Saudara-saudara hal itu. Saudara-saudara [di Indonesia] harus berkumpul dan merancang suatu kebijaksanaan politik yang sama sekali baru. Sebab apa yang telah Saudara-saudara lakukan [di Indonesia selama ini] adalah nol besar (tidak ada artinya).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Menekan Ahmadiyah Melalui Pemimpin Angkatan Bersenjata &amp;amp; Pemberlakuan Undang-undang Darurat Perang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Hal lainnya yang dilakukan Amerika Serikat, di mana saja ia mengingkatkan pengaruhnya, ia langsung berhubungan dengan Angkatan Bersenjata. Pemimpin-pemimpin Angkatan Bersenjata mereka diundang ke Amerika Serikat dengan berbagai kedok untuk kursus ini dan kursus itu. Mereka (para perwira militer) tersebut sama sekali dipegang dan dibawahkan kepada pengaruh Amerika.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Bagaimana pun, mereka tidak mengetahui, bahwa semenjak itu mereka telah "menjadi Amerika."Mereka terpengaruh secara mendalam oleh pikiran dan pola hidup Amerika, dan oleh persahabatan Amerika kepada Angkatan Bersenjata, dan oleh apa yang dilakukan Amerika kepada perwira-perwira tertentu itu untuk memenuhi kepentingan mereka (Amerika Serikat). Tanpa menyadari apa yang sedang terjadi mereka lambat-laun bergeser kepada Amerika Serikat. Walaupun mereka tidak menjadi para pengkhianat secara sadar namun akibat akhirnya tetap sama. Mereka jatuh ke bawah pengaruh Amerika Serikat dan sejak itu Amerika Serikat dapat mendikte mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Semenjak itu, bilamana tokoh-tokoh politik tidak berbuat atau tidak berusaha menzahirkan pengaruh Amerika Serikat maka Undang-undang Darurat Perang diciptakan. Inilah latar belakang diberlakukannya Undang-undang Darurat Perang yang terjadi di dalam sejarah dunia dewasa ini. Banyak Undang-undang Darurat Perang diciptakan oleh Amerika Serikat dan Rusia [di berbagai negara] dengan tujuan yang sama, dengan maksud yang sama, dan dengan metode yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Akan tetapi, sungguh malang, kebanyakan dari kalangan politisi di dunia tidak menyadari apa yang sedang terjadi terhadap mereka. Tetapi hal itu begitu jelas, alasannya cukup banyak dibuktikan secara luas di dunia bahwa semua itu sedang terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Lihatlah pengaruh-pengaruh Rusia [di berbagai negara]. Semua berakhir pada Undang-undang Darurat Perang yang pro Rusia. Lihat wilayah-wilayah yang berada di bawah pengaruh Amerika Serikat, dimana saja politik di sana tidak menguntungkan Amerika Serikat atau berusaha menjadi tidak tergantung kepada Amerika Serikat, maka wilayah-wilayah tersebut menderita dari (akibat) Undang-undang Darurat Perang. Pimpinan Angkatan Bersenjata atau Penguasa Undang-undang Darurat Perang kemudian mulai mendiktekan berbagai syarat kepada anak-negeri (rakyat), persis seperti mereka didikte oleh majikan-majikan mereka (Rusia dan Amerika Serikat).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Kemudian, apabila Undang-undang Darurat Perang tersebut mengambil langkah-langkah yang Anti-Ahmadiyah yakinlah (merupakan bukti) bahwa perintah itu datang dari luar negeri. Sebab Undang-undang Darurat Perang itu sendiri tidak lepas dari dukungan Amerika Serikat, tidak lepas dari intelijen Amerika Serikat.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Undang-undang Darurat Perang selamanya (selalu) tidak populer [di masyarakat luas negeri-negeri yang secara paksa memberlakukannya]. Oleh karena itu Undang-undang Darurat Perang pasti mendapat dukungan dari tempat lain (luar negeri).&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Perbedaan Para Politisi Populer dengan Rezim Diktator&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Kita dapat berdiri di atas kaki sendiri di atas bumi atau kita dapat bergantung dengan berpegang pada langit-langit. Tidak ada jalan yang ketiga. Para politisi yang populer di suatu negeri berdiri di atas kaki sendiri di atas tanah mereka sendiri; sedangkan rezim diktator selamanya harus mempunyai langit-langit tempat mereka dapat berpegang (bergantung). Dan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Rusia memasok (menyediakan) langit-langit dan tiang [untuk berpegang] kepada mereka supaya mereka (rezim diktator] dapat terus bergantung. Oleh karena itu tindakan apa pun yang mereka ambil (lakukan) tidak pernah dapat berlawanan dengan keinginan-keinginan majikan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Kalau kita mengkaji Undang-undang Darurat Perang di Bangladesh, sejarah yang serupa sekarang setahap demi setahap membuka tabir hal itu. Di sana bergejolak anti-Ahmadiyah yang di dalamnya Saudi Arabia memainkan peranan yang besar lagi penting. Pengaruh ditanamkan secara bertubi-tubi kepada Jenderal Irshad untuk mengambil (melakukan) langkah, sebagaimana yang telah dilakukan Pemerintah Pakistan terhadap orang-orang Ahmadi. Akan tetapi: &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;* pertama, Jenderal Irshad, adalah orang yang lebih bertanggungjawab, sangat cakap seperti umumnya seorang Benggali, maka ia akan berhati-hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;* kedua, watak orang-orang Bangladesh adalah lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;* ketiga, tekanan atas rakyat tidak sebanyak di negeri lain seperti di Pakistan, di Indonesia, dan di beberapa negeri lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Oleh karena itu sampai sejauh ini pemerintah [Bangladesh] belum bermain mengikuti irama yang dimainkan oleh Amerika Serikat, tetapi kita tahu bahwa irama ini sedang dimainkan kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;"Jebakan" Amerika Serikat Melalui Kementrian Agama&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Di mana saja sebuah Kementrian Agama (Departemen Agama) diadakan, hendaknya diingat, selamanya pasti ada sesuatu (kerusuhan) yang terjadi di sana. Suatu ketika saya pernah mengatakan kepada beberapa Presiden negeri-negeri Afrika dan kepada tokoh-tokoh di sana, dalam kesempatan berjumpa dengan mereka saya mengatakan bahwa:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Anda tidak pernah berpikir ke arah ini bahwa di Amerika Serikat tidak ada Kementerian Agama, di Kanada tidak ada Kementerian Agama, di Inggris tidak mempunyai Kementerian Agama. Tidak ada negara mana pun di Eropa yang mempunyai Kementerian Agama. Sedangkan Anda mempunyai karena dibisikkan oleh Amerika Serikat.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Begitu Anda melangkah untuk menciptakan Kementerian [Agama] ini maka peristiwa-peristiwa mulai terjadi di luar kendali Anda. Sebab Kementerian Agama harus membuat kerusuhan. Kalau tidak demikian maka adanya Kementerian tersebut tidak bertujuan apa-apa. Mereka menarik berbagai problema ke sana ke mari dan mengumpulkan beberapa kekuatan atas nama agama kemudian membinasakan kemerdekaan [beragama] di negeri itu sendiri, membinasakan kebebasan [beragama] rakyat sendiri. Jadi, semua kerusuhan atas nama agama tersebut mulai (bersumber) dari Kementerian Agama.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Sekali waktu saya memberi nasihat kepada seorang Presiden dari sebuah negera besar di Afrika Barat: "Perhatikanlah, Anda akan terperangkap dalam situasi ini. Negeri [Anda] akan dibuat tidak stabil dan Anda selamanya tidak akan menemukan damai (kedamaian) kembali jika Anda masuk ke dalam jebakan ini dan mulai bermain menurut irama mereka (Amerika Serikat)".&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Ia (Presiden) mengambil tindakan dengan segera. Ia mengerti segala sesuatu. Akan tetapi Afrika adalah lain (berbeda) dari negeri-negeri lainnya di dunia. Para Pemimpin Afrika lebih terbuka untuk menerima logika dan imbauan daripada (dibandingkan dengan) para pemimpin lainnya di dunia. Bangsa Afrika pun berpikiran sangat terbuka. Oleh karena itu Ahmadiyah menyebar dengan sangat cepat dan luas di sini (Afrika). Sebab bilamana mereka mengetahui sesuatu yang baik dan benar maka mereka mempunyai keberanian sesuai dengan watak asli bangsa Afrika: "Baiklah, kami mengerti dan menerima ini".&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Hal demikian tidak terdapat di Indonesia, tidak terdapat di India dan Pakistan. Di ketiga negeri tersebut para pemimpin beranggapan bahwa diri mereka sangat cerdik dan sangat cakap. Mereka berkata: "Bagus, kebijakan itu adalah kebijakan Anda. Anda mempunyai kebijakan, tetapi kami [lebih] mengetahui apa yang harus kami lakukan; kami mengetahui kepentingan kami". Hal (sikap) serupa itu tidak ada di Afrika.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Umumnya Rakyat Afrika Membutuhkan Makanan dan Pendidikan, bukan Madrasah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Ketika pada sekali peristiwa saya berbicara mengenai politik Amerika Serikat dengan perantaraan Saudi Arabia untuk menggoyahkan kestabilan Afrika, maka dengan serta-merta timbul protes keras dari lobby Saudi Arabia dan lobby Amerika Serikat. Saya merasa heran mengetahui adanya dukungan kuat terhadap perjuangan saya, di publik (masyarakat), di televisi, di radio. Tiba-tiba membanjir dukungan terhadap perjuangan saya. Mereka mengatakan:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;"Ia (Khalifah Ahmadiyah) bicara bijak, dengarkan dia, kalian keliru menentang dia. Apa yang dia katakan itu benar dan kita harus waspada akan (terhadap) usaha merusak kestabilan Afrika melalui kekuatan-kekuatan ini (Amerika Serikat dan Saudi Arabia)".&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Saya berkata kepada mereka: "Tengoklah, kalian hampir mati kelaparan, seperti di Ethiopia, di Sudan, dan di negeri lainnya. Apa yang dibawa oleh Saudi Arabia untuk kalian? Mesjid, madrasah, untuk menciptakan para ulama. Apakah akan kalian makan semua itu?"&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Saya berkata lagi: "Tidak, justru merekalah yang akan memakan kalian hidup-hidup. Mereka tidak akan pernah merasa puas dengan darah manusia. Berilah mereka darah manusia, maka mereka mau lebih banyak lagi, kemudian akan memakan daging kalian. Mereka akan menghancurkan rasa damai kalian!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Nah, bahasa yang seperti ini dimengerti oleh orang-orang Afrika. Mereka mengetahui benar dan dengan demikian mereka tertawa terbahak-bahak:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;"Ya, ya, kami tahu itu! Semuanya itu omong-kosong dan goblok.Kami memerlukan sekolah-sekolah umum (sekular); kami memerlukan pendidikan, sains dan lain-lain. Orang-orang Ahmadi datang dan memberi kami semua itu, sedangkan Saudi Arabia datang dan mendirikan madrasah baru dan menambah lebih banyak ulama. Untuk apa?"&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Pendek kata, apa yang terjadi itu semuanya melalui Kementerian Agama. Mereka (Amerika Serikat dan Saudi Arabia) menyuap menterinya dan memberi mereka bantuan dalam bentuk dollar serta mengatakan: "Belanjakanlah uang itu dalam mata uang Anda dan belanjakanlah dollar itu sekehendak Anda". Maka siapakah yang tidak jatuh hatinya dengan cara ini? Akan tetapi orang-orang Afrika tetap (sekali pun) mencoba menerima suapan ini akan tetapi tidak mau menuruti kemauan mereka (Amerika Serikat dan Saudi Arabia). Ini suatu politik bagus orang-orang Afrika tetapi sedikit mematahkan hati mereka (Amerika Serikat dan Saudi Arabia) itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Sikap Bijaksana Presiden Gambia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Sekali peristiwa, seorang Menteri Agama – nama dan negerinya tidak akan saya sebutkan – berkata kepada saya sesudah kami berbincang-bincang: "Coba perhatikan, saya akan menceritakan sesuatu yang menarik hati kepada Anda. Saudi Arabia menawarkan sogokan (suapan) kepada saya secara langsung dengan imbalannya saya harus melakukan ini dan itu".&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Saya berkata: Lalu bagaimana? Kata dia: "Ya, kami menerimanya, kami tidak dapat menolak, akan tetapi kami bergerak secara sadar. Dengan suapan atau tanpa suapan, kami mengetahui apa yang sedang terjadi [di negara kami]. Dengan demikian biarlah mereka memberi uang kepada kami jika mereka suka. Lumayan!"&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Akan tetapi pada beberapa kasus lainnya suapan itu berbuntut (berekor) lebih lanjut. Upaya yang sangat jahat dilakukan untuk meyakinkan beberapa negeri Afrika agar mereka mengambil langkah (tindakan)&amp;nbsp; anti-Ahmadiyah seperti di Pakistan. Ini terjadi, misalnya, di Gambia.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Ketika Presiden Gambia berkunjung ke Pakistan beberapa minggu sebelum kematian Jenderal Zia [ul-Haqq]. Jenderal Zia menawarkan jasa kepadanya suatu paket pembangunan industri dan sejumlah uang yang besar akan dibelanjakan di Gambia, sungguh pun uang itu bukan dari Pemerintah Pakistan melainkan dari Amerika Serikat atau dari sumber-sumber lainnya. Jenderal Zia berkata bahwa ia akan memberi kepadanya uang ini dengan syarat harus mengadakan langkah-langkah anti-Ahmadiyah seperti di negeri Pakistan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Presiden Gambia adalah Presiden sebuah negara yang paling miskin di Afrika, tetapi ia seorang bijaksana, seorang pemimpin sejati, sangat jujur dan mempunyai rasa tanggungjawab untuk memelihara iklim damai di negerinya, dan keadaan di Gambia jauh lebih baik daripada negeri Afrika lainnya. Ia berkata:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;"Tidak perlu begitu, silakan makan sendiri, saya akan pulang kembali ke tanah air (negeri) saya".&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Kemudian ia berkata kepada istrinya dengan sangat marah:&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;"Orang-orang ini benar-benar bedebah! Mereka mau menyogok kita dan membeli iman kita serta integritas kita! Bagaimana kita dapat berlaku kejam kepada Ahmadiyah yang telah begitu banyak berbuat untuk kepentingan negeri kita hanya semata-mata untuk berkhidmat?"&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Kemunafikan Negara-negara Barat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Begitulah, masih ada kejujuran di Afrika, walau pun korupsi juga ada di sana. Akan tetapi di dalam lubuk hatinya mereka jujur. Itulah sebabnya saya senantiasa mengatakan kepada bangsa Barat bahwa kejujuran mereka hanya tampak di permukaan, tetapi jauh di dalam batinnya mereka sangat korup. Sedangkan orang-orang Afrika ketidak-jujuran tersebut nampak di permukaan, tetapi jauh di dalam batinnya mereka adalah bangsa yang sangat jujur. Sebab ketidak-jujuran tersebut belum menembus lebih jauh ke dalam kalangan Angkatan Bersenjata.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Akan hal para diplomat orang-orang Barat, mereka membuat makar dalam kejujuran, integritas, peradaban. Jauh di dalam batinnya mereka mengetahui sendiri, mereka merampok seluruh dunia dan menyesatkan dunia serta mereka berlaku kejam terhadap negeri-negeri Dunia Ketiga. Mereka memperluas jarak antara mereka dengan bangsa-bangsa yang miskin. Jadi, inilah landasan ketidak-jujuran.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Apa yang saya terangkan kepada Saudara-saudara ialah dimana-mana di seluruh dunia rencana (makar-buruk) ini sedang berjalan (berlangsung). Kita menyadari penuh mengenai mereka. Kita akan mengambil segala macam langkah dengan bantuan Allah, insya Allah. Kita akan melangkahkan kekuatan dengan bantuan Allah, insya Allah. Kita akan mengalahkan kekuatan besar ini. Tetapi Saudara-saudara harus mulai bergerak dengan arah yang benar. Saudara-saudara harus memperhatikan dan mempertimbangkan semua fakta ini. Duduklah bersama-sama dan ketahuilah keterbatasan kekuatan Saudara-saudara. Namun demikian berupayalah dengan lebih bijaksana guna mengalahkan motif lebih lanjut kekuatan besar yang sedang bersekongkol terhadap Jemaat Ahmadiyah dan Islam di negeri Saudara-saudara.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;---------ooo000ooo---------&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Diterjemahkan oleh R. Ahmad Anwar&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Diedit oleh Ruhdiyyat Ayyubi Ahmad&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Re-edit oleh Rakeeman R.A.M. Jumaan&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-1522685730154454180?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/1522685730154454180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/1522685730154454180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2008/07/analisa-kritis-atas-insiden-monas.html' title='Analisa Kritis Atas Insiden Monas'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-4172861696679432245</id><published>2008-06-17T21:53:00.000-07:00</published><updated>2010-02-02T20:33:22.171-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Allah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jumat'/><title type='text'>Sifat Al-Razzaq Allah Swt (II)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://i246.photobucket.com/albums/gg84/abunaweed/huzur5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://i246.photobucket.com/albums/gg84/abunaweed/huzur5.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ikhtisar Khutbah Jumah Hazrat Khalifatul Masih V Atba&lt;br /&gt;13 Juni 2008, di Masjid Agung Baitul Futuh, London, UK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur melanjutkan pembahasan topik Ar-Rizq (Maha Penyedia/Pemelihara) dan sifat Al Razzaq (Maha Penyedia) Allah Taala pada Khutbah Jumah beliau hari ini. Huzur bersabda, sebagaimana beliau telah kemukakan pada Jumah lalu, bahwa Allah Swt menyatakan, hanya Dia-lah yang Maha Pemberi bagi semua makhluk; termasuk manusia; namun sebagai makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna, Allah menyediakan bagi mereka rizqi rohani maupun rizqi jasmani. Dan bila kaum mukminin yaqin sepenuhnya kepada-Nya, maka Allah pun akan menyediakan dari berbagai sumber penghasilan, yang bagi orang kafirin tidak mempunyai konsep tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Huzur bersabda, banyak orang Ahmadi di berbagai negara yang menulis kepada beliau betapa Allah Taala telah mengaruniai usahanya dengan istimewa. Sehingga hal ini menambah keimanannya. Ini merupakan salah satu ciri orang yang beriman, yakni manakala ia menerima berkat dari Allah Taala, maka ia pun segera bersyukur kepada-Nya. Menerangkan perkara ini lebih lanjut, Huzur membacakan ayat 13 Surah Luqman (31:13):&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span id="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ &lt;/span&gt;دٌ 31:13&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;‘Dan kami limpahkan hikmah atas Luqman, yang kemudian berkata, 'Bersyukurlah kepada Allah: barang siapa yang bersyukur, sesungguhnya ia bersyukur untuk kebaikan rohaninya sendiri. Dan barang siapa yang tidak bersyukur, sesungguhnya Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji.&lt;br /&gt;Huzur bersabda, ketika Hadhrat Ibrahim a.s. berdoa untuk anak keturunan beliau, beliau pun mendoakan mereka agar menjadi orang-orang yang senantiasa bersyukur :&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-size:130%;" lang="AR-SA" &gt;رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://www.alislam.org/quran/tafseer/?verse=14:38&amp;amp;region=AR&amp;amp;CR=E2,UR"&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;14:38&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="EN-GB" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;'Ya Tuhan kami, aku telah tempatkan sebagian keturunanku di padang tandus dekat Baitullah, Ya Allah jadikanlah mereka sebagai orang-orang yang suka mendirikan Salat. Sehingga qalbu manusia condong kepada mereka dan mendatangkan berbagai macam buah-buahan, sehingga menjadikan mereka sebagai orang-orang yang bersyukur (Surah Ibrahim ayat 38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja keras, Belanja di jalan Allah dan Berdoa.&lt;br /&gt;Huzur bersabda, manakala seorang mukminin memeriksa diri betapa Allah Swt telah mengaruniai mereka, maka ketakwaan mereka pun meningkat. Dan demikianlah hendaknya sikap mereka, agar Allah Swt mengarunia mereka lebih banyak lagi. Allah meningkatkan rizqi-Nya bagi mereka. Dia telah membuktikan hal ini atas mereka yang meningkatkan derajat keimanan mereka, atau yang berupaya untuk itu. Meningkatnya rizqi seorang mukminin bukanlah faktor kebetulan, melainkan sesuai dengan janji-Nya:&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِي&lt;/span&gt;دٌ &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;a href="http://www.alislam.org/quran/tafseer/?verse=14:8&amp;amp;region=AR&amp;amp;CR=E2,UR"&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-family:Arial;"&gt;14:8&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;‘Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman: 'Bila kamu bersyukur, Aku pun sungguh akan menambahkan karuniaKu. Dan bila kamu tak bersyukur, azabKu sungguh pedih'. (Surah Ibrahim ayat 8).&lt;br /&gt;Huzur bersabda, bagi orang yang tak beriman boleh jadi ia akan menukas, sesuai dengan hukum alam, mereka yang bekerja keraslah yang akan memetik hasilnya, itulah ganjaran bagi mereka. Akan tetapi, bagi orang yang beriman, bekerja keras yang diiringi dengan iman dan taqwa akan memperoleh ganjaran pahala yang berlipat ganda. Bahkan bila pun ada sesuatu ketidak-sempurnaan dalam ikhtiarnya, Allah Swt akan berkenan untuk menutupinya.&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, Allah berfrman, Dia adalah Razzaq bagi mereka yang menjalani hidup taqwa. Huzur bersabda, adalah pengalaman pribadi beliau maupun para petani Ahmadi yang menulis kepada beliau, manakala hasil panen mereka lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang ghair-Ahmadi, mereka bertanya-tanya upaya extra apa yang telah mereka lakukan ? Mereka menjawab, ini hanya dikarenakan 1/10 atau 1/16 dari keuntungan yang diperoleh, mereka belanjakan di jalan Allah. Inilah sedikit kerja extra yang akhirnya membawa berkah itu.&lt;br /&gt;Membacakan ayat 4  Surah Al Talaq (65:4) Huzur bersabda, Allah memberi ganjaran pahala kepada orang mutaqin dari arah yang tak disangka-sangka. Namun karunia istimewa ini bersyarat; yakni manakala Allah Swt sudah bersifat Al Razzaq bagi hamba-hamba-Nya yang sejati, maka hamba-Nya pun harus berupaya untuk menjalani hidup taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Dari Rizqi Yang Thayyib.&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, seseorang yang berusaha menjauhi perbuatan dosa yang sekecil-kecilnya karena takut akan Allah, maka Allah pun akan menjauhinya dari kesulitan. Atas dasar ini, Huzur bersabda, pelajarilah tunjangan sosial yang diberikan di dalam sistem pemerintahan negara-negara Barat. Tunjangan ini diberikan untuk mereka yang dikarenakan sesuatu hal menjadi penganggur atau penghasilannya di bawah standar kelayakan hidup. Bahkan beberapa negara Barat ini memberikan tunjangan sosial tersebut dalam jumlah yang mencukupi, termasuk negara Inggris ini. Namun disayangkan, kata Huzur, ditengarai ada beberapa orang yang mengklaim tunjangan sosial tersebut hingga mereka memperolehnya meskipun sebetulnya mereka mempunyai usaha kecil, atau pekerjaan tidak resmi. Atau mereka sambil menyupir taxi. Huzur bersabda, semua ini perbuatan yang jauh dari standar taqwa. Dengan tidak berterus terang penghasilan yang diperolehnya, orang-orang semacam ini mengelabui sistem pajak pemerintahan mereka. Artinya mereka pun berbuat curang terhadap mereka yang taat pajak. Dengan demikian jauh dari ketakwaan; mereka berbuat munkar. Tak peduli segelintir apapun jumlahnya, orang-orang semacam itu bukan saja menjauhkan diri mereka dari Allah, tetapi juga menjatuhkan nama baik Jamaat.&lt;br /&gt;Huzur bersabda, dengan memberi informasi yang tidak benar, mereka berhasil memperoleh beberapa pound-sterling, akan tetapi pada hakekatnya perbuatan mereka tersebut sama halnya dengan menafi'kan Allah sebagai Al-Razzaq. Pemerintah sudah mengantisipasi hal ini. Cepat atau lambat, perbuatan mereka akan diketahui. Dan pemerintah pun mengetahui, bahwa orang-orang Ahmadi tidak mengelabui fasilitas tunjangan sosial ini. Jika mereka [pejabat pemerintahan] berubah pikiran, tentulah mereka pun tidak mempercayai Jamaat lagi. Huzur bersabda, beliau telah memerntahkan tuan Amir Jamaat, agar mewaspadai orang-orang semacam ini. Jika kedapatan, harap jangan terima Chandah mereka. Penolakan Chandah mereka tidak akan berdampak apapun terhadap Jamaat. Malah akan membersihkan berbagai iuran yang masuk, yang didasari oleh ketakwaan.&lt;br /&gt;Bila orang tidak mengindahkan Allah sebagai Al Razzaq, maka dinullah-Nya pun tidak memerlukan harta benda mereka. Huzur menasehati, bila mereka yakin sepenuhnya kepada Allah Al-Razzaq, maka berbagai karunia-Nya pun melimpah, dan akan terus membuat generasi muda mereka merasa berkecukupan, tidak akan iri terhadap harta benda orang lain. Hal inilah yang membawa mereka ke ketaqwaan. Huzur bersabda, adalah doa beliau untuk semua orang, semoga Allah menyelamatkan kita semua dari sifat tamak.&lt;br /&gt;Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda, menurut Alquran, salah satu ciri orang yang mutaqi adalah Allah Taala menjauhkan dirinya dari hal-hal yang mudharat, dan Allah sendiri yang menjadi penjaminnya.  Mereka tetap beristiqamah ketika sedang diterpa kesulitan agar memperoleh keridhaan Tuhan. Maka jika ia menjadi yaqin sepenuhnya kepada Allah, maka Allah pun serta merta akan memberikan pertolongan-Nya. Dia itulah Yang Maha Pemurah. Namun Dia itu pula yang senantiasa menyuruh kita agar selalu berada di atas jalan yang lurus dan mensucikan diri mereka, agar Dia berkenan menambahi rizqi kita:&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَمَا آتَيْتُم مِّن زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://www.alislam.org/quran/tafseer/?verse=30:40&amp;amp;region=AR&amp;amp;CR=E2,UR"&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-family:Arial;"&gt;30:40&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:11;"  lang="EN-GB" &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;'...apapun yang kamu Zakatkan, jika semata-mata karena Allah – itulah yang akan melipat-gandakan harta benda mereka.’ (Surah Al Rum ayat 40).&lt;br /&gt;Boleh jadi ada setengah orang yang mencoba berkelit, tak apalah memperoleh klaim tunjangan sosial tersebut (padahal berpenghasilan), kan nantinya membayar Chandah. Huzur bersabda, Allah tidak menginginkan uang yang berasal dari semacam itu dibelanjakan di jalan-Nya. Dia telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-size:130%;" lang="AR-SA" &gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَلاَ تَيَمَّمُواْ الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:130%;" lang="AR-SA" &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;‘Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah dari bagian yang suci dari penghasilanmu, dan juga dari segala apa yang Kami hasilkan dari muka bumi; jangan sekali-kali membelanjakan dari hal yang buruk …’ ( 2:268).&lt;br /&gt;Huzur mengingatkan, harta yang dihasilkan dari yang tidak thayyib (suci) tidak akan mendatangkan kesucian. Kalaupun diperoleh karena ketidak-fahaman, harus cepat-cepat meninggalkannya. Sesungguhnya, Allah telah menyatakan, salah satu ciri orang yang beriman/taqwa di dalam Alquran, ialah rizqinya akan tersucikan, ini dikarenakan mereka: '...wa mimma razaqna hum yunfiqun, ialah, membelanjakan apapun yang kami telah rizqikan kepada mereka’ (2:4).&lt;br /&gt;Huzur bersabda, pencuri, perampok dan penyamun pun bisa hidup dengan cara mereka itu. Akan tetapi dapatkah dikatakan penghasilan mereka itu dari Tuhan ? Di Pakistan ada orang-orang yang memperoleh penghasilan dengan cara-cara yang tidak sah, namun mereka katakan Allah-lah yang memberinya, padahal jelas-jelas berasal dari sumber-sumber syaitani. Bahkan mereka yang mendulang bisnis besar dengan cara yang salah tersebut memasang plakat di atas pintu-pintu rumah mereka: ‘Haza min Fazli Rabbi’ (berkat karunia Tuhan kami): “Inna lillahi...! (sungguh ironis). Para politisi pun ikut-ikutan membangkrutkan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatkan Pengorbanan, dan Yakinlah.&lt;br /&gt;Mengingatkan kembali topik utama Khutbah, Huzur bersabda, setiap Ahmadi hendaknya memastikan penghasilan mereka berasal dari sumber-sumber yang halal. Bila mereka berkeinginan untuk menambah penghasilan, cobalah belanjakan di jalan Allah semata-mata karena-Nya. Kemudian, lihatlah hasilnya. Ada setengah Ahmadi yang menyurat, mereka tak dapat menentukan jumlah Chandah mereka sepersekian dari penghasilan dikarenakan penghasilannya tidak tetap, atau mengalami sesuatu kesulitan dalam pekerjaannya. Untuk orang-orang semacam ini silakan meninjau kembali pembayaran Chandah mereka, tetapi harus berdasarkan ketaqwaan (takut akan Tuhan). Membacakan ayat 216 Surah Al-Baqarah (2:216)  Huzur bersabda, seorang mukmin yang sempurna akan selalu berusaha membelanjakan harta benda mereka di jalan Allah dengan sebesar-besarnya. Memang ada sebagian orang yang mengalami kesulitan hidup, tetapi tidak mengurangi pembayaran Chandah mereka.&lt;br /&gt;Huzur mengingatkan doa maqbuliat ajaran Hadhrat Rasulullah Saw yang sangat penting untuk zaman sekarang ini, ialah, Allahumma as'aluka ilman nafian, wa rizqan thayyiban, wa amalan mutaqabalan, yang artinya, ‘Ya Allah, berilah hamba ilmu yang bermanfaat, rizqi yang thayyib, dan amal pekerjaan yang makbul.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menolak Rizqi Rohani Mengais Fulus Syaitani.&lt;br /&gt;Huzur bersabda, pada Khutbah Jumah yang lalu beliau telah menerangkan, salah satu arti Rizqi adalah bagian (atau andil, share); dan bagian ini dapat mengandung arti baik maupun buruk. Membacakan ayat 83  Surah Al Waqi’ah (56:83), wa taj'aluna rizqakum annakum tukadzibun ? yang artinya: “Dan engkau menyangkali kebenaran hanya dikarenakan demi mata pencaharianmu ?'&lt;br /&gt;Huzur bersabda, Surah ini mengemukakan nasib orang-orang yang bersyukur dan yang tidak bersyukur di zaman 'kaum awalin' maupun di zaman 'kaum akhirin' kini. Ayat tersebut mengemukakan, barang siapa mencari kehidupannya dengan cara-cara yang tidak halal berarti menjauhkan dirinya dari ketaqwaan. Dan dikarenakan sikap khawatir mereka terhadap hal-hal duniawi, maka mereka pun akhirnya jatuh ke dalam perangkap Syaitan. Setengah orang semacam ini, yakni yang takut akan nasib duniawi mereka,  sebagian dari mereka ini adalah kaum mullah/ulama yang tidak mau menerima kebenaran disebabkan mereka takut kehilangan kekuasaan atas pengikut/massa mereka berdasarkan keyakinan mereka itu. Pendek kata, para politisi dan kaum mullah tersebut memahrumkan diri mereka sendiri dari rizqi rohani yang Allah Taala telah kirimkan untuk zaman ini dikarenakan demi mempertahankan penghasilan mereka yang tidak thayyib. Sehingga pekerjaan mereka itulah menolak kebenaran. Inilah yang kini tengah terjadi, dimanapun ada penentangan terhadap Jamaat Ahmadiyah, hal ini disebabkan kolaborasi para politisi dengan kaum mullah. Dan tasyakur Seabad Khilafat kita telah menyulut lagi sikap hasad (dengki) mereka. Bagaimanapun juga politikus tidak berminat terhadap masalah agama. Namun, bila mereka tidak mendengar keinginan kaum mullah, mereka pun takut kehilangan suara pendukung. Artinya, mereka takut kehilangan rizqi mereka yang tidak thayyib itu.  Sementara itu kaum mullah pun takut kehilangan penghasilan mereka dari dukungan dana untuk berbagai madrasah / pesantren yang mereka atas namakan untuk itu. Walhasil, rizqi mereka sangat tergantung kepada aktivitas penolakan mereka terhadap kebenaran. Inilah mengapa sebabnya mereka gigih menolak kebenaran; yakni agar mereka memperoleh penghasilan. Namun, nasib mereka akan berakhir sebagaimana telah dinyatakan di dalam Alquran, wa tashliyatu jahiim, terbakar di dalam gejolak api Jahanam' (56:95). Di Pakistan dan di Indonesia terjadi berbagai aksi anti-Ahmadiyah hanya dikarenakan kolaborasi para politisi dan kaum mullah. Mereka berupaya membodohi publik dengan isue “penodaan terhadap agama” demi “kemuliaan” agama mereka.&lt;br /&gt;Oleh karena itu kepada kaum Ahmadi, Huzur menasehati agar tetap beristiqamah, sabar dan terus menerus berdoa. Kita telah menerima kebenaran Hadhrat Imam Mahdi a.s., maka jadikanlah diri kita lebih dekat kepada Allah Swt; yang telah memberi kabar suka bagi siapa yang telah berhasil memperoleh qurb-Nya. Huzur bersabda, seorang tokoh besar di Pakistan suatu hari telah bersumpah akan menyusahkan Jamaat sehingga menjadi miskin. Namun apa yang terjadi atas nasib dirinya telah diketahui semua orang. Sementara itu Jamaat ini memperoleh karunia semakin bertambahnya perbendaharaan harta mereka, baik secara Jamaah maupun perorangan. Seorang tokoh besar lainnya bertekad akan menghabisi Jamaat dengan berbagai cara. Namun dunia menyaksikan akhir tragedi kehidupannya. Sementara itu, dengan karunia Allah Taala, berbagai fasilitas dan cara telah semakin terbuka luas bagi kemajuan Jemaat. Allah Swt telah menunjukkan berbagai jalan kemudahan yang menunjukkan bahwa Dia-lah Yang Maha Pemberi dan Al-Malik, sebagaimana dinyatakannya di dalam Alquran (51:59), 'innallaha huwa razzaqu dzulquwwatil matin; Seungguhnya Allah-lah Ar-Razzaq, Yang Maha Kuat dan Maha Perkasa.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar, Istiqamah &amp;amp;Doa (Ke Amerika Serikat &amp;amp; Canada).&lt;br /&gt;Huzur bersabda, pasca [tasyakur Seabad Khilafat] 27 Mei 2008 terjadi peningkatan anti-Ahmadi di Pakistan. Para mahasiswa kedokteran Ahmadi – bahkan sebagian di antaranya sudah di tingkat akhir – telah dikeluarkan dari Universitas mereka di Faisalabad. Para penganiaya itu berpikir, dengan ancaman terhadap 'rizqi' [studi] mereka itu, mereka akan menyangkali kebenaran Hadhrat Masih Mau'ud a.s. Di beberapa kota beberapa rumah milik orang Ahmadi dibakar. Mereka berpikir, kita akan menukar keimanan kita. Mereka tidak mengetahui, bahwa kita beriman kepada Allah, dzulquwwatil matin; Yang Maha Kuat dan Maha Perkasa.’&lt;br /&gt;Kepada kaum Ahmadi di Indonesia, Huzur bersabda, meskipun mereka [pejabat pemerintahan] tidak melarang Jamaat Ahmadiyah secara terang-terangan, namun mereka telah membuat situasi sedemikian rupa yang akan menjurus kepada pelarangan. Maka kaum Ahmadi Indonesia hendaknya lebih khusyu dalam peribadatan dan doa-doa mereka. Betapa Allah Swt telah meningkatkan keadaan Jemaat di Pakistan [meskipun penganiayaan tiada henti]; maka hal ini pun akan terjadi di Indonesia. Huzur bersabda, saatnya tidak akan lama, siasat mereka itu akan berbalik kepada diri mereka sendiri. Huzur memaklumatkan kepada seluruh kaum Ahmadi agar mendoakan saudara Ahmadi mereka di Pakistan dan juga di Indonesia.&lt;br /&gt;Huzur bersabda, minggu yang akan datang beliau akan bermuhibah ke Amerika Serikat dan Canada. Berbagai persiapan telah dibuat untuk menyelenggarakan [perayaan] Seabad Khilafat yang dikaitkan dengan Jalsah mereka. Kaum Ahmadi di kedua negara tersebut telah menyampaikan dambaan mereka agar Huzur berkenan datang. Bertemu muka secara langsung memang memberi banyak hikmah kebaikan. Rencana kunjungan ke Amerika Serikat ini merupakan yang pertama kali, oleh karena itu, semoga Allah memperlihatkan bantuan dan pertolongan-Nya yang khas. Semoga kunjungan muhibah ini diberkati Allah dalam setiap seginya. Dan semoga pula tujuan hakikinya dapat terpenuhi. Huzur bersabda, kita semua telah memperbaharui janji setia kita kepada Khilafat di awal abad kedua-nya ini, semoga Allah menghembuskan ruh semangat baru kepada kita sekalian. Akhirnya Huzur berdoa, semoga Allah Swt menghilangkan segala kesulitan dalam perjalan muhibah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;transltByMMA/LA061608&lt;br /&gt;Please note: Department of Tarbiyyat, Majlis Ansarullah USA takes full responsibility of anything that is not communicated properly in this message.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=============================&lt;br /&gt;Synopsis of Friday Sermon (13-Jun-08) prepared by Sister Shermeen Butt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur continued with the subject of Rizq (provision/sustenance) and Divine attribute of Al Razzaq (The Provider) in his Friday Sermon today. Huzur said as he had mentioned last week Allah declares that He alone is the Provider of all creation and for man, who is the most eminent of all creation, Allah provides material as well as spiritual sustenance. Allah states that if the believers put their trust in Him He provides from sources that those who do not believe have no concept of.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur said Ahmadis write to him from various countries of the world about their experiences of how Allah has blessed their business and is bestowing them beyond their hopes. This increases their faith. Fact is that it is a sign of a true believer that when he/she receive a blessing his/her attention is promptly drawn to Allah in thankfulness. Explaining further, Huzur cited verse 13 of Surah Luqman (31:13) – ‘And We bestowed wisdom on Luqman, saying, 'Be grateful to Allah: and whoso is grateful, is grateful only for the good of his own soul. And whoso is ungrateful, then, surely, Allah is Self-Sufficient, Praiseworthy.’ Huzur said when Hadhrat Ibrahim (on whom be peace) had prayed for his progeny he had also supplicated for them to be grateful:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Our Lord, I have settled some of my children in an uncultivated valley near Thy Sacred House - Our Lord, - that they may observe Prayer. So make men's heart incline towards them and provide them with fruits that they may be thankful.’ Surah Ibrahim verse 38. Huzur said when a believer observes Allah’s blessings he is grateful and this causes an increase in his taqwa (righteousness) and indeed it should. Allah then bestows further blessings, with His grace He increases their Rizq. He has this dealing with those who have enhanced belief or those who endeavor to enhance their belief. The increase in the Rizq of a believer is not accidental but is in accordance with Divine promise: ‘And remember also the time when your Lord declared: 'If you are grateful, I will surely bestow more favors on you; but if you are ungrateful, then know that My punishment is severe indeed.' Surah Ibrahim verse 8. Huzur said it may be said about those who do not believe that in accordance with the law of nature their hard work bears fruit and they are thus rewarded, however, for a believer, when along with hard work there is belief and taqwa then the reward is much greater and even if there is some lapse in the effort made, Allah makes up the deficiency.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Promised Messiah (on whom be peace) said that Allah has declared that He is the Razzaq of one who adopts taqwa. Huzur said it was his personal experience as well as Ahmadis write to him that when their harvest is greater than the non-Ahmadis they are asked what extra effort did they make to get a greater yield. Their answer is that the one tenth or the one sixteenths of their income that they give in the cause of Allah is their ‘extra’ bit and it is this that brings the blessings.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citing verse 4 of Surah Al Talaq (65:4) Huzur said Allah provides for those who are righteous from unexpected means. This extraordinary blessing has a condition; when Allah manifests His attribute of Al Razzaq for His servant then His servant too should make effort in adopting and adhering to taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Promised Messiah (on whom be peace) said that one who will shun the smallest of sins for fear of Allah will be saved from trouble by Allah. With reference to this Huzur said he wished to draw attention towards the social benefits system that some Western governments provide to the unemployed or those on low income to bring their standard of living to an acceptable level. Some Western countries are most generous with these benefits and the British government is also commendable in this respect. However, Huzur said there are some who claim these ‘benefits’ despite having a small business or an employment which is perhaps not obvious. There are some who drive taxi-cabs but take the ‘benefit’.  Huzur said this is outside the parameters of taqwa. By not declaring their income these people are thieving the government of its tax revenue. They also usurp the tax paid by the law-abiding citizens and of course  far from taqwa, they commit falsehood. No matter how few people do this, not only they distance themselves from Allah they also bring down the repute of the Community. Huzur said by giving wrong information they gain a few pounds [sterling] but by their actions they state that God is not their provider. The government is aware of these things and sooner or later gets of know about these people and it closes in on them. Huzur said the government is aware that Ahmadis do not defraud the benefits system. If they change their mind then their trust in the Community will come to an end. Huzur said he has told Ameer sahib that if he finds out about anyone who indulges in this deception then their chanda should not be taken. The cessation of their chanda will not make any difference to the Community at all and at least whatever funds we offer in the cause of Allah will be pure. Huzur said if one does not consider Allah as Razzaq then Allah’s religion is in no need of one’s money. Huzur enjoined that if one fully believes in Allah as the Provider then His blessings are great and this in turn generates contentment and once one is content one does not eye the wealth of another and this fosters taqwa. Huzur said it was his prayer for everyone that may Allah save us from all kinds of greed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Promised Messiah (on whom be peace) said that one sign of the righteous as stated in the Holy Qur’an is that Allah frees him/her from what is disagreeable in the world and Himself becomes his/her Guarantor. Huzur added that one should be steadfast during adversity to attain God. If trust is put in Allah then He will certainly provide help. He is so Gracious that He repeatedly draws our attention to ways and means of purifying and thus enhancing our Rizq: ‘…whatever you give in Zakat, seeking the favor of Allah - it is these who will increase their wealth manifold.’ Surah Al Rum verse 40. Huzur said one may say that even if one claims some benefits money [inappropriately] at least one pays chanda on it, so it does not matter. Huzur said Allah does not wish such money spent in His cause. He states: ‘O ye who believe! Spend of the good things that you have earned, and of what We produce for you from the earth; and seek not what is bad to spend out of it…’ 2:268. Huzur reiterated that money earned by wrong means cannot be pure. He said if one is taking benefit due to any misunderstanding one must desist. Indeed Allah states a sign of believer in the Holy Qur’an that his/her Rizq would be pure by declaring that they: ‘spend out of what we have provided for them;’ (2:4)  Huzur said thieves, robbers and hoarders all make a living, can they say their livelihood comes from Allah?  In Pakistan people make money through unwarrantable means and then say Allah has granted them, whereas their wealth is made from satanic sources. In Pakistan big business people have the words ‘Haza min Fazle Rabbi’ (with the grace of my Lord) written in front of their houses. Huzur said Inna lillahe. The politicians are also looting the country. Reiterating his earlier point Huzur said each Ahmadi should ensure that their income is through pure means. If they wish to increase their income they should try giving in the name of God and then observe what results it brings. Huzur said some people write to him that they pledged chanda not able to foresee their income or have employment difficulties, such people can review their chanda with taqwa. Citing 2:216 Huzur said a believer always tries to spend as much as possible in the way of Allah. Certainly there are some who bear hardship but do not lessen their chanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur drew attention towards a prayer of the Holy Prophet (peace and blessings of Allah be on him which he said is most significant in the current age. Its translation reads: ‘O Allah I seek from You knowledge that is beneficent/beneficial, provision (Rizq) that is pure and deeds that are worthy of acceptance.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur said in his last Friday Sermon he had said that one meaning of Rizq is share and a share can be good and bad both. Citing verse 83 of Surah Al Waqi’ah ‘And do you make the denial thereof your means of livelihood?’ Huzur said this Surah mentions that fortunate and the unfortunate people from the ‘earlier ones’ and the ‘latter ones’. The aforementioned verse cites those who make a living out of rejection [of the truth], they are devoid of any fear of God and only have fear of the world and they end up in the embrace of Satan. Some of these people have fear of the world and others who deem themselves to be religious scholars do not wish to believe the truth because they fear that by doing so they will lose the power they have over the masses through their ‘religious’ platform. In short the politician and the mullah deprive themselves of the spiritual sustenance that Allah has sent in this age due to their impure earnings. Their task remains only to reject the truth.  Today wherever in the world there is opposition to Ahmadiyyat the politician and the mullah are together. The completion of a hundred years of our Khilafat has flared sentiments of jealously and malice among them. The politicians are not interested in religion however, if they do not listen to the mullah, they fear losing votes and losing Rizq that is not pure. On the other hand the mullah only fears loss of his earnings that he makes in the name of Madrassas and such like. Their Rizq is dependent on denying the truth and that is the reason why they reject the truth and make their living. Their end is as the Qur’an states in 56:95.  In Pakistan as well as in Indonesia opposition against us is because of the alliance of the politicians and the mullah. They make fools out of the masses by inciting them to rise for their religious ‘honor’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To the Ahmadis Huzur said be steadfast and patient and be prayerful. We have accepted the Promised Messiah (on whom be peace) and this makes us close to Allah and He gives glad tidings to those who are close to Him. Huzur said one despot in Pakistan had once proclaimed that he would reduce us to holding a beggar bowl. What happened to him is known to all, while the Community was granted financial extensiveness both on individual as well as communal level. Another despot tried to immobilize us in every sense of the word and indeed the world saw his end as well. Meanwhile, with the grace of God, ways and means of our progress and advancement were open wide. Allah has manifested in every possible way to be our Provider and our Master just as He states in 51:59 ‘Surely, it is Allah Himself Who is the Great Sustainer, the Powerful, the Strong.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur said post 27th May ’08 there has a rise in persecution against the Ahmadis in Pakistan. Ahmadi medical students, some of them in their final years, were expelled from a college in Faisalabad. The persecutors assumed that with their Rizq threatened these students might reject the Promised Messiah (on whom be peace). In other cities Ahmadi houses are burnt. They assumed we would barter our faith. Little did they know we believe in the Powerful, Strong God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To the Ahmadis in Indonesia Huzur said although they have not had a ban but a situation has been created which is tantamount to a ban. Ahmadis in Indonesia should focus on prayer. Allah’s grace has increased in Pakistan (despite the persecutions) and this will be replicated in Indonesia. Huzur said the time is not far when their cunning will rebound on them. Huzur asked all Ahmadis to pray for Ahmadis in Pakistan and Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huzur said next week he is going on a visit of USA and Canada. Keen preparations are being made there for the Khilafat Centenary and both countries will also hold their respective Jalsas. Huzur said people in the two countries have expressed their intense desire for Huzur to visit them. He said meeting in person does have many advantages. Huzur said this is his first visit to USA, may Allah manifest His help and succor during this visit and may the trip be blessed in every way and may all the objectives of the trip be fulfilled. Huzur said we are pledging new pledges for the new Century [of Khilafat] may Allah also infuse a new spirit in us. Huzur prayed that may Allah ease any difficulty of the journey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Archives of Friday sermons/summaries can be found at http://www.alislam.org/archives/index.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6763630931034464691-4172861696679432245?l=islamasli.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/4172861696679432245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6763630931034464691/posts/default/4172861696679432245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://islamasli.blogspot.com/2008/06/sifat-al-razzaq-allah-swt-ii.html' title='Sifat Al-Razzaq Allah Swt (II)'/><author><name>Abu Naweed</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_UU77VHFfZ5E/R-mwCJ35GyI/AAAAAAAAADc/3POj-M_Vny0/S220/myimmagecrop.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6763630931034464691.post-5374964618118526222</id><published>2008-05-28T21:54:00.000-07:00</published><updated>2010-02-02T20:38:28.782-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmadiyah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pernyataan'/><title type='text'>PRESS RELEASE: MUSLIM SECT CELEBRATES 100 YEARS OF SPIRITUAL LEADERSHIP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UU77VHFfZ5E/SD5D63tmMnI/AAAAAAAAAGs/eBiHI83rO7U/s1600-h/Jubili+Khilafat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UU77VHFfZ5E/SD5D63tmMnI/AAAAAAAAAGs/eBiHI83rO7U/s400/Jubili+Khilafat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205672897953542770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;In the Name of Allah, Most Gracious, Ever Merciful&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;International Press and Media Desk&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;AHMADIYYA MUSLIM COMMUNITY&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;22 &lt;st1:city st="on"&gt;Deer  Park&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;London&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:postalcode st="on"&gt;SW19 3TL&lt;/st1:postalcode&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;br /&gt;Tel / Fax (44) 020 8544 7613 &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Mobile&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; (44) 07795460318&lt;br /&gt;Email: press@ahmadiyya.org.uk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Web: Alislam.org&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Calibri;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100
